Adaptasi Lingkungan dan Teknologi Di Gedung Perkantoran

Rentfix.com – Adaptasi lingkungan dan teknologi merupakan kunci dan solusi terbaik untuk dapat memastikan bahwa suatu perusahaan dan gedung dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19. Head of Real Estate Management Services Colliers Indonesia Andy Harsanto mengatakan tim pengelola gedung dan pengelola fasilitas harus dapat beradaptasi dan mempraktikkan strategi dan solusi terbaik.

Hal ini dilakukan agar roda bisnis tetap berjalan maksimal meski masih ada regulasi ketat yang harus ditaati, terutama terkait protokol kesehatan. “Masalah yang paling banyak dihadapi oleh pengelola adalah bagaimana mereka harus mencoba untuk menjaga unit tetap penuh, penyewaan tetap berjalan, dan memastikan bahwa penghuni atau penyewa selalu aman,” kata Andy dalam laporan seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (27/04/2021).

Menurut Andy, saat ini peran dan kesadaran semua pihak termasuk pemilik, pengembang, pengelola gedung dan penyewa terhadap situasi dan kondisi harus selalu berada pada level tertinggi. Dalam menghadapi permasalahan tersebut, dampak terhadap lingkungan bangunan menjadi faktor yang semakin penting dalam memerangi risiko.

Untuk membentuk masa depan properti secara strategis, menciptakan lingkungan bangunan yang sehat di gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, apartemen, dan tempat kerja, inovasi teknologi memiliki peran yang cukup besar. “Sebagian besar teknologi ini sudah diperkenalkan sebelum pandemi, namun dengan kehadiran Covid-19, penggunaan teknologi ini menjadi lebih familiar,” imbuh Andy.

Colliers mencatat sejumlah teknologi yang diprediksi akan menjadi standar bagi sebuah gedung dan tempat kerja ke depannya yaitu: Apps: Contact Tracing Applications, Front-end Service Applications Treatment: Nano Technology UV: Ozone, indoor air quality and sterilisation in heating, ventilation and air conditioning (HVAC) systems. Inovasi dan teknologi tersebut dalam jangka panjang dapat dilihat sebagai standardisasi baru sebuah gedung dan tempat kerja.

Tidak menutup kemungkinan tingkat kesehatan suatu gedung dan tempat kerja akan menjadi komponen baru yang dicari dan dibutuhkan oleh penghuninya. Sementara itu, Head of Facilities Management Colliers Indonesia Christina Ng menyebutkan penggunaan aplikasi Facility Management seperti CFM system, online approval, serta cloud database dan repositories juga dinilai cukup membantu dan manfaatnya semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Selain itu, inovasi seperti inovasi sensor pengenalan wajah, sensor tanpa sentuhan, disinfektan kotak UV akan terus digunakan, karena penggunaan tersebut merupakan investasi jangka panjang yang baik untuk gedung dan perusahaan. “Untuk meningkatkan kualitas fasilitas, tim manajemen fasilitas perusahaan perlu mematuhi standar yang diberikan oleh peraturan setempat, atau pengetahuan yang terbaru dari para ahli,” kata Christina. Christina menilai aset terpenting dalam sebuah perusahaan adalah para karyawan, aset yang jauh lebih penting daripada yang lain.

Dengan berinvestasi pada bangunan yang sehat atau tempat kerja yang sehat, dinilai akan meningkatkan kinerja karyawan perusahaan ke arah yang lebih positif dan produktif. Bangunan yang sudah mulai berinvestasi pada teknologi dan fasilitas yang mengacu pada bangunan sehat, ketika kondisi pasar mulai membaik, akan menambah nilai jual dibandingkan dengan gedung lain.

“Ketika persaingan terjadi, efek nilai tambah yang ditawarkan sebuah bangunan akan menjadi daya tarik dan eksklusivitas tersendiri,” ungkap dia. Di samping itu, untuk fasilitas yang sehat memang tidak memiliki dampak finansial secara langsung. Sementara fasilitas yang tidak sehat dapat menurunkan produktivitas karyawan; sehingga akan berdampak pada kinerja perusahaan.

Oleh karena itu, fasilitas yang sehat merupakan investasi yang baik bagi suatu perusahaan. Dengan mematuhi peraturan dan berfokus pada tren, isu terkini, kemajuan teknologi dan kepatuhan terhadap standar kesehatan dan keselamatan, tempat kerja yang sehat akan meningkatkan produktivitas karyawan. “Kepuasan, pengalaman dan kolaborasi karyawan akan berdampak pada kinerja perusahaan yang mengarah pada kepuasan pelanggan dan kualitas layanan yang baik,” tambah Christina.

Suguhkan Properti Bagi Milenial, Rentfix Properti Online Fair Digelar

Rentfix.com – Rentfix.com menggelar pameran properti virtual bertajuk Rentfix Properti Online Fair pada 17 – 18 Desember 2020.

CEO Rentfix.com Effendy Tanuwidjaja mengatakan acara ini menjadi cara yang efektif dalam mewujudkan impian kaum milenial untuk segera memiliki hunian idaman dengan menghadirkan beragam pilihan properti menarik yang ditawarkan. 

Acara perdana yang digagas oleh Rentfix bersama para mitra ini bertujuan mengedukasi kaum milenial mengenai kemudahan dalam memiliki hunian pada masa new normal pandemi covid-19.

Rentfix Properti Online Fair akan menciptakan ekosistem ruang digitalisasi dalam pasar jual beli ataupun sewa properti melalui platform digital,” ujarnya dalam pembukaan acara secara virtual pada Kamis (17/12/2020) seperti di lansir dari Bisnis.com.

Rentfix Properti Online Fair juga menghadirkan program property talks bersama para narasumber dari berbagai developer terkemuka di antaranya Jababeka Residence, OCBD, d’OrangePark, Harvest City, dan Royal Tajur, yang akan mengedukasi masyarakat mengenai kemudahan dalam memiliki hunian.

Selain itu, ada entertainment class oleh dua entrepreneur perempuan muda berbakat dari Manu Kopi dan Fastcut yang akan berbagi tentang asyiknya menjalani bisnis di masa pandemi. Pameran ini bisa diakses melalui website Rentfix.com dan youtube Rentfix dari sana nantinya calon pembeli bisa memilih hunian sesuai keinginan mereka.

Calon pembeli juga dapat melihat suasana properti dengan detail karena banyak proyek yang telah dilengkapi dengan teknologi kamera 360 Rentfix. 

Tidak hanya itu, di acara Rentfix Properti Online Fair tersebut juga diadakan promo dan diskon menarik untuk sewa prpperto hingga 50 persen dari partnership Rentfix yakni Kembali Hub dan Crosscoop. Rentfix juga memberikan diskon menarik lainnya dari Partnership Rentfix lainnya seperti Twospaces, Startspace, Wu Hub, Urban Space, dan Mula.

Saat Pandemi Dinilai Waktu yang Tepat Investasi Properti, Mengapa?

Rentfix.com – Pengamat Properti dari Epic Properti M Gali Ade Nofrans mengungkapkan, Pandemi Covid-19 merupakan waktu yang tepat untuk membeli properti. “Sekarang ini waktu sangat tepat untuk investasi atau membeli properti,” tutur Nofrans dalam webinar seperti dilansir dari Kompas.com, Rabu (26/8/2020).

Nofrans melanjutkan, hal tersebut dilatarbelakangi pemilik properti lama yang cenderung melakukan likuidasi atau melepas asetnya untuk memenuhi kebutuhan, baik secara bisnis maupun pribadi. Sehingga, kondisi saat ini membentuk  buyers market (pasar pembeli).

Selain itu, imbuh Nofrans, pengembang dan perbankan pun mengeluarkan banyak promo untuk menarik para konsumen dalam membeli properti. Bahkan, beberapa biaya yang seharusnya dibayar sebelum melakukan akad kredit telah dibebaskan dan dinilai menjadi momen yang baik bagi pembeli properti.

Kemudian, Pandemi Covid-19 juga memaksa para pelaku bisnis untuk ‘melek’ akan pemasaran secara digital. Menurut Nofrans, adanya sesuatu hal yang berbau digital akan memudahkan pembeli properti untuk memiliki hunian yang diinginkan.

“Karena, semua pengembang maupun juga bank sudah gencar di media digital. Jadi, pembeli lebih mudah untuk mencari informasi, membandingkan produk yang ingin mereka dapatkan,” kata Nofrans. Oleh karena itu, Nofrans berpesan kepada para pengembang untuk memperhatikan strategi pemasaran digital mereka.

Jadi, pengembang diminta untuk memberikan konten digital yang baik. Dengan demikian, mendapatkan atensi dari target pasar yang mereka diinginkan. Sementara untuk segmen end-user ( pengguna akhir) dinilai masih mendominasi pasar properti akan kebutuhan hunian.

Nofrans mengetahui, beberapa pengembang menahan peluncuran produk properti terbaru. Namun tak dapat dipungkiri, pengguna akhir bisa menjadi pasar tepat harus diincar oleh pengembang karena mereka tak dapat menunggu untuk memenuhi kebutuhan akan kepemilikan hunian.

Ternyata Ini Rahasia Menjaga Kesehatan di Masa Pandemi

Rentfix.com – Pandemi virus corona di Indonesia tampaknya belum akan usai dalam waktu dekat. Pasalnya, jumlah kasus positif Covid-19 masih terus bertambah setiap harinya.

Dengan kondisi tersebut, menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh di masa pandemi merupakan cara cukup bijak agar tidak tertular Covid-19.

Dokter spesialis gizi klinik Juwalita Surapsari mengatakan, berdasarkan rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO), untuk menjaga kekebalan tubuh, dibutuhkan asupan makanan dengan gizi seimbang atau well-balance diet serta aktivitas fisik yang cukup dan tidak berlebihan.

Dokter Juwalita menambahkan, makanan yang dikonsumsi pun harus berasal dari bahan makanan segar dan bukan olahan. “Poin penting yang harus diterapkan adalah makan buah dan sayur dalam jumlah yang cukup, 3-5 porsi per hari,” papar Juwalita dalam webinar Health Secret Project, Kamis (23/7/2020).

Sebagai informasi, webinar yang diselenggarakan Sunpride itu juga menghadirkan penggagas Brompton Owners Group Indonesia Baron Martanegara dan Chief Operation Officer (COO) PT Sewu Segar Nusantara Cindyanto Kristian.

Selain asupan makanan yang cukup, kebutuhan vitamin dan mineral juga harus dipenuhi untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Salah satu asupan vitamin yang harus diperhatikan adalah vitamin C.

Juwalita mengatakan, vitamin C kaya antioksidan yang dapat melawan efek radikal bebas sehingga dapat meningkatkan imun tubuh. Vitamin C juga berperan membantu produksi kolagen dalam kulit. Kolagen ini dapat menjaga kesehatan kulit sebagai lapisan terdepan yang melindungi daya kesehatan tubuh.

Dosis dan sumber asupan vitamin C

Akan tetapi, jumlah vitamin C yang dikonsumsi tidak boleh sembarangan. Sebab, konsumsi vitamin C berlebihan, seperti dari suplemen vitamin dosis tinggi, seringkali menimbulkan efek samping, seperti diare, mual, sakit kepala, nyeri ulu hati, hingga insomnia. “Rata-rata setiap orang membutuhkan 75-90 miligram vitamin C per hari,” terangnya.

Dalam memenuhi jumlah asupan tersebut, Juwalita menyarankan untuk mengonsumsi vitamin C alami yang bersumber dari buah-buahan. Sebab, buah segar tidak hanya mengandung vitamin, tapi juga mineral, serat, dan kandungan lain yang bermanfaat bagi tubuh.

Dari sekian banyak, salah satu buah dengan kandungan vitamin C cukup tinggi adalah buah jambu kristal atau guava crystal. Hasil riset kandungan gizi yang dilakukan SIG Laboratory pada 2019 menunjukkan, setiap 100 gram buah guava crystal mengandung 22,66 miligram vitamin C, 159,96 miligram kalsium, dan 3,86 miligram zat besi.

Juwalita mencontohkan, jika kita mengonsumsi satu buah guava crystal seberat 300 gram per hari, sudah mampu memenuhi kebutuhan vitamin C harian hingga 70 persen.

Sisanya, tinggal ditambahkan dari sumber lain. Konsumsi buah pun, imbuh Juwalita, aman untuk penderita diabetes. Meskipun mengandung gula, buah memiliki kadar indeks glikemik rendah sampai sedang.

Pilih buah yang aman dikonsumsi

Saat memilih buah untuk dikonsumsi, sebaiknya tidak hanya melihat kandungan nutrisi dan vitaminnya. Faktor keamanan dan kebersihan buah juga harus diperhatikan, terlebih di masa pandemi Covid-19 yang penularannya bisa terjadi lewat banyak perantara.

Sampai saat ini, kata Juwalita, penularan Covid-19 lewat makanan memang belum terbukti, tetapi masyarakat sebaiknya jangan hanya terpaku pada virus itu saja. “Kita juga harus memperhatikan bakteri dan virus lain yang mungkin menempel di buah,” ungkapnya.

Oleh karena itu, saat memilih buah sebaiknya pilih yang bebas dari berbagai kandungan berbahaya, seperti residu pestisida, residu kimia berbahaya, patogen, serta proses produksi dan distribusinya aman tanpa kontaminasi fisik yang membahayakan.

COO PT Sewu Segar Nusantara Cindyanto Kristian mengungkapkan, salah satu tanda buah yang aman untuk dikonsumsi adalah buah yang berasal dari perkebunan bersertifikasi Global Good Agricultural Practice ( GAP).

“Perkebunan yang sudah memiliki sertifikat Global GAP berarti sudah memiliki standar keamanan pangan yang baik,” kata pria yang akrab disapa Cindy itu seperti dilansir dari Kompas.com.

GAP merupakan sistem sertifikasi proses produksi agrikultur agar sesuai dengan standar dunia. Sertifikasi ini memastikan keamanan produk buah untuk dikonsumsi karena bebas dari residu kimia, patogen, dan kontaminasi fisik lain.

Untuk bisa mendapatkan sertifikat GAP, sebuah perkebunan harus memenuhi standar ketat berdasarkan praktik agrikultur yang baik. Terdapat 4 kriteria utama yang diatur, yakni jaminan keamanan pangan, informasi tentang buah dapat dilacak dari perkebunan hingga pasar, kesejahteraan pekerja, dan praktik produksi ramah lingkungan.

“Standar serta protokol keamanan yang ketat itu untuk memastikan produk kami benar-benar aman dikonsumsi. Apalagi di masa pandemi virus corona saat ini,” ujar Cindy.

Karena persyaratan yang ketat tersebut, belum semua perkebunan bisa memiliki sertifikasi GAP. Di Indonesia, perkebunan milik PT Great Giant Pineapple masih menjadi satu-satunya pemegang sertifikasi Global GAP untuk buah guava crystal, pisang cavendish, dan nanas honi dengan merek Sunpride.

Imbangi dengan olahraga

Di samping memenuhi asupan vitamin, aktivitas olahraga juga penting dalam menjalankan gaya hidup seimbang. Juwalita mengungkapkan, hampir semua jenis olahraga bisa dilakukan di masa pandemi. Namun yang perlu diingat, kata Juwalita, olahraga saat pandemi dilakukan untuk menjaga kebugaran dan imunitas tubuh.

“Jadi, tidak perlu olahraga terlalu berat. Misalnya, bersepeda. Itu juga sudah bagus. Tinggal porsinya disesuaikan dan cara melakukannya tepat,” ucapnya. Sebelum olahraga, Juwalita menganjurkan, untuk mengonsumsi makanan ringan yang mengandung karbohidrat sebagai sumber energi.

Kemudian, setelah selesai berolahraga disarankan langsung memberikan tubuh asupan nutrisi agar tidak terjadi kelelahan berkepanjangan. Asupan nutrisi yang dianjurkan Juwalita untuk dikonsumsi sebelum dan setelah olahraga adalah buah-buahan, seperti pisang.

Kandungan kalium pada pisang dapat menggantikan elektrolit yang hilang dari tubuh karena berkeringat saat olahraga. Nah, saat bersepeda alias gowes, ada juga beberapa hal yang harus diperhatikan. Salah satunya aspek keamanan. Penggagas Brompton Owners Group Indonesia (Bogi), komunitas khusus pemilik sepeda Brompton, Baron Martanegara mengatakan, usahakan jangan sendirian saat bersepeda di luar ruangan.

“Tapi jangan juga berkumpul dengan terlalu banyak orang. Maksimal 5 orang dalam satu rombongan dan saling menjaga jarak, ” ucap Baron. Baron juga menganjurkan untuk tetap menggunakan masker serta menghindari bersepeda di jalur menanjak.

Pasalnya, ketika melewati jalan menanjak kebutuhan oksigen tubuh akan meningkat yang dapat menyebabkan sesak napas karena hidung dan mulut yang tertutup masker. “Solusinya, ketika berolahraga dengan menggunakan masker kemudian mulai merasa sesak napas. Segera hentikan aktivitas olahraga sejenak, cari tempat aman, kemudian bisa menurunkan masker untuk menarik napas hingga kembali normal,” paparnya.

Untuk mendukung gaya hidup sehat masyarakat, Sunpride mengadakan promo Sunpride Superpoin dengan 2 unit sepeda Brompton sebagai hadiah utamanya. “Cara mengikuti promonya mudah. Silakan beli buah-buahan Sunpride di supermarket atau toko terdekat, tapi jangan buang struk pembeliannya,” ucap Cindy.

Setelah itu, foto dan upload bukti pembelian ke website sunpridesuperpoin.co.id untuk mendapatkan poin yang bisa ditukar dengan hadiah. Selain sepeda Brompton, ada juga voucher GoPay senilai ratusan juta rupiah dan 50 unit sepeda lipat yang bisa dimenangkan.

Promo ini berlangsung pada 1 Agustus – 31 Oktober 2020 mendatang. Informasi lebih lengkap tentang promo ini bisa dilihat di akun Instagram Sunpride atau di laman Sunpride Superpoin.

Fenomena ‘Sepedaan’ Meningkat, Buku Panduan Diluncurkan

Rentfix.com – Pandemi Covid-19 menjadikan bersepeda sebagai aktivitas harian, termasuk saat berangkat hingga pulang bekerja. Oleh sebab itu, Bike2Work Indonesia, Road Safety Association, Forum Diskusi Transportasi Jakarta (FDTJ), Masyarakat Transportasi Indonesia wilayah DKI Jakarta, serta Dewan Transportasi Kota Jakarta (DKTJ) menerbitkan Buku Panduan Bersepeda secara gratis.

Menurut pegiat Bike2Work Indonesia Poetoet Soedarjanto, buku panduan ini merupakan salah satu upaya bersama guna mengajak dan mengingatkan para pengguna agar mampu mengendarai sepeda dengan baik.

“Pengguna sepeda dapat memberikan kontribusi terbaik untuk menuju jalan raya yang aman, nyaman dan berkeselamatan,” ujarnya dalam siaran pers seperti dilansir dari Kompas.com, Jumat (7/8/2020).

Bukan tanpa alasan, pemberian buku panduan bersepeda secara cuma-cuma ini karena fenomena peningkatan penjualan sepeda pada tahun 2020 hingga 250 persen.

Laporan dari Koordinator Wilayah (Koorwil) Bike2Work Seluruh Indonesia mencatat, fenomena tersebut menjadikan aktivitas bersepeda meningkat drastis.

Survey Bike2Work Indonesia menunjukkan, 42,7 persen responden menggunakan sepeda sebagai bagian dari aktivitas berolahraga dan moda transportasi pilihan untuk bekerja.

Lalu, 57,3 persen menganggap sepeda adalah alat mereka berolahraga. Survey ini melibatkan sebanyak 14.382 responden di seluruh Indonesia. Sementara, sebanyak 21,8 persen pesepeda baru memulai aktivitasnya tersebut kurang dari satu tahun.

Di balik fenomena yang baik ini, nyatanya masih ditemuka para pesepeda yang belum teredukasi mengenai tata tertib bersepeda di jalan raya.

Demikian halnya cara bersepeda yang aman untuk kesehatan, serta bagaimana menjadikan sepeda sebagai bagian dari aktivitas harian, dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, dengan adanya buku ini bisa memberikan suatu pembelajaran bagi para pesepeda untuk melakukan aktivitasnya tersebut dengan benar dan aman.

Buku tersebut rencananya akan diupayakan untuk disisipkan pada produk- produk sepeda atau aksesoris sepeda yang dijual, seperti helm atau jersey. Meski belum diluncurkan, satu pabrikan sepeda dan satu produsen jersey skala internasional telah berkomitmen untuk turut serta dalam program ini.

Sektor Perumahan Diyakini Mampu Pulihkan Ekonomi

Rentfix.com – Kolaborasi berbagai entitas keuangan dan perumahan diyakini dapat mengakselerasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang saat ini menjadi fokus pemerintah untuk menggerakkan ekonomi dalam negeri. Potensi dan daya ungkit dari dua sektor tersebut, dinilai sangat besar terhadap perekonomian nasional.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara, mengatakan, program PEN merupakan bagian dari kebijakan luar biasa yang ditempuh pemerintah untuk memitigasi dampak pandemi Covid-19.

Terutama, dampak terhadap ekonomi yang mengalami penurunan tajam akibat virus tersebut. Program PEN juga digelontorkan untuk industri perumahan mengingat dampak lanjutan yang besar dari akselerasi di sektor tersebut.

“Untuk itu, sektor perumahan perlu terus melakukan terobosan dan instrumen baru karena sektor ini punya multiplier effect terhadap 170 industri lainnya.

Kami harapkan dengan upaya tersebut dapat meningkatkan permintaan dari sektor lain sehingga mendorong pemulihan ekonomi,” jelas Suahasil dalam webinar bertajuk ‘Sinergi untuk Percepatan Pemulihan Sektor Perumahan‘ di Jakarta seperti dilansir dari Beritsatu, Rabu (29/7/2020).

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera), Eko D Heripoerwanto, menjelaskan, Kempupera telah menggelontorkan berbagai skema kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi, seperti subsidi selisih bunga (SSB), fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), dan bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT).

“Skema tersebut diberikan untuk mendongkrak industri perumahan subsidi di tanah air. Kami meyakini langkah strategis tersebut, akan mempercepat pemulihan sektor perumahan yang juga akan berpengaruh pada ekonomi nasional,” kata Eko.

Hingga kini, pemerintah memang telah memberikan berbagai stimulus untuk mendongkrak sektor perumahan. Stimulus tersebut diberikan untuk menggarap angka backlog perumahan di Indonesia sekaligus mengakselerasi program PEN.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Pahala Nugraha Mansury, menjelaskan, sebagai salah satu entitas perbankan dalam ekosistem perumahan ini, adanya keberpihakan pemerintah mulai dari aturan hingga penempatan dana negara menjadi angin yang segar.

“Kredit yang di alirkan Bank BTN, juga memiliki dampak ekonomi jangka panjang. Sebab, kredit tersebut akan menjadi tempat tinggal yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Tidak hanya itu, kredit yang disalurkan ke sektor perumahan pun akan memberikan multiplier effect terhadap sekitar 177 subsektor industri lainnya,” jelas Pahala.

Menurut Pahala, Bank BTN sendiri tercatat telah menerima dana negara sebesar Rp 5 triliun pada medio Juni 2020. Seluruh dana negara yang telah ditempatkan pemerintah tersebut, diprediksi akan terserap habis pada akhir Juli 2020. “Kami meyakini perseroan bisa menyalurkan total kredit sebesar Rp 15 triliun dari dana negara tersebut sebelum akhir September 2020,” tegasnya.

Pahala melanjutkan,hingga kini sektor perumahan di tanah air, baru memberikan kontribusi terhadap PDB Nasional sebesar 2,77 persen. Posisi tersebut jauh di bawah kontribusi properti di negara kawasan Asean lainnya yang berkisar 8 persen hingga 23 persen.

“Sehingga, kami berkomitmen akan terus mendukung pengembangan sektor perumahan. Apalagi di masa pandemi ini, rumah menjadi tempat berlindung paling aman bagi masyarakat Indonesia,” tandas Pahala.

Sukses Bisnis Sewa Properti, Rentfix Luncurkan Fitur Jual Beli

Rentfix.com – Setelah sukses pada bisnis sewa properti, Rentfix saat ini tengah mengembangkan usahanya dengan menggarap segmen jual beli properti. Situs sewa properti ini telah meluncurkan fitur Rentfix Jual-Beli yang bisa diakses melalui halaman webisite maupun aplikasi mobile Rentfix, Senin (20/07/2020).

CEO Rentfix.com Effendy Tanuwidjaja mengatakan fitur Rentfix Jual-Beli ini akan sangat mempermudah para pengembang properti dan masyarakat untuk membeli dan menjual properti primary dan secondary yang dipasarkan secara digital. “Di awal soft launching Rentfix Jual-Beli ini akan ada 100 listing properti primary yang availaible” ujar Effendy.

Effendy menerangkan cara kerja fitur Rentfix Jual-Beli ini memiliki proses yang sangat mudah sama seperti proses sewa properti Rentfix. Pengguna dan pengembang properti hanya perlu mendaftar pada halaman website Rentfix dengan mengisi indentitas properti yang ingin dibeli maupun jual.

Kemudian para calon pembeli properti akan dengan mudah untuk mencari dan membeli properti secara online dengan proses pembayaran yang cepat dan aman. Untuk itu, fitur Rentfix Jual-Beli sangat membantu, efektif dan efisien digunakan.

“Hadirnya fitur Rentfix Jual-Beli didasari oleh banyak demand dari para pengembang properti, mitra, dan end user terhadap meningkatnya pasar jual-beli properti. Maka, Rentfix menyambut baik permintaan tersebut dan merealisasikannya menjadi fitur Rentfix Jual-Beli”, tambah Effendy.

Adapun keunggulan fitur Rentfix Jual-Beli bagi masyarakat yaitu mudah mencari properti secara online tanpa harus keluar rumah, menjelajah properti lewat galeri 360 Rentfix, pilihan tipe properti dengan harga variatif, dan refund jika terjadi pembatalan.

Menariknya lagi, biaya pemesanan yang sangat terjangkau bagi kaum milenial, fasilitas escrow account untuk transaksi booking yang aman bagi pembeli serta kerjasama dengan bank untuk mempermudah proses pengajuan KPR, asuransi, dan desain interior.

Peluncuran fitur Rentfix Jual-Beli didukung oleh para pengembang properti yang sudah bekerjasama menjadi Mitra Rentfix diantaranya Ciputra (Citra Landmark), Tamansari Gangga, d’Orange Park, The Padmayana, The Conexio, OCBD, The Premiere MTH, Norrington Suites, dan Harvest City.

“Beberapa mitra kami tersebut akan kami prioritaskan untuk mensinergikan fitur Rentfix Jual-Beli ini. Ke depan, Rentfix juga terus menyambut baik ajakan kerjasama dengan para pengembang lainnya untuk menjadi mitra Rentfix agar sama-sama dapat memajukan sektor properti di Indonesia” pungkas Effendy.

Properti Sewa Mulai Menggeliat di Tengah New Normal

Rentfix.com – Bisnis properti sewa lambat laun mulai kembali menggeliat menyusul adanya pelonggaran pembatasan sosial dan jelang penerapan kenormalan baru atau new normal.

Perusahaan marketplace properti Rentfix.com mencatat kenaikan 15 persen. Direktur Rentfix Effendy Tanuwidjaja mengatakan pihaknya mencatat adanya kenaikan di segmen tertentu seperti ruang sewa perkantoran yang sebelumnya mengalami tekanan hebat karena adanya anjuran bekerja dari rumah atau work from home.

Kenaikan properti sewa terutama terjadi pada saat pembatasan sosial berskala besar transisi di DKI Jakarta diterapkan.

“Dengan mulainya masyarakat maupun perusahaan mulai menghadapi era new normal, ada permintaan sewa yang mulai meningkat. Selama dua minggu terakhir saat kita memasuki PSBB transisi, ada peningkatan permintaan sewa kurang lebih 15 persen dari masa PSBB, namun masih pada level di bawah normal sebelum ada pandemi,” katanya seperti dilansir dari Bisnis, Kamis (18/6/2020).

Effendy mengatakan bahwa segmen pergudangan masih menjadi permintaan tertinggi untuk sewa, atau masih sama seperti pada masa PSBB seiring dengan semakin berkembangnya retail online.

Sementara itu, untuk sewa perkantoran dan tempat usaha, katanya, secara kesuluruhan mulai mengalami peningkatan meskipun kecil lantaran adanya kebutuhan sementara untuk ruang kantor tambahan guna mengakomodasi kebutuhan tempat kerja yang menerapkan jaga jarak minimal.

“Contohnya di daerah Jakarta Barat, ada beberapa perusahaan yang membutuhkan sewa kantor selama 6 bulan ke depan karena kantor pusatnya tidak bisa lagi menampung full team dalam satu kantor, maka memiliki kantor fleksibel selama new normal,” katanya.

Selain itu, Effendy menambahkan bahwa ada juga tren baru yang menerapkan kerja dekat rumah. Bila tadinya pegawai tersebut kerja di rumah karena corona, akan tetapi sekarang perusahaan memilih untuk tempat kerja tersebar berdasarkan jarak dekat tempat tinggal karyawan tersebut.

Ke depan, pihaknya tetap optimis bahwa bisnis ini terus tumbuh seiring dengan pendekatan digital. Digitalisasi ruang dan tempat, sewa menyewa seperti pelayanan customer, pembayaran, maupun perjanjian digital dinilai makin penting.

“Kami tetap bekerja keras untuk meyakinkan para stakeholder sektor properti Indonesia bahwa dengan sewa fleksibel dan proses digital akan menciptakan peluang baru di sektor properti yang memerlukan inovasi baru,” tuturnya.

Rentfix Ajak Masyarakat Pasang Iklan Properti Gratis

Rentfix.com – Situs market place sewa menyewa properti Rentfix memberikan layanan pasang listing properti secara gratis. Program ini akan berlangsung selama masa  Pandemi Covid-19.

Chief Executive Officer (CEO) PT Real Estate Teknologi Effendy Tanuwidjaja mengatakan, Rentfix mengajak masyarakat Indonesia untuk menggunakan momen work from home (WFH) dengan memasang iklan properti secara gratis dan tak terbatas (unlimited). “Selain gratis, masyarakat pun akan memiliki pendapatan (revenue) dari properti yang disewakannya,” ujar Effendy dalam siaran resminya yang diterima Kompas.com, Selasa (12/5/2020).

Cara memasang listing properti gratis ini pun terbilang mudah. Anda cukup mendaftarkan akun melalui aplikasi Rentfix mobile dan juga bisa mengunjungi halaman resmi Rentfix untuk melakukan registrasi. Kemudian dalam beberapa menit Anda langsung terdaftar sebagai user Rentfix dan bisa langsung pasang iklan properti secara gratis. Beragam tipe properti dapat Anda tawarkan, mulai dari kategori Rentfix Business yakni kios, ruko, toko, kantor dan co-working space.

Kemudian pada kategori Rentfix Stay  terdapat pilihan rumah, apartemen, dan vila. serta Rentfix Inventory (pergudangan). Lebih lanjut Effendy menjelaskan properti yang nantinya tersewa, hanya akan dikenakan potongan 1 persen dari proses transaksi yang berhasil dibukukan melalui Rentfix. Sementara 99 persen keuntungan lainnya akan dikembalikan lagi kepada pemilik properti.

Untuk dapat menjangkau pasar properti yang lebih luas, Rentfix membuka jalinan kerja sama dengan para pengembang, agen maupun platform properti lainnya sebagai mitra atau.

Hingga saat ini Rentfix telah menggandeng puluhan mitra. Di antaranya Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), Citra Landmark (Ciputra Group), Daan Mogot Eraprima, dan Padina. Kemudian Puri Orchard, Cengkareng Business City (CBC), Boutique Office, AKR Tower, The Padmayana, The Conexio, d’ Orange Park, Harvest City, dan Tamansari Gangga.

Untuk mitra co-working space terdapat Ruang dan Tempo, Mula Indonesia (Galeria Jakarta), Greenhub, Urbanspace, dan Dreamhub. Kemudian untuk kantor agen properti Rentfix bekerja sama dengan Prop2Go, More Property, Lexus, dan Seven Star Property.

Selain itu, dalam masa Pandemi Covid-19, Rentfix mengajak masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi mendonasikan sumbangan untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak Covid-19 melalui platform kitabisa.com.

Mau Pasang Properti GRATIS dan Cepat Tersewa? #DiRentfixAja

Rentfix.com – Setiap jam dan setiap harinya ada ratusan orang memasang iklan properti GRATIS di Rentfix.com. Mulai dari rumah, apartemen, vila, ruko, kios, kantor, coworking space hingga gudang. Kamu dengan mudah dapat mengiklankan beranekaragam tipe properti sebanyak-banyaknya.

Untuk itu, pastikan properti yang kamu pasang di Rentfix memiliki informasi yang sangat lengkap. Dengan memasukan informasi secara lengkap, maka semakin besar pula kesempatan properti kamu segera tersewa.

Untuk menarik calon penyewa, berikut 6 tips memasang iklan properti di Rentfix:

1. Foto Properti Asli dengan Kualitas Terbaik

Pastikan foto properti yang Anda gunakan adalah foto asli. Jangan menggunakan foto properti lain yang tidak sesuai. Dan gunakan foto yang memiliki kualitas baik. Beresolusi tinggi, tajam, fokus, dan tidak gelap. Sehingga akan ada banyak orang yang tertarik dengan properti kamu.

2.Ukuran Foto Sesuai dan Foto Berbagai Sudut

Gunakan foto dengan ukuran dibawah 4 MB. Pastikan untuk menggunakan foto bagian depan rumah sebagai sudut utama. Lengkapi juga dengan beragam sudut rumah lainnya seperti garasi, ruang tamu, ruang tidur, kamar mandi, dapur, ruang tengah, halaman belakang, dan fasilitas properti lainnya.

3. Foto Berisi Informasi

Selama tidak menutup sebagian gambar properti, foto yang dipasang boleh berisikan informasi. Mulai dari informasi rumah, nomor telepon agen, nama agen, alamat, hingga logo kantor. Foto tidak boleh memiliki watermark situs properti lain.

4. Foto 3D dan Tampilan Brosur

Agen boleh menampilkan foto 3D ataupun maket dalam iklan properti baru (primary) dan juga tidak menampilkan brosur di foto utama. Brosur bisa di-upload sebagai foto properti. Tapi agen dilarang memasangnya sebagai foto utama.

5. Foto Untuk Satu Bingkai dan Site Plan

Gunakan satu foto untuk satu bingkai dan foto yang dipasang sebaiknya merupakan foto penuh dan bukan kolase. Sehingga gambar properti akan terlihat dengan jelas dan tidak diperbolehkan memasang foto site plan saja tanpa memberikan tambahan foto lain. Kecuali untuk iklan tanah.

6. Keterangan Iklan Sesuai, Informatif dan Harga Sesuai

Properti yang disewa harus sesuai dengan keterangan kategorinya. Artinya informasi yang dimasukkan harus sesuai dengan properti yang disewakan. Jangan lupa untuk memasukkan deskripsi dengan sangat detail tentang properti. Sehingga memudahkan calon pembeli untuk mencari dan mengetahui informasi tentang properti kamu serta pasanglah harga yang sesuai dengan harga sewa properti. Jangan memberikan harga palsu.