Inspirasi Desain Apartemen Satu Kamar Tidur yang Hemat Ruang

Rentfix.com – Pilihan hunian apartemen identik dengan masyarakat perkotaan yang menghadapi keterbatasan ruang. Namun, tak sekadar itu. Apartemen juga dapat menjadi pilihan tempat tinggal yang nyaman bagi Anda penyuka kehidupan ala urban yang simpel. Anda tetap bisa memiliki ruang tinggal yang nyaman, meskipun hanya memiliki ukuran kecil.

Asalkan pintar memilih desain apartemen mungil, unit yang sempit pun akan terasa luas sekaligus fungsional. Sebuah inspirasi desain interior apartemen minimalis yang layak Anda jadikan contoh adalah proyek Compact 1 Bedroom karya Fiano Modern Interior. Apartemen ini berada di Apartemen Bassura City, Jakarta Timur.

Tim desainer sukses memaksimalkan apartemen studio satu kamar tidur seluas 29 meter persegi saja. Renovasi besar-besaran yang dilakukan berhasil menciptakan area tinggal baru yang terasa nyaman sekaligus multifungsi. Penasaran seperti apa? Yuk simak riniannya:

1. Satu Sisi Multifungsi

Daya tarik dari unit apartemen ini adalah bagaimana kelihaian sang desainer memuat seluruh fasilitas dalam satu ruangan. Contohnya, dapat dilihat pada satu sisi multifungsi area dapur yang merangkap sebagai ruang laundry. Dengan rancangan yang cermat, seluruh perangkat dapur, kulkas, hingga mesin cuci pas ditempatkan pada satu sisi dinding.

Lihatlah di bagian atasnya serta dinding di seberangnya. Anda akan menemukan kabinet memenuhi dinding dengan model pintu yang tertutup. Furnitur inilah yang menyediakan banyak ruang kepada penghuni untuk menyimpan bermacam-macam peralatan secara rapi, tanpa membuat kamar terlihat berantakan.

Agar tidak terasa sempit, ada sebuah cermin besar yang merefleksikan bayangan serta cahaya di dalam ruangan. Teknik ini berhasil membuat unit terasa lebih terang dan lega. Cerdasnya lagi, letak pemasangan cermin pun secara efektif membentuk ilusi seolah ada “ruangan ekstra” di dalam kabinet.

2. Foldable Furniture yang Multifungsi

Banyak pemilik rumah sempit yang mengakali penggunaan foldable furniture maupun furnitur yang memiliki dua atau lebih fungsi sekaligus. Hal yang sama juga bisa Anda temukan di apartemen ini. Meja yang bisa didorong masuk atau kursi-kursi yang bisa dilipat dan disimpan, adalah solusi jitu untuk mengatasi masalah keterbatasan ruang.

3. Ranjang dan Meja Kerja Super Nyaman

Bagian terpenting bagi sebuah hunian adalah area istirahat atau bersantai, baik itu kamar tidur atau ruang keluarga. Pada apartemen satu kamar ini, ranjang sengaja dipasang menghadap ke jendela. Memberikan kesempatan kepada penghuninya untuk bisa menikmati pemandangan di luar sembari merasakan sinar matahari langsung.

Sementara itu, meja kerja berada tepat di depannya. Dilengkapi dengan rak gantung yang diberi lighting adem untuk suasana kerja yang nyaman. Di sebelah meja kerja, ada lemari dengan pintu geser yang sengaja dipasangi cermin di depannya. Tujuannya, tentu untuk memberikan efek luas di area istirahat ini.

Sementara itu, living room berada di sisi kanan ranjang. Selain memiliki fungsi sebagai tempat berkumpul dan menonton televisi, ruang keluarga juga sekaligus berperan sebagai pemisah antara area tidur dengan dapur. Keberadaannya memberi batas yang jelas antara fungsi masing-masing area, meski tanpa ada dinding pembatas.

4. Penggunaan Warna dan Pola yang Mengikat Keseluruhan Ruang Menjadi Satu

Jika diperhatikan satu per satu, Anda bisa melihat bagaimana penggunaan warna senada pada seluruh sudut unit apartemen. Hanya ada beberapa warna minimalis seperti putih, abu-abu, kayu, navy, dan biru muda yang dikombinasikan secara berselang-seling. Penggunaan warna-warna ini tidak hanya menjaga nuansa di dalamnya tetap minimalis, namun kombinasinya saling mengikat. Menjadikan setiap bagian apartemen kompak ini tetap terikat sebagai satu kesatuan.

Bahkan di area kamar mandi, Anda juga masih akan menemukan keramik dengan bentuk heksagonal ala sarang lebah. Seperti yang sudah Anda lihat tadi pada keramik lantai di area dapur, bukan? Perpaduan motif marmer putih dengan kayu menampilkan kamar mandi simpel, elegan, sekaligus unik! Interior aparteman mikro dengan satu kamar tidur ini begitu memikat dan terasa nyaman, bukan? Kuncinya terletak pada kesatuan warna serasi di setiap bagian yang ada.

Warna dipilih secara hati-hati, seolah tidak mengizinkan warna lain yang terlalu kontras. Permainan pencahayaan di berbagai sudut turut berperan penting menciptakan nuansa kamar terasa lebih lapang. Tak lupa, tambahkan cermin untuk memantulkan cahaya ke seluruh ruangan.

5 Trik Dekorasi Minimal Apartemen Sewa

Rentfix.com – Banyak orang memilih hunian vertikal atau apartemen sebagai tempat tinggal mereka. Namun, bagaimana jadinya jika hunian tersebut bersifat sementara atau sewa? Pastinya, akan sulit untuk mendekorasi apartemen sesuai dengan keinginan. Tak perlu risau, berikut beberapa ide yang bisa Anda terapkan untuk mendekorasi apartemen sewa dengan harga murah seperti dilansir dari Kompas.com.

Berikut lima ide tersebut:

1. Pasang wallpaper yang mudah dibersihkan

Tinggal di apartemen sewa bukan berarti Anda tak bisa mendekorasi sesuai keinginan. Anda bisa menggunakan beberapa cara selama tak merusak keadaan apartemen sewaan tersebut.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan wallpaper yang mudah dibersihkan. Selain memiliki sifat berkelanjutan, wallpaper yang mudah dibersihkan bisa membuat tampilan apartemen sewa Anda lebih menarik dan tak membosankan.

2. Gunakan lampu gantung

Untuk mendekorasi hunian vertikal dengan kesan berbeda, Anda bisa menggunakan lampu gantung sebagai hiasan. Lampu gantung juga berfungsi sebagai pusat penerangan yang tepat untuk seluruh ruang. Dengan demikian, Anda tak perlu membeli banyak lampu untuk menerangi setiap ruang di apartemen.

3. Pasang karpet

Bingung menemukan cara apa lagi yang bisa Anda gunakan untuk mendekorasi apartemen sewa? Memasang karpet adalah pilihan tepat untuk dekorasi minimal. Karpet dapat berfungsi sebagai alas untuk Anda bersantai di apartemen sehingga hari-hari terasa menyenangkan.

4. Pasang gorden menjuntai

Tak punya karpet untuk mendekorasi apartemen sewa Anda? Tak perlu khawatir, karena gorden menjuntai bisa menjadi pilihan. Adanya gorden menjuntai ke ubin dapat memberikan efek visual yang memberikan tampilan apartemen sewa Anda terlihat tinggi dan mewah.

5. Letakkan tanaman di beberapa sudut

Jika memiliki karpet atau gorden dirasa cukup mahal untuk mendandani apartemen sewa, Anda bisa membeli beberapa tanaman sebagai hiasan. Tanaman yang Anda beli tersebut bisa diletakkan di beberapa sudut ruang, seperti kamar mandi atau ruang tamu. Tanaman hias tak hanya estetik, namun juga membuat ruang terasa segar dan terlihat bersih karena memiliki efek visual menyatu dengan alam.

Hunian Green Living Mixed Used Development, Solusi Tinggal di Ibu Kota yang Sarat Polusi

Rentfix.com – Polusi udara seolah sudah jadi santapan sehari-hari, terutama bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan. Kondisinya pun kian mengkhawatirkan. Di Jakarta, misalnya. Menurut pantauan kualitas udara AirVisual, Sabtu (22/8/2020), Jakarta menduduki peringkat kedua sebagai kota dengan kualitas udara dan polusi kota tertinggi di dunia setelah Dubai.

Padahal, bila dikaitkan dengan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di masa pandemi ini, aktivitas hilir mudik kendaraan cenderung menurun. Sewajarnya, tingkat polusi udara juga menurun. Namun, realitas yang terjadi justru sebaliknya. Melansir dari Kompas.com, Selasa (11/8/2020), laporan Centre of Research of Energy and Clean Air (CREA) menunjukkan bahwa kualitas udara di Jakarta dari Maret hingga Mei 2020 tetap dalam tingkat sedang dan tidak sehat.

Pencemaran udara tersebut ternyata tak semata akibat asap kendaraan bermotor. Pergerakan angin juga membawa polutan hasil pembangkit listrik Suralaya ke Jakarta. Fakta-fakta itu yang membuat sebagian orang menjadikan Jakarta sebagai tempat bekerja saja.

Untuk urusan tempat tinggal, mereka lebih memilih daerah-daerah penyangga walaupun durasi di jalan untuk sampai ke tujuan bisa berjam-jam. Untuk sebagian orang yang tak punya pilihan karena faktor mobilitasnya lebih banyak di Jakarta, ujung-ujungnya mesti cari hunian tepat di Ibu Kota sembari berdamai dengan fakta soal polusi udara. Lalu, adakah solusi lain agar tetap bisa tinggal di Jakarta tanpa perlu khawatir akan polusi udara?

Green living

Meski perkotaan begitu akrab dengan polusi, bukan berarti tak ada solusi untuk mengatasi hal tersebut. Masih ada cara bagi masyarakat kota untuk hidup sembari menghirup udara segar, yakni dengan tinggal di hunian berkonsep green living. Hunian green living merupakan konsep tempat tinggal ramah lingkungan, berdekatan dengan alam, dan punya ruang terbuka.

Tinggal di hunian seperti ini memiliki sejumlah keuntungan. Pertama, minim polusi udara. Hal ini dikarenakan hunian berkonsep green living memiliki area hijau cukup luas. Hasil riset yang diterbitkan oleh ACS Environmental Science and Technology menemukan, tanaman hijau memiliki kemampuan delapan kali lebih efektif dalam mengurangi polutan di udara.

Bahkan, penambahan rumput dan tanaman hijau saja dapat mengurangi konsentrasi nitrogen dioksida (NO2) sebanyak 40 persen dan material partikel mikroskopis sebesar 60 persen. Kedua, keberadaan area hijau mampu menetralkan polutan di udara sekaligus memberikan efek positif bagi kesehatan penghuninya. Selain itu, desain hunian berkonsep green living juga ramah lingkungan.

Hal ini dilihat dari banyaknya ventilasi yang membuat sistem sirkulasi di dalam ruangan menjadi lancar. Ketiga, meningkatkan produktivitas. Konsep green living membuat suasana lingkungan sekitar dan di dalam rumah menjadi lebih tenang, asri, dan nyaman. Keadaan tersebut akan berpengaruh positif terhadap produktivitas dan semangat para penghuninya.

Terlebih, di masa pandemi saat ini, ketika sebagian masyarakat masih menjalankan sistem work from home. Terakhir, hunian green living ternyata dapat meningkatkan harga properti itu sendiri. Pasalnya, menurut beberapa riset, tempat tinggal dengan konsep demikian amat diminati di pasaran.

Salah satunya adalah laporan dari AMLI yang menyebutkan lebih dari 80 persen responden memiliki ketertarikan akan hunian green living. Selain faktor perubahan iklim dan ingin menemukan solusi bagi masalah lingkungan, hal lain yang mendorong masyarakat memilih hunian green living adalah manfaat kesehatan yang dirasakan saat tinggal di tempat seperti itu.

Hunian green living di Ibu Kota Hidup menyatu dengan alam tak selalu diartikan dengan tinggal di pedesaan. Di beberapa wilayah perkotaan, hunian green living juga bisa ditemukan, termasuk di Jakarta. Namun, keinginan tersebut baru bisa terwujud apabila arsitek pengembang dapat menerjemahkannya dengan baik, seperti dilakukan Sinar Mas Land lewat produk hunian Southgate Residence.

Southgate Residence merupakan kompleks apartemen bernuansa green living yang dibangun dengan konsep mixed-used development. Mixed-use merujuk pada penggunaan satu bangunan atau satu area untuk beberapa fungsi. Pada hunian, konsep ini terlihat dari adanya integrasi antara tempat tinggal dengan beberapa fasilitas penunjang seperti pusat belanja, area perkantoran, wahana rekreasi, sekolah, rumah sakit, dan sebagainya.

Lantaran semuanya terintegrasi dengan baik dalam satu area atau satu bangunan, tinggal di hunian seperti itu memberikan keuntungan dan kemudahan bagi penghuninya. Terutama, dalam hal menghemat ongkos transportasi dan waktu. Sebab, jarak tempat tinggal dan fasilitas lainnya sangat dekat. Bahkan, tak jarang bisa ditempuh hanya dengan berjalan kaki atau sepeda.

Keuntungan itulah yang akan ditemukan di Southgate Residence. Apartemen ini sudah terintegrasi dengan office tower dan AEON Mall. Kehadiran mal di kompleks apartemen tersebut membuat penghuninya dapat mengakses kebutuhan pokok secara mudah. Selain itu, Southgate Residence juga berdekatan dengan fasilitas umum seperti rumah sakit, sekolah, dan universitas.

Soal green living, Southgate Residence punya ruang terbuka hijau berbentuk taman tematik seluas 60 persen dari total luas keseluruhan kompleks yang mencapai 5,4 hektare. Selain menambah kesan estetik, kehadiran fasilitas ini juga baik untuk kesehatan penghuninya. Apalagi, apartemen yang sempat menyabet penghargaan sebagai Best Premium Apartment dari Golden Property Award (GPA) pada Desember 2019 tersebut juga menyediakan beragam fasilitas pendukung kesehatan.

Sebut saja jogging track, yoga sanctuary, gym, lapangan tenis dan basket, serta kolam renang. Dari segi interior, setiap unit South Residence menampilkan kesan homey, nyaman, dan hangat berkat penggunaan berbagai material pilihan dan desain yang elegan. Selain itu, hunian tersebut juga telah mengusung konsep smart home berteknologi Jepang. Hal ini bisa dilihat dari sistem keamanan pintu yang dapat dioperasikan menggunakan remote camera dan QR code.

Tak hanya memberikan solusi hunian ramah lingkungan berdesain elegan, Southgate Residence juga menawarkan kemudahan bagi mobilitas penghuninya. Ini mengingat kehidupan kota Jakarta cenderung dinamis sehingga segala sesuatunya mesti serbacepat.

Kemudahan tersebut dilihat dari letaknya yang strategis, yaitu di kawasan Central Business District (CBD) TB Simatupang, Jakarta Selatan. Lokasinya terbilang mudah dijangkau karena berdekatan dengan pintu tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) serta berdampingan dengan stasiun kereta api dan halte bus Transjakarta.

Dinilai Praktis dan Efisien, Apartemen Sering Dipilih sebagai Solusi Hunian di Ibu Kota

Rentfix.com – Kehidupan perkotaan yang cenderung dinamis membuat segala sesuatunya mesti serbacepat dan efisien. Tak heran, memiliki hunian di lokasi strategis menjadi dambaan masyarakat kota karena dinilai dapat memudahkan mobilitas mereka sehari-hari.

Secara umum bentuk hunian terdiri dua, yakni landed house (rumah tapak) dan hunian vertikal, seperti apartemen. Namun, di perkotaan dengan kepadatan penduduk tinggi dan pembangunan masif, lahan untuk rumah tapak kian terbatas.

Kalaupun ada, dipastikan harganya menjulang tinggi. Khusus di Jakarta, menurut hasil riset Euromonitor seperti yang dilansir dari Kompas.com, Senin (2/12/2019), dengan kepadatan penduduk 14.000 jiwa per kilometer persegi, Jakarta diprediksi akan menjadi salah satu kota terpadat di dunia pada 2030.

Dalam kondisi seperti itu, kehadiran apartemen dianggap mampu menjadi solusi atas masalah tersebut. Lagi pula, bagi kaum profesional, hidup di apartemen terbilang jauh lebih praktis dan efisien. Sebab, hunian vertikal ini umumnya dibangun di lokasi strategis, berdekatan dengan pusat bisnis, dan berbagai fasilitas umum lainnya.

Soal minat masyarakat akan apartemen sebenarnya sudah ada sejak lama. Ini terungkap dalam survei Rumah.com yang dilakukan pada 2018 lalu. Hasilnya, 63 persen responden Indonesia berniat membeli hunian dalam enam bulan ke depan.

Sebanyak 60 persen di antaranya menunjukkan ketertarikan terhadap apartemen. Head of Marketing Rumah.com Ike Ramdan mengatakan, faktor kepraktisan yang mendorong apartemen semakin diminati masyarakat.

Meski kebutuhan tempat tinggal masyarakat perkotaan sudah terjawab lewat kehadiran apartemen, jangan terburu-buru memutuskan untuk membeli hunian tersebut. Ada baiknya pertimbangkan dahulu beberapa hal berikut.

Reputasi dan rekam jejak pengembang

Keputusan membeli properti perlu strategi dan dilakukan ekstra hati-hati. Pasalnya, beberapa orang punya pengalaman kurang menyenangkan terkait sektor ini. Sepanjang 2019 saja, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat, sektor properti menduduki posisi ketiga teratas yang sering mendapatkan aduan konsumen.

Adapun pengaduan tersebut mencakup pembangunan yang mangkrak, refund, dokumen, spesifikasi bangunan, dan sistem transaksi. Guna menghindari risiko yang tidak diinginkan, ada baiknya urusan membeli apartemen dilakukan langsung dari pengembang properti ternama.

Pengembang dengan reputasi baik umumnya telah memenuhi segala aspek, mulai dari sistem manajemen yang baik, berkredibilitas, dan legal secara hukum. Pemenuhan unsur inilah yang akan memudahkan proses jual beli.

Bahkan, tak jarang pengembang ternama memberikan layanan purnajual sebagai bentuk komitmen mereka dalam melayani konsumen. Setelah mengenali pengembang, calon pembeli masih perlu memastikan rekam jejaknya. Pengembang ternama biasanya memiliki jumlah proyek yang tak sedikit. Pastikan proyek-proyek tersebut dibangun dengan baik dan selesai tepat waktu.

Nyaman secara lokasi dan fasilitas

Memiliki hunian nyaman adalah dambaan setiap orang. Oleh karenanya, selain memperhatikan aspek pengembang, kenyamanan juga jadi faktor penting yang perlu calon pembeli perhitungkan saat membeli apartemen. Biasanya, kenyamanan tempat tinggal menjurus pada faktor visual, seperti ukuran dan desain.

Padahal, penilaiannya lebih dari itu. Kenyamanan juga terkait dengan lokasi hunian, apalagi bila beberapa penghuni punya mobilitas berbeda. Misalnya, orangtua yang bekerja dan anak-anak yang masih sekolah. Agar mobilitas harian berjalan dengan baik sekaligus menghemat waktu, tenaga, dan biaya, usahakan pilih apartemen yang berada di lokasi strategis.

Pertimbangan ini semakin mutlak mengingat jalanan perkotaan seperti di Jakarta begitu akrab dengan kemacetan. Selain strategis, calon pembeli juga wajib memastikan lokasi apartemen berada di lingkungan yang aman dari kriminalitas dan minim kebisingan.

Kenyamanan tinggal di apartemen juga ditentukan dari ketersediaan fasilitas penunjang yang memudahkan hidup para penghuninya. Sebut saja pusat kebugaran, kolam renang, tempat bermain anak, taman, dan ruang serbaguna.

Supaya tidak repot-repot keluar kompleks, calon pembeli perlu memastikan bahwa apartemen sudah memiliki sederet fasilitas tersebut. Satu dari sekian banyak pilihan apartemen yang sudah memenuhi segala aspek di atas dan layak untuk dipertimbangkan adalah The Elements Kuningan Jakarta.

The Elements merupakan produk apartemen mewah siap huni garapan Sinar Mas Land. Dalam sektor properti dan real estat, pengembang ini sudah punya pengalaman lebih dari 40 tahun dan telah mengembangkan lebih dari 50 proyek di Indonesia.

Rekam jejak Sinar Mas Land dalam dunia properti terbilang cemerlang. Bahkan, pengembang ini berhasil menyabet sejumlah penghargaan internasional, seperti FIABCI Golden Award di Andora (2017), MIPIM di Hong Kong (2017), MIPIM Award di Perancis (2018), dan Asia Pacific Property Awards 2018 di Thailand (2018).

Kembali menyoal The Elements, karena berada di kawasan bisnis terpadu CBD Kuningan, Jakarta Selatan, apartemen ini punya keunggulan dalam hal akses. Pertama, mudah ditempuh dari segala jalur.

Kedua, sudah terintegrasi dengan berbagai fasilitas umum, seperti pusat perbelanjaan dan restoran Epicentrum, dekat dengan sekolah, universitas, dan rumah sakit. Fasilitas pendukung di apartemen yang memiliki dua tower, yakni Tower Serenity dan Tower Harmony, tersebut pun terbilang lengkap. Contohnya, gym, kolam renang, jogging track, sauna, playground indoor dan outdoor, serta ruang serbaguna yang dapat difungsikan untuk kebutuhan seperti meeting atau acara privat.

Soal desain, apartemen garapan Sinar Mas Land tersebut tak perlu lagi diragukan. Layaknya apartemen mewah pada umumnya, masing-masing unit The Elements punya desain berkelas dan material berkualitas.

Kesan mewah itu terlihat dari penggunaan marmer impor berpotongan lebar pada lantai dan dinding unit. Ruang makan pun sudah dilengkapi perabotan superlengkap, seperti kompor listrik, hood, multifunctional oven buatan Perancis, kabinet atas dan bawah, dan top table quartz.

Masing-masing unit di apartemen The Elements Kuningan juga dilengkapi folding balcony window dengan pemandangan landscape perkotaan. Adanya jendela lipat ini memungkinkan penghuni bisa menggunakan area balkon di segala kondisi cuaca. 

Untuk menjaga privasi, The Elements menyediakan private lift khusus untuk Tower Serenity. Selain memenuhi aspek lokasi, kelengkapan fasilitas, dan kemewahan, The Elements Kuningan Jakarta juga masuk ke dalam daftar produk properti dari Sinar Mas land yang menggelar program Move in Quickly.

Khusus apartemen The Elements, lewat program Move in Quickly, konsumen berkesempatan mendapat potongan harga hingga 20 persen dan promo cicilan untuk unit tertentu. Pilihan unit yang mendapatkan potongan bisa dilihat pada tautan ini.

Nah, semoga penjabaran di atas dapat membantu dalam mewujudkan apartemen sebagai solusi hunian di perkotaan.

Alasan Harus Beli Properti Saat Pandemi

Rentfix.com – Para pelaku bisnis properti meyakini bahwa Pandemi Covid-19 merupakan saat yang tepat untuk membeli properti. Mengapa demikian? Terdapat banyak alasan yang dikemukakan oleh pelaku pasar properti, salah satunya pemilik properti ingin melepas asetnya untuk kebutuhan bisnis atau personal.

Selain itu, terdapat besarnya minat masyarakat terhadap produk properti yang ditawarkan secara virtual oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Bahkan, BTN pun memberikan beragam promo untuk masyarakat membeli rumah seperti, KPR From Home.

Ulasan mengenai alasan Pandemi dinilai sebagai waktu yang tepat untuk beli properti bisa Anda akses di sini Ini Alasan Kenapa Beli Properti Harus Saat Pandemi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meminta izin kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk sepeda (gowes) berjalan di jalan tol.

Hal tersebut tertuang dalam surat permohonan nomor 297/-1.792.1 tertanggal 11 Agustus 2020. Jalan tol yang dimaksud adalah Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta ruas Cawang-Tanjung Priok sisi barat pada setiap hari Minggu khusus pukul 06.00-09.00 WIB untuk mendukung acara hari bebas kendaraan bermotor ( HBKB) di Priok.

Menurut Pengamat Transportasi sekaligus Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (INSTRAN) Deddy Herlambang, jalan tol harus kembali ke khittahnya sebagai jalan bebas hambatan dan cepat sampai tujuan. Selengkapnya bisa Anda akses melalui tautan ini Jalan Tol Harus Kembali kepada Khittahnya Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Surya Tjandra berharap, konflik sengketa tanah di Provinsi Sumatera Utara selesai ditangani dalam dua tahun.

Hal tersebut ia sampaikan dalam keterangan tertulis yang seperti yang dilansir dari Kompas.com, Kamis (27/8/2020). “Kami harapkan akan selesai dalam dua tahun. Kami juga harus mencari keputusan yang win-win serta menjalin komunikasi dengan setiap masyarakat,” kata Surya. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, jika permasalahan tersebut bisa terselesaikan, separuh masalah pertanahan di Indonesia bisa diatasi.

Hutama Karya Terapkan Teknologi BIM di Apartemen Aspena Residence

Rentfix.com – PT Hutama Karya (Persero) tengah menggarap pembangunan proyek Apartemen Aspena Residence.  Proyek yang berlokasi di Provinsi Banten ini dikembangkan oleh PT Taspen Properti Indonesia.

Pembangunan proyek apartemen tersebut menjadi pilot project penerapan Building Information Modelling ( BIM). BIM diterapkan sejak tahap awal hingga akhir pekerjaan yang bermanfaat untuk menekan biaya risiko.

Seperti pemodelan bangunan secara 3D, perhitungan volume dari 3D model yang lebih akurat, clash detection antara item pekerjaan (struktur, arsitek, MEP).

Kemudian, pengajuan shop drawing menggunakan platform Common Data Environment (CDE), rapat koordinasi dengan para pemangku kepentingan menggunakan BIM, hingga penjadwalan yang sudah terintegrasi dengan BIM dapat divisualisasikan.

Pembangunan Apartemen Aspena Residence telah dimulai sejak 15 Mei 2019 lalu dan ditargetkan rampung pada 31 Desember 2021 mendatang.

Executive Vice President Divisi Gedung Hutama Karya Purnomo mengungkapkan, nilai kontrak untuk proyek ini mencapai Rp 173,9 miliar dan total progres pembangunan per Juli mencapai 32,12 persen.

“Progres pembangunan tersebut mencakup pekerjaan persiapan 4,03 persen, struktur 24,33 persen, arsitek 1,12 persen, serta MEP 2,62 persen,” ujar Purnomo dalam siaran pers, Rabu (5/8/2020).

Purnomo memastikan, pekerjaan konstruksi proyek Apartemen Aspena Residence masih berjalan sesuai dengan target dan rencana penyelesaian yang telah ditetapkan dengan terus menerapkan protokol yang ketat.

Protokol kesehatan yang diterapkan di lingkungan proyek Aspena Residence seperti pengaturan jam kerja dengan pembagian jadwal Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO).

Lalu, pemeriksaan suhu tubuh sebelum memasuki area kerja, penggunaan masker dan penyediaan tempat cuci tangan di area mess pekerja dan area kerja, pembatasan jarak antara rekan kerja min. 2 meter.

Kemudian, penyemprotan disinfektan rutin di area mess dan area kerja, suplai vitamin sesuai anjuran dokter untuk para pekerja, dan tidak membuat kerumunan selama jam istirahat.

Saat Pandemi, Pilih Investasi Emas atau Properti?

Rentfix.com – Pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung menyebabkan banyak ketidakpastian. Pandemi Covid-19 semakin berdampak pada perekonomian di berbagai negara dunia, tidak terkecuali di Indonesia.

Guna mengantisipasi dampak yang tidak diinginkan, investasi menjadi salah satu cara  untuk menyelamatkan keuangan sekaligus sebagai jaminan akan ketidakpastian masa depan. Dari sekian banyak instrumen investasi, emas masih menjadi primadona.

Logam mulia ini banyak dipilih karena mayoritas masyarakat sudah familiar dengan instrumen ini serta mudah dijangkau. Emas juga bisa disetarakan dengan dana tunai karena lebih mudah dicairkan.

Sehingga penggunaannya pun bisa dimaksimalkan untuk dana darurat ataupun kebutuhan mendesak lainnya.

Perencana keuangan Safir Senduk mengatakan, berdasarkan pengalaman, permintaan akan emas saat kondisi tertentu, terutama saat terjadi kekhawatiran seperti saat ini, cenderung meningkat.

Terakhir, harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk pada Kamis (30/7/2020) berada di angka Rp 1.016.000 per gram. Angka tersebut naik Rp 3.000 jika dibandingkan dengan harga emas pada Rabu (29/7/2020). “Berdasarkan pengalaman, ini (emas) masih akan naik lagi.

Paling-paling kalau bicara emas, setelah kenaikannya mencapai rekor baru ini dia ada koreksi dulu sedikit,” kata Safir seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis (30/7/2020). Harga emas jarang mengalami penurunan drastis.

Kondisi ini juga dialami oleh instrumen investasi lain seperti properti. “Yang aneh adalah properti sama, bahwa yang namanya properti sering kali jarang turun drastis. Terkoreksi sedikit boleh, tapi jarang sekali dia turun drastis,” ucap dia.

Nah selama masa pandemi seperti saat ini, manakah yang lebih baik, investasi emas atau properti? Safir menyarankan investor untuk memilih properti, terutama saat masa krisis seperti ini.

Investasi ini dinilai cukup menjanjikan untuk ke depannya, apalagi harga jualnya semakin lama semakin meningkat. Beragam jenis investasi yang dapat dipilih di sektor ini antara lain rumah, apartemen, ruko, dan lainnya.

Selain itu, pasar properti kini sedang gencar menawarkan berbagai promo dan kemudahan-kemudahan lainnya. Sehingga kondisi ini bisa dimanfaatkan untuk mencari properti dengan harga terbaik.

“Jadi sekarang value beli properti bagus banget karena banyak yang bisa didapatkan,” ucap Safir. Bisnis dan investasi di properti menawarkan paling tidak dua keuntungan.

Pertama, keuntungan dari kenaikan harga properti yang didapatkan dari selisih harga beli dengan harga jual (capital gain). Keuntungan lainnya adalah dari sisi arus kas (cash flow) dari hasil penyewaan aset properti. Hanya, properti memiliki likuiditas yang rendah dibandingkan dengan emas. Sebab pemilik tidak bisa langsung menjual propertinya.

Dengan demikian, Safir menyarankan untuk tidak membeli properti dengan harapan untuk dijual lagi, terutama saat terjadi krisis. “Walaupun saya setuju harganya naik, jual properti itu tidak gampang. Jadi saran saya adalah belilah properti untuk disewakan,” kata dia.

Pilihan untuk berinvestasi properti bisa diterapkan pada setiap masa krisis. Tetapi hal ini sebaiknya dilakukan oleh mereka yang memang memiliki dana berlebih. “Silakan invest di properti tapi fokuslah untuk disewakan. Jadi kalau nanti kita jual dan terjual anggap saja itu bonus,” ucap dia.

Lantas jenis properti apa yang sebaiknya dijadikan instrumen insvestasi? Safir menjawab, properti seperti apartemen bisa menjadi pilihan Anda jika tertarik untuk berinvestasi saat ini.

Sebab, pada umumnya apartemen berada di tengah kota dengan infrastruktur penunjang yang lengkap. Selain itu, apartemen biasanya juga dibangun di dekat fasilitas umum.

Sehingga, unit properti ini dianggap lebih mudah disewakan dibanding dengan rumah tapak pada umumya.

“Saya enggak bilang mudah untuk disewakan, hanya saja kecenderungannya adalah apartemen punya keunggulan lebih ketika ingin disewakan karena infrastrukturnya cenderung lebih lengkap,” tutur Safir.

Properti Sewa Mulai Menggeliat di Tengah New Normal

Rentfix.com – Bisnis properti sewa lambat laun mulai kembali menggeliat menyusul adanya pelonggaran pembatasan sosial dan jelang penerapan kenormalan baru atau new normal.

Perusahaan marketplace properti Rentfix.com mencatat kenaikan 15 persen. Direktur Rentfix Effendy Tanuwidjaja mengatakan pihaknya mencatat adanya kenaikan di segmen tertentu seperti ruang sewa perkantoran yang sebelumnya mengalami tekanan hebat karena adanya anjuran bekerja dari rumah atau work from home.

Kenaikan properti sewa terutama terjadi pada saat pembatasan sosial berskala besar transisi di DKI Jakarta diterapkan.

“Dengan mulainya masyarakat maupun perusahaan mulai menghadapi era new normal, ada permintaan sewa yang mulai meningkat. Selama dua minggu terakhir saat kita memasuki PSBB transisi, ada peningkatan permintaan sewa kurang lebih 15 persen dari masa PSBB, namun masih pada level di bawah normal sebelum ada pandemi,” katanya seperti dilansir dari Bisnis, Kamis (18/6/2020).

Effendy mengatakan bahwa segmen pergudangan masih menjadi permintaan tertinggi untuk sewa, atau masih sama seperti pada masa PSBB seiring dengan semakin berkembangnya retail online.

Sementara itu, untuk sewa perkantoran dan tempat usaha, katanya, secara kesuluruhan mulai mengalami peningkatan meskipun kecil lantaran adanya kebutuhan sementara untuk ruang kantor tambahan guna mengakomodasi kebutuhan tempat kerja yang menerapkan jaga jarak minimal.

“Contohnya di daerah Jakarta Barat, ada beberapa perusahaan yang membutuhkan sewa kantor selama 6 bulan ke depan karena kantor pusatnya tidak bisa lagi menampung full team dalam satu kantor, maka memiliki kantor fleksibel selama new normal,” katanya.

Selain itu, Effendy menambahkan bahwa ada juga tren baru yang menerapkan kerja dekat rumah. Bila tadinya pegawai tersebut kerja di rumah karena corona, akan tetapi sekarang perusahaan memilih untuk tempat kerja tersebar berdasarkan jarak dekat tempat tinggal karyawan tersebut.

Ke depan, pihaknya tetap optimis bahwa bisnis ini terus tumbuh seiring dengan pendekatan digital. Digitalisasi ruang dan tempat, sewa menyewa seperti pelayanan customer, pembayaran, maupun perjanjian digital dinilai makin penting.

“Kami tetap bekerja keras untuk meyakinkan para stakeholder sektor properti Indonesia bahwa dengan sewa fleksibel dan proses digital akan menciptakan peluang baru di sektor properti yang memerlukan inovasi baru,” tuturnya.

“New Normal”, Keseimbangan, dan Sinyal Kebangkitan Properti

Rentfix.com – Tak dimungkiri Pandemi Covid-19 telah memengaruhi sektor properti secara luas. Perkantoran, pusat perbelanjaan, apartemen, perumahan, perhotelan, dan kawasan industri mengalami kontraksi, setelah perlambatan dalam tiga tahun terakhir. Fakta global menunjukkan, perkantoran adalah sub-sektor properti yang terdampak paling parah selain perhotelan.

Kinerja tingkat hunian dan permintaan terus menurun drastis. Sebut saja Singapura yang hanya tumbuh 3,6 persen pada 2019, setelah merosot cukup dalam 22,2 persen pada tahun sebelumnya. Krisis Covid-19 menjadikan perkantoran Singapura makin terpuruk.

Sementara Kuala Lumpur, meski terjadi ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan, masih sedikit lebih baik dengan tingkat hunian relatif stabil. Namun, kondisi memburuk setelah dihantam krisis ini.

Bagaimana dengan Jakarta? Jika Pandemi Covid-19 tak kunjung teratasi, stagnasi bakal terus terjadi. Bukan tanpa alasan, ada sejumlah variabel yang menunjukkan stagnasi ini. Selain faktor eksternal turunnya ekonomi dunia, faktor internal juga berdampak signifikan, yakni keterlambatan transaksi yang diprediksi akan mengarah pada koreksi pertumbuhan.

Termasuk potensi hilangnya sektor ekonomi yang tidak beroperasi di Jakarta, dengan perhitungan sekitar Rp 100 triliun hingga Rp 150 triliun. Alhasil, tingkat kekosongan terus meluas hingga mencapai 23,8 persen atau 1,6 juta meter persegi menurut studi Knight Frank, dan sekitar 25 persen atau 1,65 juta meter persegi menurut riset Savills Indonesia. Sebagian besar pasokan ruang-ruang perkantoran tersebut merupakan Grade B dan Grade C sebagai tandem menurunnya sewa ruang Grade A.

Director Business Development Knight Frank Indonesia Martin Wijaya menuturkan, secara indikatif, kondisi jalan di tempat akan terus berlanjut, dan mungkin cenderung terus merosot. “Hal ini terkait dengan kemampuan finansial perusahaan penyewa atau tenant sejauh mana mereka dapat bertahan, serta seberapa jauh pemilik gedung dapat mengakomodasi kebutuhan dan kesulitan para penyewa,” ujar Martin seperti dilansir dari Kompas.com, Jumat (15/5/2020).

New Normal di Kantor, Apa yang Harus Dilakukan Manajemen?

Relokasi merupakan jalan terakhir yang bisa ditempuh para penyewa, meski hal ini juga tidak direkomendasikan untuk dilakukan pada saat Pandemi Covid-19. Para penyewa akan berpikir ketimbang harus membayar ongkos operasional sementara pemasukan berkurang, karena kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Oleh karena itu, Knight Frak merekomendasikan sejumlah langkah strategis yang dapat dijalankan oleh kedua pihak baik pengelola dan pemilik gedung maupun perusahaan penyewa. Ada tiga tahapan, yakni Periode I saat Pandemi Covid-19, Periode II penerapan social and physycal distancing atau protokol baru yang mengakomodasi kebiasaan baru (new normal), dan Periode III adalah restrukturisasi bisnis.

Rekomendasi ini, menurut Associate Director Research Knight Frank Indonesia Donan Aditria, terangkum setelah studi yang dilakukan selama dua bulan terakhir sejak Pandemi Covid-19 mulai memasuki Indonesia.

“Dari studi ini, kami melihat tren relokasi memang belum ada. Mereka memilih untuk menunda atau wait and see, hingga kondisi normal kembali baru memutuskan langkah strategis ke depan,” kata Donan.  Kompromi, imbuh dia, bisa menjadi langkah paling realistis yang dapat ditempuh baik oleh perusahaan penyewa maupun pemilik atau pengelola gedung perkantoran.

Caranya, dengan melakukan negosiasi ulang dengan pemilik dan pengelola gedung jika mengalami kesulitan keuangan untuk term jangka waktu pembayaran. Atau bisa juga dengan meminta diskon pembayaran.

Renegosiasi

Associate Director Property & Engineering Services Knight Frank Indonesia Lioni Sugiarto menambahkan, bagi penyewa lama, melakukan kalibrasi ulang sistem kerja dan tenaga kerja dapat dilakukan demi menyelamatkan investasi. “Sistem kerja dan tenaga kerja merupakan investasi terbesar perusahaan,” ucap Lioni.

Jika perlu, perusahaan dapat mengubah ukuran, melakukan renegosiasi kontrak sewa, menerapkan fleksibilitas sistem kerja dan tentu saja secara profesional mengimplementasikan sanksi dan implikasi terhadap karyawan. Sementara untuk penyewa baru, perencanaan strategis tempat kerja adalah hal utama. Hal ini menyangkut operational head cost.

Hal ini karena kebiasaan baru atau new normal  di sektor perkantoran akan terjadi secara masif. Para pengelola atau manajemen gedung perkantoran, perusahaan penyewa, dan karyawannya harus terbiasa hidup dalam kebiasaan baru.

Untuk pengelola dan pemilik gedung, harus memperhatikan faktor Teknologi informasi (TI) yang diterjemahkan ke dalam kemudahan mendapatkan dan mengelola informasi adalah kebutuhan utama dalam menghadapi new normal ini.

Terlebih lagi, sebelumnya masyarakat sudah akrab dengan pola kerja dari rumah atau work from home, yang membutuhkan internet of things (IoT) dengan kecepatan tinggi dan segala kemudahan lainnya.

Selain itu, pengelola gedung perlu membuat perencanaan strategis di tempat kerja, termasuk memutuskan jumlah dan karyawan divisi mana yang harus mendatangi kantor hanya untuk keperluan penting. “Di sini, kantor digunakan hanya sebagai ‘pilihan’ untuk memenuhi keperluan yang sangat penting.

Maka dari itu, perlu peran TI untuk mendukung kerja jarak jauh,” kata Lioni. Satu hal menarik adalah resizing ruang perkantoran. Resizing di sini bukan berarti memperkecil ruang perkantoran yang disewa, melainkan mengubah fungsi, tata letak, dan keutamaan (vitalitas), dengan penekanan pada efisiensi dan efektivitas.

Pada akhirnya, lanjut Lioni, pengelola dan pemilik gedung harus berorientasi pada kepentingan penyewa. Mereka harus memahami penyewa melalui pendekatan dan diskusi. Bahwa sejatinya ada peluang dan tantangan yang sama besar untuk menemukan penyewa pengganti.

“Itu tidak mudah. Untuk gedung Grade Premium dan Grade A mungkin akan bisa mengatasi, karena sebagian besar penyewanya merupakan multi national company (MNC), sebaliknya bagi Grade B dan C, mungkin menghadapi kesulitan yang amat rumit,” ungkap dia.

Keseimbangan Baru

Kondisi new normal saat enam bulan berikutnya yakni Semester II hingga beberapa tahun ke depan akan melahirkan kebutuhan smart and green building. Selain itu, Senior Advisor Research Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat mengungkapkan, bangunan kantor yang hijau dan cerdas ini akan menjadi bagian dari protokol baru yang terkait dengan kesehatan, kebersihan, dan pelestarian lingkungan.

Smart and green building akan menjadi new normal  itu sendiri,” imbuh Syarifah. Safety protocol yang digencarkan pada Semester I atau periode perdana Pandemi Covid-19, akan terus diterapkan pada periode selanjutnya. 

Pelonggaran PSBB di Jakarta setelah 22 Mei, menurut Syarifah, menjadikan kebiasaan baru sebagai pilihan wajib untuk beradaptasi di area perkantoran. Selama periode transformasi ini, penggunaan masker, pemeriksaan suhu tubuh, kebijakan meja bersih, jarak fisik, pemeriksaan kesehatan rutin, menghindari keramaian di ruang publik termasuk pantry, dan ruang rapat harus dilakukan.

Jika seluruh stake holders di bisnis perkantoran menjalankan langkah-langkah tersebut, bukan tidak mungkin perbaikan akan terjadi pada pertengahan Semester II-2020. Apalagi jika pemilik atau pengelola gedung dan perusahaan penyewa sama-sama memahami kondisi untuk membuat kesepakatan baru, maka akan tercapai keseimbangan atau balancing.

Keseimbangan ini tidak hanya terjadi antara kedua pihak, melainkan memengaruhi ekosistem bisnis perkantoran secara komprehensif. Pertumbuhan harga pun akan kembali normal, dan tidak tertekan lagi meskipun pada periode selanjutnya terdapat 1 juta meter persegi ruang perkantoran baru.

Keseimbangan akan terjadi secara natural, kembali pada prinsip permintaan, penawaran, dan pertumbuhan harga yang wajar dan diterima pasar. “Dan jika keseimbangan ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin kebangkitan perkantoran dan sektor properti secara luas akan terjadi lebih cepat,” tuntas Martin.

Pengembang, Siasati Situasi Pandemi dengan Pemasaran Digital

Rentfix.com – Pandemi Covid-19 tahun 2020 betul-betul membuat sektor properti hancur lebur, setelah melambat dalam tiga tahun terakhir. Masa kebangkitan yang diproyeksikan bakal terjadi tahun ini, kembali porak poranda dan menyisakan tantangan besar bagi para pengembang.

Tak keliru jika Senior Associate Director Colliers Internasional Indonesia Ferry Salanto memandang tahun 2020 sebagai titik terbawah dari siklus properti. Tidak ada lagi kunjungan proyek dan kunjungan show unit, dan aktivitas transaksi sepi. Akibatnya, harga pun cenderung stagnan. “Ini adalah titik paling bottom, paling bawah dari siklus properti. Belum akan bangkit lagi hingga 2022 mendatang,” ujar Ferry dalam konferensi video, Rabu (8/4/2020) lalu.

Baca Juga: Generasi Milenial Lebih Senang Menyewa Dibandingkan Membeli Properti

Khusus pasar apartemen, Ferry menuturkan, tidak ada sama sekali pasokan baru. Demikian halnya untuk jadwal pembukaan yang harusnya masuk pasar pada Kuartal I-2020. Sebelumnya, Colliers memprediksi, akan ada pasokan 13.304 unit apartemen pada tahun 2020. Namun, pandemi telah mengubahnya dan menjadikan pasokan terkoreksi.

Untuk pasar apartemen, Ferry bilang, bukan saja karena krisis Corona, pada situasi normal pun masih lesu. Tercatat pada tahun 2018, pasokan terkoreksi menjadi 17.524 unit karena penjualan sedang tidak dalam performa bagus. Situasi tersebut akan terulang pada tahun ini, di mana jumlah pasokan terkoreksi dan tingkat serapan terus menurun sekitar 1,5 persen hingga 2 persen.

“Developer merasa proyek sepi karena kunjungan jauh berkurang. Kami prediksi yang tidak terjadi tahun 2020 akan terjadi tahun berikutnya,” imbuh Ferry. Di luar proyek yang akan diselesaikan, proyek baru yang diperkenalkan, juga terbatas. Bagi pengembang, yang paling penting adalah, pasokan saat ini bisa terjual, sebelum merilis proyek baru berikutnya. Namun demikian, menurut dia, bukan berarti Pandemi Covid-19 menutup sama sekali peluang yang bisa dimanfaatkan oleh pengembang.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan pengembang untuk dapat melewati situasi menantang seperti ini. Termasuk memaksimalkan strategi pemasaran digital atau digital marketing. Hal ini dilakukan oleh PT Ciputra Development Tbk ( CTRA). Menurut Sekretaris Perusahaan CTRA Tulus Santoso, sejak sektor properti mengalami perlambatan, strategi pemasaran digital sudah dilakukan.

Baca Juga: 8 Keuntungan Sewa Apartemen Puri Casablanca

Terlebih saat ini, ketika krisis membuat situasi berubah signifikan. Pada Kamis (9/4/2020) contohnya. Anak usaha CTRA, PT Ciputra Residence meluncurkan klaster baru di Citra Maja Raya melalui aplikasi konferensi video Zoom. Meski belum menampakkan hasil untuk matriks penjualan, namun setidaknya ada banyak peminat yang tertarik membeli produk baru ini. Demikian halnya dengan Springhill Group yang memanfaatkan platform serupa untuk proyek perumahan Springhill Yume Lagoon di Serpong, Tangerang Selatan, dan apartemen The Peak Royal di Kemayoran, Jakarta Pusat.

“Kami memanfaatkan platform Zoom dan juga sedang menyempurnakan situs resmi kedua proyek tersebut. Digital marketing sudah harus kami eksplorasi maksimal,” ujar Direktur Pengembangan Bisnis dan Marketing Springhill Group Rudy Budiman seperti dilansir dari Kompas.com.

Untuk pengembangan dan pemanfaatan platform digital dan media sosial ini, Springhill Group mengalokasikan dana Rp 80 juta per bulan. Belanja lahan Baik CTRA maupun Springhill Group menyadari, bahwa krisis saat ini tidak bisa ditebak ujungnya. Jadi, ketimbang berhenti berproduksi, keduanya tetap menjalankan aktivitas penjualan.

Hasilnya memang baru bisa dirasakan saat Pemerintah melonggarkan mobilitas atau mencabut aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Oleh karena itu, kata Tulus, CTRA memilih opsi bergerilya lahan baru di seputaran Jadebotabek dan Surabaya. Jika kelak, krisis berlalu, mereka sudah memiliki cadangan lahan untuk dikembangkan proyek baru.

“Saat ini kami setop dulu meluncurkan proyek baru, di luar Citra Maja Raya dan apartemen Citra Landmark di Jakarta Timur. Namun belanja lahan tetap kami lakukan,” kata Tulus.

Senyampang dengan target penjualan tahun ini, dia menegaskan belum akan merevisi atau mengoreksi. Semua mengikuti dinamika pasar, termasuk tindakan rasionalisasi karyawan yang tidak akan dipilih oleh CTRA. Sebaliknya dengan Springhill Group, memastikan tidak akan belanja lahan untuk sementara. Perusahaan ini justru akan menjajaki dana asing untuk memperkuat struktur finansialnya. “Modal luar kami jajaki, sekecil apapun peluangnya,” tuntas Rudy.