Saat Pandemi, Pilih Investasi Emas atau Properti?

Rentfix.com – Pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung menyebabkan banyak ketidakpastian. Pandemi Covid-19 semakin berdampak pada perekonomian di berbagai negara dunia, tidak terkecuali di Indonesia.

Guna mengantisipasi dampak yang tidak diinginkan, investasi menjadi salah satu cara  untuk menyelamatkan keuangan sekaligus sebagai jaminan akan ketidakpastian masa depan. Dari sekian banyak instrumen investasi, emas masih menjadi primadona.

Logam mulia ini banyak dipilih karena mayoritas masyarakat sudah familiar dengan instrumen ini serta mudah dijangkau. Emas juga bisa disetarakan dengan dana tunai karena lebih mudah dicairkan.

Sehingga penggunaannya pun bisa dimaksimalkan untuk dana darurat ataupun kebutuhan mendesak lainnya.

Perencana keuangan Safir Senduk mengatakan, berdasarkan pengalaman, permintaan akan emas saat kondisi tertentu, terutama saat terjadi kekhawatiran seperti saat ini, cenderung meningkat.

Terakhir, harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk pada Kamis (30/7/2020) berada di angka Rp 1.016.000 per gram. Angka tersebut naik Rp 3.000 jika dibandingkan dengan harga emas pada Rabu (29/7/2020). “Berdasarkan pengalaman, ini (emas) masih akan naik lagi.

Paling-paling kalau bicara emas, setelah kenaikannya mencapai rekor baru ini dia ada koreksi dulu sedikit,” kata Safir seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis (30/7/2020). Harga emas jarang mengalami penurunan drastis.

Kondisi ini juga dialami oleh instrumen investasi lain seperti properti. “Yang aneh adalah properti sama, bahwa yang namanya properti sering kali jarang turun drastis. Terkoreksi sedikit boleh, tapi jarang sekali dia turun drastis,” ucap dia.

Nah selama masa pandemi seperti saat ini, manakah yang lebih baik, investasi emas atau properti? Safir menyarankan investor untuk memilih properti, terutama saat masa krisis seperti ini.

Investasi ini dinilai cukup menjanjikan untuk ke depannya, apalagi harga jualnya semakin lama semakin meningkat. Beragam jenis investasi yang dapat dipilih di sektor ini antara lain rumah, apartemen, ruko, dan lainnya.

Selain itu, pasar properti kini sedang gencar menawarkan berbagai promo dan kemudahan-kemudahan lainnya. Sehingga kondisi ini bisa dimanfaatkan untuk mencari properti dengan harga terbaik.

“Jadi sekarang value beli properti bagus banget karena banyak yang bisa didapatkan,” ucap Safir. Bisnis dan investasi di properti menawarkan paling tidak dua keuntungan.

Pertama, keuntungan dari kenaikan harga properti yang didapatkan dari selisih harga beli dengan harga jual (capital gain). Keuntungan lainnya adalah dari sisi arus kas (cash flow) dari hasil penyewaan aset properti. Hanya, properti memiliki likuiditas yang rendah dibandingkan dengan emas. Sebab pemilik tidak bisa langsung menjual propertinya.

Dengan demikian, Safir menyarankan untuk tidak membeli properti dengan harapan untuk dijual lagi, terutama saat terjadi krisis. “Walaupun saya setuju harganya naik, jual properti itu tidak gampang. Jadi saran saya adalah belilah properti untuk disewakan,” kata dia.

Pilihan untuk berinvestasi properti bisa diterapkan pada setiap masa krisis. Tetapi hal ini sebaiknya dilakukan oleh mereka yang memang memiliki dana berlebih. “Silakan invest di properti tapi fokuslah untuk disewakan. Jadi kalau nanti kita jual dan terjual anggap saja itu bonus,” ucap dia.

Lantas jenis properti apa yang sebaiknya dijadikan instrumen insvestasi? Safir menjawab, properti seperti apartemen bisa menjadi pilihan Anda jika tertarik untuk berinvestasi saat ini.

Sebab, pada umumnya apartemen berada di tengah kota dengan infrastruktur penunjang yang lengkap. Selain itu, apartemen biasanya juga dibangun di dekat fasilitas umum.

Sehingga, unit properti ini dianggap lebih mudah disewakan dibanding dengan rumah tapak pada umumya.

“Saya enggak bilang mudah untuk disewakan, hanya saja kecenderungannya adalah apartemen punya keunggulan lebih ketika ingin disewakan karena infrastrukturnya cenderung lebih lengkap,” tutur Safir.

Mengenal Apa Itu New Normal di Tengah Pandemi Corona

Rentfix.com – Pandemi Covid-19 merubah tatanan masyarakat dunia. Guna mencegah penularan wabah virus corona yang meluas, masyarakat diimbau bahkan dipaksa untuk tinggal di rumah.

Sekolah, bekerja bahkan beribadah pun dianjurkan untuk dilakukan di rumah saja. Hampir semua negara mengimbau warganya untuk tidak beraktivitas di luar rumah jika tidak ada kepentingan yang mendesak. Terkecuali, memang bagi mereka yang harus keluar dan kegiatannya tidak bisa dilakukan dari rumah.

Perubahan tersebut tentu juga berdampak luas di banyak sektor. Pasalnya berubahnya aktivitas masyarakat tersebut membuat dunia usaha sepi, seperti bidang pariwisata, transportasi online, penjuaan retail dan masih banyak lagi.

Berjalannya waktu, tinggal di rumah dinilai tidak bisa selamanya diterapkan untuk menjaga keseimbangan perekonomian. Sejumlah negara pun mulai melonggarakan kebijakan terkait mobilitas warganya.

Di sisi lain, virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 masih terus mengancam. Korban jiwa akibat virus corona pun terus bertambah. Di sinilah, pola hidup baru atau new normal akan diimplementasikan.

Lantas, apa dan seperti apa new normal tersebut? Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmita mengatakan, new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Menurut Wiku, prinsip utama dari new normal itu sendiri adalah dapat menyesuaikan dengan pola hidup. “Secara sosial, kita pasti akan mengalami sesuatu bentuk new normal atau kita harus beradaptasi dengan beraktivitas, dan bekerja, dan tentunya harus mengurangi kontak fisik dengan orang lain, dan menghindari kerumunan, serta bekerja, bersekolah dari rumah,” kata Wiku seperti dilansir dari Kompas.com, baru-baru ini.

Protokol kesehatan  

Wiku menerangkan, secara sosial disadari bahwa hal ini akan berpengaruh. Pasalnya, ada aturan yang disebutkan dalam protokol kesehatan untuk menjaga jarak sosial dengan mengurangi kontak fisik dengan orang lain.

Masyarakat, kata Wiku, akan menjalani kehidupan secara new normal hingga ditemukannya vaksin dan dapat digunakan sebagai penangkal virus corona. “Transformasi ini adalah untuk menata kehidupan dan perilaku baru, ketika pandemi, yang kemudian akan dibawa terus ke depannya sampai tertemukannya vaksin untuk Covid-19,” katanya lagi. Beberapa ahli dan pakar kesehatan dunia telah memastikan bahwa kemungkinan paling cepat dapat ditemukannya vaksin adalah pada 2021.

Artinya, masyarakat harus menjalani kehidupan secara new normal hingga tahun depan, bahkan lebih. Oleh karenanya, perubahan perilaku akan menjadi kunci optimisme dalam menghadapi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah atau yang dikenal sebagai new normal. “Tapi kita harus berpikiran positif, karena Indonesia punya kapasitas yang besar dan gotong royong, marilah kita gotong royong agar terbebas dari Covid-19,” imbuhnya.

Dikutip dari pemberitaan Kompas.com, Selasa (19/5/2020), konsep pola hidup normal baru ini merupakan salah satu yang ditekankan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebutkan sejumlah hal yang harus diperhatikan pemerintah suatu wilayah atau negara untuk melonggarkan pembatasan terkait pandemi Covid-19.

Hal itu diunggahnya melalui Twitter-nya baru-baru ini. Salah satu yang diungkapkan oleh Tedros yakni mendidik, melibatkan dan memberdayakan masyarakatnya untuk hidup di bawah new normal.

5 Perubahaan Kebiasaan Masyarakat Di Kala Pandemi Covid-19

Rentfix.com – Pandemi Covid-19 membuat sebagian besar masyarakat Indonesia harus belajar dan bekerja dari rumah.  Meskipun masih ada juga yang masih harus berkegiatan di luar rumah.

Bagaimana hal ini memengaruhi perubahan kebiasaan dan gaya hidup mereka? Data Grab yang dirilis Selasa (6/5/2020), menunjukkan perubahan kebiasaan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan.

Pengaruh pandemi Covid-19 ke gaya hidup masyarakat

Beikut adalah beberapa perubahan kebiasaan masyarakat dalam beberapa aspek:

1. Lalu lintas 

Untuk pertama kalinya selain pada musim Mudik, Jalanan Jakarta lengang!

2. Belanja

Mitra pengantaran makanan dan barang kini memainkan peran penting agar masyarakat tetap bisa berbelanja meski banyak orang yang #dirumahaja. Jumlah pesanan GrabExpress pada Maret 2020 naik 21.5 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Terdapat kenaikan pengantaran sebanyak 40 persen oleh social sellers (UMKM). Titik pengantaran barang terbanyak pada Maret adalah area perumahan (41,5 persen), fasilitas kesehatan(13,6 persen) dan Bank (12 persen).

Sebelumnya, perkantoran dan area perumahan mendominasi titik pengantaran. Pemesanan GrabMart pada Maret 2020 naik 22 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Bagi banyak pengusaha mikro dan juga social sellers, digitalisasi bisnis menjadi penting untuk dapat bertahan. Selain itu, jasa pengantaran memberikan kesempatan mendapatkan penghasilan bagi mitra pengemudi meskipun jumlah pemesanan kendaraan sedang menurun karena PSBB.

3. Makanan 

Namun, apakah pola makan dan pilihan makanan juga berubah karena Covid-19?  Terdapat kenaikan transaksi GrabFood sebesar 4 persen dan kenaikan jumlah makanan yang dipesan dalam sekali pemesanan (basket size) sekitar 7 persen. Sebelumnya, masyarakat Indonesia lebih banyak berbelanja di GrabFood untuk membeli kudapan sore mereka.

Sekarang makan siang menjadi waktu di mana mereka berbelanja lebih banyak, dengan kenaikan jumlah pesanan makanan sebanyak 9,4 persen dalam satu kali pesan (basket size).

Saat jumlah pesanan makanan sehat di negara lain menurun, masyarakat Indonesia lebih memilih makanan sehat dengan kenaikan jumlah pesanan sebanyak 7,4 persen. Namun, masyarakat Indonesia tetap suka ngemil, dengan kenaikan jumlah pesanan snack sebesar 15,4 persen.

4. Tiga jenis makanan terbanyak yang dipesan di GrabFood dan GrabMart

Ayam goreng tetap menjadi menu terlaris selama masa kerja dari rumah, diikuti oleh es kopi dan aneka mie. Terdapat 3 item paling banyak dibeli selama Covid-19 yakni es kopi bermacam variasi, siomay ikan dan pao ayam BBQ.

5. Kenaikan besaran tip

Rata-rata besaran tip untuk pesanan GrabFood meningkat sebesar 63 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dan jumlah pesanan yang diberikan tip meningkat sebesar 38 persen. Jadi, masyarakat Indonesia tidak hanya memberikan tip lebih sering, namun besarannya juga bertambah.  Masyarakat Indonesia juga senang berbagi.

Lebih dari 5.000 mitra merchant GrabFood telah menyediakan menu spesial bagi mitra pengantaran dalam aplikasi GrabFood. Hingga saat ini, lebih dari 500.000 menu spesial untuk mitra pengantaran telah terjual seperti dilansir dari Kompas.com

Bersatu Lawan Corona, Rentfix Adakan Crowdfunding Untuk Bantu Sesama

Rentfix.com – PT Real Estate Teknologi (Rentfix.com) melakukan urun dana (crowdfunding) dalam rangka menghentikan penyebaran virus corona guna membantu dan melindungi banyak orang yang terdampak Covid-19 di Tanah Air, (Kamis, 23/04/2020).

Donasi yang terkumpul ditujukan untuk bermacam pertolongan terkait wabah Covid-19. Mulai dari penyediaan alat pelindung diri (APD) bagi para tenaga medis, membantu kebutuhan ekonomi warga yang rentan corona, sterilisasi tempat-tempat publik, penyediaan masker, dan berbagi makanan untuk para tenaga medis.

Jenis Bantuan

Donasi tersebut disalurkan melalui RSUP Cengkareng, RSUP Persahabatan, RSUP Fatmawati, RSUP Pasar Minggu, RSPI Sulianti Saroso, RSUP Sanglah Bali, RSUD Tarakan, RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, RSUP Kariadi, RS dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar serta titik krusial lainnya di Indonesia.

Direktur PT Real Estate Teknologi Effendy Tanuwidjaja mengatakan tujuan urun dana yang kami lakukan saat ini merupakan inisiatif untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat ikut terlibat menekan penyebaran virus Corona. Melalui galang dana semua orang bisa berdonasi yang hasilnya akan digunakan untuk membantu dan melindungi banyak orang yang terdampak corona.

Masyarakat memiliki peran penting untuk bisa saling melindungi sesama umat manusia agar selamat dari wabah Covid-19. “Kita harus optimis bahwa bangsa Indonesia bisa atasi wabah lebih cepat dengan aksi yang tepat. Dan saat ini, kami bekerjasama dengan platform Kitabisa.com untuk mengalang dana dan berdonasi secara online,” ujar Effendy.

Untuk itu, Kitabisa dan Rentfix secara bersama mengajak para #OrangBaik untuk gotong royong saling memberi informasi dan membantu berbagai kebutuhan yang diperlukan. Detail dan jenis bantuan dari hasil donasi dapat dilihat dalam infografis di bawah ini:

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama filenya adalah 3fc0f1f0-0a84-4fa4-bb42-337f2ee639d1.jpg
Penerima Manfaat

Anda dapat menyalurkan bantuan demi kesehatan sesama dengan cara memberikan donasi dan mengisi nominal yang diberikan. Anda juga dapat memilih metode pembayaran. Mari saling membantu dengan apa yang kita bisa dan menyebarluaskan informasi ini agar lebih banyak orang yang membantu.

Putri Indonesia Offie Dwi Natalia Bagikan Cara Social Distancing

Rentfix.com – Situasi pandemi corona atau covid-19 saat ini mengharuskan masyarakat untuk menjaga jarak atau social distancing agar tetap berada di rumah guna mencegah penyebaran virus. Hal itu juga yang tengah dilakukan oleh Offie Dwi Natalia Putri Indonesia Jambi 2019 ini dalam menerapkan social distancing selama karantina mandiri di rumah. Wanita yang akrab disapa Offie ini menjalani karantina dengan melakukan kegiatan seperti membantu orangtua berkebun, menanam hidroponik, membersihkan rumah, dan menjalin komunikasi untuk tetap menjaga hubungan harmonis dengan orangtua dan keluarga.

Dara cantik kelahiran Jambi 25 Desember 1993 yang pernah meraih prestasi sebagai Putri Pariwisata Jambi 2011, Putri Olahraga Indonesia 2011, Duta Ayam dan Telur 2018 ini telah menempuh Program Magister Psikologi Pendidikan di Universitas Tarumanagara, Jakarta. Ia memaknai bahwa selama social distancing dalam situasi covid, ia bisa memanfaatkan momen bertemu dengan keluarga tercinta sehingga memiliki waktu yang lebih lama di rumah. Saat ini, ia berada di kampung halaman dalam urusan pekerjaan tepat sebelum isu covid itu terjadi. Sementara ia fokus untuk tetap berada di kota yang terkenal dengan semboyan Tanah Pilih Pesako Betuah itu.

Offie mengisahkan saat ia tiba di Jambi beberapa pekan lalu, ia menerapkan cara membatasi diri dengan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Bahkan sebelum isu covid itu merebak, ia dan keluarganya pun telah menerapkan social distancing. “Saat social distancing kunci terpenting adalah membangun komunikasi baik dengan keluarga, kolega, rekan kerja, sahabat, dan teman. Selagi kita bisa mengkomunikasikan itu secara baik, orang lain pun bisa memahami, mengerti, dan menerima bahwa kita menjaga jarak dengan maksud yang baik,” ujar Offie kepada Rentfix.com.

Ia mengatakan selama social distancing rutinitas yang dilakukan tak berbeda jauh dengan aktivitas biasanya. “Masih dengan kuliah dan mengajar namun semuanya itu dilakukan secara daring. Untuk pekerjaan sendiri sementara postpone, namun tetap melakukan kegiatan produktif untuk mendukung setiap pekerjaan,” tambah Offie. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa kita mesti dapat memanfaatkan momen social distancing ini agar menjadi sesuatu yang lebih produktif dalam setiap bidang pekerjaan yang ada dengan tetap mempersiapkan, melakukan, dan mengerjakannya secara profesional.

Menariknya lagi, ia juga membagikan tips untuk mengatasi rasa bosan selama social distancing yaitu dengan mencari dan mengisi kegiatan yang bermanfaat, misalnya dengan membantu orang tua, berolahraga, berjemur, menonton bioskop di rumah, dan memanfaatkan internet yang sebagai sesuatu yang mendukung pekerjaan.

“Dan yang tak kalah penting tetap menjaga kesehatan dengan tetap mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi dan menjaga kebersihan diri seperti rajin mencuci tangan serta memakai masker agar dapat mengantisipasi dan melindungi diri. Semoga pandemi covid ini segera usai dan jangan ada lagi korban dan rekan medis agar diberikan kesehatan dan perlindungan kapanpun dan dimananpun agar tetap semangat dan tegar untuk melindungi bangsa Indonesia,” pungkasnya.

5 Tips Tetap Sehat Saat Bekerja di Rumah

Rentfix.com – Di tengah pandemi COVID-19, berada di rumah menjadi salah satu cara tepat untuk memutus rantai penyebaran virus Corona. Itulah sebabnya, Pemerintah menyarankan untuk melakukan physical distancing, termasuk di dalamnya untuk bekerja dari rumah. Kondisi ini membuat banyak orang melakukan penyesuaian terhadap ritme kerja yang biasanya dilakukan di kantor.

Bekerja dari rumah tak kemudian membuat pekerjaan yang dijalani menjadi lebih santai. Sebaliknya, banyak orang yang mengeluhkan begitu banyaknya pekerjaan yang harus dikerjakan dari rumah. Meskipun Anda sangat sibuk, Anda tetap harus menerapkan cara kerja yang sehat agar kesehatan tubuh tetap terjaga. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan agar tetap bisa bekerja dengan sehat seperti dilansir dari Berita Satu:

1. Siapkan diri dengan tidur cukup

Kurang tidur, akan membuat kinerja Anda menurun dan tubuh menjadi lemas. Tapi, tidur cukup pun bukanlah jaminan Anda akan memiliki performa kerja yang bagus, karena semua sangat bergantung pada kualitas tidur. Untuk itu, usahakanlah untuk mendapatkan tidur cukup yang berkualitas. Berusahalah untuk tidur minimal tujuh jam setiap malam

2. Tetap berolahraga di sela-sela pekerjaan

Olahraga sangat penting untuk dilakukan, karena dapat membuat tubuh lebih segar dan bugar. Selain itu, dengan berolahraga Anda juga dapat mempertahankan berat badan Anda tetap ideal. Dengan memiliki bentuk tubuh ideal pastinya akan menghindarkan Anda dari berbagai macam penyakit berbahaya, dan juga akan menambah kepercayaan diri, sehingga berdampak pada performa kerja. Berolahragalah minimal 30 menit setiap harinya.

3. Sempatkan untuk beristirahat

Seberat dan sebanyak apapun kerjaan Anda, selalu selingi dengan beristirahat. Meskipun pekerjaan memang penting, tapi kesehatan tubuh juga tidak bisa dilupakan. Karena saat tubuh tidak sehat, maka pekerjaan yang sedang coba Anda selesaikan juga tidak akan maksimal.

4. Jaga kesehatan mata

Untuk menjaga kesehatan mata saat bekerja di rumah, Anda perlu mengatur posisi duduk. Pastikan Anda duduk tegak dengan mata lurus menghadap komputer. Hal ini akan meringankan kerja mata. Selain itu, posisikan bahu menjadi santai dan luruskan kaki di bawah meja, untuk melancarkan peredaran darah. Berikan juga waktu bagi mata untuk beristirahat. Caranya, jauhkan pandangan dari layar komputer dan tataplah objek yang jauh. Cara tersebut dapat membuat mata Anda menjadi lebih relaks.

5. Jaga kebersihan

Meskipun berada di rumah, menjaga kebersihan tetap diperlukan. Biasakan diri untuk mandi pagi sebelum mulai bekerja. Selain itu, pastikan juga untuk selalu menjaga kebersihan monitor komputer atau laptop Anda.

Cegah Virus dengan Mengkonsumsi Buah dan Sayur

Rentfix.com – Berdasarkan data Riskesdas 2013, sebanyak 93,5 persen masyarakat Indonesia tidak mengonsumsi sayur dan buah dengan jumlah yang dianjurkan. Padahal sayur dan buah merupakan jenis asupan yang wajib dikonsumsi untuk memenuhi pola makan gizi seimbang. Konsumsi buah dan sayur juga terbukti efektif untuk mencegah berbagai penyakit berbahaya, termasuk penyakit Covid-19 yang saat ini mewabah.

Sayur dan buah mengandung banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Kedua zat gizi ini memiliki peran, salah satunya sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Radikal bebas sendiri merupakan salah satu penyebab terjadinya berbagai penyakit dan infeksi. Tak hanya itu, vitamin dan mineral juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh yang kuat sangat diperlukan untuk mencegah infeksi akibat virus corona.

Selain mengandung vitamin dan mineral, sayur dan buah juga mengandung serat yang dapat menjaga kesehatan pencernaan, mencegah kegemukan, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Saluran pencernaan adalah organ yang menghasilkan kekebalan tubuh. Dengan mengonsumsi serat yang cukup, saluran pencernaan dapat merangsang pertumbuhan bakteri-bakteri baik yang dapat menstimulasi sistem kekebalan tubuh seperti dilansir dari Berita Satu.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) secara umum menganjurkan konsumsi sayur dan buah-buahan untuk hidup sehat sejumlah 400 gram per orang per hari, yang terdiri dari 250 gram sayur (setara dengan dua porsi atau dua gelas sayur setelah dimasak dan ditiriskan) dan 150 gram buah, (setara dengan tiga buah pisang ambon ukuran sedang atau satu potong pepaya ukuran sedang atau tiga buah jeruk ukuran sedang).

Bagi masyarakat Indonesia terutama balita dan anak usia sekolah dianjurkan untuk mengonsumsi sayur dan buah-buahan sebanyak 300-400 gram per orang per hari. Sementara bagi remaja dan orang dewasa konsumsi buah dan sayur dianjurkan sebanyak 400-600 gram per orang per hari. Sekitar dua-pertiga dari jumlah anjuran konsumsi tersebut adalah porsi sayur.

Cara lain yang lebih mudah untuk memenuhi kebutuhan buah dan sayur adalah dengan mengisi piring dengan makanan yang berwarna-warni. Dengan bantuan warna Anda dapat memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral dari buah dan sayur. Semakin berwarna piring Anda, maka semakin banyak vitamin dan mineral yang Anda konsumsi.

Bersama Para Mitra Tunjukkan Komitmen dalam Pelayanan Sewa Properti

Rentfix.com – Pemerintah Indonesia telah mengambil keputusan agar masyarakat berkegiatan di dalam rumah, mulai dari belajar, bekerja, hingga beribadah dalam pandemi virus corona yang tengah melanda dunia membuat banyak aktivitas terganggu.

Masyarakat diminta untuk menjaga jarak supaya terhindar dari virus berbahaya ini. Namun, bagi platform sewa menyewa properti Rentfix tetap melayani dalam bidang layanan sewa menyewa properti dan pasang properti gratis untuk kebutuhan masyarakat Indonesia selama #dirumahaja secara daring.

Bersama dengan mitra propertinya yaitu Ciputra Citra Landmark, LMAN, Eraprima Daan Mogot, Seven Star, Puri Orchard, Padina, Cengkareng Business City, Boutique Office, AKR Tower. Coworking space Ruang dan Tempo, Mula Indonesia (Galeria Jakarta), Greenhub, Urbanspace, dan Dreamhub hingga kantor agent properti Prop2Go, More Property, Lexus, dan Seven Star Property bersama menunjukkan komitmen agar user terus dapat bertransaksi dan pasang properti #dirumahaja dengan aman dan nyaman.

“Seluruh jajaran mitra kami berharap agar situasi pandemi ini dapat segera dilewati oleh Indonesia. Kami berharap untuk bisa memberikan yang terbaik, dengan segala kemampuan kita, untuk orang-orang di sekitar kita dalam memenuhi kebutuhan sewa menyewa properti” ujar Direktur Rentfix Effendy Tanuwidjaja.

Pihaknya berusaha untuk mengoptimalkan layanan bisnis walaupun dalam situasi seperti ini. “Kami terus menjaga sanitasi fasilitas operasional, memastikan kesehatan karyawan. Terima kasih untuk Anda yang beraktivitas #dirumahaja untuk menjaga kesehatan bersama. Terima kasih juga untuk Anda yang tetap bekerja dari rumah dan mengiklankan properti di Rentfix.com.”, pungkas Effendy.

Ini Dia! 5 Kabar Baik tentang Covid-19

Rentfix.com – Di tengah ketidakpastian seputar pandemi virus corona, setiap orang menginginkan adanya kabar baik yang bersifat positif. Kabar baik seputar virus corona tentu akan membawa optimisme bagi kita semua. Agar rasa panik dan khawatir berkurang, berikut beberapa kabar baik seputar virus corona yang perlu Anda ketahui seperti dilansir dari Berita Satu:

1. Umumnya orang dengan Covid-19 akan pulih

Hingga saat ini, diperkirakan di atas 90% orang yang terinfeksi virus akan sembuh. Tak semua orang yang terinfeksi virus corona akan mengalami gejala yang berat. Beberapa di antaranya hanya mengalami gejala ringan hingga sedang. Bahkan ada pula beberapa orang yang tidak memiliki gejala sama sekali. Sementara itu, tingkat kematian akibat vorus corona ternyata masih lebih rendah daripada penyakit lain seperti MERS, SARS atau Ebola.

2. Anak-anak lebih jarang terinfeksi dan memiliki penyakit yang lebih ringan

Menurut CDC, sebagian besar infeksi virus corona sejauh ini lebih banyak menimpa orang dewasa. Ketika virus ini menginfeksi anak-anak, mereka cenderung memiliki penyakit yang lebih ringan. Namun, penting untuk dicatat bahwa anak-anak dapat mengembangkan infeksi. Sebuah penelitian yang baru-baru ini dilakukan di Tiongkok pada awal wabah menunjukkan bahwa sejumlah kecil anak-anak, terutama bayi dan balita, dapat mengembangkan infeksi serius. Seperti yang berlaku secara umum, kemungkinan anak-anak dapat menyebarkan infeksi tanpa gejala, meskipun seberapa sering hal ini terjadi, masih belum jelas.

3. Jumlah kasus baru turun di area wabah ini dimulai

Dalam beberapa minggu terakhir, Tingkok dan Republik Korea secara signifikan telah menurunkan epidemi. Bahkan, Kota Wuhan (lokasi kasus pertama) melaporkan tidak ada kasus lokal baru untuk pertama kalinya sejak wabah dimulai. Satu-satunya kasus baru berasal dari para pelancong yang tiba di sana. Hal ini menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan untuk menahan penyebaran infeksi bisa dikatakan berhasil.

4. Ada internet!

Berkat internet, social distancing yang kini dilakukan menjadi tidak terlalu membosankan. Selain itu, dengan adanya koneksi internet, permintaan bantuan dari orang yang terinfeksi dan harus mengisolasi dirinya secara mandiri dapat segera terpenuhi. Mereka juga masih dengan mudah melihat keluarga, teman maupun dokter untuk memberikan kondisi terbaru mereka.

5. Respons terhadap pandemi terus meningkat

Pandemi Covid-19 telah mengekspos kekurangan dalam sistem perawatan kesehatan di seluruh dunia yang memberikan peluang untuk memperbaikinya. Seperti, respons yang lebih cepat dalam persiapan, distribusi alat-alat yang diperlukan (misalnya alat pelindung diri) dan pesan kepada masyarakat yang lebih terkoordinasi.

Sembari terus berusaha menghindari terinfeksi virus corona dengan tetap berada di rumah dan terus meningkatkan daya tahan tubuh, kabar positif seputar virus corona baru ini bisa membuat Anda sedikit lebih tenang. Menerapkan physical distancing juga menjadi hal penting saat Anda harus berada di luar rumah untuk membantu memutus rantai penyebaran virus corona ini.

Simak 39 Tanya Jawab Penting Seputar Covid-19

1. Ada anggota keluarga yang menunjukkan gejala virus corona yang ringan, bagaimana caranya saya merawatnya di rumah?

Bila ada anggota keluarga yang mengalami demam, rasa lelah atau batuk kering, cari pertolongan pada sarana kesehatan dan ikuti perintah tenaga kesehatan. Bila diminta rawat di rumah dan Anda mampu, tempatkan anggota keluarga itu di ruang terpisah yang memiliki akses ke kamar mandi. Anggota keluarga itu harus memakai masker dan menghindari kontak dengan anggota keluarga lainnya dan tidak boleh meninggalkan rumah kecuali berobat.

Meski terisolasi, Anda masih dapat menunjukkan kasih sayang dan perhatian dengan tetap berkomunikasi via telepon atau WA, bantu mengerjakan tugas-tugasnya yang terbengkalai dan menyediakan makanan untuknya. Secara teratur bersihkan permukaan benda-benda atau bagian-bagian di rumah yang sering disentuh tangan dengan disinfektan termasuk kamar mandi yang digunakan anggota keluarga yang tengah diisolasi setiap selesai digunakan.

2. Adakah obat khusus untuk mencegah atau mengobati virus corona baru?

Sampai saat ini, belum ada obat khusus yang disarankan untuk mencegah atau mengobati penyakit yang disebabkan virus corona baru (COVID-19). Mereka yang terinfeksi virus harus menerima perawatan yang tepat untuk meredakan dan mengobati gejala, dan mereka yang sakit serius harus dibawa ke rumah sakit. Sebagian besar pasien sembuh karena perawatan untuk gejala yang dialami.

Beberapa perawatan spesifik saat ini tengah diteliti, dan akan melalui uji klinis. WHO membantu mempercepat upaya penelitian dan pengembangan dengan sejumlah mitra.

3. Apa itu virus corona baru dan COVID-19?

Virus corona baru atau novel coronavirus (nCoV) adalah jenis virus corona baru yang menimbulkan penyakit yang bernama COVID-19. Sebelum dikenal sebagai COVID-19, penyakitnya dikenal sebagai virus corona baru 2019 atau 2019-nCoV.

Virus corona baru adalah virus baru, tapi mirip dengan keluarga virus yang menyebabkan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan sejumlah influensa biasa.

4. Apa saja pengobatan infeksi virus corona (COVID-19) yang tersedia?

Saat ini belum ada pengobatan khusus yang efektif untuk infeksi virus corona baru. Vaksin mungkin baru bisa tersedia 18 bulan ke depan (2021). Sementara ini, cara terbaik adalah melakukan tindakan pencegahan, yaitu:

Sering suci tangan pakai sabun dan air mengalir
Hindari menyentuh muka
Jauhi orang yang menunjukkan gejala (demam, batuk kering, kelelahan)
Bila Anda mengalami demam, rasa lelah dan batuk kering, segera cari pengobatan
Anda dapat menguatkan sistem kekebalan diri dengan melakukan perilaku sehat, seperti olah raga teratur, makan makanan bergizi seimbang, tidak merokok dan memastikan Anda dan anak Anda mendapat imunisasi lengkap.

5. Apa saja tanda atau gejala infeksi virus corona?

Bila seseorang terinfeksi virus, dia akan menunjukkan gejala dalam 1-14 hari sejak terpapar virus. Gejala umumnya adalah

  • demam
  • rasa lelah
  • batuk kering

Sebagian besar orang hanya akan mengalami gejala ringan, namun di kasus-kasus yang tertentu, infeksi dapat menyebabkan pnemonia dan kesulitan bernapas. Pada sebagian kecil kasus, infeksi virus corona bisa berakibat fatal. Orang lanjut usia (lansia) dan orang-orang dengan masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung atau diabetes kemungkinan mengalami sakit lebih serius.

Karena gejala-gejalanya mirip flu biasa, maka perlu dilakukan tes untuk memastikan apakah seseorang terinfeksi virus corona. Tes tersedia di rumah sakit-rumah sakit rujukan bagi orang yang mengalami gejala-gejala atas dasar perintah dokter.

Kunci pencegahan virus corona (COVID-19): Sering suci tangan pakai sabun dan air mengalir, hindari menyentuh muka, jauhi orang yang menunjukkan gejala (demam, batuk kering, kelelahan), bila batuk atau bersin: tutup mulut dan hidung dengan siku terlipat atau tisu yang dibuang langsung ke tempat sampah tertutup setelah dipakai.

6. Apa yang dimaksud dengan pandemi?

WHO (World Health Organization atau Badan Kesehatan Dunia) secara resmi mendeklarasikan virus corona (COVID-19) sebagai pandemi pada tanggal 9 Maret 2020. Artinya, virus corona telah menyebar secara luas di dunia. Istilah pandemi terkesan menakutkan tapi sebenarnya itu tidak ada kaitannya dengan keganasan penyakit tapi lebih pada penyebarannya yang meluas.

Ingat, pada umumnya virus corona menyebabkan gejala yang ringan atau sedang, seperti demam dan batuk, dan kebanyakan bisa sembuh dalam beberapa minggu. Tapi bagi sebagian orang yang berisiko tinggi (kelompok lanjut usia dan orang dengan masalah kesehatan menahun, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau diabetes), virus corona dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Kebanyakan korban berasal dari kelompok berisiko itu. Karena itulah penting bagi kita semua untuk memahami cara mengurangi risiko, mengikuti perkembangan informasi dan tahu apa yang dilakukan bila mengalami gejala. Dengan demikian kita bisa melindungi diri dan orang lain.

7. Apa yang harus saya lakukan bila anak menunjukkan gejala virus corona?

Segera cari petolongan medis namun ingat bahwa gejala-gejala infeksi virus corona yang baru ini (batuk atau demam) sebetulnya tidak berbeda dengan gejala-gejala flu biasa.

Terus lakukan perilaku bersih cuci tangan pakai sabun dan pastikan anak telah diimunisasi sehingga anak Anda terlindungi dari virus dan penyakit lain.

Hindari tempat umum (tempat kerja, sekolah, transportasi umum) untuk mencegah penyebaran.

8. Apa yang harus saya lakukan bila anggota keluarga menunjukkan gejala?

Segera cari pertolongan kesehatan bila Anda atau anak mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas. Telepon sarana kesehatan terlebih dahulu untuk memberi tahu jika Anda telah melakukan perjalanan ke wilayah di mana dilaporkan ada kasus virus corona (COVID-19) atau bila Anda pernah bertemu dengan seseorang yang telah melakukan perjalanan ke wilayah itu dan menunjukkan gejala-gejalanya.

Apakah ada hal yang tidak boleh saya lakukan?
Tindakan-tindakan berikut TIDAK efektif melawan COVID-19 dan bahkan bisa berbahaya:

  • Merokok
  • Mengenakan lebih dari satu masker
  • Meminum antibiotik

Apa pun keadaannya, jika Anda mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas, segeralah mencari pertolongan medis untuk mengurangi risiko terkena infeksi yang lebih parah dan sampaikan riwayat perjalanan Anda baru-baru ini kepada tenaga kesehatan.

9. Apakah aman memberi ASI pada bayi bila ibu terinfeksi atau suspek virus corona?

Semua ibu yang tinggal di wilayah terpengaruh atau memiliki risiko, khususnya yang menunjukkan gejala demam, batuk dan sesak napas harus mencari pengobatan secepat mungkin dan mengikuti perintah tenaga kesehatan.

Karena pentingnya pemberian ASI, ibu yang sedang menyusui dapat melanjutkan ASI sambil terus melakukan tindakan-tindakan pencegahan. Sebagaimana virus-virus pernapasan yang lain, virus corona baru tidak menular melalui cairan ASI.

Bagi ibu atau siapapun yang mengalami gejala demam, rasa lelah dan batuk kering, yang perlu berinteraksi dengan anak, perhatikan hal-hal berikut.

Gunakan masker saat berada dekat anak (termasuk saat memberi ASI)
Cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah kontak dengan anak (termasuk memberi ASI)
Bersihkan permukaan benda-benda yang tersentuh tangan dengan lap, tisu atau cairan disinfektan.
Bila ibu terlalu lemah, sebaiknya perah ASI dan berikan pada bayi dengan cangkir atau sendok bersih, sambil tetap mengikuti tindakan-tindakan pencegahan di atas.

Apakah antibiotik efektif mencegah dan mengobati virus corona baru?
Tidak, antibiotik tidak bekerja melawan virus, hanya bakteri. Virus corona baru adalah virus dan oleh karena itu, antibiotik tidak boleh digunakan untuk pencegahan ataupun pengobatan. Antibiotik hanya digunakan sesuai arahan dokter untuk mengobati infeksi bakteri.

10. Apakah COVID-19 sama dengan SARS?

Tidak. Virus penyebab COVID-19 dan virus penyebab wabah SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang muncul di tahun 2003 memang memiliki hubungan genetik, tetapi penyakit yang ditimbulkannya berbeda. SARS lebih mematikan, tetapi penularannya lebih rendah dibandingkan COVID-19. Tidak ada wabah SARS di mana pun sejak tahun 2003.

11. Apakah cuaca dingin dan salju bisa membunuh virus corona baru?

Tidak ada bukti yang menunjukkan cuaca dingin dapat membunuh virus corona baru atau penyakit lainnya. Terlepas dari suhu eksternal atau cuaca suhu tubuh manusia normal tetap sekitar 36,5° C hingga 37° C.

Cara paling efektif untuk melindungi diri Anda dari virus corona (COVID-19) adalah dengan sering mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia, cairan pembersih berbahan alkohol (minimal 60%).

12. Apakah ibu hamil dapat menularkan virus corona (COVID-19) ke janinnya?

Sampai saat ini tidak ada bukti kuat yang menunjukkan virus menular dari ibu ke janinnya atau mempengaruhi bayinya nanti. Masalah ini masih dalam tahap penelitian. Yang penting, ibu hamil harus melakukan tindakan pencegahan untuk melindungi diri dari paparan virus dan mencari pengobatan secepatnya bila mengalami gejala-gejala seperti demam, batuk atau sesak napas.

13. Apakah makan bawang putih bisa membantu mencegah infeksi virus corona baru?

Bawang putih adalah makanan sehat yang mungkin memiliki beberapa sifat antimikroba. Namun, tidak ada bukti bahwa makan bawang putih telah melindungi orang dari virus corona (COVID-19).

14. Apakah mandi air panas bisa mencegah virus corona (COVID-19)?

Mandi air panas tidak dapat mencegah Anda dari COVID-19. Suhu tubuh normal Anda tetap di sekitar 36,5° C hingga 37° C terlepas dari suhu air. Sebenarnya, mandi dengan air yang sangat panas bisa berbahaya, karena bisa membakar kulit.

Cara terbaik untuk melindungi diri dari COVID-19 adalah dengan sering mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia, cairan permbersih berbahan alkohol (60%). Dengan melakukan ini, Anda menghilangkan virus yang mungkin ada di tangan dan menghindari infeksi yang dapat terjadi karena menyentuh mata, mulut, dan hidung.

15. Apakah manusia dapat terinfeksi COVID-19 dari hewan?

Coronavirus adalah kelompok virus yang biasanya terdapat pada binatang. Terkadang, orang terinfeksi virus-virus ini, yang kemudian menyebar ke orang lain, seperti SARS-CoV dan MERS-CoV. SARS-CoV dikaitkan dengan musang, sedangkan MERS-CoV ditularkan oleh unta. Hewan penular COVID-19 belum bisa dipastikan sampai saat ini.

Untuk melindungi diri, misalnya saat mengunjungi pasar hewan hidup, hindari kontak langsung dengan hewan hidup dan permukaan yang bersentuhan dengan hewan. Pastikan kebersihan makanan selalu dijaga. Berhati-hatilah ketika memegang daging, susu atau organ hewan mentah untuk menghindari kontaminasi dengan makanan mentah dan hindari konsumsi produk-produk hewan yang mentah atau tidak matang sempurna.

16. Apakah membilas hidung dengan garam secara rutin mencegah infeksi virus corona baru?

Tidak. Tidak ada bukti bahwa mencuci hidung dengan garam secara teratur dapat melindungi orang dari infeksi virus corona baru. Ada beberapa bukti terbatas bahwa mencuci hidung dengan garam secara teratur dapat membantu orang pulih lebih cepat dari flu biasa tapi belum terbukti mencegah infeksi pernapasan.

17. Apakah menyemprotkan alkohol atau klorin ke seluruh tubuh dapat membunuh virus corona baru?

Tidak. Menyemprotkan alkohol atau klorin ke seluruh tubuh tidak akan membunuh virus yang telah memasuki tubuh. Menyemprotkan zat-zat semacam itu justru bisa merusak pakaian dan selaput lendir (yaitu mata, mulut). Ketahuilah bahwa alkohol dan klorin dapat berguna untuk mendisinfeksi permukaan, tetapi perlu digunakan di bawah rekomendasi yang tepat.

Apakah paket kiriman dari wilayah yang ada kasus COVID-19 aman untuk diterima?
Ya. Kecil kemungkinan barang komersial terkontaminasi dari orang yang terinfeksi dan kecil juga risiko tertular virus corona baru dari paket yang sudah berpindah, berada dalam perjalanan, dan terpapar kondisi serta suhu yang berbeda-beda.

18. Apakah pengering tangan efektif membunuh virus corona baru?

Tidak. Pengering tangan tidak efektif membunuh virus corona baru. Untuk melindungi diri, Anda harus sering membersihkan tangan dengan sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia, gunakan cairan pembersih berbasis alkohol (minimal 60%). Setelah tangan dibersihkan, Anda harus mengeringkannya dengan menggunakan kertas tisu atau pengering udara hangat.

Apakah penyemprotan cairan disinfektan dapat melindungi saya dari virus corona?
Cairan disinfektan bisa membersihkan virus pada permukaan benda-benda dan BUKAN pada tubuh atau baju dan TIDAK AKAN melindungi Anda dari virus jika berkontak erat dengan orang sakit.

Virus berpindah melalui percikan batuk/bersin orang sakit yang kemudian terhirup orang lain atau menempel di permukaan benda yang kemudian disentuh lalu masuk melalui mata, hidung atau mulut orang lain. Cairan disinfektan dapat membersihkan virus yang menempel di permukaan benda seperti meja, gagang pintu atau saklar lampu yang kerap disentuh orang.

Membersihkan permukaan benda-benda itu sangat penting bila Anda melakukan isolasi diri di rumah dan untuk menggunakan cairan disinfektan, pastikan Anda sudah membaca petunjuk di label produk. Pemakaian cairan disinfektan secara langsung ke tubuh dapat membahayakan diri Anda.

19. Apakah saya harus khawatir pada virus corona (COVID-19)?

Penyakit COVID-19 pada umumnya bersifat ringan, terutama pada anak-anak dan orang dewasa muda. Namun, infeksi juga dapat menyebabkan penyakit serius: sekitar 1 dari 5 orang yang terinfeksi membutuhkan perawatan di rumah sakit. Karenanya, wajar jika orang khawatir akan dampak wabah COVID-19 pada diri mereka dan orang-orang yang mereka sayangi.

Kita dapat menyalurkan kekhawatiran dengan cara melindungi diri kita, orang-orang yang kita sayangi dan masyarakat. Tindakan yang terpenting adalah rajin mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia, cairan pembersih tangan berbahan alkohol (minimal 60%) dan menutup hidung dan mulut saat batuk dan bersin dengan siku terlipat. Selain itu, tetap ikuti perkembangan informasi dan patuhi nasihat dinas kesehatan setempat termasuk untuk pembatasan perjalanan, pergerakan dan pertemuan.

20. Apakah saya sebaiknya menggunakan masker medis?

Gunakan masker hanya ketika Anda batuk atau bersin demi melindungi orang lain. Bila Anda tidak memiliki gejala-gejala itu, tidak perlu gunakan masker. Menggunakan masker tidak cukup melindungi diri dari infeksi virus corona. Sering mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir lebih efektif melindungi diri Anda dari infeksi.

Jumlah masker di pasaran sangat terbatas dan tenaga kesehatan harus mendapatkan masker agar dapat menjalankan tugas-tugas mereka. Kita dapat membantu kerja petugas kesehatan dengan tidak membeli atau menggunakan masker khususnya saat tidak batuk atau bersin.

21. Apakah sebaiknya anak saya jangan bersekolah dulu?

Bila anak Anda menunjukkan gejala demam, rasa lelah dan batuk kering, sebaiknya mencari pengobatan dan ikuti perintah dari tenaga kesehatan. Istirahatkan anak di rumah dan hindari tempat keramaian untuk mencegah penyebaran penyakit.

Bila anak Anda tidak menunjukkan gejala sebaiknya anak Anda tetap bersekolah, kecuali ada pemberitahuan dari pihak berwenang yang menyatakan sebaliknya.

Ajarkan anak perilaku bersih, termasuk perilaku sbb.,

Sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau cairan pembersih berbahan alkohol (60%)
Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin dengan siku terlipat atau tisu, yang langsung dibuang ke tempat sampah tertutup setelah digunakan
Hindari menyentuh mata, mulut dan hidung saat tangan anak belum dicuci pakai sabun.

22. Apakah vaksin pneumonia melindungi Anda dari virus corona baru?

Tidak. Vaksin pneumonia, seperti vaksin pneumokokus dan vaksin Haemophilus influenza tipe B (Hib), tidak memberi perlindungan terhadap virus corona baru. Virus ini sangat baru dan berbeda sehingga membutuhkan vaksin sendiri.

Para peneliti sedang mencoba mengembangkan vaksin melawan COVID-19 dan WHO mendukung upaya mereka. Meskipun vaksin pneumonia tidak efektif terhadap COVID-19, vaksinasi terhadap penyakit pernapasan sangat dianjurkan untuk melindungi kesehatan Anda.

23. Apakah virus corona baru bisa ditularkan melalui gigitan nyamuk?

Sampai saat ini belum ada bukti yang menunjukkan virus corona baru dapat ditularkan nyamuk. Virus corona baru adalah virus pernapasan yang menyebar terutama melalui percikan batuk atau napas orang yang sudah terinfeksi.

Untuk melindungi diri Anda, sering-seringlah mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia, dengan cairan pembersih berbahan alkohol (minimal 60%). Selain itu, hindari kontak dekat dengan siapa pun yang batuk dan bersin.

24. Apakah virus corona baru mempengaruhi anak-anak atau ibu hamil?

Ini adalah virus baru dan kita belum memperoleh pengetahuan yang cukup tentang bagaimana virus mempengaruhi anak-anak atau ibu hamil. Yang telah diketahui: siapapun dari semua kelompok usia dapat terinfeksi virus. Yang kita tahu, sejauh ini jumlah kasus anak-anak terbilang sedikit.

Pada sedikit kasus, infeksi virus corona baru dapat berakibat fatal dan kebanyakan itu terjadi di kelompok lansia (lanjut usia) dan mereka yang masalah kesehatan menahun (kronis), seperti tekanan darah tinggi, diabetes atau penyakit jantung.

25. Apakah virus corona baru mempengaruhi orang yang lebih tua, atau apakah orang muda juga rentan?

Orang-orang dari segala lapisan usia dapat terinfeksi virus corona baru. Orang yang lebih tua, dan orang-orang dengan masalah kesehatan (seperti tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung) akan lebih rentan untuk mengalami sakit parah.

WHO menyarankan semua orang mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri dari virus, misalnya dengan mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia, gunakan cairan pembersih berbahan alkohol (minimal 60%).

26. Apakah virus COVID-19 dapat menular di daerah iklim panas dan lembab?

Dari bukti-bukti yang ada , virus corona baru dapat ditularkan di SEMUA AREA, termasuk daerah dengan cuaca panas dan lembab. Apa pun iklimnya, lakukan tindakan perlindungan jika Anda tinggal di, atau bepergian ke area yang ada kasus COVID-19.

Cara terbaik untuk melindungi diri dari COVID-19 adalah dengan sering mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia, cairan pembersih berbahan alkohol (minimal 60%). Dengan melakukan ini, Anda menghilangkan virus yang mungkin ada di tangan Anda dan menghindari infeksi yang dapat terjadi karena menyentuh mata, mulut, dan hidung Anda.

27. Bagaimana cara menjaga keluarga tetap sehat di perjalanan?

Seseorang yang merencanakan perjalanan ke luar negeri harus selalu memeriksa nasihat perjalanan (travel advisory) untuk negara tujuan termasuk pembatasan-pembatasan memasuki wilayah, syarat karantina saat masuk atau nasihat perjalan lainnya.

Saat perjalanan, semua orang tua harus mengikuti standar perilaku bersih untuk mereka sendiri dan anak-anak. Perhatikan hal-hal berikut:

Sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia, gunakan cairan pembersih tangan berbahan alkohol (minimal 60%)
Saat batuk atau bersin, tutupi mulut dan hidung dengan siku terlipat atau tisu, yang langsung dibuang ke tempat sampah tertutp setelah digunakan
Jaga jarak minimal 1 dengan orang lain. Hindari orang yang batuk atau bersin
Karena itu, orang tua harus menyiapkan perlengkapan cairan pembersih tangan, tisu pembersih/ pengering dan tisu atau lap disinfektan.

Saran tambahan: di pesawat atau kendaraan lain, bersihkan kursi, sandaran tangan, layar LCD dan sebagainya dengan tisu disinfektan. Di hotel atau tempat akomodasi lain, gunakan tisu atau lap disinfektan untuk membersihkan permukaan bidang benda-benda yang tersentuh tangan, pegangan pintu, remote control dan lainnya.

28. Bagaimana cara terbaik mencuci tangan secara benar?

Langkah 1: basahkan tangan dengan air mengalir

Langkah 2: sabuni tangan

Langkah 3: gosok semua permukaan tangan, termasuk telapak dan punggung tangan, sela-sela jari dan kuku, selama minimal 20 detik

Langkah 4: bilas sampai bersih dengan air mengalir

Langkah 5: keringkan tangan dengan kain bersih atau tisu pengering tangan yang harus dibuang ke tempat sampah segera setelah digunakan

Seringlah cuci tangan pakai pakai sabun, seperti sebelum makan, setelah batuk atau bersin, sebelum menyiapkan makanan, saat ke kamar mandi. Jadikan kebiasaan untuk mencuci tangan pakai sabun setelah dari luar rumah atau sebelum memasuki sekolah atau tempat lain dengan anak.

Bila sabun dan air mengalir tidak tersedia, gunakan cairan pembersih tangan yang berbahan alkohol (minimal 60%).

29. Bagaimana caranya agar rumah saya aman dari penularan virus corona?

Pastikan keluarga menerapkan perilaku bersih, yaitu sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, di antaranya saat mereka tiba di rumah, sebelum makan dan setelah menggunakan kamar mandi.

Secara teratur bersihkan permukaan benda-benda yang sering tersentuh tangan, seperti saklar lampu atau gagang pintu dengan lap, tisu atau carian disinfektan. Cuci baju yang telah terpakai dengan deterjen dengan takaran sesuai label.

30. Bagaimana caranya supaya saya tetap aman saat berada di luar rumah?

Ingat bahwa Anda tidak disarankan menggunakan masker kecuali memiliki gejala seperti demam, rasa lelah dan batuk kering. Agar tetap aman, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia, cairan pembersih tangan berbahan alkohol (min 60%), jauhi orang yang menunjukkan gejala sakit dan bila Anda batuk atau bersin, tutup dengan siku terlipat atau tisu yang segera dibuang ke tempat sampah tertutup selesai digunakan.

Sementara ini, jangan bersalaman dengan orang lain atau saling menyentuh muka tapi gunakan cara bersalaman lain yang aman atau tidak saling menyentuh. Dalam keramaian, semisal di pasar atau di dalam bis, jaga jarak dengan orang lain, minimal sejauh jangkauan lengan (1 meter).

Selalu cuci tangan pakai sabun atau dengan cairan pembersih saat sampai di tempat kerja atau tujuan dan saat sampai kembali di rumah. Bila tersedia cairan pembersih gratis di tempat umum, gunakan untuk membersihkan tangan.

31. Bagaimana saya bisa menghindari risiko tertular?

Berikut ini 4 cara pencegahan yang dapat Anda dan keluarga Anda lakukan:

Sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia, cairan pembersih tangan berbahan alkohol (60%)
Tutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk dengan siku terlipat atau tisu yang langsung dibuang ke tempat sampah tertutup setelah dipakai
Jaga jarak bicara minimal 1 meter. Jauhi orang yang terlihat memiliki gejala-gejala flu. Bila Anda atau keluarga Anda mengalami demam, batuk atau sesak napas, segera cari pengobatan medis.

32. Bagaimana saya melindungi orang lansia (lanjut usia) di keluarga atau lingkungan?

Orang lansia paling rentan terhadap infeksi virus corona, khususnya mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah atau memiliki masalah pernapasan. Anda dapat melindungi mereka dengan memotivasi mereka untuk sering mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir. Saat mengunjungi mereka, Anda pun harus cuci tangan pakai sabun. Bila Anda demam, batuk atau sesak napas, jangan kunjungi lansia atau orang-orang yang fisiknya lemah. Sebagai pengganti, Anda dapat berkomunikasi via telepon atau cara lain.

Orang lansia atau mereka yang memiliki masalah kesehatan sebaiknya menghindari keramaian seperti festival, pasar atau kegiatan lain yang mendatangkan keramaian. Anda dapat membantu mereka dengan mengerjakan tugas mereka sambil berhubungan via telepone. Bagi lansia, berada di rumah terus bisa membuat kesepian, namun Anda bisa menggembirakan mereka dengan membantu mereka tetap berhubungan dengan dunia luar dengan beragam teknologi komunikasi.

33. Bagaimana saya mempersiapkan diri menghadapi gangguan virus corona (COVID-19) pada pekerjaan atau sekolah?

Pertama, Anda membutuhkan informasi yang akurat untuk melindungi Anda dan keluarga dari infeksi. Dengarkan panduan dari pihak berwenang dan ikut sampaikan informasi akurat tentang bagaimana mencegah penularan antar individu maupun di dalam komunitas. Yang perlu Anda perhatikan sebetulnya sama dengan persiapan untuk keadaan darurat pada umumnya, yaitu:

Pastikan anggota rumah tangga yang dalam pengobatan memiliki persediaan yang cukup untuk 30 hari. Siapkan persediaan makanan setidaknya untuk 3 hari. Siapkan persediaan sabun dan air untuk mencuci tangan pakai sabun. Cari tahu rencana tanggap darurat sekolah atau tempat kerja dan usahakan mendapat informasi terkini.
Bagi nomor kontak Anda pada keluarga, kawan dan tetangga untuk berjaga-jaga bila dibutuhkan.

34. Bagaimana virus corona baru menyebar?

Virus dapat berpindah secara langsung melalui percikan batuk dan napas orang terinfeksi yang kemudian terhirup orang sehat. Virus juga dapat menyebar secara tidak langsung melalui benda-benda yang tercemar virus akibat percikan atau sentuhan tangan yang tercemar virus. Virus bisa tertinggal di permukaan benda-benda dan hidup selama beberapa jam hingga beberapa hari, namun cairan disinfektan dapat membunuhnya.

Jika tangan tercemar percikan, virus dapat menyebar melalui sentuhan antar-orang, karena itu penting untuk sering mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir serta sementara waktu, menghindari bersalaman atau saling mencium pipi.

35. Berapa lama masa inkubasi COVID-19?

Masa inkubasi adalah jangka waktu antara terjangkit virus dan munculnya gejala penyakit. Pada umumnya masa inkubasi COVID-19 diperkirakan berkisar dari 1 hingga 14 hari, umumnya sekitar lima hari. Perkiraan ini akan diperbarui seiring dengan tersedianya lebih banyak data.

36. Berapa lama virus ini bertahan di atas permukaan benda?

Belum dipastikan berapa lama virus penyebab COVID-19 bertahan di atas permukaan benda, tetapi perilaku virus ini menyerupai jenis-jenis coronavirus lainnya. Penelitian coronavirus, dan juga informasi awal tentang virus penyebab penyakit COVID-19, mengindikasikan virus dapat bertahan di permukaan benda antara beberapa jam hingga beberapa hari. Lamanya virus bertahan mungkin dipengaruhi kondisi-kondisi yang berbeda (seperti jenis permukaan, suhu atau kelembaban lingkungan).

Jika Anda merasa suatu permukaan mungkin terinfeksi, bersihkanlah dengan disinfektan sederhana untuk membunuh virus dan melindungi diri Anda dan orang lain. Cuci tangan Anda dengan sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia, cairan pembersih berbahan alkohol (minimal 60%). Hindari menyentuh mata, mulut, atau hidung Anda.

Cara mengenakan, menggunakan, melepas dan membuang masker. Ingat, masker sebaiknya hanya digunakan tenaga kesehatan, orang yang merawat orang sakit, dan orang-orang yang memiliki gejala-gejala pernapasan, seperti demam dan batuk.

Sebelum menyentuh masker, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau cairan pembersih berbahan alkohol (minimal 60%)
Ambil masker dan periksa apakah ada sobekan atau lubang
Pastikan arah masker sudah benar (pita logam terletak di sisi atas)
Pastikan sisi depan masker (sisi yang berwarna) menghadap depan
Letakkan masker di wajah Anda. Tekan pita logam atau sisi masker yang kaku sampai menempel sempurna ke hidung
Tarik sisi bawah masker sampai menutupi mulut dan dagu
Setelah digunakan, lepas masker, lepas tali elastis dari daun telinga sambil tetap menjauhkan masker dari wajah dan pakaian, untuk menghindari permukaan masker yang mungkin terkontaminasi.
Segera buang masker di tempat sampah tertutup setelah digunakan
Bersihkan tangan setelah menyentuh atau membuang masker/ Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia, cairan pembersih berbahan alkohol (minimal 60%).

37. Dapatkah lampu ultraviolet membunuh virus corona baru?

Lampu UV sebaiknya tidak digunakan untuk mensterilkan tangan atau area kulit lainnya karena radiasi UV dapat menyebabkan iritasi kulit.

38. Mengapa orang yang dicurigai (suspek) tertular virus corona harus diisolasi setidaknya 14 hari?

Virus corona biasanya menunjukkan gejala-gejala dalam 1 – 14 hari. Karena itu, orang yang dicurigai harus diisolasi selama 14 hari, baik di rumah sakit, rumah atau lokasi lain dan dipantau gejala-gejala yang muncul seperti demam, batuk atau sesak napas. Untuk memastikan infeksi virus corona, suspek dapat mengikuti tes beberapa kali.

Selama isolasi, suspek harus mengikuti semua perintah petugas kesehatan untuk mencegah penyebaran virus. Di lain pihak, petugas kesehatan dan kita bersama harus selalu menunjukkan empati dan kasih sayang. Mereka yang diisilolasi biasanya mengalami kesepian, kekhawatiran dan yang jelas, sakit yang mereka alami bukanlah kemauan mereka sendiri. Anda dapat mendukung mereka dengan mencari tahu kebutuhan-kebutahan mereka dan membantu sejauh yang Anda bisa.

39. Seberapa efektif pemindai termal mendeteksi orang yang terinfeksi virus corona baru?

Pemindai termal efektif mendeteksi orang yang mengalami demam (yaitu memiliki suhu tubuh lebih tinggi dari normal), yang bisa terjadi karena infeksi.

Namun, pemindai termal tidak dapat mendeteksi orang yang terinfeksi tetapi belum menunjukkan demam. Ini karena dibutuhkan antara 1 dan 14 hari sebelum orang yang terinfeksi menjadi sakit dan mengalami demam.

Siapa yang berisiko mengalami sakit serius akibat virus corona (COVID-19)?
Para ahli masih mempelajari dampak COVID-19 terhadap manusia, tetapi sejauh ini lansia dan orang-orang yang sudah memiliki masalah kesehatan (seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyakit paru-paru, kanker atau diabetes) terindikasi mengalami sakit yang lebih parah.

Sumber: WHO