Asyik! Beli rumah bisa bebas PPN hingga akhir Desember 2021

Rentfix – Pemerintah memperpanjang jangka waktu pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) atas penyerahan rumah tapak dan unit hunian rumah susun. Masyarakat dapat memanfaatkan insentif ini hingga Desember 2021.

“Ketentuan ini terbit menggantikan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 21/PMK.010/2021 yang mengatur tentang pemberian insentif PPN ditanggung pemerintah atas penyerahan rumah tapak dan unit hunian rumah susun periode Maret 2021 hingga Agustus 2021. Dengan berlakunya ketentuan baru ini, insentif diperpanjang hingga Desember 2021,” ungkap Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Neilmaldrin Noor, seperti termuat pada Minggu (8/8), seperti dilansir dari Kontan.co.id.

Lebih lanjut, Neilmaldrin mengatakan bahwa ketentuan ini mempertegas rumah toko dan rumah kantor merupakan cakupan dari rumah tapak.

Untuk kepentingan evaluasi dan monitoring realisasi PPN DTP, berita acara serah terima rumah tapak atau unit hunian rumah susun harus didaftarkan dalam sistem aplikasi yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yakni aplikasi Sikumbang.

Rumah tapak atau unit hunian rumah susun harus memenuhi persyaratan untuk mendapatkan insentif ini, antara lain pertama harga Jual maksimal lima miliar rupiah.

Kedua, merupakan rumah tapak atau unit hunian rumah susun baru yang diserahkan dalam kondisi siap huni, mendapatkan kode identitas rumah, pertama kali diserahkan oleh pengembang, serta belum pernah dilakukan pemindahtanganan.

Ketiga, diberikan maksimal satu unit properti per satu orang dan tidak boleh dijual kembali dalam jangka waktu satu tahun.

Adapun besarnya insentif PPN DTP diberikan atas penyerahan rumah tapak atau unit hunian rumah susun dengan harga jual paling tinggi lima miliar rupiah memiliki ketentuan sebagai berikut:

  1. Sebesar 100% dari PPN yang terutang atas penyerahan rumah tapak atau unit hunian
  2. Rumah susun dengan harga jual paling tinggi Rp 2 miliar
  3. Sebesar 50% dari PPN yang terutang atas penyerahan rumah tapak atau unit hunian
  4. Rumah susun dengan harga jual di atas Rp 2 miliar sampai dengan Rp 5 miliar rupiah

Neilmaldrin menjelaskan agar dapat menikmati insentif ini, pengusaha kena pajak yang melakukan penyerahan rumah tapak atau unit hunian rumah susun mempunyai kewajiban membuat faktur pajak dan melaporkan realisasi PPN DTP kepada Direktorat Jenderal Pajak.

Ia menegaskan, pemerintah memberikan insentif ini dalam rangka mempertahankan daya beli masyarakat di sektor industri perumahan guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Sektor properti merupakan sektor yang strategis dan memiliki efek pengganda (multiplier effect) yang kuat keterkaitannya dengan berbagai sektor dalam perekonomian sehingga diharapkan mampu menyerap tenaga kerja yang relatif besar,” ucap Neilmaldrin.

Sebagai informasi, ketentuan lebih lanjut terkait pemberian insentif PPN rumah tapak dan rumah susun dapat dilihat di Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 103/PMK.010/2021 yang berlaku sejak 30 Juli 2021. Peraturan ini juga dapat diakses melalui laman www.pajak.go.id.

Milenial, Lagi Cari Rumah? Ini 6 Rekomendasi yang Bisa Dilirik

Rentfix.com – Sebagian masyarakat memandang, punya rumah sendiri adalah sebuah pencapaian yang membanggakan. Terlebih untuk para milenial dengan aktivitas dan mobilitas tinggi, rumah yang dekat dengan pusat kota tentu tak hanya urusan bangga, juga sebagai penunjang keseharian.

Namun, apa hendak dikata, harga rumah yang dekat dengan pusat kota sudah di luar kemampuan finansial milenial kebanyakan. Milenial kebanyakan di sini artinya, bukan dari kalangan kaya, bukan pengusaha mapan, bukan pula keturunan crazy rich. 

Milenial kebanyakan adalah yang baru merintis karier dengan gaji pas-pasan, maksimal Rp 4 juta hingga Rp 8 juta. Sementara milenial di atas kelas ini, tak hanya bisa membeli hunian di pusat kota, melainkan menjadikannya sebagai instrumen investasi guna meraup cuan.

Tapi, jangan khawatir. Walau agak ke pinggir, masih banyak rumah-rumah yang dibangun swasta yang cocok dengan penghasilan milenial kebanyakan ini.  Satu di antaranya yang ditawarkan di seputaran Cisauk, Legok, Parungpanjang, dan Serpong. Kawasan yang dulunya tak pernah melintas di lini masa media sosial ini, sekarang jadi buruan. Harga lahan dan rumah pun sontak melonjak. Namun demikian, masih ada rumah-rumah yang bisa diakses milenial kebanyakan, baik yang masih lajang, maupun sudah berkeluarga. Berikut rekomendasinya seperti dilansir dari Kompas :

1. Springhill Yume Lagoon

Springhill Yume Lagoon merupakan proyek yang dikembangkan PT Springhill Mizumi Serpong bekerja sama dengan Hankyu Hanshin Properties Corp. Lokasi Springhill Yume Lagoon dekat dengan Stasiun Kereta Cisauk yang megah dan modern serta memiliki akses ke pasar dan terminal. Springhill Yume Lagoon juga dekat dengan pengembang kota baru di seputar Serpong yang sudah didukung oleh kelengkapan berbagai fasilitas, mulai dari rumah sakit, mal, hingga sekolah dan perguruan tinggi. Sejak Juni 2020 lalu, pengembang membuka alternatif penjualan melalui platform digital sehingga lebih mudah dijangkau konsumen. Dilengkapi dengan club house, area komersial, dan shuttle bus ke Stasiun Cisauk hingga AEON, proyek ini menjadi pilihan terbaik dengan harga mulai dari Rp 399 juta.

2. Sentraland Boulevard

Perumahan Sentraland Boulevard menjadi kompleks hunian persembahan Perumnas sebagai kawasan potensial baru di Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat. Hunian ini bisa dijangkau dalam tiga menit dari Stasiun Parung Panjang, dan akses mudah ke Kawasan BSD dan Seprong. Setiap unitnya hunian Sentraland Boulevard dipatok seharga Rp 399 juta untuk tipe 39/96 meter persegi dan Rp 412 juta untuk tipe 39/102 meter persegi.

3. Green Golf City Tangerang

PT Graha Berkat Unggul mengembangkan salah satu klaster di kawasan Green Golf City Tangerang dengan harga di bawah Rp 200 juta yakni, Tipe Akasia. Tipe ini memiliki luas tanah 60 meter persegi dan luas bangunan 23 meter persegi yang dipatok harga sebesar Rp 175 juta. Kawasan Green Golf City Tangerang sendiri memiliki beragam macam fasilitas seperti kesehatan, taman pusat, golf private area, kolam renang, arena olahraga, dan 24 jam keamanan. Kawasan tersebut dapat diakses dengan Jalan Tol Serpong-Balaraja-Bandara, Tol Tangerang-Merang (GT Cikupa), dan dekat Stasiun Daru.

4. CitraRaya Tangerang

Anak usaha Ciputra Group, PT Ciputra Residence meluncurkan dua klaster di kawasan CitraRaya Tangerang yakni, Viale dan Avante. Perlu diketahui, CitraRaya Tangerang merupakan kota terpadu seluas 2.760 hektar yang telah dikembangkan sejak 1994. Klaster Avante dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 488 jutaan dengan empat pilihan tipe rumah yaitu Tipe Crescendo (27/60), Grazioso (33/72), Prospero (45-52/84) dan Tipe Splendore (49-56/Lt 96). Khusus tipe Prospero dan Splendore ini tersedia pilihan bangunan yang dilengkapi ruang mezzanine yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar atau ruang kerja di rumah. Sementara Klaster Viale dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 500 jutaan, tersedia dua pilihan tipe rumah yaitu Tipe Crescendo 27/60 meter persegi dan Grazioso 33/72 meter persegi.

5. Studio Landed House

PT Modernland Realty Tbk telah merilis rumah tapak tipe studio di kawasan Modernland Cilejit, Tangerang, Banten. Dengan patokan harga mulai Rp 150 jutaan, perusahaan ini akan membangun 100 unit rumah Studio Landed House yang khusus ditujukan untuk milenial. Rumah tipe studio yang ditawarkan berukuran 13/60 meter persegi. Selain tipe studio, Modernland juga menyediakan rumah tumbuh ukuran 23/60 meter persegi dan 28/60 meter persegi.

6. Widara Village

Widara Village merupakan proyek hunian milik PT Wida Agung Group yang berlokasi di Legok Kabupaten Tangerang. Di dalamnya terdapat sebanyak 1.000 unit hunian yang dibangun di atas lahan seluas 15 hektar di kawasan tersebut. Widari Village dipatok dengan harga terjangkau yang bisa diakses oleh masyarakat pencari hunian pertama dengan rentang sekitar Rp 400 juta hingga Rp 500 jutaan.  

Bagaimana Menciptakan Rumah yang Sehat dan Nyaman Saat Pandemi?

Rentfix.com – Pandemi Covid-19 memengaruhi seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam perencanaan dan desain ruang di rumah. Wabah ini membuat kesadaran masyarakat akan kebersihan dan kesehatan sebagai dasar desain suatu ruang semakin besar. Pola kebiasaan baru pun diterapkan. Mulai dari bekerja dari rumah, memakai masker, dan tidak boleh berkerumun di ruang publik.

Hingga saat ini, segala aktivitas banyak dilakukan di dalam rumah. Namun, setiap hari berada di rumah, tentunya akan menimbulkan rasa bosan. Lantas bagaimana menciptakan ruang yang sehat di dalam rumah agar terhindar dari kebosanan, sekaligus mampu beradaptasi dengan kebiasaan baru?

Principal Architect dan Founder PT Arya Cipta Graha Cosmas Gozali menjelaskan, elemen-elemen khusus perlu ditambahkan. Hal ini agar tercipta ruang sekaligus rumah yang sehat, dan juga nyaman, mengingat Indonesia beriklim tropis dengan tingkat kelembapan tinggi.

Rumah memerlukan banyak ventilasi udara. Salah satu caranya dengan menambahkan roster agar menciptakan sirkulasi udara yang baik. “Roster ini juga sangat bermanfaat terhadap rumah yang tidak memiliki ruang bukaan ke arah barat atau timur,” jelas Cosmas kepada Kompas.com, Rabu (25/8/2021).

Cosmas menambahkan, jika memiliki ruang kosong di dalam rumah yang tidak digunakan, bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan cahaya masuk dengan mengubah bagian atas melalui penerapan kaca skylight.

Pemilik atau penghuni rumah tidak perlu mengubah seluruh atap ruang kosong tersebut, cukup dengan mengganti 10 genteng kaca atau yang berbahan akrilik.

“Itu sudah bisa menciptakan ruang terbuka, sinar matahari pun juga akan masuk ke ruang di bawahnya dan jangan sampai membangunnya menghadap ke arah barat karena sinar matahari sore sangat panas,” imbuh Cosmas. Di ruang yang terkena sinar matahari itu bisa ditempatkan meja kerja dan beberapa tamanan pot hingga tercipta ruang kerja berkonsep green corner.

Selain roster, polikarbonat merupakan opsi lain untuk mendatangkan sinar matahari karena adanya rongga udara yang membuat panasnya tidak langsung tembus sehingga ruangan di bawahnya tidak menjadi over hitted. “Yang terpenting bagaimana mengatur adanya aliran udara dan sinar matahari yang mengalir,” kata Cosmas. Dia juga menjelaskan, jika sudah memiliki rumah transparan terhadap sinap matahari, tidak perlu menggantinya dengan memasang polikarbonat atau elemen lain.

“Cukup dengan menggantung tanaman memakai kawat di bagian atas akan mengurangi sinar yang masuk.” tuntas dia.

Pusing Cari Rumah? Berikut 7 Langkah Jitu Temukan yang Terbaik

Rentfix.com –  Bagi orang yang ingin membeli atau menyewa rumah biasanya akan merasa bimbang memikirkan lokasi rumah yang tepat. Setiap orang pasti memiliki preferensi dan kebutuhan yang berbeda-beda.

Bagi yang suka dengan keramaian, dan karyawan yang ingin dekat dengan tempat kerja pasti akan memilih lokasi rumah di tengah kota. Sebaliknya orang yang betah dengan suasana asri, tenang, dan tidak bising tentu akan mencari rumah di lokasi yang jauh dari perkotaan.

Namun demikian terdapat sejumlah pertimbangan lain dalam menentukan lokasi rumah yang tepat untuk Anda. Dilansir Point2homes, berikut 7 langkah untuk menemukan tempat tinggal terbaik Anda:

1. Cari tahu alasan utama Anda beli atau sewa rumah

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mencari tahu alasan membeli atau menyewa rumah di suatu tempat. Dengan alasan tersebut otomatis akan membawa dan mengarahkan Anda pada hunian seperti apa yang layak dan Anda butuhkan. Termasuk di mana rumah atau hunian yang tepat untuk Anda beli atau sewa. Misalnya apakah Anda pensiun dan mencari kedamaian dan ketenangan? atau apakah Anda mencari lingkungan yang lebih aman, untuk memulai sebuah keluarga? Atau pertimbangan lain seperti pasangan dan keluarga juga dapat mengarahkan Anda di mana dan seperti apa rumah yang harus dimiliki.

2. Tentukan gaya hidup seperti apa yang Anda inginkan

Langkah kedua, Anda dapat menentukan gaya hidup seperti apa yang Anda inginkan. Jika Anda ingin gaya hidup yang ramai, kota besar sering kali menjadi tujuan utamanya. Terlebih bagi Anda yang ingin memiliki peluang kerja yang besar, tinggal di perkotaan tentu sebuah keputusan yang tepat. Sebaliknya, jika menginginkan ketenangan, jauh dari polusi Anda dapat membeli atau menyewa rumah di pedesaan.

3. Pertimbangkan masalah cuaca

Selanjutnya tidak kalah penting adalah mempertimbangkan cuaca di suatu lokasi. Fikirkan juga bagaimana cuaca akan memengaruhi Anda, keluarga, dan pekerjaan. Banyak orang yang tidak kuat hidup di cuaca yang terlalu dingin. Tetapi ada juga orang yang justru tidak betah hidup di cuaca dengan paparan sinar matahari yang maksimal. Di sisi lain masalah cuaca kerap kali hanya sebatas persoalan adaptasi. Artinya, setiap orang pada akhirnya akan menyesuaiakan diri dengan kondisi dan lingkungannya.

4. Hitung perkiraan pengeluaran dan biaya hidup

Anda mungkin sudah memikirkan beberapa area ideal berdasarkan iklim, ukuran kota, dan pilihan gaya hidup. Sekarang saatnya untuk memperbesar lokasi pilihan dan melihat apakah rumah yang Anda impikan itu layak secara finansial. Teliti biaya hidup, mulai dari harga rumah rata-rata dan tarif hipotek, hingga pendapatan rata-rata dan harga kebutuhan pokok di suatu lokasi termasuk biaya seperti belanja, makan dan yang lainnya. Dengan pertimbangan berapa banyak biaya yang akan Anda keluarkan dan berapa banyak penghasilan, tanyakan pada diri Anda apakah dapat tinggal dengan nyaman di daerah ini. Apakah Anda akan memiliki uang tunai untuk ditabung, atau akankah penghasilan Anda hanya untuk membayar tagihan listrik, dan biaya hidup sehari-hari.

5. Pertimbangkan peluang pekerjaan

Lokasi ideal mungkin terlihat bagus di atas kertas, tetapi ketika pensiun, Anda mungkin perlu mencari pekerjaan saat berada di sana. Perhatikan baik-baik peluang kerja yang tersedia di area tersebut dan lihat apakah itu sesuai dengan bidang yang Anda pilih. Apakah Anda akan berhasil dalam karir? Atau, jika Anda mencari perubahan kecepatan, apakah ada banyak peluang untuk dipilih? Lihat iklan lokal serta tingkat pengangguran lokal untuk mendapatkan ide bagus tentang jenis pekerjaan di luar sana dan apakah Anda mungkin kesulitan mencari pekerjaan atau tidak. Jika Anda dapat memperoleh pekerjaan sebelum pindah, itu lebih baik, tetapi hanya dengan mengetahui bahwa ada jalan profesional untuk dijelajahi memungkinkan Anda untuk berburu rumah dengan percaya diri.

6. Fasilitas umum yang tersedia

Teliti lingkungan sekitar dan cari tahu apa yang mereka tawarkan. Semakin banyak tahu tentang daerah tersebut, semakin besar kemungkinan Anda untuk memilih tempat yang tepat. Lihatlah fasilitas lokal yang ditawarkan. Dari sekolah yang bagus dan restoran yang bagus hingga area ramah hewan peliharaan dan pilihan hiburan. Ada baiknya untuk memastikan bahwa lingkungan yang Anda pilih dapat menawarkan apa yang Anda butuhkan. Jangan lupa tentang transportasi umum dan waktu perjalanan. Hal ini penting terutama untuk menunjang dan memudahkan mobilitas Anda sehari-hari. Hidup di lingkungan atau daerah yang sering macet tentu saja akan menghambat dan menghabiskan waktu berharga Anda bersama pasangan atau keluarga.

7. Datang dan kunjungi lokasi pilihan Anda

Seberapa pun riset yang Anda lakukan, tentu tidak ada yang sebanding dengan mengunjungi suatu tempat secara langsung. Ada baiknya menghabiskan satu atau dua minggu di lingkungan itu bahkan sebelum Anda mempertimbangkan untuk mengajukan penawaran rumah. Dengan melakukan itu, Anda akan mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan tetangga, mengunjungi lsitus lokal dan mengalami komunitas secara langsung. Dengan cara ini, Anda dapat melihat sendiri apakah kehidupan di area pilihan Anda benar-benar layak dan cocok.

Sebelum Ngekos, Kamu Wajib Perhatikan 5 Hal Penting Ini

Rentfix.com – Tempat kos atau popular disebut kos-kosan merupakan salah satu kebutuhan bagi para perantau, untuk bekerja atau menempuh sekolah/kuliah. Kos menjadi pengganti tempat tinggal sementara bagi mereka. Namun, menemukan dan menentukan kos yang nyaman dan cocok bukan hal yang mudah. Terdapat sejumlah hal yang harus diperhatikan dalam memilih kos-kosan. Berikut daftarnya:

1. Jarak

Pilihlah jarak kos yang berdekatan dengan tempat tujuan Anda sehari-hari misalnya dekat dengan kampus. Jarak yang dekat dengan tempat tujuan Anda akan memudahkan untuk pergi dan pulang setiap hari. Jarak yang dekat menjadikan Anda memiliki waktu yang panjang untuk beristirahat.

Selain itu, jarak antar kos dengan lokasi yang sangat dekat, dapat membantu Anda untuk tidak mengeluarkan ongkos transportasi.

2. Harga sewa ramah kantong

Harga sewa kos jadi pertimbangan yang harus dipikirkan secara matang. Anda harus menyesuaikan harga kos dengan dana yang dimiliki. Cari tahu juga sistem pembayaran di setiap tempat kos yang Anda survei, apakah per bulan, per tiga bulan atau per tahun. Kalau memang anggaran tidak cukup, pilih kos-kosan di area yang tidak terlalu jauh, namun tetap terjangkau kendaraan umum.

3. Kos putra, putri, atau campur?

Kos putra, putri atau campur merupakan poin penting yang tidak boleh luput dari perhatian. Sebelum mencari kos, Anda harus menentukan kriteria yang diinginkan. Apakah Anda ingin tinggal di kos sejenis (putra atau putri), atau kos campur? Semua mempunyai konsekuensinya.

4. Fasilitan yang didapatkan

Fasilitas kos yang komplit akan mempermudah Anda dalam beraktivitas sekaligus menjadi kunci mengenai tingkat kebetahan dan kenyamanan. Beberapa fasilitas yang biasanya ditawarkan adalah layanan WiFi, dapur, kamar mandi luar atau dalam, laundry, dan lain sebagainya.

Biasanya, apabila tempat kos menawarkan fasilitas yang komplit, harga sewa yang dipatok juga semakin mahal. Oleh karena itu, sesuaikan dengan kebutuhan terkait fasilitas yang tersedia.

5. Peraturan Kos

Setiap kos memiliki aturan yang berbeda-beda, seperti jam malam yang mengharuskan para penghuni kembali dalam waktu yang sudah disepakati, aturan menerima tamu, aturan kunci kos, sistem pembayaran dan lain sebagainya. Pilihlah kos dengan peraturan yang dapat Anda laksanakan dan sesuai dengan kebutuhan, seperti dilansir dari Kompas.com.

Pemerintah Targetkan 11 Juta Rumah Tangga Tempati Rumah Layak Huni hingga 2024

Rentfix.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan 11 juta rumah tangga menempati rumah layak huni hingga 2024. Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 terdapat peningkatan target rumah tangga yang menempati rumah layak huni dari semula 56,75 persen pada tahun 2019, menjadi 70 persen pada tahun 2024.

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur, Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Eko D Heripoerwanto mengatakan, 70 persen tersebut ekuivalen dengan 11 juta rumah tangga. Eko menjelaskan untuk mencapai target tersebut, pemerintah telah menetapkan dua skenario penanganan yaitu melakukan intervensi langsung dan tidak langsung.

“Kementerian PUPR memiliki tanggung jawab lebih besar dalam skenario penanganan melalui intervensi langsung melalui sejumlah program perumahan,” ujar Eko, dalam diskusi virtual seperti dilansir dari Kompas.com, Rabu (30/06/2021). Beberapa program yang dilakukan kementerian PUPR untuk memenuhi kebutuhan rumah layak huni adalah program pembangunan perumahan, memfasilitasi peningkatan kualitas, dan memfasilitasi pembiayaan perumahan.

Kemudian memberikan bantuan atau subsidi pembiayaan perumahan, penyediaan infrastruktur pemukiman, pembinaan dan penanganan pemukiman kumuh. “Dengan akumulasi target sasaran melalui skenario penanganan ini adalah sebesar lima juta unit rumah,” imbuh Eko.

Sebagai dukungan terhadap RPJMN, Kementerian PUPR akan menganggarkan dan memfasilitasi subsidi perumahan untuk satu juta rumah tangga yang terdiri dari FLPP sebesar 900.00 unit, dan fasilitasi pembiayaan perumahan melalui BP Tapera sebesar 500.000 unit. Selanjutnya melalui PT Sarana Multigriya Fiansial (SMF) sebesar 50.000 unit, dan sisanya melalui Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

“Ini akan ditargetkan terpenuhi sampai akhir program RPJMN yaitu akhir tahun 2024,” katanya.

Eko menambahkan, properti akan selalu menjadi leading sector baik pada saat ini maupun pada masa yang akan datang. Bisnis properti memiliki multiplier effect yang besar karena akan menggerakkan sekitar 170 industri, mulai dari sektor jasa, bahan bangunan, hingga memengaruhi perkembangan sektor keuangan serta berdampak pada pertumbuhan eknomi dan lapangan kerja. Eko menambahkan di tengah pandemi, salah satu sektor yang paling berpengaruh terhadap ketahanan perokonomian adalah sektor properti dalam hal ini termasuk perumahan.

Dampak Diskon PPN, Penjualan Properti Tembus Rp 200 Triliun

Rentfix.com – Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengungkapkan, dampak Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang Ditanggung Pemerintah (DTP) sangat terasa bagi penjualan properti. Sejak kebijakan insentif PPN diberlakukan pada Maret hingga Juni 2021, penjualan properti telah menembus angka Rp 200 triliun.

Totok menjelaskan, awalnya REI menargetkan Rp 500 triliun selama enam bulan periode PPN DTP Maret hingga Agustus 2021. Namun, pencapaiannya meleset karena stok rumah yang tersedia baik rumah tapak ataupun rumah susun subsidi dan non-subsidi (komersial) sudah habis.

“Nah penjualan itu capai Rp 200 triliun setelah itu turun, karena stoknya habis. Sementara bangun baru kan tidak kena subsidi PPN DTP kalau tidak diperpanjang,” ujar Totok seperti dikuti dari Kompas.com, Rabu (23/06/2021).

Oleh karena itu, REI menargetkan penjualan properti dapat mencapai Rp 500 triliun hingga akhir tahun 2021 seiring perpanjangan kebijakan PPN-DTP.

“Dan ini sesuai dengan kesepakatan dengan pemerintah,” imbuh dia. Totok menjelaskan alasan mesti diperpanjangnya insentif PPN karena properti merupakan industri dengan multiplier effect terbesar dibanding industri lainnya di Indponesia.

Dengan pertumbuhan industri properti, akan ada sebanyak 174 industri lainnya yang juga akan terkerek tumbuh. Seperti industri besi, baja, semen dan lainnya.

Perpanjangan insentif PPN DTP juga penting terutama untuk memberikan kesempatan pelaku pengembang memenuhi permintaan dan menambah stok ketersediaan properti di pasaran. Selain itu, industri properti selama ini telah memberikan kontribusi positif terutama bagi Produk Domestik Bruto (PDB) perekonomian Indonesia.

“Jadi kita itu hanya dianggap bangun rumah sehingga masuknya hanya 2,7 persen pengaruhnya terhadap PDB, kemudian konstruksinya sendiri, sektor jalan juga sendiri. Jadi kan bingung. Padahal di luar negeri semua dijadikan satu makanya persentasinya bisa 15 persen sampai 20 persen kontribusi terhadap PDB,” papar Totok.

Untuk diketahui, Pemerintah memperpanjang masa berlaku PPN DTP hingga akhir tahun 2021. Sebelumnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 21 Tahun 2021, pemerintah hanya memberikan insentif PPN DTP untuk sektor properti selama enam bulan atau hingga Agustus 2021, seperti dilansir dari Kompas.com.

Apa Itu Foyer dan Bagaimana Fungsinya?

Rentfix.com – Pada awalnya, foyer menggambarkan sebuah ruang yang biasanya menjadi penghubung antara pintu masuk ke berbagai ruangan lainnya. Seiring waktu berjalan, orang-orang menganggap foyer sebagai aula masuk, lorong, serta ruang depan.

Dengan kata lain, foyer saat ini tak hanya menjadi area yang dileawati namun bisa digunakan sebagai area menyambut tamu yang datang. Terlepas dari bentuk dan ukuran foyer di rumah, Anda dapat mengubah ruang ini untuk menciptakan kesan pertama yang ramah bagi para tamu. Bahkan jika tinggal di apartemen kecil, dengan pengaturan yang baik, Anda bisa membuat foyer terasa lebih leluasa.

Dalam mendekorasi foyer, pemilihan warna dinding sangat penting. Bila ingin menciptakan kesan luas, maka pilihlah cat berwarna terang. Sementara bila ingin memberi kesan hangat pada tamu, warna-warna pastel seperti toska atau cokelat muda bisa menjadi pilihan. Foyer juga bisa dimanfaatkan sebagai ruang penyimpanan serbaguna.

Tentu Anda tidak ingin saat masuk ke rumah, menemukan sepatu, mantel, dan tas yang berserakan di lantai. Letakkan gantungan baju serbaguna sebagai tempat untuk meletakkan jaket atau mantel. Anda juga bisa menambah lemari kecil untuk menyimpan sepatu tetap rapi. Area foyer juga bisa difungsikan sebagai area tunggu.

Karena itu, letakan beberapa kursi kecil lengkap serta meja agar Anda bisa menunggu dengan nyaman. Sesuaikan desain foyer dengan kebutuhan hunian secara keseluruan. Maksimalkan desain foyer Anda untuk memikat para tamu yang datang berkunjung. Meski belum begitu populer di Indonesia, kehadiran area foyer akan membuat hunian Anda menjadi lebih unik. Ini bisa menjadi referensi Anda bila di kemudian hari ingin membangun rumah. Seperti dilansir dari Kompas.com

Jenis Lampu Pencahayaan yang Membuat Rumah Lebih Estetik

Rentfix.com – Pencahayaan merupakan salah satu aspek penting dalam mendesain rumah. Rumah dengan pencahayaan yang cukup dapat memberikan kenyamanan bagi penghuninya. Selain itu, pencahayaan juga dapat membuat rumah menjadi lebih menarik dan estetik.

Terdapat tiga jenis lampu pencahayaan yang Anda butuhkan di rumah, yaitu lampu dasar/utama, lampu aksen dan lampu kerja. Melansir Decoraid, berikut tips untuk memilih jenis lampu pencahayaan di rumah Anda:

1. Pencahayaan dasar atau lampu utama

Pencahayaan dasar adalah lampu utama yang dapat Anda gunakan sebagai salah satu sumber penerangan. Biasanya di setiap ruangan rumah pasti memiliki satu lampu sumber cahaya atau bisa disebut lampu utama.

Lampu utama ini sangat penting karena dapat memberikan pencahayaan merata di seluruh bagian ruangan rumah Anda. Lampu utama ini sangat penting digunakan di sepanjang hari khususnya pada malam hari.

Meski demikian, lampu utama juga kerap kali dinyalakan meski pada siang hari. Anda dapat menggunakan lampu utama yang dapat diatur pencahayaannya.

Dengan demikian, pada siang hari Anda dapat meredupkan dan mengatur kebutuhan pencahayaan lampu utama.

2. Lampu aksen

Lampu aksen adalah lampu yang biasanya difokuskan pada area khusus di rumah. Jenis lampu ini lebih digunakan untuk menyorot benda-benda khusus seperti lukisan dan benda seni dan juga ruang makan.

Jika lampu dasar memberikan pencahayaan pada seluruh ruang, lampu aksen ini hanya memberikan spotlight pada area tertentu saja di rumah Anda. Tujuannya adalah untuk menghadirkan nuansa yang berbeda terutama berasal dari bentuk-bentuk visual objek yang disorot cahaya tersebut.

Untuk setiap perabot besar, Anda harus memiliki setidaknya satu lampu aksen. Penggunaan lampu gantung juga cocok untuk ruang makan.

3. Lampu kerja (task lighting)

Lampu kerja atau task lighting ini tidak jauh berbeda dengan lampu aksen pada umumnya. Lampu kerja ini juga digunakan untuk menyoroti area-area tertentu dan khusus di rumah Anda.

Sesuai namanya, lampu tugas ini dipasang di tempat Anda sering melakukan aktivitas dan mengerjakan tugas tugas sekolah ataupun kantor. Selain itu, lampu kerja ini juga biasa digunakan di ruang tamu, di meja kerja, atau meja belajar.

4. Lampu strip

Lampu strip ini biasa digunakan untuk memberikan warna tambahan dengan tujuan untuk membuat variasi cahaya ruangan di rumah terlihat lebih indah. Lampu strip biasa digunakan di sela-sela furnitur rumah Anda dan ditempel secara tersembunyi, misalnya seperti ditempel dibalik tembok dan bagian-bagian tersembunyi lainnya.

Nantinya lampu strip ini akan menghasilkan pantulan cahaya yang merata terhadap dinding rumah Anda. Lampu strip bahkan banyak digunakan oleh banyak para content creator dan youtuber terutama untuk menciptakan pencahayaan yang estetik di ruangannya.

5. Cahaya alami

Rumah yang sehat adalah rumah yang mendapatkan pencahayaan alami matahari. Agar rumah mendapatkan pencahayaan alami yang cukup, Anda mesti memiliki jendela dan ruang terbuka lainnya yang menjadi akses masuknya cahaya alami.

Setiap hari terutama pada pagi hari menjelang siang Anda pelu membuka gorden dan jendela rumah. Tujuannya agar cahaya matahari dapat masuk dengan sempurna ke rumah Anda. Sementara itu, pada waktu siang Anda dapat menghemat biaya listrik di rumah dengan cara mematikan atau meredupkan cahaya lampu yang menyala sejak malam hari, seperti dilansir dari Kompas.com.

Pesona Kembang Setu, Tawarkan Hunian Modern Mulai Dari 400 Jutaan

Rentfix.com – Perumahan Pesona Kembang mengusung konsep desain modern naturalis yang tak hanya sedap dipandang mata, namun juga memberikan kesejukan dan suasana yang nyaman.

Salah satu hunian besutan dari Riscon Group yang terletak di Setu, Kabupaten Bekasi ini memiliki lokasi yang sangat strategis yakni dekat dengan TOLL JORR, Go Wet Waterpark, fasilitas publik dan pendidikan serta pusat perbelanjaan.

BACA JUGA: Daarul Mubarak, Hunian Eksklusif Bergaya Resort Naturalis

Pesona Kembang merupakan hunian futuristik yang asri, unik, menarik, bebas banjir, nyaman dan aman. Terdiri dari 67 unit dengan 2 type yaitu 42/72 dan 52/90 yang ditawarkan dengan harga mulai dari 400 jutaan.

Dilengkapi berbagai fasilitas di antaranya one gate system dan taman bermain sebagai tempat interaksi antar penghuni serta ruang hijau yang tidak hanya sebagai pengendali iklim mikro, tetapi juga sebagai penambah nilai estetis.

BACA JUGA: Hillside Colony Bogor, Hunian Asri Dengan View Gunung Salak

Tak hanya itu, mini sport area yang bisa digunakan sesama penghuni, jalan konblok yang semakin membuat cluster terlihat elegan dan mewah.

Tentu sebagai wilayah yang berada di kawasan Bekasi Timur ini sangat berdekatan dengan Cibitung dan Tambun menjadikan kawasan ini memiliki pangsa pasar industri yang besar.

BACA JUGA: Tahun 2021, Riscon Group Makin Ciamik Hadirkan Hunian Prestisius Di Indonesia

Selain itu, sesuai dengan namanya yang kental akan nuansa alam ini tentunya Pesona Kembang Setu memiliki sistem keamanan satu pintu, dan dilengkapi dengan fasilitas umum yang membuat hidup penghuninya semakin nyaman semisal mini sport area, ruang hijau, ruang publik, dan pedestrian way.

Untuk menuju ke Pesona Kembang Setu ini Anda dapat menggunakan akses jalan tol Tambun yang berlokasi dekat komplek Grans Wisata Bekasi, jaraknya 9,5 km dari Pesona Kembang Setu dan memakan waktu 20 menit dalam kondisi jalan normal.