1 Desember 2022

Rentfix- Jika memiliki properti (terutama rumah) yang tidak terpakai, Anda bisa mengubahnya menjadi pendapatan pasif yang menguntungkan. Hal ini lebih baik dibandingkan membiarkan properti kosong dan tidak digunakan.

Menyewakan rumah dapat membawa beberapa manfaat, Anda tidak perlu membayar orang untuk menjaga dan memeliharanya. Sebaliknya, penyewa yang akan membayar Anda untuk mendiami dan memelihara properti tersebut. Pada saat yang bersamaan, Anda juga tidak kehilangan aset properti yang bisa dijadikan investasi jangka panjang nantinya.

Hanya, sebelumnya Anda perlu memoles dan memperbaiki beberapa hal ketika perjanjian masa sewa berakhir. Ketika sebuah properti dihuni, sering kali terdapat beberapa kerusakan dan perbaikan yang diperlukan, seperti tembok yang perlu dicat ulang, mengganti gagang pintu, merapikan kabel, dan lainnya.

Lalu, bagaimana cara menetapkan harga sewa yang sesuai? Harga sewa per tahun yang ideal dapat didapatkan dengan rumus harga properti x persentase cap rate. Cap rate adalah indikator perbandingan properti yang berbeda-beda setiap daerah dan tipe properti. Biasanya, rata-rata cap rate adalah 3–5 persen.

Jika harga properti yang Anda miliki bernilai Rp 1 miliar dan memiliki cap rate 4 persen, harga sewa yang ideal adalah 1,000,000,000 x 4 persen = Rp 40 juta per tahun.

Kendati demikian, dalam menetapkan harga sewa, Anda juga perlu memerhatikan beberapa hal seperti lokasi, tujuan dan izin bangunan, fasilitas yang akan disediakan, keadaan lingkungan, dan lainnya.

Properti yang dilengkapi dengan fasilitas dan furnitur, biasanya akan disewakan dengan harga yang lebih tinggi ditambah dengan deposit untuk berjaga-jaga jika ada kerusakan. Properti yang memiliki izin spesial seperti izin usaha juga biasanya akan memiliki harga yang lebih tinggi, seperti dilansir dari Kompas.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *