5 Perubahaan Kebiasaan Masyarakat Di Kala Pandemi Covid-19

Rentfix.com – Pandemi Covid-19 membuat sebagian besar masyarakat Indonesia harus belajar dan bekerja dari rumah.  Meskipun masih ada juga yang masih harus berkegiatan di luar rumah.

Bagaimana hal ini memengaruhi perubahan kebiasaan dan gaya hidup mereka? Data Grab yang dirilis Selasa (6/5/2020), menunjukkan perubahan kebiasaan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan.

Pengaruh pandemi Covid-19 ke gaya hidup masyarakat

Beikut adalah beberapa perubahan kebiasaan masyarakat dalam beberapa aspek:

1. Lalu lintas 

Untuk pertama kalinya selain pada musim Mudik, Jalanan Jakarta lengang!

2. Belanja

Mitra pengantaran makanan dan barang kini memainkan peran penting agar masyarakat tetap bisa berbelanja meski banyak orang yang #dirumahaja. Jumlah pesanan GrabExpress pada Maret 2020 naik 21.5 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Terdapat kenaikan pengantaran sebanyak 40 persen oleh social sellers (UMKM). Titik pengantaran barang terbanyak pada Maret adalah area perumahan (41,5 persen), fasilitas kesehatan(13,6 persen) dan Bank (12 persen).

Sebelumnya, perkantoran dan area perumahan mendominasi titik pengantaran. Pemesanan GrabMart pada Maret 2020 naik 22 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Bagi banyak pengusaha mikro dan juga social sellers, digitalisasi bisnis menjadi penting untuk dapat bertahan. Selain itu, jasa pengantaran memberikan kesempatan mendapatkan penghasilan bagi mitra pengemudi meskipun jumlah pemesanan kendaraan sedang menurun karena PSBB.

3. Makanan 

Namun, apakah pola makan dan pilihan makanan juga berubah karena Covid-19?  Terdapat kenaikan transaksi GrabFood sebesar 4 persen dan kenaikan jumlah makanan yang dipesan dalam sekali pemesanan (basket size) sekitar 7 persen. Sebelumnya, masyarakat Indonesia lebih banyak berbelanja di GrabFood untuk membeli kudapan sore mereka.

Sekarang makan siang menjadi waktu di mana mereka berbelanja lebih banyak, dengan kenaikan jumlah pesanan makanan sebanyak 9,4 persen dalam satu kali pesan (basket size).

Saat jumlah pesanan makanan sehat di negara lain menurun, masyarakat Indonesia lebih memilih makanan sehat dengan kenaikan jumlah pesanan sebanyak 7,4 persen. Namun, masyarakat Indonesia tetap suka ngemil, dengan kenaikan jumlah pesanan snack sebesar 15,4 persen.

4. Tiga jenis makanan terbanyak yang dipesan di GrabFood dan GrabMart

Ayam goreng tetap menjadi menu terlaris selama masa kerja dari rumah, diikuti oleh es kopi dan aneka mie. Terdapat 3 item paling banyak dibeli selama Covid-19 yakni es kopi bermacam variasi, siomay ikan dan pao ayam BBQ.

5. Kenaikan besaran tip

Rata-rata besaran tip untuk pesanan GrabFood meningkat sebesar 63 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dan jumlah pesanan yang diberikan tip meningkat sebesar 38 persen. Jadi, masyarakat Indonesia tidak hanya memberikan tip lebih sering, namun besarannya juga bertambah.  Masyarakat Indonesia juga senang berbagi.

Lebih dari 5.000 mitra merchant GrabFood telah menyediakan menu spesial bagi mitra pengantaran dalam aplikasi GrabFood. Hingga saat ini, lebih dari 500.000 menu spesial untuk mitra pengantaran telah terjual seperti dilansir dari Kompas.com

Harus Bubuhkan Digital Signature Saat WFH, Bagaimana Keamanan dan Keabsahannya?

Rentfix.com – Semenjak wabah Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi dan jumlah pasien terkonfirmasi positif terus meningkat di Indonesia, pemerintah pun menerapkan kebijakan pembatasan sosial. Berawal dari imbauan untuk bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah, pembatasan diperketat dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hingga kini, jika dihitung-hitung, sudah hampir lebih dari dua bulan perusahaan yang bergerak di bidang non strategis diharuskan menerapkan skema work from home (WFH). Skema WFH yang diselenggarakan secara total ini memiliki kelebihan dan tantangan bagi perusahaan. Kelebihannya, karyawan dapat bekerja lebih efisien dan produktif.

Tantangannya, pola kerja dan proses bisnis berubah. Mulai dari pola komunikasi, monitoring pekerjaan, hingga administrasi, surat menyurat, dan keamanan data perusahaan. Misalnya bagaimana ketika ada banyak dokumen yang perlu ditanda tangani sebagai tanda otorisasi? Memang, saat ini pembubuhan tanda digital signature sangat memungkinkan untuk dilakukan.

Namun, bagaimana keabsahannya dan keamanan dokumen tersebut. Oleh karena beredar secara daring, bisa saja tanda tangan disalah gunakan. Memahami situasi tersebut, Peruri sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sejak 1971 bergerak sebagai penjamin keaslian produk dan dokumen, menghadirkan sebuah solusi.

Peruri kini menerbitkan tanda tangan digital yang terjamin sah secara hukum melalui produknya yaitu PeruriSign. Produk ini merupakan hasil inovasi perusahaan sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2019. Peraturan Pemerintah yang memberi wewenang bagi Peruri untuk menjalankan aktivitas di bidang digital business solution dengan mengedepankan fitur keamanan tertinggi.

Saat ini Peruri merupakan satu-satunya BUMN Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) yang telah terdaftar dan tersertifikasi di bawah naungan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia melalui SK nomor 790 Tahun 2019. Pembubuhan tanda tangan digital Peruri sangatlah mudah dan cepat karena dapat dilakukan secara online.

Demi menjamin keamanan dokumen Peruri menggunakan proses e-Know Your Customer (e-KYC) yang terintegrasi langsung ke data kependudukan. Peruri menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri. Proses validasi untuk menggunakan e-KYC terintegrasi dengan data kependudukan calon pelanggan.

Saat proses pembubuhan tanda tangan digital, Peruri menggunakan fiturbiometric authentication dan one time password (OTP) multi dynamic token offline dan online, sehingga tidak tergantung pada jaringan telekomunikasi. Penggunaan tanda tangan digital dapat langsung diakses melalui portal khusus https://ca.peruri.co.id yang saat ini sudah siap untuk melayani kebutuhan masyarakat.

Beri Edukasi Pada Anak, Mengapa Harus Terus Berada di Rumah

Rentfix.com – Harus terus berada di dalam rumah tentu membuat banyak anak bertanya tanya. Mengapa mereka tak boleh pergi ke sekolah, mengapa mereka tidak boleh mengunjungi rumah teman, atau mengapa mereka tidak boleh pergi ke taman bermain. Untuk menghadapi pertanyaan semacam ini, orangtua perlu memberikan edukasi yang tepat kepada anak mengenai virus corona.

Dr Renvil Reynaldi SpKJ (K) Psikiater Anak dan Remaja menyarankan orangtua untuk memberikan pengertian pada anak sesuai usianya. “Beri edukasi sesuai dengan tingkat pemahaman mereka. Kalau anaknya sudah remaja mungkin sudah tidak menjadi tantangan buat orangtua, mereka lebih paham. ”Begitu kata Renvil dalam Obrolan Kesehatan Jiwa acara Live Instagram dengan tema “Tips Atasi Masalah Kesehatan Jiwa Anak di Masa Home Learning” di akun @pdskji_indonesia, Senin (13/4/2020).

Dia menyebutkan, tantangan berbeda tentu dihadapi oleh orangtua yang memiliki anak di usia 3-6 tahun. Di mana, pada rentang usia tersebut anak sangat haus akan eksplorasi. Pada bagian ini, orangtua harus bisa memilih kata yang tepat, yang tentunya mudah dipahami oleh anak. “Kita bisa kasih tahu bagaimana sifat dari Covid-19 ini. Bagaimana sifat dari virus, bagaimana caranya menular, menular lewat droplet, yaitu percikan air liur,” ujar Renvil.

Orangtua juga harus membekali anak tentang perlindungan diri yakni dengan menjaga kebersihan diri. “Supaya mereka enggak tertular. Sekarang tentu kalau habis melakukan kegiatan yang menyentuh benda, mainan ajarkan mereka cuci tangan,” ujar dia. “Nah, ini cuci tangan juga agak susah, Karena anak-anak biasanya maunya cepat kalau cuci tangan,” imbuh Renvil.

Selain itu, orangtua juga harus memberikan pengertian pada anak untuk terus memakai masker saat harus keluar rumah. “Ajarkan juga kalau terpaksa keluar rumah, harus bertemu dengan orang, harus menggunakan masker.” “Sediakan masker khusus anak, orangtua bisa bekali anak dengan masker khusus,” ungkap Renvil seperti dilansir dari Kompas.com.

Putri Indonesia Offie Dwi Natalia Bagikan Cara Social Distancing

Rentfix.com – Situasi pandemi corona atau covid-19 saat ini mengharuskan masyarakat untuk menjaga jarak atau social distancing agar tetap berada di rumah guna mencegah penyebaran virus. Hal itu juga yang tengah dilakukan oleh Offie Dwi Natalia Putri Indonesia Jambi 2019 ini dalam menerapkan social distancing selama karantina mandiri di rumah. Wanita yang akrab disapa Offie ini menjalani karantina dengan melakukan kegiatan seperti membantu orangtua berkebun, menanam hidroponik, membersihkan rumah, dan menjalin komunikasi untuk tetap menjaga hubungan harmonis dengan orangtua dan keluarga.

Dara cantik kelahiran Jambi 25 Desember 1993 yang pernah meraih prestasi sebagai Putri Pariwisata Jambi 2011, Putri Olahraga Indonesia 2011, Duta Ayam dan Telur 2018 ini telah menempuh Program Magister Psikologi Pendidikan di Universitas Tarumanagara, Jakarta. Ia memaknai bahwa selama social distancing dalam situasi covid, ia bisa memanfaatkan momen bertemu dengan keluarga tercinta sehingga memiliki waktu yang lebih lama di rumah. Saat ini, ia berada di kampung halaman dalam urusan pekerjaan tepat sebelum isu covid itu terjadi. Sementara ia fokus untuk tetap berada di kota yang terkenal dengan semboyan Tanah Pilih Pesako Betuah itu.

Offie mengisahkan saat ia tiba di Jambi beberapa pekan lalu, ia menerapkan cara membatasi diri dengan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Bahkan sebelum isu covid itu merebak, ia dan keluarganya pun telah menerapkan social distancing. “Saat social distancing kunci terpenting adalah membangun komunikasi baik dengan keluarga, kolega, rekan kerja, sahabat, dan teman. Selagi kita bisa mengkomunikasikan itu secara baik, orang lain pun bisa memahami, mengerti, dan menerima bahwa kita menjaga jarak dengan maksud yang baik,” ujar Offie kepada Rentfix.com.

Ia mengatakan selama social distancing rutinitas yang dilakukan tak berbeda jauh dengan aktivitas biasanya. “Masih dengan kuliah dan mengajar namun semuanya itu dilakukan secara daring. Untuk pekerjaan sendiri sementara postpone, namun tetap melakukan kegiatan produktif untuk mendukung setiap pekerjaan,” tambah Offie. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa kita mesti dapat memanfaatkan momen social distancing ini agar menjadi sesuatu yang lebih produktif dalam setiap bidang pekerjaan yang ada dengan tetap mempersiapkan, melakukan, dan mengerjakannya secara profesional.

Menariknya lagi, ia juga membagikan tips untuk mengatasi rasa bosan selama social distancing yaitu dengan mencari dan mengisi kegiatan yang bermanfaat, misalnya dengan membantu orang tua, berolahraga, berjemur, menonton bioskop di rumah, dan memanfaatkan internet yang sebagai sesuatu yang mendukung pekerjaan.

“Dan yang tak kalah penting tetap menjaga kesehatan dengan tetap mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi dan menjaga kebersihan diri seperti rajin mencuci tangan serta memakai masker agar dapat mengantisipasi dan melindungi diri. Semoga pandemi covid ini segera usai dan jangan ada lagi korban dan rekan medis agar diberikan kesehatan dan perlindungan kapanpun dan dimananpun agar tetap semangat dan tegar untuk melindungi bangsa Indonesia,” pungkasnya.

5 Tips Tetap Sehat Saat Bekerja di Rumah

Rentfix.com – Di tengah pandemi COVID-19, berada di rumah menjadi salah satu cara tepat untuk memutus rantai penyebaran virus Corona. Itulah sebabnya, Pemerintah menyarankan untuk melakukan physical distancing, termasuk di dalamnya untuk bekerja dari rumah. Kondisi ini membuat banyak orang melakukan penyesuaian terhadap ritme kerja yang biasanya dilakukan di kantor.

Bekerja dari rumah tak kemudian membuat pekerjaan yang dijalani menjadi lebih santai. Sebaliknya, banyak orang yang mengeluhkan begitu banyaknya pekerjaan yang harus dikerjakan dari rumah. Meskipun Anda sangat sibuk, Anda tetap harus menerapkan cara kerja yang sehat agar kesehatan tubuh tetap terjaga. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan agar tetap bisa bekerja dengan sehat seperti dilansir dari Berita Satu:

1. Siapkan diri dengan tidur cukup

Kurang tidur, akan membuat kinerja Anda menurun dan tubuh menjadi lemas. Tapi, tidur cukup pun bukanlah jaminan Anda akan memiliki performa kerja yang bagus, karena semua sangat bergantung pada kualitas tidur. Untuk itu, usahakanlah untuk mendapatkan tidur cukup yang berkualitas. Berusahalah untuk tidur minimal tujuh jam setiap malam

2. Tetap berolahraga di sela-sela pekerjaan

Olahraga sangat penting untuk dilakukan, karena dapat membuat tubuh lebih segar dan bugar. Selain itu, dengan berolahraga Anda juga dapat mempertahankan berat badan Anda tetap ideal. Dengan memiliki bentuk tubuh ideal pastinya akan menghindarkan Anda dari berbagai macam penyakit berbahaya, dan juga akan menambah kepercayaan diri, sehingga berdampak pada performa kerja. Berolahragalah minimal 30 menit setiap harinya.

3. Sempatkan untuk beristirahat

Seberat dan sebanyak apapun kerjaan Anda, selalu selingi dengan beristirahat. Meskipun pekerjaan memang penting, tapi kesehatan tubuh juga tidak bisa dilupakan. Karena saat tubuh tidak sehat, maka pekerjaan yang sedang coba Anda selesaikan juga tidak akan maksimal.

4. Jaga kesehatan mata

Untuk menjaga kesehatan mata saat bekerja di rumah, Anda perlu mengatur posisi duduk. Pastikan Anda duduk tegak dengan mata lurus menghadap komputer. Hal ini akan meringankan kerja mata. Selain itu, posisikan bahu menjadi santai dan luruskan kaki di bawah meja, untuk melancarkan peredaran darah. Berikan juga waktu bagi mata untuk beristirahat. Caranya, jauhkan pandangan dari layar komputer dan tataplah objek yang jauh. Cara tersebut dapat membuat mata Anda menjadi lebih relaks.

5. Jaga kebersihan

Meskipun berada di rumah, menjaga kebersihan tetap diperlukan. Biasakan diri untuk mandi pagi sebelum mulai bekerja. Selain itu, pastikan juga untuk selalu menjaga kebersihan monitor komputer atau laptop Anda.

Lakukan Latihan Ringan Ini Agar Tak Bosan Di Rumah

Rentfix.com – Akibat Covid -19, seluruh masyarakat diimbau untuk tetap berdiam diri di rumah. Sekolah-sekolah diliburkan, sebagian karyawan dianjurkan untuk bekerja dari rumah, dan lain-lain. Hal ini guna mencegah penyebaran virus Corona kian meluas.

Karena harus berada di rumah, banyak orang yang terbiasa beraktivitas di luar ruangan menjadi bosan. Akibatnya, yang terus-menerus dilakukan hanyalah tidur dan makan. Padahal, ini bisa membuat tubuh menjadi tidak fit dan rentan terhadap berbagai penyakit. Belum lagi ancaman berat badan yang akan bertambah naik jika Anda malas bergerak dan melakukan aktivitas.
Jadi, apa solusinya?

Tentu saja berolahraga! Di masa-masa seperti ini, menjaga tubuh tetap fit dan prima adalah suatu kewajiban. Rutin berolahraga akan sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh yang kuat membuat penyakit enggan mendekat. Banyak sekali macam olahraga yang bisa dilakukan di rumah, bahkan tanpa bantuan alat apapun. Penasaran? Berikut tipsnya seperti di lansir dari Berita Satu:

Jumping jack

Jumping jack merupakan salah satu latihan kardio yang sangat baik untuk seluruh tubuh Anda. Tak hanya membuat otot menjadi lebih kuat, jumping jack yang dilakukan secara rutin juga bermanfaat untuk menurunkan berat badan, dan juga membuat jantung lebih kuat. Saat stres melanda, melakukan jumping jack juga sangat baik untuk meningkatkan suasana hati Anda.

Berdiri tegak, dan rapatkan kedua kaki, kemudian taruh tangan di sisi tubuh. Lompat dan angkat tangan Anda ke atas kepala, sambil merenggangkan kaki Anda.
Saat turun, kembalikan badan ke posisi semula. Ulangi gerakan ini dengan cepat selama 10-20 detik.

Push-up

Push-up menjadi salah satu latihan fisik terbaik yang bisa dilakukan di rumah. Tanpa menggunakan alat bantuan apapun, push-up hanya memerlukan niat dan kekuatan tubuh untuk melakukannya. Selain membakar kalori, push-up juga sangat baik dalam membantu membangun stamina, membentuk otot, dan meningkatkan suasana hati Anda.

Berbaringlah dalam posisi tengkurap, dan letakkan telapak tangan di sisi dada Anda. Tekuk siku sedikit dan dorong tubuh ke atas sampai lengan Anda hampir lurus.
Lalu, perlahan-lahan turunkan kembali tubuh Anda.
Lakukan 2-3 set dengan 12 repetisi.

Sit-up

Ingin mendapatkan daya tahan tubuh yang kuat dengan bonus perut yang lebih ramping? Maka sit-up bisa menjadi jawaban yang tepat. Rutin melakukan sit-up dan konsisten terhadap diet sehat, akan sangat baik dalam membakar kelebihan lemak dalam tubuh. Tak hanya itu, sit-up juga sangat baik untuk mengencangkan otot-otot ini di dalam tubuh.

Berbaringlah di atas matras olahraga Anda. Tekuk lutut Anda, dan buka selebar dada. Taruh tangan Anda di belakang kepala atau di atas dada.Kencangkan perut dan tarik napas. Buang napas dan angkat tubuh bagian atas, jaga agar kepala dan leher tetap rileks. Tarik napas dan kembali ke posisi awal. Sebelum berolahraga, jangan lupa untuk melakukan pemanasan sederhana dengan meregangkan seluruh bagian tubuh. Begitu juga usai berolahraga, lakukan pendinginan selama kurang lebih 5 menit. Penuhi asupan cairan usai berolahraga, agar terhindar dari risiko dehidrasi.

Bersama Para Mitra Tunjukkan Komitmen dalam Pelayanan Sewa Properti

Rentfix.com – Pemerintah Indonesia telah mengambil keputusan agar masyarakat berkegiatan di dalam rumah, mulai dari belajar, bekerja, hingga beribadah dalam pandemi virus corona yang tengah melanda dunia membuat banyak aktivitas terganggu.

Masyarakat diminta untuk menjaga jarak supaya terhindar dari virus berbahaya ini. Namun, bagi platform sewa menyewa properti Rentfix tetap melayani dalam bidang layanan sewa menyewa properti dan pasang properti gratis untuk kebutuhan masyarakat Indonesia selama #dirumahaja secara daring.

Bersama dengan mitra propertinya yaitu Ciputra Citra Landmark, LMAN, Eraprima Daan Mogot, Seven Star, Puri Orchard, Padina, Cengkareng Business City, Boutique Office, AKR Tower. Coworking space Ruang dan Tempo, Mula Indonesia (Galeria Jakarta), Greenhub, Urbanspace, dan Dreamhub hingga kantor agent properti Prop2Go, More Property, Lexus, dan Seven Star Property bersama menunjukkan komitmen agar user terus dapat bertransaksi dan pasang properti #dirumahaja dengan aman dan nyaman.

“Seluruh jajaran mitra kami berharap agar situasi pandemi ini dapat segera dilewati oleh Indonesia. Kami berharap untuk bisa memberikan yang terbaik, dengan segala kemampuan kita, untuk orang-orang di sekitar kita dalam memenuhi kebutuhan sewa menyewa properti” ujar Direktur Rentfix Effendy Tanuwidjaja.

Pihaknya berusaha untuk mengoptimalkan layanan bisnis walaupun dalam situasi seperti ini. “Kami terus menjaga sanitasi fasilitas operasional, memastikan kesehatan karyawan. Terima kasih untuk Anda yang beraktivitas #dirumahaja untuk menjaga kesehatan bersama. Terima kasih juga untuk Anda yang tetap bekerja dari rumah dan mengiklankan properti di Rentfix.com.”, pungkas Effendy.

Inilah Cara Tepat Menyusun Makanan di Tengah Pandemi Covid-19

Rentfix.com – Selama berada di rumah dalam rangka menjalankan social distancing di tengah pandemi Cobid-19, Anda harus menjaga tubuh tetap sehat. Berbagai cara dilakukan, mulai dari berolahraga rutin, tidur cukup, mendapatkan cukup sinar matahari hingga mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Mengonsumsi makanan bergizi seimbang sebaiknya dilakukan saat makan utama maupun saat mengonsumsi camilan. Dengan demikian, tubuh bisa mendapatkan lebih banyak zat gizi yang diperlukan tubuh untuk menjaga kekebalan tubuh. Hal ini dapat lebih mudah dipenuhi dengan menyusun menu terlebih dahulu.

Menurut ahli nutrisi, Dr. Matthew Lantz Blaylock, PhD, terdapat 5 hal yang perlu diingat dalam menyusun menu makanan sehari-hari, yaitu:

  1. Adequacy: Usahakan menu makanan mengandung cukup nutrisi penting untuk menjaga diet yang sehat. Jangan lupa bahwa gaya hidup sehat terdiri dari 70% asupan gizi dan 30% olahraga.
  2. Balance: Terapkan pola makan yang seimbang dengan rekomendasi konsumsi 40-60% karbohidrat, 20-30% lemak, dan 15-20% protein.
  3. Calorie control: Jaga jumlah kalori dalam menu makanan. Kurangi makanan yang minim nutrisi dan mengandung kalori berlebih.
  4. Density of nutrition: Prioritaskan makanan yang mengandung nutrisi tinggi dan jauhi makanan yang kurang sehat.
  5. A bit of everything: Usahakan variasi dalam menu makanan sehari-hari. Semakin bervariasi bahan makanan yang disajikan, maka semakin lengkap asupan gizi yang akan Anda dapatkan. Sebab tak ada satu jenis bahan makanan pun yang mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan tubuh.

Agar lebih mudah, Anda bisa mengingat cara menyusun makanan di atas dengan cara menyusun menu A B C D E.

Tak lupa, sediakan juga makanan sumber serat, seperti buah dan sayur yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan pencernaan. Perlu diketahui, bahwa sekitar 70% komponen sistem kekebalan tubuh terdapat di dalam usus. Saat Anda mengonsumsi serat yang memiliki sifat prebiotik, maka serat tersebut akan merangsang pertumbuhan bakteri baik di dalam saluran pencernaan. Bakteri inilah yang akan membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Jadi, pencernaan yang sehat bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh seperti dilansir dari Berita Satu.

Tak kalah penting, perhatikan juga cara pengolahan makanan. Beberapa bahan makanan yang mengandung gizi baik akan menjadi tak baik akibat pengolahannya yang melibatkan banyak lemak yang tak baik bagi tubuh. Itulah sebabnya, Anda perlu memvariasikan pengolahan makanan, misalnya dengan mengukus, tim, atau panggang yang lebih sehat daripada menggoreng menggunakan minyak.

Ini Dia! 5 Kabar Baik tentang Covid-19

Rentfix.com – Di tengah ketidakpastian seputar pandemi virus corona, setiap orang menginginkan adanya kabar baik yang bersifat positif. Kabar baik seputar virus corona tentu akan membawa optimisme bagi kita semua. Agar rasa panik dan khawatir berkurang, berikut beberapa kabar baik seputar virus corona yang perlu Anda ketahui seperti dilansir dari Berita Satu:

1. Umumnya orang dengan Covid-19 akan pulih

Hingga saat ini, diperkirakan di atas 90% orang yang terinfeksi virus akan sembuh. Tak semua orang yang terinfeksi virus corona akan mengalami gejala yang berat. Beberapa di antaranya hanya mengalami gejala ringan hingga sedang. Bahkan ada pula beberapa orang yang tidak memiliki gejala sama sekali. Sementara itu, tingkat kematian akibat vorus corona ternyata masih lebih rendah daripada penyakit lain seperti MERS, SARS atau Ebola.

2. Anak-anak lebih jarang terinfeksi dan memiliki penyakit yang lebih ringan

Menurut CDC, sebagian besar infeksi virus corona sejauh ini lebih banyak menimpa orang dewasa. Ketika virus ini menginfeksi anak-anak, mereka cenderung memiliki penyakit yang lebih ringan. Namun, penting untuk dicatat bahwa anak-anak dapat mengembangkan infeksi. Sebuah penelitian yang baru-baru ini dilakukan di Tiongkok pada awal wabah menunjukkan bahwa sejumlah kecil anak-anak, terutama bayi dan balita, dapat mengembangkan infeksi serius. Seperti yang berlaku secara umum, kemungkinan anak-anak dapat menyebarkan infeksi tanpa gejala, meskipun seberapa sering hal ini terjadi, masih belum jelas.

3. Jumlah kasus baru turun di area wabah ini dimulai

Dalam beberapa minggu terakhir, Tingkok dan Republik Korea secara signifikan telah menurunkan epidemi. Bahkan, Kota Wuhan (lokasi kasus pertama) melaporkan tidak ada kasus lokal baru untuk pertama kalinya sejak wabah dimulai. Satu-satunya kasus baru berasal dari para pelancong yang tiba di sana. Hal ini menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan untuk menahan penyebaran infeksi bisa dikatakan berhasil.

4. Ada internet!

Berkat internet, social distancing yang kini dilakukan menjadi tidak terlalu membosankan. Selain itu, dengan adanya koneksi internet, permintaan bantuan dari orang yang terinfeksi dan harus mengisolasi dirinya secara mandiri dapat segera terpenuhi. Mereka juga masih dengan mudah melihat keluarga, teman maupun dokter untuk memberikan kondisi terbaru mereka.

5. Respons terhadap pandemi terus meningkat

Pandemi Covid-19 telah mengekspos kekurangan dalam sistem perawatan kesehatan di seluruh dunia yang memberikan peluang untuk memperbaikinya. Seperti, respons yang lebih cepat dalam persiapan, distribusi alat-alat yang diperlukan (misalnya alat pelindung diri) dan pesan kepada masyarakat yang lebih terkoordinasi.

Sembari terus berusaha menghindari terinfeksi virus corona dengan tetap berada di rumah dan terus meningkatkan daya tahan tubuh, kabar positif seputar virus corona baru ini bisa membuat Anda sedikit lebih tenang. Menerapkan physical distancing juga menjadi hal penting saat Anda harus berada di luar rumah untuk membantu memutus rantai penyebaran virus corona ini.

Jaga Kebersihan Rumah Saat Social Distancing

Rentfix.com – Sejak awal tahun 2020, dunia dibuat cemas oleh wabah Corona Virus Disease-19 ( Covid-19). Bermula dari Wuhan, China, virus ini kemudian menyebar dengan cepat ke berbagai negara. Hingga Jumat (27/3/2020), virus yang menyerang sistem pernapasan itu telah menginfeksi 532.692 orang di seluruh dunia.

Sementara itu, di Indonesia kasus positif telah mencapai angka 893 per 27 Maret 2020. Sebagai upaya mencegah penularan Covid-19, World Health Organization (WHO) mengeluarkan beberapa anjuran, seperti rajin mencuci tangan, menggunakan masker bila sakit, hingga social distancing atau mengurangi kontak dengan orang lain dan menghindari berkegiatan di keramaian.

Social distancing

Demikian pula dengan Indonesia. Presiden Joko Widodo melalui keterangan resminya, Minggu (15/3/2020), mengimbau masyarakat untuk menerapkan social distancing. Tujuannya, meningkatkan kewaspadaan serta mencegah penyebaran virus corona. “Menurut saya yang paling penting adalah social distancing.

Bagaimana kita menjaga jarak. Dengan kondisi itu kita sekarang kerja dari rumah, sekolah dari rumah, dan ibadah di rumah,” ujar Jokowi, seperti dikutip dari akun Youtube Kompas.com Reporter on Location, Minggu (15/3/2020).

Menanggapi imbauan tersebut, banyak perusahaan serta sekolah yang berada di daerah terdampak mulai menerapkan sistem kerja dan belajar dari rumah. Meski tidak lagi beraktivitas di luar rumah, bukan berarti anjuran untuk menjaga kesehatan dan kebersihan dapat diabaikan.

Rekomendasi WHO untuk rutin mencuci tangan, menerapkan etika bersin dan batuk, hingga mengisolasi diri jika sakit tetap harus dilakukan.

Jaga kebersihan rumah

Selain menjaga kesehatan dan kebersihan diri, menjaga kebersihan rumah juga sangat penting. Apalagi, ketika social distancing hampir seluruh kegiatan dilakukan di dalam rumah. Pasalnya, penelitian terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit ( CDC) Amerika Serikat yang terbit pada Selasa (17/3/2020) mengatakan, virus corona bisa bertahan berhari-hari di permukaan benda. Jika menempel di permukaan tembaga, virus dapat bertahan sampai 4 jam.

Saat menempel pada plastik, virus dapat bertahan hingga 3 hari. Kemudian, jika menempel pada kardus bisa bertahan selama 24 jam. Karena itulah, rutin membersihkan rumah berserta perabotannya menjadi langkah penting untuk mencegah penularan virus corona. Informasi dari laman CDC mengungkapkan, langkah itu pun dapat membantu melindungi seluruh keluarga atau penghuni rumah selama wabah Covid-19. Adapun CDC menganjurkan untuk membersihkan dan mendisinfeksi permukaan dan benda yang sering disentuh penghuni rumah (high touch surface).

Menurut CDC, penggunaan air bersih dan sabun biasa sudah cukup untuk membersihkan perabotan rumah, seperti gagang pintu, meja, sakelar lampu, gagang lemari, keran, hingga dudukan toilet. Jangan lupa juga untuk rutin membersihkan lantai rumah dengan air bersih serta sabun. Bisa juga menggunakan cairan pembersih khusus lantai, seperti SoKlin Lantai.

Cairan pembersih lantai itu mampu membersihkan lantai dan menjaganya bebas dari bakteri serta virus penyebab penyakit. Pasalnya, Soklin Lantai mengandung antibacterial agent yang dapat membunuh kuman tanpa perlu dicampur dengan cairan pembersih lain. Selain itu, teknologi fast dry-nya membuat lantai cepat kering setelah dipel. Ada juga shine lock formula yang mampu membuat lantai bersih dan kilap.

Terkait penyemprotan disinfektan di rumah, CDC menyarankan, penyemprotan dilakukan setelah permukaan benda dibersihkan dengan sabun dan air. Sebabnya, penyemprotan dengan disinfektan hanya membunuh kuman di permukaan benda. Tidak bisa membersihkan permukaan benda yang kotor. Dengan disiplin menjaga kesehatan dan kebersihan diri, menjaga jarak aman dengan orang lain, serta rutin membersihkan rumah, diharapkan risiko penyebaran dan penularan Covid-19 dapat diminimalisir.