23 Mei 2022

Rentfix – Memiliki hunian pribadi adalah impian bagi setiap orang, tak terkecuali generasi milenial. Namun, harga rumah yang kian melonjak setiap tahunnya membuat sebagian masyarakat bingung memilih apakah harus menyewa atau mulai mencicil rumah baru.

Lantas, mana pilihan yang terbaik bagi generasi milenial? Dengan kondisi tingginya harga rumah di Indonesia, maka yang terbaik adalah dengan menyewa rumah.

Pengamat Properti sekaligus Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) Panangian Simanungkalit mengatakan hal ini seperti dilansir dari Kompas.com, Senin (28/2/2022). “Iya dengan kondisi yang seperti ini jawabnya sudah pasti sewa rumah. Tetapi, sewa rumah ini memaksa (generasi) milenial mengetahui bagaimana cara berinvestasi,” ujar Panangian.

Dia beralasan, sewa rumah lebih baik karena para investor yang membeli rumah untuk disewakan memang tidak memiliki pilihan untuk menyewakan dengan harga lebih murah. “Daripada rumahnya kosong kan. Makanya disewakan dengan (harga) rendah,” tambah Panangian.

Pada saat yang sama, rendahnya harga sewa rumah tersebut membuat generasi milenial menjadi lebih untung. Panangian kembali menegaskan, pilihan terbaik memilih sewa rumah rumah adalah asalkan orang itu bisa memahami bagaimana cara berinvestasi.

Namun, apabila mereka tidak mengerti bagaimana cara berinvestasi properti, membeli rumah adalah jalan terbaik. “Karena apa? Semakin lama kamu nggak beli, semakin lama kamu tidak mampu membeli rumah, tambah tinggi harganya. Jadi ini buah simalakama,” ujar Panangian.

Panangian menjelaskan, tingginya harga rumah di Indonesia disebabkan karena ketidakmampuan Pemerintah mengintervensi pasar. Artinya, Pemerintah terlalu membiarkan swasta atau pengembang membebaskan lahan begitu besar dengan konsep kota baru dan akhirnya membuat harganya melambung tinggi berkali-kali lipat.

Dengan begitu, jumlah orang yang belum memiliki rumah terus bertumbuh karena ketidakmampuannya ditambah lagi dengan kenaikan penduduk di Indonesia setiap tahunnya.

Kondisi-kondisi ini akhirnya membuat Pemerintah tidak mampu menyelesaikan persoalan tersebut. Sehingga, fenomena tersebut berimbas pada generasi milenial maupun generasi mendatang yang menjadi kesusahan dalam memiliki rumah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *