Yuk Simak, Panduan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19 untuk Sambut New Normal

Rentfix.com – Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan yang memperbolehkan masyarakat usia di bawah 45 tahun untuk kembali menjalankan aktivitasnya. Hal itu salah satunya untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.  Sebelumnya, semua orang tanpa memandang kelas usia, diminta untuk tetap tinggal di rumah demi memotong rantai persebaran virus corona penyebab Covid-19.

Untuk itu, kini sebagian masyarakat yang dipandang lebih aman terhadap risiko infeksi virus ini, diperkenankan untuk kembali bekerja dan melakukan aktivitasnya sekaligus dalam rangka menyambut new normal. 

Menurut Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmita, new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19. 

Menurut Wiku, prinsip utama dari new normal itu sendiri adalah dapat menyesuaikan dengan pola hidup. “Secara sosial, kita pasti akan mengalami sesuatu bentuk new normal atau kita harus beradaptasi dengan beraktifitas, dan bekerja, dan tentunya harus mengurangi kontak fisik dengan orang lain, dan menghindari kerumunan, serta bekerja, bersekolah dari rumah,” kata Wiku seperti dilansir dari Kompas.com, baru-baru ini.

Apa saja protokol kesehatan Covid-19 yang harus ditaati masyarakat? Berikut ini rinciannya, berdasarkan informasi yang dimiliki oleh Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19:

1. Jaga kebersihan tangan

Bersihkan tangan dengan cairan pencuci tangan atau hand sanitizer, apabila permukaan tangan tidak terlihat kotor. Namun, apabila tangan kotor maka bersihkan menggunakan sabun dan air mengalir.

Cara mencucinya pun harus sesuai dengan standar yang ada, yakni meliputi bagian dalam, punggung, sela-sela, dan ujung-ujung jari. 2. Jangan menyentuh wajah Dalam kondisi tangan yang belum bersih, sebisa mungkin hindari menyentuh area wajah, khususnya mata, hidung, dan mulut.

Mengapa? Tangan kita bisa jadi terdapat virus yang didapatkan dari aktivitas yang kita lakukan, jika tangan kotor ini digunakan untuk menyentuh wajah, khususnya di bagian yang sudah disebutkan sebelumnya, maka virus dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh.

3. Terapkan etika batuk dan bersin

Ketika kita batuk atau bersin, tubuh akan mengeluarkan virus dari dalam tubuh. Jika virus itu mengenai dan terpapar ke orang lain, maka orang lain bisa terinfeksi virus yang berasal dari tubuh kita. Terlepas apakah kita memiliki virus corona atau tidak, etika batuk dan bersin harus tetap diterapkan.

Caranya, tutup mulut dan hidung menggunakan lengan atas bagian dalam. Bagian ini dinilai aman menutup mulut dan hidung dengan optimal, selain itu bagian lengan atas dalam ini tidak digunakan untuk beraktivitas menyentuh wajah. Sehingga relatif aman. Selain dengan lengan, bisa juga menutup mulut dan hidung menggunakan kain tisu yang setelahnya harus langsung dibuang ke tempat sampah.

4. Pakai masker

Bagi Anda yang memiliki gejala gangguan pernapasan, kenakanlah masker medis ke mana pun saat Anda keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain. Setelah digunakan (masker medis hanya bisa digunakan 1 kali dan harus segera diganti), jangan lupa buang masker di tempat sampah yang tertutup dan cuci tangan setelah itu.

Namun, bagi Anda yang tidak memiliki gejala apapun, cukup gunakan masker non-medis, karena masker medis jumlahnya lebih terbatas dan diprioritaskan untuk mereka yang membutuhkan.

5. Jaga jarak

Untuk menghindari terjadinya paparan virus dari orang ke orang lain, kita harus senantiasa menjaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter. Terlebih, jika orang tersebut menunjukkan gejala gangguan pernapasan.

Jaga jarak juga dikenal dengan istilah physical distancing. Kita dilarang untuk mendatangi kerumunan, meminimalisir kontak fisik dengan orang lain, dan tidak mengadakan acara yang mengundang banyak orang.

6. Isolasi mandiri

Bagi Anda yang merasa tidak sehat, seperti mengalami demam, batuk/pilek/nyeri tenggorokan/sesak napas, diminta untuk secara sadar dan sukarela melakukan isolasi mandiri di dalam rumah. Tetap berada di dalam rumah dan tidak mendatangi tempat kerja, sekolah, atau tempat umum lainnya karena memiliki risiko infeksi Covid-19 dan menularkannya ke orang lain.

7. Jaga kesehatan

Selama berada di dalam rumah atau berkegiatan di luar rumah, pastikan kesehatan fisik tetap terjaga dengan berjemur sinar matahari pagi selama beberapa menit, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan melakukan olahraga ringan. Istirahat yang cukup juga sangat dibutuhkan dalam upaya menjaga kesehatan selama masa pandemi ini.

Cara Sederhana Agar Tetap Sehat Saat Berpuasa

Rentfix.com – Menjalani ibadah puasa terkadang membuat sebagian kalangan yang menjalani merasa lemas dan cepat mengantuk. Meski demikian, ada berbagai trik yang bisa dilakukan agar bisa tetap segar dan sehat selama berpuasa. Seorang dokter yang juga kreator aktif di TikTok, Dion Haryadi, memberikan berbagai tips sehat selama puasa ramadan yang mungkin dapat diterapkan.

Ciptakan kebiasaan baik

Menurut dokter asal Batam ini, bulan puasa adalah waktu yang tepat membangun kebiasaan baik, dengan target yang jelas dan perencanaan yang matang. Contohnya, kurangi konsumsi minuman manis dimulai dengan menurunkan frekuensi minum dari kali perhari, jadi dua kali per minggu.

Jangan langsung berbuka dengan makanan berat

Dengan menjalankan puasa, frekuensi makan akan otomatis berkurang, begitu pun kalori yang masuk ke tubuh akan berkurang dan berat badan pun bisa turun. Adapun yang sering terjadi, saat berbuka banyak orang yang langsung makan berat dan banyak. Oleh karena itu, dr Dion menyarankan untuk cukup minum air putih dan buah yang tinggi serat dan gula seperti kurma untuk mengembalikan kadar gula darah.

Mengatur porsi gizi seimbang

Untuk mendapatkan tingkat gizi seimbang dan mengenyangkan, dr Dion menyarankan untuk membagi piring menjadi enam bagian. Dua bagian untuk karbohidrat, satu bagian untuk sumber protein seperti daging, ikan, ayam, dan lainnya. Selanjutnya, dua bagian untuk sayur-sayuran, dan satu bagian untuk buah-buahan.

Pilih menu sahur

Saat sahur, sebaiknya tidak makan menu dengan glycemic index atau kadar gula yang terlalu tinggi, sehingga saat berpuasa nanti penurunan kadar gulanya tidak menurun terlalu drastis. Caranya, dengan menggabungkan makanan dengan glycemic index yang tinggi seperti nasi putih, dengan glycemic index rendah seperti daging dan sayuran.

Jangan malas bergerak

Saat pandemi Covid-19 ini, merupakan momentum yang pas untuk lebih memperhatikan aktivitas fisik, meskipun hanya berjalan-jalan di dalam rumah ataupun membersihkan kamar. Oleh karenanya, dr Dion menyarankan waktu yang tepat untuk berolahraga adalah 30 menit sebelum buka puasa atau 2-3 jam setelah berbuka dengan makanan berat. Namun, tidak perlu olahraga yang berat, cukup yang berintensitas rendah dan sesuai dengan kemampuan masing-masing seperti dilansir dari BeritaSatu.com.

Bosan di Rumah? Yuk, Coba Virtual Ruang Digital Properti Rentfix

Virtual Ruang Digital Properti Rentfix, Cara Mudah Temukan Ruang Properti di Indonesia“.

Rentfix.com – Di masa pandemi saat ini masyarakat Indonesia tidak bisa lagi bebas untuk berpergian atau jalan-jalan saat hari libur tiba. Masyarakat sebagai kunci utama penyebaran virus corona penyebab Covid-19 ini pun harus menaati imbauan pemerintah untuk melakukan penjarakan fisik atau sosial, dan melakukan semua aktivitas dari rumah saja.

Baca Juga: Momen WFH, Rentfix Ajak Masyarakat Iklankan Properti Secara Gratis

Rasa bosan dan jenuh pun banyak dialami oleh mereka yang lebih kurang satu bulan ini melakukan segala aktivitas dari dalam rumah saja. Untuk itu, Rentfix menghadirkan program layanan digital yang memungkinkan masyarakat untuk menjelajah ruang properti meski harus dari dalam rumah. Program tersebut bernama fitur 360 Ruang Digitalisasi Rentfix yang dapat diakses di tautan ini.

Baca Juga: Bersama Para Mitra Tunjukkan Komitmen dalam Pelayanan Sewa Properti

Dalam program yang sudah diadakan sejak 27 September 2019 ini, masyarakat dapat menikmati beragam ruang properti yang dikemas dalam fitur 360 diantaranya ruang digital apartemen Puri Casablanca, The Padmayana, sedangkan untuk coworking space ada ruang digital Dreamhub, Urbanspace yang menyimpan ruang properti dengan memberi banyak fasilitas menarik. Semuanya dapat diakses secara gratis dan pastinya tetap dari dalam rumah.

Baca Juga: Dukung WFH, Ini Apartemen Yang Pas Buat Milenial

Anda dapat menyaksikan Ruang Digitalisasi tersebut dengan menggunakan teknologi fitur 360 Rentfix. Masyarakat seolah-olah ikut langsung dalam menyaksikan ruang properti yang sedang ditampilkan. Selain dalam format video, keindahan berbagai ruang properti tersebut juga bisa dinikmati lewat kumpulan hasil fotografi dalam listing yang memanjakan mata. Menariknya lagi, Anda juga dapat melakukan pasang properti gratis di Rentfix. Semua dilakukan di dalam rumah dan hanya mengandalkan gadget Anda.

Baca Juga: Generasi Milenial Lebih Senang Menyewa Dibandingkan Membeli Properti

Inilah mengapa program ini juga disebut sebagai Virtual Ruang Properti Rentfix. Liburan digital ini, disebut Rentfix sebagai cara termudah untuk menemukan ruang-ruang properti di Indonesia.

Menata Rumah dengan Tema Kekinian

Rentfix.comHunian sempit selalu menjadi tantangan bagi penghuni serta desainer interior. Namun, dengan penataan yang tepat, hunian sempit akan terasa lapang karena furnitur dan dekorasi yang serba efisien.

Selain penataan yang tepat guna, tema interior juga harus dipertimbangkan agar tak lekang zaman. Salah satunya adalah tema natural classy living, yang kekinian namun tetap berkelas. Tema ini memungkinkan hunian dengan nuansa natural mampu menciptakan suasana yang nyaman bagi penghuni. Berikut adalah inspirasi hunian bertema natural classy livingyang bisa Anda coba di rumah atau apartemen.

1. Dominasi kayu dan dekorasi tumbuhan

photo-1564013799808-a6b0683e31d4.jpg

Kayu adalah elemen penting dalam hunian ini. Hampir semua furnitur yang dipakai menggunakan kayu berwarna cokelat, baik polos maupun terdapat aksen guratan. Tak hanya terasa natural, warna cokelat pada kayu mampu memberikan ketenangan yang maksimal bagi penghuninya. Sebagai sentuhan tambahan, pemakaian dekorasi berupa tanaman hias juga hadir menghidupkan suasana hunian.

Baca Juga: Beri Edukasi Pada Anak, Mengapa Harus Terus Berada di Rumah

2. Penggunaan furnitur esensial

photo-1575615599960-852d4ca19e1e.jpg

Dalam sebuah hunian, furnitur yang digunakan sebaiknya yang benar-benar dibutuhkan saja. Misalnya dalam ruang tengah di gambar hanya membutuhkan meja TV, sofa, coffee table, rak pajangan, dan dekorasi seperti karpet dan hiasan. Dengan penggunaan furnitur esensial, fungsinya dapat dimaksimalkan dengan baik dan hemat ruang. Aktivitas pun bisa dijalankan dengan lebih leluasa.

Baca Juga: Jaga Kebersihan Rumah Saat Social Distancing

3. Pencahayaan yang cukup

photo-1505691938895-1758d7feb511.jpg

Sebuah hunian dikatakan sehat apabila memiliki pencahayaan yang cukup, baik alami maupun buatan. Agar keduanya seimbang, jendela yang lebar serta lampu utama dan dekorasi harus ada. Pada hunian ini, jendela ditutupi tirai sheer guna meminimalisasi cahaya matahari yang terlalu terik. Untuk memperindah ruang, lampu-lampu dekoratif pun dihadirkan, seperti lampu lantai di dekat jendela serta lampu gantung di atas meja makan.

4. Furnitur multifungsi

photo-1586121778101-a64f3aa8df4c.jpg

Selain esensial, furnitur yang ada juga harus multifungsi, seperti tempat tidur pada ruangan ini. Selain dapat menopang kasur, tempar tidur bisa menjadi area penyimpanan tambahan yang berada di bagian bawahnya. Rak dinding di sebelah kiri ruangan tak hanya berguna sebagai alas dekorasi untuk berdiri. Bagian bawah rak bisa ditambahkan gantungan untuk menggantung pakaian-pakaian yang sering digunakan.

5. Pemakaian cat dinding hijau

photo-1498491751984-14acb85d7d90.jpg

Jika di ruangan lain dindingnya berwarna putih, lain halnya dengan kamar tidur ini. Senada dengan nuansa natural, salah satu sisi dinding diwarnai dengan cat hijau daun dan diimbangi dengan cat putih di sisi lainnya. Unsur kayu tetap hadir melalui tempat tidur dan dekorasi wadah rotan di atas lemari penyimpanan putih. Kombinasi-kombinasi warna ini menciptakan nuansa ruangan yang baik untuk beristirahat atau berelaksasi.

Baca Juga: Hanya 4 Langkah Mendesain Ruang Tamu Ramah Anak

Sumber: Kompas.com dan Rentfix.com

Hanya 4 Langkah Mendesain Ruang Tamu Ramah Anak

Rentfix.com – Sebagian dari Anda mungkin suka mendandani ruang tamu dengan berbagai macam keinginan. Bagi yang sudah memiliki buah hati, tak hanya keinginan Anda yang harus dipikirkan. Namun, keselamatan anak juga. Dengan demikian, Anda perlu menciptakan dekorasi ruang tamu ramah anak. Berikut ini tips mendekorasi ruang tamu ramah anak:

1. Pilih meja bundar

Berhati-hatilah ketika memilih salah satu perabotan paling sentral di ruang tamu, yakni meja. Karena, pemilihan meja yang salah dapat membahayakan keselamatan anak Anda. Maka dari itu, pilihlah meja berbentuk bundar untuk diletakkan di meja tamu Anda. Jika Anda memilih meja berbentuk persegi, pastinya akan berbahaya untuk anak Anda. Hal tersebut disebabkan sisi meja berbentuk persegi memiliki empat sisi tajam yang bisa membuat anak terluka.

2. Kursi dengan penyimpanan

Ketika bekerja di ruang tamu, Anda tak boleh sembarangan meletakkan barang di meja seperti laptop. Barang elektronik tersebut bisa saja jatuh dan rusak serta melukai anak Anda.


Baca juga: Kak Seto, Rumah Itu Ibarat Harta Karun, Keluarga Sumber Kekuatan dan Rasa Syukur

Untuk menghindari hal tersebut, ada baiknya jika mencari kursi dengan penyimpanan di bawahnya. Dengan begitu, anak tak dapat menjangkau setiap barang milik Anda.

3. Meletakkan karpet

Karpet sangat bagus ketika diletakkan di ruang tamu. Perabotan satu ini tak hanya menambah fungsi estetika, tapi sangat ramah untuk anak Anda. Maka dari itu, pilihlah karpet berbahan lembut sehingga tak melukai kulit anak. Perabotan satu ini juga sangat mudah dibersihkan ketika terjadi tumpahan air atau makanan.

4. Hindari meletakkan rak buku di ruang tamu

Agar anak terhindar dari bahaya yang dapat melukai mereka, sebaiknya jangan letakkan rak buku di area ruang tamu. Hal tersebut berpotensi membuat anak memanjat dan ketika rak buku jatuh dapat menimpa anak. Sebaiknya, letakkan rak buku di area lain yang tak dapat dijangkau anak Anda.

Kak Seto, Rumah Itu Ibarat Harta Karun, Keluarga Sumber Kekuatan dan Rasa Syukur

Rumah itu seperti harta karun. Keluarga adalah sumber kekuatan dan rasa syukur. Di rumahlah tersimpan ide, potensi, bakat, dan gagasan-gagasan

Rentfix.com – Suara khas dan penampilannya yang bersahaja membuatnya banyak disegani oleh kolega dan teman sejawat. Sosoknya yang hangat dan ramah membuat Pencipta tokoh Si Komo ini begitu dicintai dan disayangi oleh anak-anak di Indonesia. Tokoh yang satu ini tentu sangat akrab di telinga keluarga Indonesia. Ya, Seto Mulyadi, seorang Psikolog dan Pemerhati Anak yang telah menceritakan pengalaman serunya bersama keluarga dalam mengisi masa physical distancing di tengah situasi pandemi covid-19.

Pria yang akrab disapa Kak Seto ini membangun komunikasi yang sangat baik kepada keluarga, anak, dan cucu. Dialog hangat dibangun bersama keluarga tercinta untuk menjalin ikatan harmonis agar dapat memanfaatkan dan mengisi waktu physical distancing dengan mengembangkan kreativitas, bakat, dan potensi yang dimiliki oleh anak dan cucu sebagai sesuatu yang mengembirakan. “Kehadiran dan peran orang tua memberi warna bagi kehidupan anak-anak. Kita sebagai orang tua kembali jadi pemeran utama bagi pendidikan anak. Orang tua adalah guru bagi anak-anak. Kunci utamanya adalah orang tua,” ujar Kak Seto kepada Rentfix.com.

Penuhi dengan mengucap rasa syukur bahwa kita bisa bersama dengan anak-anak. Kita semua merasa disadarkan dengan situasi seperti ini agar terus bisa menyayangi dan mencintai anak dengan memperhatikan kesehatan dan perlindungan bagi mereka. Orang tua sebagai pondasi utama pendidikan karakter di rumah dengan menanamkan dan menumbuhkan etika, norma agama yang dibangun hangat penuh nuansa persahabatan dan keteladanan. Menumbuhkan unsur estetika untuk menciptakan keindahan di rumah, seperti merapikan dan menata rumah agar selalu terlihat bersih dan indah.

Menciptakan sebuah rumah yang indah itu seperti menghadirkan sebuah restoran keluarga di rumah, saling bangun kekompakan dan kebersamaan. Tanamkan nilai-nilai religius dan beribadah secara khusyuk harus tetap terus hidup di dalam rumah. “Rumah itu seperti harta karun. Keluarga adalah sumber kekuatan dan rasa syukur. Di rumahlah tersimpan ide, potensi, bakat, gagasan-gagasan. Kita ciptakan suasana penuh ide-ide kreatif dengan prinsip Gembira (Gerak badan teratur, Emosi cerdas, Makan yang bergizi, Beribadah dan Berdoa, Istirahat yang cukup, Ramah dan rukun, Aktif berkarya),” ujar Pria yang lahir di Klaten, 28 Agustus 1951 ini.

Suasana rasa gembira dan berpikir positif bisa diterapkan dengan mengembangkan kreativitas bersama keluarga seperti bernyanyi, menggambar, menulis, membaca, dan memasak serta memanfaatkan teknologi sebagai sarana edukasi dan hiburan. Orang tua harus mampu memberi kenyamanan dan ketenangan bagi anak agar anak dapat menumbuhkan rasa percaya diri untuk menyalurkan ide, bakat, dan kreativitas yang sebenarnya ada dalam diri mereka.

Penuhi rasa syukur dengan terus jalani persahabatan dan persaudaraan bagi seluruh umat manusia serta tingkatkan kepedulian sosial maka akan selalu tumbuh rasa syukur. Kenikmatan rasa syukur itu pula, yang kini ia dapatkan di 50 tahun pengabdiannya sebagai suatu keberhasilan yang didedikasikan bagi seluruh anak-anak Indonesia. Sesuai amanat yang telah dititipkan oleh seorang tokoh seniman dan pendidik anak legendaris Pak Kasur, yang sudah sangat berjasa mendidik anak-anak Indonesia lewat lagu.

Ia berharap hak-hak anak dapat terus terpenuhi dengan perlindungan anak dari segala tindak kekerasan, penelantaran, perlakuan salah, diskriminasi dan eksploitasi. Sayangi dan cintailah anak-anak kita. Sesungguhnya dalam diri mereka ada sebuah bakat dan minat yang perlu dikembangkan dengan penuh rasa percaya diri. Seperti contoh tokoh sukses Indonesia Rudy Habibie, Rudy Hartono, Rudy Salam, dan Rudy Kelana yang sukses pada bidangnya masih-masing. Mereka itu bisa memberi inspirasi bagi anak-anak kita dan yakin bahwa semua anak-anak Indonesia memiliki potensi meraih keberhasilan dan kesuksesan.

Beri Edukasi Pada Anak, Mengapa Harus Terus Berada di Rumah

Rentfix.com – Harus terus berada di dalam rumah tentu membuat banyak anak bertanya tanya. Mengapa mereka tak boleh pergi ke sekolah, mengapa mereka tidak boleh mengunjungi rumah teman, atau mengapa mereka tidak boleh pergi ke taman bermain. Untuk menghadapi pertanyaan semacam ini, orangtua perlu memberikan edukasi yang tepat kepada anak mengenai virus corona.

Dr Renvil Reynaldi SpKJ (K) Psikiater Anak dan Remaja menyarankan orangtua untuk memberikan pengertian pada anak sesuai usianya. “Beri edukasi sesuai dengan tingkat pemahaman mereka. Kalau anaknya sudah remaja mungkin sudah tidak menjadi tantangan buat orangtua, mereka lebih paham. ”Begitu kata Renvil dalam Obrolan Kesehatan Jiwa acara Live Instagram dengan tema “Tips Atasi Masalah Kesehatan Jiwa Anak di Masa Home Learning” di akun @pdskji_indonesia, Senin (13/4/2020).

Dia menyebutkan, tantangan berbeda tentu dihadapi oleh orangtua yang memiliki anak di usia 3-6 tahun. Di mana, pada rentang usia tersebut anak sangat haus akan eksplorasi. Pada bagian ini, orangtua harus bisa memilih kata yang tepat, yang tentunya mudah dipahami oleh anak. “Kita bisa kasih tahu bagaimana sifat dari Covid-19 ini. Bagaimana sifat dari virus, bagaimana caranya menular, menular lewat droplet, yaitu percikan air liur,” ujar Renvil.

Orangtua juga harus membekali anak tentang perlindungan diri yakni dengan menjaga kebersihan diri. “Supaya mereka enggak tertular. Sekarang tentu kalau habis melakukan kegiatan yang menyentuh benda, mainan ajarkan mereka cuci tangan,” ujar dia. “Nah, ini cuci tangan juga agak susah, Karena anak-anak biasanya maunya cepat kalau cuci tangan,” imbuh Renvil.

Selain itu, orangtua juga harus memberikan pengertian pada anak untuk terus memakai masker saat harus keluar rumah. “Ajarkan juga kalau terpaksa keluar rumah, harus bertemu dengan orang, harus menggunakan masker.” “Sediakan masker khusus anak, orangtua bisa bekali anak dengan masker khusus,” ungkap Renvil seperti dilansir dari Kompas.com.

Presenter Kondang Feni Rose, Bagikan Cara Kreatif Selama di #DiRumahAjA

Rentfix.com – Presenter kondang tanah air Feni Rose membagikan cara kreatif dalam mengisi waktu #DiRumahAja dalam situasi pandemi covid-19 yang terjadi saat ini. Wanita asal Malang yang memiliki nama lengkap Feni Rosewidyadhari ini memiliki cara unik dalam mengisi masa physical distancing.

Ia mengaku memiliki ritual khusus setiap pulang syuting maupun berbelanja untuk kerap melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada semua barang yang dibawa dan telah digunakan saat ia tiba di rumah.

“Sekarang saya masih ada jadwal syuting walaupun tidak full, seminggu hanya 3 hari. “Semalam apapun saya pulang syuting ketika tiba di rumah tentu tetap menjaga kebersihan diri sebelum ngobrol, memeluk anak, sampai mau tidur semua harus dalam kondisi bersih. Perihal menjaga kebersihan diri bagi saya adalah nomor satu,” ujar Feni Rose kepada Rentfix.com.

Sehabis syuting ia rutin membersihkan barang mulai gagang pintu, sepatu, tas, ponsel, dan segera membersihkan diri dengan mencuci tangan, mandi, keramas dan ganti baju. Semua itu merupakan hal penting yang harus diterapkan untuk mencegah datangnya virus.

Keesokan harinya tiap pagi ia penuhi gizi sarapan dengan mengonsumsi jus buah dan jamu. Siang hingga sore hari, ia menambahkannya dengan minum kunyit asam. Sebelum tidur, ia pun meminum jahe hangat yang dicampur jeruk nipis dan madu serta ditambah istirahat yang cukup.

Demi tetap menjaga kesehatan tubuh, ia rajin berolahraga melalui trainer online atau memutar video senam sambil mempraktikkannya di depan cermin. Tak lupa ia bersama keluarga membiasakan diri berjemur tiap pukul 10.00 pagi. Setelah itu, ia memanfaatkan momen makan bersama dan menonton. Baginya hal itu sangat menyenangkan karena lebih banyak waktu untuk saling berinteraksi bersama keluarga di rumah.

Justru ia tak pernah merasa bosan ketika berada di rumah karena pada dasarnya ia sangat senang bisa bertemu keluarga. Kalau rasa ingin ngobrol sama teman pun ia masih bisa melakukannya di lokasi syuting, namun tidak bisa ngobrol lama karena harus saling menjaga kesehatan antar teman se-profesi. “Di samping itu, kita juga dapat menggunakan aplikasi smartphone untuk tetap berinteraksi secara online dengan keluarga, saudara, sahabat melalui panggilan suara atau video dan rekaman suara untuk saling melepas rindu.

Menariknya lagi, ia bercerita menjalin komunikasi melalui grup chat antar anggota cheerleaders semasa duduk di bangku SMA. “Kita mengikuti koreografi dari rumah masing-masing selama beberapa detik dan kita kompilasikan, kemudian kita unggah di sosial media. Hal itu juga jadi salah satu cara untuk menumbuhkan sikap positif dan sikap gembira. Di tambah dengan membekali diri dengan menyimak infromasi perkembangan covid agar bisa lebih preventif dalam menyikapi berbagai persoalan,” terang wanita lulusan FISIP Antropologi Universitas Indonesia ini.

Selain itu, untuk meningkatkan mood, ia menggunakan essential oil agar dapat menumbuhkan mood positif. Juga dengan bersyukur dan berdoa. Di samping itu, ia menambahkan, kita juga bisa berdonasi membantu saudara yang membutuhkan di kala situasi pandemi. Kita harus mampu melakukan upaya-upaya yang terbaik dan bermanfaat bagi sesama. “Semoga kita bisa mendisiplinkan diri dengan tetap #DirumahAja. Semoga pandemi ini segera usai dan semua keadaan kembali pulih dan membaik,” pungkasnya.