Ini Cara agar Sistem Imun Tetap Terjaga Saat Puasa Ramadhan

Rentfix.com – Di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, tentunya umat Islam tetap melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadhan. Pada saat yang sama, umat Islam juga tengah melaksanakan imbauan pemerintah untuk tetap tinggal di rumah agar penyebaran Covid-19 terhenti.

Meski situasinya demikian, tak mengurangi esensi untuk memaknai khidmatnya ibadah puasa Ramadhan. Agar ibadah puasa tetap maksimal di masa pandemi, hal penting yang perlu dilakukan adalah menjaga imunitas tubuh tetap terjaga. Berikut ini ulasan terkait upaya menjaga sistem imunitas tetap stabil pada bulan Ramadhan.

Ibadah untuk sehat

Siapa bilang banyak melakukan ibadah dampak baiknya hanya berkaitan dengan urusan akhirat? Ternyata penelitian membuktikan bahwa memperbanyak kegiatan ibadah, tubuh juga semakin sehat. Berpuasa pada bulan Ramadhan jadi momentum tepat untuk perbanyak shalat, dzikir dan tadarus.

International Journal of Health Sciences & Research menyebutkan, gerakan shalat mampu memperlancar peredaran darah. Setiap gerakan shalat mampu memperlancar aliran darah dan juga getah bening, serta memperkuat otot lengan. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang dan membuat aliran darah kaya oksigen menjadi lancar dan otot jadi tidak kaku.

Konsumsi serat saat buka dan sahur

Saat berpuasa, Anda juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan yang divariasikan dengan jenis serat tinggi saat sahur maupun berbuka puasa. Apel, misalnya. Buah ini mengandung serat tinggi serta kaya vitamin dan mineral yang mengenyangkan, bahkan jika hanya makan satu buah. Pangan berserat yang juga tepat dikonsumsi saat sahur dan berbuka adalah brokoli. Selama puasa, makan sahur dengan brokoli akan membuat perut kenyang lebih lama sekaligus menyehatkan.

Konsumsi air mineral yang cukup

Meski tengah berpuasa pada bulan Ramadhan, minum air putih 8 gelas sehari tetap dianjurkan. Akan tetapi, cara memenuhinya berbeda dari hari biasanya. Mengutip Kompas.com, Sabtu (25/4/2020), ahli Gizi Dr Samuel Oetoro MS SpGK mengatakan pentingnya minum air putih 8 gelas sehari. Menurutnya, mengonsumsi air mineral bermanfaat untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh selama puasa. Jika kekurangan air, maka metabolisme tubuh bisa terganggu dan menyebabkan berbagai masalah.

Berolahraga

Ternyata saat sedang menjalani puasa, Anda tetap dapat melakukan olahraga ringan. Agar olahraga tersebut tidak menganggu jalannya puasa, lakukanlah dengan cara yag aman. Misalnya, lakukanlah olahraga ringan seperti jalan kaki atau bersepeda menjelang waktu berbuka puasa selama 30-60 menit. Melakukannya jelang buka puasa akan membuat tubuh memiliki beberapa simpanan glikogen untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar saat olahraga.

Tidur cukup dan tidak begadang

Tidur dalam durasi 6 hingga 8 jam per hari pada orang dewasa sangat penting untuk meregenerasi serta produksi protein untuk sel-sel imun. Sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Physiology-Regulatory, Integrative and Comparative Physiology menjelaskan bagaimana sistem kekebalan tubuh memperbaiki diri sendiri saat tidur.

Peneliti menemukan bahwa saat tidur, beberapa subset sel T berkurang dari aliran darah sehingga resiko infeksi rendah. Sel T adalah jenis sel darah putih dan merupakan dasar sistem kekebalan tubuh manusia.

Konsumsi suplemen multivitamin sebelum tidur

Saat puasa, pastikan juga tubuh menerima asupan vitamin C dan E. Simin Nikbin Meydani dalam bukunya berjudul Military Strategies for Sustainment of Nurition and Immune Function in the Field (1999) menyebutkan, vitamin C dapat mengaktifkan enzim kunci untuk membentuk hormon yang membantu melawan infeksi.

Sedangkan vitamin E diketahui sebagai antioksidan kuat untuk melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Nah, agar sistem imun jumlahnya tak merosot, diperlukan pula vitamin B untuk menyokong sel darah putih sebagai pelindungi tubuh.

Utamanya vitamin B12 dan B6 yang berperan dalam mempertahankan limfosit. Vitamin B membuat tubuh tangguh dan mencegah infeksi secara berulang. Untuk melengkapi kebutuhan vitamin-vitamin itu, Anda dapat mengonsumsi berbagai jenis makanan seperti buah dan sayur seperti kiwi, mangga, pepaya, nanas, serta sayuran seperti brokoli, paprika, dan tomat.

Selain itu, Anda juga dapat menunjang kesehatan dengan mengonsumsi suplemen, seperti Becefort. Agar mudah dikonsumsi, suplemen multivitamin itu dikemas dalam bentuk tablet, di mana per tabletnya mengandung vitamin C 500 mg, vitamin E 30 mg, dan vitamin B kompleks. Perlu diketahui pula, waktu terbaik bagi orang dewasa untuk mengonsumsi 1 tablet vitamin adalah pada malam hari sebelum tidur.

Sedangkan pada anak-anak direkomendasikan mengonsumsi Becefort dalam bentuk sirup yang mengandung 100 miligram vitamin C dan vitamin B kompleks. Becefort sirup dapat dikonsumsi anak-anak usia tujuh tahun ke atas satu kali per hari, satu sendok sebanyak 5 sampai 10 mililiter.

Namun perlu dicatat, ada baiknya Anda telah memahami manfaat suplemen tersebut bagi kesehatan Anda. Pastikan pula saat hendak mengonsumsinya, perut tidak dalam keadaan kosong. Dengan demikian, daya tahan tubuh Anda dan keluarga tetap terjaga dan terhindar dari berbagai penyakit.

Aman Berpuasa Di Tengah Pandemi Corona

Rentfix.com – Pemerintah menetapkan awal Ramadhan 1441 Hijriah jatuh pada Jumat (24/4/2020). Penetapan tersebut didasarkan dari sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama pada Kamis (23/4/2020) sore dengan pemantauan hilal di sejumlah daerah.

Dalam Al Quran, surat Al Baqarah ayah 185 disebutkan bulan Ramadhan merupakan bulan yang didalamnya diturunkan Al Quran sebagai petunjuk dan pembeda antara yang hak dan batil. Oleh karena itu siapa pun yang masih menjumpai Ramadhan maka hendaklah ia berpuasa. Berpuasa dapat diartikan sebagai menahan lapar dan dahaga sejak fajar hingga terbenamnya matahari.

Seperti kita tahu, puasa tahun ini dilewati di tengah perjuangan melawan pandemi corona. Menjaga imunitas tubuh sangat diperlukan di tengah wabah yang terjadi, agar badan senantiasa sehat dan terhindar dari paparan virus.

Melansir BBC, Jumat (24/4/2020), ahli imunologi University of Sussex Dr Jenna Macciochi mengatakan, memerangi infeksi membutuhkan banyak energi. Tidak makan atau minum dalam periode lama dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Sehingga, penting untuk memastikan tubuh mendapatkan kalori cukup selama jam makan yang diizinkan baik sahur atau berbuka agar mencapai keseimbangan energi. Adapun tubuh membutuhkan makronutrien berupa karbohidrat, protein, lemak dan zat gizi mikro seperti vitamin C dan zat besi.

Konsumsi sayur dan buah

Selain itu, disarankan untuk mengonsumsi banyak macam sayur, buah-buahan, dan kacang-kacangan. Terdapat pula risiko dehidrasi yang dapat mempengaruhi lendir yang melapisi saluran udara seseorang. Lendir tersebut bertindak sebagai pelindung.

Namun, menjaga aspek-aspek kesehatan lainnya dengan tidur cukup, berolahraga dan menghilangkan stres dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh berfungsi sebagaimana mestinya.

Sederhananya, cara terbaik melindungi kesehatan di tengah wabah Covid-19 adalah mencegah paparan virus. Sebagian besar risiko terinfeksi dapat dihindari dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan jika tidak ada kepentingan mendesak lebih baik tetap tinggal di rumah.

Bagaimana untuk orang dengan kondisi kesehatan tertentu?

Orang yang sakit, termasuk penderita Covid-19 dibebaskan dari puasa. Puasa juga tidak dianjurkan bagi orang dengan kondisi kesehatan jangka panjang tertentu seperti diabetes dengan komplikasi.

Meskipun begitu, Kepala bidang perawatan diabetes UK Daniel Howart mengatakan, ini benar-benar menjadi keputusan pribadi. Tapi, ada beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan oleh orang-orang dengan kondisi kesehatan tertentu yang ingin berpuasa.

“Termasuk makan karbohidrat yang melepaskan lebih lambat seperti roti gandum dan beras, serta pengujian gula darah lebih sering,” kata dia seperti dilansir dari Kompas.com

Bagaimana dengan petugas kesehatan?

Dewan Muslim Inggris telah menerbitkan panduan yang menyatakan bahwa petugas layanan kesehatan diharuskan memberikan perawatan kepada pasien Covid-19 dengan risiko nyata mengalami dehidrasi dan membuat kesalahan klinis karena memakai APD dan shift panjang dibebaskan dari puasa.

Bisakah puasa bermanfaat bagi kesehatan?

Meski tak mengonsumsi cukup kalori dalam sehari dapat menurunkan respons kekebalan tubuh, efek puasa pada sistem kekebalan tidak dirasakan secara langsung. Sistem kekebalan bukanlah satu hal dengan sakelar hidup atau mati. Ini merupakan serangkaian mekanisme rumit yang harus dijaga keseimbangannya.

Puasa melepaskan hormon stres kortisol yang dapat menekan beberapa respons imun. Namun, ada bukti yang bagus dari studi pada tikus bahwa puasa yang dilakukan selama Ramadhan dapat mempercepat proses regenerasi tubuh, menyebabkan sel-sel tua mati dan digantikan dengan yang baru.  

Putri Indonesia Offie Dwi Natalia Bagikan Cara Social Distancing

Rentfix.com – Situasi pandemi corona atau covid-19 saat ini mengharuskan masyarakat untuk menjaga jarak atau social distancing agar tetap berada di rumah guna mencegah penyebaran virus. Hal itu juga yang tengah dilakukan oleh Offie Dwi Natalia Putri Indonesia Jambi 2019 ini dalam menerapkan social distancing selama karantina mandiri di rumah. Wanita yang akrab disapa Offie ini menjalani karantina dengan melakukan kegiatan seperti membantu orangtua berkebun, menanam hidroponik, membersihkan rumah, dan menjalin komunikasi untuk tetap menjaga hubungan harmonis dengan orangtua dan keluarga.

Dara cantik kelahiran Jambi 25 Desember 1993 yang pernah meraih prestasi sebagai Putri Pariwisata Jambi 2011, Putri Olahraga Indonesia 2011, Duta Ayam dan Telur 2018 ini telah menempuh Program Magister Psikologi Pendidikan di Universitas Tarumanagara, Jakarta. Ia memaknai bahwa selama social distancing dalam situasi covid, ia bisa memanfaatkan momen bertemu dengan keluarga tercinta sehingga memiliki waktu yang lebih lama di rumah. Saat ini, ia berada di kampung halaman dalam urusan pekerjaan tepat sebelum isu covid itu terjadi. Sementara ia fokus untuk tetap berada di kota yang terkenal dengan semboyan Tanah Pilih Pesako Betuah itu.

Offie mengisahkan saat ia tiba di Jambi beberapa pekan lalu, ia menerapkan cara membatasi diri dengan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Bahkan sebelum isu covid itu merebak, ia dan keluarganya pun telah menerapkan social distancing. “Saat social distancing kunci terpenting adalah membangun komunikasi baik dengan keluarga, kolega, rekan kerja, sahabat, dan teman. Selagi kita bisa mengkomunikasikan itu secara baik, orang lain pun bisa memahami, mengerti, dan menerima bahwa kita menjaga jarak dengan maksud yang baik,” ujar Offie kepada Rentfix.com.

Ia mengatakan selama social distancing rutinitas yang dilakukan tak berbeda jauh dengan aktivitas biasanya. “Masih dengan kuliah dan mengajar namun semuanya itu dilakukan secara daring. Untuk pekerjaan sendiri sementara postpone, namun tetap melakukan kegiatan produktif untuk mendukung setiap pekerjaan,” tambah Offie. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa kita mesti dapat memanfaatkan momen social distancing ini agar menjadi sesuatu yang lebih produktif dalam setiap bidang pekerjaan yang ada dengan tetap mempersiapkan, melakukan, dan mengerjakannya secara profesional.

Menariknya lagi, ia juga membagikan tips untuk mengatasi rasa bosan selama social distancing yaitu dengan mencari dan mengisi kegiatan yang bermanfaat, misalnya dengan membantu orang tua, berolahraga, berjemur, menonton bioskop di rumah, dan memanfaatkan internet yang sebagai sesuatu yang mendukung pekerjaan.

“Dan yang tak kalah penting tetap menjaga kesehatan dengan tetap mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi dan menjaga kebersihan diri seperti rajin mencuci tangan serta memakai masker agar dapat mengantisipasi dan melindungi diri. Semoga pandemi covid ini segera usai dan jangan ada lagi korban dan rekan medis agar diberikan kesehatan dan perlindungan kapanpun dan dimananpun agar tetap semangat dan tegar untuk melindungi bangsa Indonesia,” pungkasnya.

5 Tips Tetap Sehat Saat Bekerja di Rumah

Rentfix.com – Di tengah pandemi COVID-19, berada di rumah menjadi salah satu cara tepat untuk memutus rantai penyebaran virus Corona. Itulah sebabnya, Pemerintah menyarankan untuk melakukan physical distancing, termasuk di dalamnya untuk bekerja dari rumah. Kondisi ini membuat banyak orang melakukan penyesuaian terhadap ritme kerja yang biasanya dilakukan di kantor.

Bekerja dari rumah tak kemudian membuat pekerjaan yang dijalani menjadi lebih santai. Sebaliknya, banyak orang yang mengeluhkan begitu banyaknya pekerjaan yang harus dikerjakan dari rumah. Meskipun Anda sangat sibuk, Anda tetap harus menerapkan cara kerja yang sehat agar kesehatan tubuh tetap terjaga. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan agar tetap bisa bekerja dengan sehat seperti dilansir dari Berita Satu:

1. Siapkan diri dengan tidur cukup

Kurang tidur, akan membuat kinerja Anda menurun dan tubuh menjadi lemas. Tapi, tidur cukup pun bukanlah jaminan Anda akan memiliki performa kerja yang bagus, karena semua sangat bergantung pada kualitas tidur. Untuk itu, usahakanlah untuk mendapatkan tidur cukup yang berkualitas. Berusahalah untuk tidur minimal tujuh jam setiap malam

2. Tetap berolahraga di sela-sela pekerjaan

Olahraga sangat penting untuk dilakukan, karena dapat membuat tubuh lebih segar dan bugar. Selain itu, dengan berolahraga Anda juga dapat mempertahankan berat badan Anda tetap ideal. Dengan memiliki bentuk tubuh ideal pastinya akan menghindarkan Anda dari berbagai macam penyakit berbahaya, dan juga akan menambah kepercayaan diri, sehingga berdampak pada performa kerja. Berolahragalah minimal 30 menit setiap harinya.

3. Sempatkan untuk beristirahat

Seberat dan sebanyak apapun kerjaan Anda, selalu selingi dengan beristirahat. Meskipun pekerjaan memang penting, tapi kesehatan tubuh juga tidak bisa dilupakan. Karena saat tubuh tidak sehat, maka pekerjaan yang sedang coba Anda selesaikan juga tidak akan maksimal.

4. Jaga kesehatan mata

Untuk menjaga kesehatan mata saat bekerja di rumah, Anda perlu mengatur posisi duduk. Pastikan Anda duduk tegak dengan mata lurus menghadap komputer. Hal ini akan meringankan kerja mata. Selain itu, posisikan bahu menjadi santai dan luruskan kaki di bawah meja, untuk melancarkan peredaran darah. Berikan juga waktu bagi mata untuk beristirahat. Caranya, jauhkan pandangan dari layar komputer dan tataplah objek yang jauh. Cara tersebut dapat membuat mata Anda menjadi lebih relaks.

5. Jaga kebersihan

Meskipun berada di rumah, menjaga kebersihan tetap diperlukan. Biasakan diri untuk mandi pagi sebelum mulai bekerja. Selain itu, pastikan juga untuk selalu menjaga kebersihan monitor komputer atau laptop Anda.

Inilah Cara Tepat Menyusun Makanan di Tengah Pandemi Covid-19

Rentfix.com – Selama berada di rumah dalam rangka menjalankan social distancing di tengah pandemi Cobid-19, Anda harus menjaga tubuh tetap sehat. Berbagai cara dilakukan, mulai dari berolahraga rutin, tidur cukup, mendapatkan cukup sinar matahari hingga mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Mengonsumsi makanan bergizi seimbang sebaiknya dilakukan saat makan utama maupun saat mengonsumsi camilan. Dengan demikian, tubuh bisa mendapatkan lebih banyak zat gizi yang diperlukan tubuh untuk menjaga kekebalan tubuh. Hal ini dapat lebih mudah dipenuhi dengan menyusun menu terlebih dahulu.

Menurut ahli nutrisi, Dr. Matthew Lantz Blaylock, PhD, terdapat 5 hal yang perlu diingat dalam menyusun menu makanan sehari-hari, yaitu:

  1. Adequacy: Usahakan menu makanan mengandung cukup nutrisi penting untuk menjaga diet yang sehat. Jangan lupa bahwa gaya hidup sehat terdiri dari 70% asupan gizi dan 30% olahraga.
  2. Balance: Terapkan pola makan yang seimbang dengan rekomendasi konsumsi 40-60% karbohidrat, 20-30% lemak, dan 15-20% protein.
  3. Calorie control: Jaga jumlah kalori dalam menu makanan. Kurangi makanan yang minim nutrisi dan mengandung kalori berlebih.
  4. Density of nutrition: Prioritaskan makanan yang mengandung nutrisi tinggi dan jauhi makanan yang kurang sehat.
  5. A bit of everything: Usahakan variasi dalam menu makanan sehari-hari. Semakin bervariasi bahan makanan yang disajikan, maka semakin lengkap asupan gizi yang akan Anda dapatkan. Sebab tak ada satu jenis bahan makanan pun yang mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan tubuh.

Agar lebih mudah, Anda bisa mengingat cara menyusun makanan di atas dengan cara menyusun menu A B C D E.

Tak lupa, sediakan juga makanan sumber serat, seperti buah dan sayur yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan pencernaan. Perlu diketahui, bahwa sekitar 70% komponen sistem kekebalan tubuh terdapat di dalam usus. Saat Anda mengonsumsi serat yang memiliki sifat prebiotik, maka serat tersebut akan merangsang pertumbuhan bakteri baik di dalam saluran pencernaan. Bakteri inilah yang akan membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Jadi, pencernaan yang sehat bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh seperti dilansir dari Berita Satu.

Tak kalah penting, perhatikan juga cara pengolahan makanan. Beberapa bahan makanan yang mengandung gizi baik akan menjadi tak baik akibat pengolahannya yang melibatkan banyak lemak yang tak baik bagi tubuh. Itulah sebabnya, Anda perlu memvariasikan pengolahan makanan, misalnya dengan mengukus, tim, atau panggang yang lebih sehat daripada menggoreng menggunakan minyak.

Wah! Ini Dia 5 Makanan Sehat Redakan Flu, Batuk, dan Demam Tanpa Harus Minum Obat

Rentfix.com – Flu, batuk, demam merupakan kondisi yang sering dialami oleh setiap orang. Ketika sedang terjangkit penyakit tersebut, tentunya tubuh akan semakin membutuhkan nutrisi yang lengkap dan seimbang, termasuk vitamin dan mineral. Hal ini dikarenakan tubuh memerlukan energi yang banyak untuk menciptakan sel imunitas dalam jumlah besar untuk menangkal virus yang masuk ke tubuh.

1. Memanfaatkan Asupan Nutrisi

photo-1490818387583-1baba5e638af.jpg

Saat flu, batuk, dan demam pasti akan memengaruhi selera makan kamu. Maka dari itu, kamu perlu memastikan asupan nutrisi dan cairan tubuh tetap terjaga dengan makan lebih sering, tetapi dalam porsi yang lebih kecil. Untuk menambah energi ketika sedang terserang flu, kamu dianjurkan untuk mengonsumsi beberapa jenis makanan di bawah ini yang sekaligus juga bisa meringankan gejala-gejala flu, antara lain:

2. Susu, Telur, dan Daging Rendah Lemak

photo-1572434921573-7981b2afe40c.jpg

Untuk meredakan flu, batuk, dan demam kamu bisa mengonsumsi susu, telur, dan daging rendah lemak. Ketiga jenis makanan ini merupakan makanan yang mengandung protein dan bermanfaat dalam membangun serta menjaga sistem kekebalan tubuh. Selain itu, sumber protein juga bisa diperoleh dari kacang-kacangan dan ikan.

3. Wortel dan Sup Ayam

photo-1447175008436-054170c2e979.jpg

Wortel juga bisa menjadi makanan pereda flu, batuk, dan demam yang sangat baik untuk dikonsumsi. Wortel yang kaya akan kandungan vitamin B6, dan berguna untuk menjaga kondisi kesehatan secara keseluruhan. Selain itu, wortel juga banyak mengandung serat dan vitamin A. Dan salah satu makanan untuk meredakan flu yang pertama adalah sup hangat yang terbuat dari kaldu ayam. Makanan ini diketahui bisa membantu meredakan flu yang kamu idap karena kandungan – kandungan yang ada di dalam sup ayam.

4. Yoghurt dan Jeruk Lemon

rcaNUh3pQ9GD8w7Iy8qE__DSC0940.jpg

Yoghurt termasuk makanan yang bisa meredakan flu, batuk, dan demam karena dianggap mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh berkat kandungan probiotik yang ada di dalamnya. Selain itu, kandungan probiotik di dalam yoghurt mampu menekan bakteri jahat dan meningkatkan pertumbuhan bakteri baik. Jeruk dan lemon juga merupakan buah yang memiliki banyak kandungan flavonoid yang bisa membantu meningkatkan sistem imunitas tubuh yang akan membantu melawan virus penyebab flu.

5. Air Putih dan Jahe

photo-1579643231315-c827436682b8.jpg

Selain mengonsumsi makanan yang mampu meredakan flu, batuk, dan demam di atas, kamu juga disarankan untuk mengonsumsi air putih yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi. Selain mengonsumsi air putih, kamu bisa minum teh yang ditambahkan dengan madu untuk meredakan rasa tidak nyaman di tenggorokan sekaligus melegakan pernapasan yang tersumbat.

Kemudian mengonsumsi minuman hangat yang terbuat dari jahe bisa menjadi solusi untuk meredakannya karena jahe diketahui mampu menghambat beberapa virus yang menyerang pernapasan. Ketika sedang flu, hal yang juga tidak kalah penting adalah, kamu harus memberikan kesempatan tubuh untuk beristirahat dengan cukup. Saat flu, batuk, dan demam kamu harus memastikan porsi tidur yang cukup, setidaknya kurang dari tujuh jam pada malam hari.

Cara Gampang Terhindar dari Flu dan Batuk

Rentfix.com – Saat ini banyak orang yang menderita batuk dan pilek. Penyakit ini sangat mudah menular ke orang sekitar melalui udara. Salah satu penyebabnya dikarenakan cuaca panas terik dan hujan turun secara bergantian dan terjadi tanpa terduga. Untuk itu, menjaga kesehatan dan meningkatkan data tahan tubuh merupakan suatu keharusan agar terhindar dari berbagai macam penyakit. Oleh karena itu, berikut adalah beberapa tips yang perlu Anda perhatikan agar tetap sehat di musim batuk dan flu:

Olahraga Teratur dan Jaga Kebersihan Tubuh

photo-1452626038306-9aae5e071dd3.jpg

Menurut berbagai penelitian olahraga teratur dapat mencegah peradangan dan penyakit kronis dalam tubuh, mengurangi stres dengan mengatur pelepasan hormon stres, hingga memperlancar sirkulasi sel darah putih yang dapat melawan penyakit (leukosit) yang membantu tubuh melawan flu.

Tak hanya olahraga teratur, membiasakan menjaga kebersihan tubuh dengan mandi setiap hari dan cuci tangan sebelum makan atau menyiapkan makanan, mencuci tangan sebelum menggunakan lensa kontak atau melakukan aktivitas lain yang membuat Anda berhubungan dengan mata atau mulut.

Menutup mulut dan hidung Anda dengan tisu saat batuk atau bersin. Membawa pembersih tangan berbasis alkohol untuk digunakan saat bepergian juga cukup efektif untuk menjaga daya tahan tubuh.

Tidur yang Cukup

photo-1520206183501-b80df61043c2.jpg

Tidur yang cukup merupakan hal yang sangat penting. Tidur minimal delapan jam setiap malam selama periode dua minggu, menunjukkan ketahanan yang lebih besar terhadap virus. Sementara itu, mereka yang tidur tujuh jam atau kurang setiap malam, sekitar tiga persen lebih mungkin untuk tertular virus. Diduga hal ini terkait dengan pelepasan hormon sitokin selama periode tidur yang panjang. Sitokin merupakan sejenis protein yang membantu tubuh melawan infeksi dengan mengatur sistem kekebalan tubuh.

Perbanyak Konsumsi Buah dan Mengonsumsi Sayuran Hijau

photo-1514995669114-6081e934b693.jpg

Mengonsumsi buah terutama yang mengandung vitamin C ternyata dapat menurunkan infeksi pada saluran pernafasan sebanyak 25 persen. Selain vitamin C, vitamin D ternyata juga mempunyai pengaruh terhadap daya tahan tubuh. Pada beberapa orang yang kekurangan vitamin D maka daya tahan tubuh pun juga berkurang, sehingga akan mudah tertular berbagai macam penyakit. Selain buah, sangat baik dan seimbang dilengkapi sayuran berdaun hijau kaya akan vitamin dan mineral yang dapat membantu Anda memenuhi vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.