Milenial, Lagi Cari Rumah? Ini 6 Rekomendasi yang Bisa Dilirik

Rentfix.com – Sebagian masyarakat memandang, punya rumah sendiri adalah sebuah pencapaian yang membanggakan. Terlebih untuk para milenial dengan aktivitas dan mobilitas tinggi, rumah yang dekat dengan pusat kota tentu tak hanya urusan bangga, juga sebagai penunjang keseharian.

Namun, apa hendak dikata, harga rumah yang dekat dengan pusat kota sudah di luar kemampuan finansial milenial kebanyakan. Milenial kebanyakan di sini artinya, bukan dari kalangan kaya, bukan pengusaha mapan, bukan pula keturunan crazy rich. 

Milenial kebanyakan adalah yang baru merintis karier dengan gaji pas-pasan, maksimal Rp 4 juta hingga Rp 8 juta. Sementara milenial di atas kelas ini, tak hanya bisa membeli hunian di pusat kota, melainkan menjadikannya sebagai instrumen investasi guna meraup cuan.

Tapi, jangan khawatir. Walau agak ke pinggir, masih banyak rumah-rumah yang dibangun swasta yang cocok dengan penghasilan milenial kebanyakan ini.  Satu di antaranya yang ditawarkan di seputaran Cisauk, Legok, Parungpanjang, dan Serpong. Kawasan yang dulunya tak pernah melintas di lini masa media sosial ini, sekarang jadi buruan. Harga lahan dan rumah pun sontak melonjak. Namun demikian, masih ada rumah-rumah yang bisa diakses milenial kebanyakan, baik yang masih lajang, maupun sudah berkeluarga. Berikut rekomendasinya seperti dilansir dari Kompas :

1. Springhill Yume Lagoon

Springhill Yume Lagoon merupakan proyek yang dikembangkan PT Springhill Mizumi Serpong bekerja sama dengan Hankyu Hanshin Properties Corp. Lokasi Springhill Yume Lagoon dekat dengan Stasiun Kereta Cisauk yang megah dan modern serta memiliki akses ke pasar dan terminal. Springhill Yume Lagoon juga dekat dengan pengembang kota baru di seputar Serpong yang sudah didukung oleh kelengkapan berbagai fasilitas, mulai dari rumah sakit, mal, hingga sekolah dan perguruan tinggi. Sejak Juni 2020 lalu, pengembang membuka alternatif penjualan melalui platform digital sehingga lebih mudah dijangkau konsumen. Dilengkapi dengan club house, area komersial, dan shuttle bus ke Stasiun Cisauk hingga AEON, proyek ini menjadi pilihan terbaik dengan harga mulai dari Rp 399 juta.

2. Sentraland Boulevard

Perumahan Sentraland Boulevard menjadi kompleks hunian persembahan Perumnas sebagai kawasan potensial baru di Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat. Hunian ini bisa dijangkau dalam tiga menit dari Stasiun Parung Panjang, dan akses mudah ke Kawasan BSD dan Seprong. Setiap unitnya hunian Sentraland Boulevard dipatok seharga Rp 399 juta untuk tipe 39/96 meter persegi dan Rp 412 juta untuk tipe 39/102 meter persegi.

3. Green Golf City Tangerang

PT Graha Berkat Unggul mengembangkan salah satu klaster di kawasan Green Golf City Tangerang dengan harga di bawah Rp 200 juta yakni, Tipe Akasia. Tipe ini memiliki luas tanah 60 meter persegi dan luas bangunan 23 meter persegi yang dipatok harga sebesar Rp 175 juta. Kawasan Green Golf City Tangerang sendiri memiliki beragam macam fasilitas seperti kesehatan, taman pusat, golf private area, kolam renang, arena olahraga, dan 24 jam keamanan. Kawasan tersebut dapat diakses dengan Jalan Tol Serpong-Balaraja-Bandara, Tol Tangerang-Merang (GT Cikupa), dan dekat Stasiun Daru.

4. CitraRaya Tangerang

Anak usaha Ciputra Group, PT Ciputra Residence meluncurkan dua klaster di kawasan CitraRaya Tangerang yakni, Viale dan Avante. Perlu diketahui, CitraRaya Tangerang merupakan kota terpadu seluas 2.760 hektar yang telah dikembangkan sejak 1994. Klaster Avante dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 488 jutaan dengan empat pilihan tipe rumah yaitu Tipe Crescendo (27/60), Grazioso (33/72), Prospero (45-52/84) dan Tipe Splendore (49-56/Lt 96). Khusus tipe Prospero dan Splendore ini tersedia pilihan bangunan yang dilengkapi ruang mezzanine yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar atau ruang kerja di rumah. Sementara Klaster Viale dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 500 jutaan, tersedia dua pilihan tipe rumah yaitu Tipe Crescendo 27/60 meter persegi dan Grazioso 33/72 meter persegi.

5. Studio Landed House

PT Modernland Realty Tbk telah merilis rumah tapak tipe studio di kawasan Modernland Cilejit, Tangerang, Banten. Dengan patokan harga mulai Rp 150 jutaan, perusahaan ini akan membangun 100 unit rumah Studio Landed House yang khusus ditujukan untuk milenial. Rumah tipe studio yang ditawarkan berukuran 13/60 meter persegi. Selain tipe studio, Modernland juga menyediakan rumah tumbuh ukuran 23/60 meter persegi dan 28/60 meter persegi.

6. Widara Village

Widara Village merupakan proyek hunian milik PT Wida Agung Group yang berlokasi di Legok Kabupaten Tangerang. Di dalamnya terdapat sebanyak 1.000 unit hunian yang dibangun di atas lahan seluas 15 hektar di kawasan tersebut. Widari Village dipatok dengan harga terjangkau yang bisa diakses oleh masyarakat pencari hunian pertama dengan rentang sekitar Rp 400 juta hingga Rp 500 jutaan.  

Sudah Kembali Bekerja, Begini Cara Mengatur Keuangan untuk Anak Muda

Rentfix.com – Libur panjang telah usai, kini saatnya untuk kamu bekerja kembali mengumpulkan pundi-pundi keuangan. Tak bisa dipungkiri, bekerja dengan menghasilkan uang merupakan salah satu cara orang-orang untuk bisa menunjang kehidupannya agar lebih baik lagi. Mengatur keuangan di usia muda bukanlah sesuatu hal yang mudah, kamu pasti kadang lalai dan sadar atau tidak sadar menghabiskan uang yang dimiliki untuk beberapa hal yang sebenarnya tak terlalu penting. Jika kamu termasuk orang yang sulit mengelola keuangan, coba ikuti tips mudah di bawah ini.

Ketahui tipe pengeloaan uang

Cari tahu terlebih dahulu apakah diri kamu seseorang yang gampang ‘lapar mata’, perhitungan atau pelit. Sebelum benar-benar akan menabung kamu wajib tahu tiper pengelolaan uangmu dalam sehari-hari. Dengan begitu kamu bisa mengatur strategi menabung yang tepat untuk kedepannya.

Miliki prioritas

Urutkan terlebih dahulu yang harus dijadikan prioritas oleh kamu. Beberapa hal priorotas bisa seperti tagihan atau utang kepada orang lain. Hal ini sebaiknya menjadi prioritas dalam menghitung pengeluaran dan kondisi finansial. Ini bertujuan agar tidak ketar-ketir saat kamu harus membayar sesuatu yang lebih penting daripada belanja dan jajan. Jika udah menentukan pengeluarana apa saja yang harus didahulukan, baru kamu bisa menggunakan sisa uang dengan menabung dan senang-senang.

Berburu diskon

Diskon adalah hal yang paling efektif bagi anak muda untuk bisa lebih irit. Dengan mengejar diskon dan promo, kamu tak perlu benar-benar berhenti untuk stop jajan atau belanja, kamu bisa mencari celah dengan cara ini untuk meminimalisir pengeluaran. Jadilah seseorang yang lebih cerdas untuk memperhitungkan keuntungan dan kerugian yang bisa didapatkan sebelum mengeluarkan uang untuk sebuah keperluan baik itu sekunder atau tersier. Soal makanan, kamu bisa membuatnya sendiri di rumah yang sama seperti di restoran cepat saji, lebih irit bukan?

Berburu diskon

Diskon adalah hal yang paling efektif bagi anak muda untuk bisa lebih irit. Dengan mengejar diskon dan promo, kamu tak perlu benar-benar berhenti untuk stop jajan atau belanja, kamu bisa mencari celah dengan cara ini untuk meminimalisir pengeluaran. Jadilah seseorang yang lebih cerdas untuk memperhitungkan keuntungan dan kerugian yang bisa didapatkan sebelum mengeluarkan uang untuk sebuah keperluan baik itu sekunder atau tersier. Soal makanan, kamu bisa membuatnya sendiri di rumah yang sama seperti di restoran cepat saji, lebih irit bukan? Tapi ingat! Self reward boleh saja, jangan sampai boros sehingga dompet jebol lagi, seperti dilansir dari Sonora.id.

Milenial Mau Punya Rumah di Usia 30 Tahun? Ini Tipsnya

Rentfix.com – Banyak yang skeptis bahwa generasi Milenial diprediksi menjadi kelompok yang akan kesulitan untuk membeli rumah. Hal itu disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya, generasi milenial banyak mengalokasikan biaya atau uangnya untuk traveling daripada berinvestasi atau menabung untuk membeli rumah.

Selain itu, juga karena pendapatan milenial dinilai masih di bawah atau tak sebanding dengan harga rumah yang terus meroket setiap tahunnya. Namun demikian, Managing Director Strategic Business & Service Sinarmas Land Alim Gunadi justru berpendapat, generasi milenial akan memimpin pasar properti pada tahun ini.

Menurut dia, pembelian rumah akan didominasi oleh kalangan milenial. Hal itu didorong kebutuhan mereka untuk segera memiliki rumah.

“Jadi karakteristik ini yang kita harus lihat bahwa milenial  akan memimpin. Mereka customer terbanyak tahun ini,” kata Alim dalam diskusi virtual seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis (05/03/202).

Dengan kedua asumsi yang berbeda tersebut tentu membuat Anda bertanya-tanya tentang bagaimana caranya generasi milenial dapat memiliki rumah.

Berikut tips dan cara jitu agar generasi milenial dapat memiliki rumah sebelum usia 30 tahun:

1. Perbaiki mindset

Hal pertama yang mesti dilakukan generasi milenial adalah memperbaiki mindset atau paradigma berpikir. Hal itu agar keinginan atau kecenderungan untuk memiliki rumah menjadi prioritas utama yang harus mereka usahakan dibandingkan traveling dan bersosialisasi.

Alim mengatakan, rumah merupakan kebutuhan mendasar yang mesti dipenuhi oleh setiap orang. Terlebih generasi milenial juga harus menyadari bahwa mereka tak selamanya tinggal di rumah orang tua. “Hunian itu kan merupakan basic needs, kebutuhan mendasar bagi semua orang,” kata Alim seperti dilansir dari Kompas.com, Rabu (10/03/2021).

2. Lakukan perencanaan keuangan secara matang

Setelah mengetahui pentingnya memiliki rumah, selanjutnya sebagai generasi milenial Anda harus dapat mengatur dan merencanakan keuangan secara matang.

Jika Anda bekerja pada sebuah perusahaan, maka gaji atau pendapatan dari kerjanya harus dapat dialokasikan untuk berbagai kebutuhan termasuk menabung untuk membayar down payment (DP) rumah.

“Anak-anak muda harus sejak dini membuat perencanaan yang baik untuk keuangannya baik untuk pengeluaran harian atau pun untuk tabungannya,” jelas Alim.

Selain itu, Anda juga dapat menabung atau menyisihkan 20 persen hingga 30 persen dari total pendapatan bulanan untuk mencicil rumah. Sementara sisanya, dapat Anda gunakan untuk membeli kebutuhan yang lainnya.

3. Riset dan cari tahu informasi penjualan rumah

Anda juga harus mulai melakukan riset dan memperbanyak informasi tentang penjualan rumah. Informasi itu bisa Anda dapatkan melalui berbagai cara, misalnya mendatangi pameran properti, dan informasi secara daring.

Di tengah pandemi Covid-19 ini banyak pengembang properti yang mengadakan pameran properti secara virtual. Hal itu tentu saja akan sangat memudahkan Anda untuk menjangkau informasi penjualan rumah dengan lebih mudah.

Informasi yang penting itu mulai dari lokasi, harga, ukuran, hingga fasilitas apa saja yang akan Anda dapatkan. Harga rumah akan sangat bergantung pada lokasi. Misalnya, harga rumah di Jakarta tentu akan berbeda dengan di daerah lain seperti Tangerang, Bogor, Depok dan Bekasi.

4. Cari tahu rumah sepeti apa yang Anda inginkan

Setelah mendapatkan informasi, tentu keputusan untuk membeli rumah ada di tangan Anda. Dari berbagai referensi rumah yang Anda ketahui, mulailah untuk mencari tahu rumah impian.

Mulai dari ukurannya, desain dan model, hingga lokasi rumah tersebut. Bagi Anda yang bekerja di ibu kota, tentu sangat penting memiliki rumah yang jaraknya tidak terlalu jauh dari ibu kota namun dapat dibeli dengan harga yang masih masuk akal.

Contohnya rumah di pinggiran Jakarta, yaitu Bogor, Tangerang, Depok, atau Bekasi. Pertimbangan ini juga berlaku pada berapa ukuran rumah, dan bagaiaman desain dan model rumah yang Anda suka.

5. Perhatikan ketentuan kredit rumah

Kredit memang menjadi salah satu cara cepat untuk dapat memiliki rumah. Namun, dalam membeli rumah Anda harus memperhatikan berapa besaran kredit dan bunga yang ditawarkan. Tidak semua bank menawarkan bunga kredit rendah.

Dengan kredit dan bunga yang besar itu bisa jadi akan sangat membebani Anda jika tidak sesuai kemampuan keuangan. Tak hanya itu, Anda juga perlu memastikan apakah bunga kredit yang ditawarkan flat atau dalam rentang waktu tertentu akan naik.

Tidak jarang, perbankan hanya menerapkan bunga kredit rendah hanya untuk beberapa tahun saja. Misalnya dari tenor 15 tahun, bunga kredit rendah hanya berlaku untuk lima tahun pertama. Sementara 10 tahun berikutnya bunga kredit akan naik.

6. Cari informasi tentang fasilitas bantuan

Terakhir tak kalah penting, carilah informasi tentang fasilitas bantuan perumahan baik yang diberikan oleh pengembang ataupun pemerintah.

Dengan adanya fasilitas bantuan tersebut akan sangat meringankan Anda untuk membeli rumah. Atau paling tidak Anda dapat membeli rumah dengan banyak diskon dan potongan harga. Misalnya di tengah pandemi Covid-19 banyak stimulus kebijakan yang diberikan pemerintah untuk industri properti di Indonesia.

Sebut saja pemangkasan suku bunga acuan, DP 0 persen, hingga insentif PPN. Perhatikan waktu yang tepat membeli rumah. Artinya dengan membeli rumah pada waktu yang tepat Anda akan mendapatkan banyak sekali keringanan dan potongan harga.

Sangat penting bagi milenial untuk memikirkan masa depannya terutama dalam membeli rumah. “Memang kebiasaan millenials berbeda tetapi perlu juga untuk memikirkan bahwa hidup tidak hanya hari ini tapi juga tentang masa depan juga,” ujar Alim.

Minat Membeli Properti Masih Tinggi Saat Pandemi, Ini Hasil Risetnya

Rentfix.com – Minat masyarakat di kawasan Jabodetabek untuk membeli properti masih terhitung tinggi, meskipun Pandemi Covid-19 belum mereda. Hal ini terungkap dari Market Behavior Survey September 2020 yang diterbitkan Indonesia Property Watch (IPW).

Sebanyak 68,09 persen dari total 285 responden yang disurvei berminat membeli properti pada saat Pandemi Covid-19. “Ini menandakan minat masih tinggi untuk membeli properti,” ujar Direktur Eksekutif IPW Ali Tranghanda seperti dilansir dari Kompas.com.

Menurut Ali, mereka berkeinginan membeli properti saat ini karena tiga alasan, pertama adalah harga lebih murah. Kedua, terdapat penawaran dan promosi menarik yang ditawarkan pengembang, dan terakhir cicilan yang diberlakukan lebih fleksibel. Sementara tujuan mereka membeli properti adalah untuk investasi jangka panjang.

Dari jumlah 285 responden, sekitar 32,98 persen akan membeli properti dalam kurun waktu 1-3 tahun, sementara 11, 7 persen responden akan membeli dalam waktu 6 bulan ke depan. Sebesar 10,64 persen lainnya, berniat membeli properti dalam rentang 6 bulan hingga satu tahun ini. Rumah masih menjadi properti favorit yang ingin dibeli dengan jumlah 51,06 persen. Menyusul kemudian tanah dan apartemen, masing-masing 22,34 persen dan 11,70 persen.

Ada pun harga properti yang diincar responden serentang Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar dengan jumlah 29,79 responden. Kemudian properti yang dibanderol sekitar Rp 300 juta-Rp 500 juta diminati 28,72 persen responden. Survei perilaku pasar ini dilakukan terhadap 285 responden kurun Agustus hingga 10 September 2020 dengan rentang usia 25 hingga 55 tahun.

Responden berusia 35-45 tahun mendominasi dengan porsi 30,11 persen. Dari total 285 responden, sebanyak 52,69 persen di antaranya merupakan karyawan swasta. Disusul wiraswasta 32,26 persen.

Tips Bagi Milenial yang Sedang Cari Rumah

Rentfix.com – Direktur Bisnis Konsumer PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Corina Leyla Karnalies mengatakan, Pandemi Covid-19 merupakan peluang yang tepat bagi generasi milenial untuk memiliki hunian.

Sebab, kenaikan harga properti di pasar primer pada Kuartal I-2020 melambat dengan indikasi Index Harga Properti Residensial menurun 1,68 persen dibandingkan Kuartal-IV 2019 sebesar 1,77 persen.

Perlambatan kenaikan harga properti di pasar primer pun diperkirakan akan berlanjut pada Kuartal-II tahun ini.

Menurut Corina, dana yang biasa dialokasikan untuk melakukan hobi melancong (travelling) bisa dialihkan untuk membeli hunian idaman sekaligus berinvestasi.

“Seharusnya, pilih bank yang baik untuk pembiayaannya. Karena dalam properti, akan terjalin hubungan jangka panjang. Sebab, KPR pasti jangka panjang, bisa sampai 10 tahun,” ucap Corina dalam siaran resmi seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis (23/7/2020).

Corina pun memberikan tips bagi para milenial dalam memiliki hunian sebagai berikut:

1. Jangan terjebak dengan promo Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bunga murah. Umumnya, suku bunga promo hanya berlaku fixed (tetap) rata-rata 1 sampai 3 tahun saja. Selanjutnya, berlaku suku bunga floating (mengambang) yang ditentukan oleh bank berdasarkan kondisi pasar saat itu.

2. Apabila kesulitan melakukan down payment (DP), pilih bank dengan penawaran DP ringan atau apabila membeli properti melalui pengembang, tanyakan opsi cicilan DP yang tersedia (umumnya hingga 2 sampai dengan 3 tahun).

3. Tentukan cicilan KPR sesuai kemampuan dengan menyisihkan misalnya 30 persen dari penghasilan untuk cicilan KPR per bulan.

4. Manfaatkan penawaran bank khususnya fitur pembayaran fleksibel, seperti opsi grace period selama jangka waktu tertentu.

Sehingga, cicilan menjadi lebih ringan dan tidak perlu kehilangan gaya hidup ala milenal seperti beli gadget baru, jalan-jalan, nongkrong di cafe, dan lain-lain.

5. Persiapkan dana untuk biaya-biaya KPR ditambah 3 sampai dengan 5 persen dari nilai plafon kredit yang disetujui bank, seperti biaya provisi dan administrasi serta penutupan asurani jiwa kredit dan kerugian.

Adapun, BNI telah menyelenggarakan BNI bekerja sama dengan Rumah.com dalam penyelenggaran pameran properti bertajuk, BNI Griya Expo Online.

Pameran properti secara daring ini mengikutsertakan 158 proyek properti dari 59 pengembang Mitra BNI yang tersebar diseluruh Indonesia.

ABYA: Ajang Kaum Muda Tentukan Arah Teknologi di Indonesia

Rentfix.com – Pada tahun 2025, ekonomi digital Indonesia di perikirakan akan mencapai 133 miliyar dollar. Saat ini, Indonesia menjadi tuan rumah salah satu pasar e-commerce paling dinamis di asia.

Hal di atas didukung dengan adanya teknologi industri 4.0 yang turut mengundang sebuah pertanyaan bagaimana cara para kaum muda untuk menentukan arah (menavigasikan) tata ruang (lanskap) dari teknologi Indonesia?

Terlebih saat ini dengan adanya pandemi covid-19, mencuat pertanyaan industri mana yang memiliki potensial untuk investasi berbasis teknologi. Dan bagaimana covid-19 mempengaruhi kesempatan bagi para kamu muda untuk mengakses pangsa pasar teknologi di Indonesia, serta bagaimana seharusnya kaum muda menentukan arah teknologi Indonesia.

Pengetahuan tentang pedoman arah dan teknik penggunaan teknologi haruslah dimiliki dan dipahami bagi para kaum muda. Sebab lewat tangan kreatif anak-anak mudalah akan ada banyak jawaban mengenai arah dan peran teknologi di Indonesia.

Untuk itu, ASEAN Business Youth Association (ABYA) menyelenggarakan program acara bertajuk “A Future In Asean: Tech in Indonesia: Where are the opportunities?” yang digelar Sabtu, 18 Juli 2020 pukul 15.00 – 16.30 (SGT) melalui tool Zoom. Bersama Pendiri dan CEO Rentfix.com, Effendy Tanuwidjaja, dan CEO OLX Autos Indonesia, Johnny Widodo.

Dipandu oleh Moderator Ms Khushbu Topandasani, Investment Associate at Vertex Ventures dengan pengalaman di Singapura dan Indonesia. Mari bersama mendaftar untuk webinar di www.aseanbusinessya.com/upcomingevents/afutureinasean

Menata Rumah dengan Tema Kekinian

Rentfix.comHunian sempit selalu menjadi tantangan bagi penghuni serta desainer interior. Namun, dengan penataan yang tepat, hunian sempit akan terasa lapang karena furnitur dan dekorasi yang serba efisien.

Selain penataan yang tepat guna, tema interior juga harus dipertimbangkan agar tak lekang zaman. Salah satunya adalah tema natural classy living, yang kekinian namun tetap berkelas. Tema ini memungkinkan hunian dengan nuansa natural mampu menciptakan suasana yang nyaman bagi penghuni. Berikut adalah inspirasi hunian bertema natural classy livingyang bisa Anda coba di rumah atau apartemen.

1. Dominasi kayu dan dekorasi tumbuhan

photo-1564013799808-a6b0683e31d4.jpg

Kayu adalah elemen penting dalam hunian ini. Hampir semua furnitur yang dipakai menggunakan kayu berwarna cokelat, baik polos maupun terdapat aksen guratan. Tak hanya terasa natural, warna cokelat pada kayu mampu memberikan ketenangan yang maksimal bagi penghuninya. Sebagai sentuhan tambahan, pemakaian dekorasi berupa tanaman hias juga hadir menghidupkan suasana hunian.

Baca Juga: Beri Edukasi Pada Anak, Mengapa Harus Terus Berada di Rumah

2. Penggunaan furnitur esensial

photo-1575615599960-852d4ca19e1e.jpg

Dalam sebuah hunian, furnitur yang digunakan sebaiknya yang benar-benar dibutuhkan saja. Misalnya dalam ruang tengah di gambar hanya membutuhkan meja TV, sofa, coffee table, rak pajangan, dan dekorasi seperti karpet dan hiasan. Dengan penggunaan furnitur esensial, fungsinya dapat dimaksimalkan dengan baik dan hemat ruang. Aktivitas pun bisa dijalankan dengan lebih leluasa.

Baca Juga: Jaga Kebersihan Rumah Saat Social Distancing

3. Pencahayaan yang cukup

photo-1505691938895-1758d7feb511.jpg

Sebuah hunian dikatakan sehat apabila memiliki pencahayaan yang cukup, baik alami maupun buatan. Agar keduanya seimbang, jendela yang lebar serta lampu utama dan dekorasi harus ada. Pada hunian ini, jendela ditutupi tirai sheer guna meminimalisasi cahaya matahari yang terlalu terik. Untuk memperindah ruang, lampu-lampu dekoratif pun dihadirkan, seperti lampu lantai di dekat jendela serta lampu gantung di atas meja makan.

4. Furnitur multifungsi

photo-1586121778101-a64f3aa8df4c.jpg

Selain esensial, furnitur yang ada juga harus multifungsi, seperti tempat tidur pada ruangan ini. Selain dapat menopang kasur, tempar tidur bisa menjadi area penyimpanan tambahan yang berada di bagian bawahnya. Rak dinding di sebelah kiri ruangan tak hanya berguna sebagai alas dekorasi untuk berdiri. Bagian bawah rak bisa ditambahkan gantungan untuk menggantung pakaian-pakaian yang sering digunakan.

5. Pemakaian cat dinding hijau

photo-1498491751984-14acb85d7d90.jpg

Jika di ruangan lain dindingnya berwarna putih, lain halnya dengan kamar tidur ini. Senada dengan nuansa natural, salah satu sisi dinding diwarnai dengan cat hijau daun dan diimbangi dengan cat putih di sisi lainnya. Unsur kayu tetap hadir melalui tempat tidur dan dekorasi wadah rotan di atas lemari penyimpanan putih. Kombinasi-kombinasi warna ini menciptakan nuansa ruangan yang baik untuk beristirahat atau berelaksasi.

Baca Juga: Hanya 4 Langkah Mendesain Ruang Tamu Ramah Anak

Sumber: Kompas.com dan Rentfix.com

Generasi Milenial Lebih Senang Menyewa Dibandingkan Membeli Properti

Rentfix.com – Platform penyedia layanan sewa properti pada tahun 2020 kian meningkat pesat. Berbagai aplikasi hadir guna memenuhi kebutuhan tempat tinggal. Menangkap peluang itu, para pelaku industri pun tak tinggal diam dalam melakukan inovasi agar memberi warna baru pada sektor properti di tanah air.

Direktur PT Real Estate Teknologi (Rentfix.com) Effendy Tanuwidjaja mengatakan, sektor properti pada tahun 2020 berpotensi lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Kreativitas para pelaku industri properti hadir untuk mengemas produk yang menarik dan menyediakan hunian sewa yang mudah diakses melalui sistem daring atau aplikasi.

Senada yang disampaikan oleh Department Head Research & Consultancy PT Savills Consultants Indonesia Anton Sitorus bahwa agar pertumbuhan sektor properti menjadi lebih maksimal harus didukung oleh kreativitas pengembang maupun perusahaan dalam mengemas produk unggul dan yang menarik.

“Permintaan besar, tetapi untuk bisa tumbuh pengembangnya harus kreatif dalam membuat produk, dan harga terjangkau. Jika itu terpenuhi, saya yakin market meningkat. salah satu konsep yang saat ini tengah digemari adalah co-living. Namun konsep ini ditawarkan dengan harga tinggi, pembelinya tentu juga akan terbatas. Market co-living seperti properti lain pasarnya ada, asalkan harga cocok,” ungkapnya.

Hal itu juga disampaikan oleh Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda bahwa saat ini harga properti sudah sangat tinggi sehingga kesulitan untuk dijual. Namun masih ada juga investor yang membeli, dengan harapan harganya akan terus naik. “Padahal pasar properti sama seperti ekonomi mempunyai siklus pasar, ini sering kali diabaikan oleh investor,” jelas Ali.

Itu sebabnya, tak heran jika saat ini banyak masyarakat yang lebih memilih untuk menyewa dibandingkan untuk membeli, terutama di kota-kota besar. Bahkan dalam survei yang dilakukan oleh IPW, generasi milenial di kota-kota besar, seperti di Jakarta, lebih senang menyewa dibandingkan membeli properti. “Hasil survei kami sekitar 47,4 persen pilih tinggal di kos-kosan, kemudian sebanyak 47,1 persen berkeinginan untuk tinggal di apartemen, sedangkan sisanya memilih tinggal di kediaman keluarga atau saudara,” tambah Ali.

Dengan penghasilan rata-rata kaum milenial berkisar Rp 6 juta – Rp7 juta per bulan artinya mereka hanya mampu membeli properti dengan cicilan Rp 2 juta – Rp 2,5 juta per bulan atau seharga Rp 200 juta- Rp300 jutaan. Dengan rentang harga tersebut sulit untuk mendapatkan properti di Jakarta. Itu sebabnya, milenial lebih memilih menyewa apartemen atau kosan.

Berdasarkan riset IPW, saat ini ada sebanyak 39,9 persen kaum milenial tinggal di kos atau apartemen dengan besaran sewa di bawah Rp 2 juta per bulan. Lalu sebanyak 38,5 persen menyewa dengan harga Rp 2 juta-Rp 3 juta per bulan, dan 21,6 persen menyewa dengan harga di atas Rp 3 juta per bulan.

Menyewa apartemen atau kos menjadi cara yang lebih mudah dan praktis. Sebab, jika membeli apartemen cukup membutuhkan anggaran lebih besar seperti halnya untuk furnitur baru, biaya bulanan seperti pajak properti dan asuransi pemilik apartemen, serta perbaikan apartemen yang membutuhkan pengeluaran tak terduga.

Buka IPEX, Wapres Minta Pengembang Perhatikan Air Bersih dan Sanitasi

Rentfix.com – Wakil Presiden Ma’aruf Amin membuka acara Indonesia Properti Expo (IPEX) 2020 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Sabtu (15/2/2020).

Pembukaan IPEX tersebut dihadiri Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, dan Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Pahala Nugraha Mansury.

Lewat pidatonya Wapres menyampaikan kepada para pengembang perumahan untuk memperhatikan ketersediaan sistem air bersih dan sanitasi yang dikelola ketika rumah atau properti lainnya yang ingin dijual.

Wapres menyampaikan kepada para pengembang perumahan baik masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR) ataupun tidak yang berpenghasilan rendah (Non MBR) harus disediakan air bersih dan sistem sanitasi yang baik.

Melalui ketersediaan air bersih dan sanitasi yang baik dapat mempengaruhi menurunnya risiko stunting dan kebaikan generasi selanjutnya. Saat ini stunting di Indonesia berada di angka 27 persen lebih dan pemerintah menargetkan angka stunting menurun menjadi 14 persen.

"Targetnya cukup ambisius, makanya saya minta ke BTN jangan mencairkan kredit sebelum air dan sanitasi berfungsi dengan baik," ujarnya.

Ma’aruf juga mengapresiasi seluruh pihak, baik para pengembang perumahan atau developer dan kepada BTN yang telah berkontribusi dalam penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) kepada masyarakat.

"Kita bersyukur capaian program satu juta rumah terakhir yaitu tahun 2018 dan tahun 2019 sudah mencapai angka diatas 1 juta unit, namun demikian kita tidak boleh cepat berpuas diri karena capaian tersebut masih perlu ditingkatkan," pungkasnya.

Indonesia Properti Expo (IPEX) ini digelar oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mulai 15 – 23 Februari 2020 di JCC, Jakarta Pusat.

Milenial Menyukai Rumah Berukuran Kecil

Rentfix.com – Para pengembang saat ini sedang berusaha keras menarik pasar milenial. Namun berbeda dengan generasi sebelumnya, milenial memiliki preferensi berbeda dalam memilih hunian.

Di lansir dari Kompas.com Wakil Ketua Umum 1 DPP Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Nurul Yaqin mengungkapkan, milenial lebih menyukai rumah dengan ukuran yang lebih kecil. “Mereka lebih ke micro housing, mereka tidak suka tanah yang luas, tetapi menyukai ruang yang luas. Pilih tanah misal 47 meter persegi dan bangunan 72 meter persegi. Bukan ukuran sebaliknya,” ucap Nurul, di Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Sementara Direktur Realty PT PP Urban Budi Suanda menyebut, dari sisi harga, pengembang bisa kreatif menurunkannya dan memberikan penawaran berupa pembayaran yang lebih fleksibel. Budi menuturkan dalam memilih hunian, milenial cenderung menginginkan rumah dengan harga terjangkau dan memiliki nilai.

Hal inilah yang seharusnya ditangkap oleh para pengembang. “Compact, high valuable product, desain sesuai dengan preferensi. Dari sisi harga, pengembang bisa kreatif untuk bisa menurunkan harga. Kemudian pembayarannya bisa fleksibel,” kata Budi. Dengan demikian developer perlu memformulasikan produk, desain, dan harganya agar sesuai dengan kantong milenial.

Sekretaris Jenderal DPP Real Estat Indonesia (REI) Arman Nukman pun memberikan contoh bagaimana pengembangan rumah yang sesuai untuk kalangan ini. Misalnya di area premium seperti wilayah Jakarta Barat, ada pengembang yang menjual properti di atas lahan yang telah dipetak-petak dengan ukuran tertentu atau kaveling.

Luasan setiap kaveling sepanjang 5 meter dengan lebar 8 meter. Adapun bangunan yang ditawarkan berupa rumah dua lantai. Lantai pertama digunakan untuk carport, ruang tamu sekaligus ruang keluarga. Kemudian lantai kedua, dimanfaatkan sebagai kamar tidur. Dengan cara ini, pengembang tersebut memasarkan huniannya dengan harga Rp 600 juta.

Menurut Amran, bila dibandingkan dengan apartemen seharga Rp 1 miliar, milenial akan lebih tertarik untuk memiliki dua unit hunian tersebut, meski secara ukuran lebih kecil. Apalagi saat ini, kondisi pasar properti residensial di atas Rp 1 miliar sedang mengalami pelambatan. “Sekarang yang jalan, rumah dengan harga di bawah Rp 500 juta,” kata Amran. Amran juga menyebut, developer perlu memanfaatkan keberadaan transportasi publik yang semakin memudahkan mobilitas milenial. Cara ini sangat mendukung milenial dalam beraktivitas.