Generasi Milenial Lebih Senang Menyewa Dibandingkan Membeli Properti

Rentfix.com – Platform penyedia layanan sewa properti pada tahun 2020 kian meningkat pesat. Berbagai aplikasi hadir guna memenuhi kebutuhan tempat tinggal. Menangkap peluang itu, para pelaku industri pun tak tinggal diam dalam melakukan inovasi agar memberi warna baru pada sektor properti di tanah air.

Direktur PT Real Estate Teknologi (Rentfix.com) Effendy Tanuwidjaja mengatakan, sektor properti pada tahun 2020 berpotensi lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Kreativitas para pelaku industri properti hadir untuk mengemas produk yang menarik dan menyediakan hunian sewa yang mudah diakses melalui sistem daring atau aplikasi.

Senada yang disampaikan oleh Department Head Research & Consultancy PT Savills Consultants Indonesia Anton Sitorus bahwa agar pertumbuhan sektor properti menjadi lebih maksimal harus didukung oleh kreativitas pengembang maupun perusahaan dalam mengemas produk unggul dan yang menarik.

“Permintaan besar, tetapi untuk bisa tumbuh pengembangnya harus kreatif dalam membuat produk, dan harga terjangkau. Jika itu terpenuhi, saya yakin market meningkat. salah satu konsep yang saat ini tengah digemari adalah co-living. Namun konsep ini ditawarkan dengan harga tinggi, pembelinya tentu juga akan terbatas. Market co-living seperti properti lain pasarnya ada, asalkan harga cocok,” ungkapnya.

Hal itu juga disampaikan oleh Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda bahwa saat ini harga properti sudah sangat tinggi sehingga kesulitan untuk dijual. Namun masih ada juga investor yang membeli, dengan harapan harganya akan terus naik. “Padahal pasar properti sama seperti ekonomi mempunyai siklus pasar, ini sering kali diabaikan oleh investor,” jelas Ali.

Itu sebabnya, tak heran jika saat ini banyak masyarakat yang lebih memilih untuk menyewa dibandingkan untuk membeli, terutama di kota-kota besar. Bahkan dalam survei yang dilakukan oleh IPW, generasi milenial di kota-kota besar, seperti di Jakarta, lebih senang menyewa dibandingkan membeli properti. “Hasil survei kami sekitar 47,4 persen pilih tinggal di kos-kosan, kemudian sebanyak 47,1 persen berkeinginan untuk tinggal di apartemen, sedangkan sisanya memilih tinggal di kediaman keluarga atau saudara,” tambah Ali.

Dengan penghasilan rata-rata kaum milenial berkisar Rp 6 juta – Rp7 juta per bulan artinya mereka hanya mampu membeli properti dengan cicilan Rp 2 juta – Rp 2,5 juta per bulan atau seharga Rp 200 juta- Rp300 jutaan. Dengan rentang harga tersebut sulit untuk mendapatkan properti di Jakarta. Itu sebabnya, milenial lebih memilih menyewa apartemen atau kosan.

Berdasarkan riset IPW, saat ini ada sebanyak 39,9 persen kaum milenial tinggal di kos atau apartemen dengan besaran sewa di bawah Rp 2 juta per bulan. Lalu sebanyak 38,5 persen menyewa dengan harga Rp 2 juta-Rp 3 juta per bulan, dan 21,6 persen menyewa dengan harga di atas Rp 3 juta per bulan.

Menyewa apartemen atau kos menjadi cara yang lebih mudah dan praktis. Sebab, jika membeli apartemen cukup membutuhkan anggaran lebih besar seperti halnya untuk furnitur baru, biaya bulanan seperti pajak properti dan asuransi pemilik apartemen, serta perbaikan apartemen yang membutuhkan pengeluaran tak terduga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *