Peta Bisnis Perkantoran di Jakarta

Jakarta-Skyline.jpg

Jika kondisi bisnis perkantoran di Surabaya bergeser dari Surabaya Tengah ke Surabaya Barat dan Timur. Maka, tidak jauh beda dengan apa yang terjadi di Jakarta. Dimana potensi gedung-gedung yang ada di luar CBD rupanya memiliki tingkat occupancy rate yang cukup tinggi.

Dalam pandangan Colliers International, masuk ke semester 1-2018 kondisi bisnis perkantoran yang ada di Jakarta dan sekitarnya untuk permintaan sewa perkantoran yang ada di CBD mengalami penurunan secara moderate diangka 2,2% dalam setahun. Sementara untuk quartal to quartal tingkat occupancy berada di level 82,6%.

Sementara total ruang perkantoran baru yang masuk di tahun 2017 sebesar 359.104 m2 berasal dari gedung baru. Dimana sebanyak 47% dari total gedung yang ada terserap oleh perusahaan seperti : Tokopedia, Hanabank, BCA, Excelcomindo, Garena , dll. Dimana ke-9 gedung baru yang masuk pasar Jakarta adalah sebagai berikut : Convergence – Jl.HR Rasuna Said : 36,367 m2, Menara Pertiwi -, Jl Mega Kuningan : 41,456 m2, Satrio Tower –Jl. Satrio : 31,604 m2, Tokopedia Tower – Jl. Satrio : 70,000 m2, Sopo Del Tower A- Jl.Mega Kuningan : 64,000, Telkom Landmark Tower II- Jl. Gatot Subroto : 65,000, Menara Palma 2- Jl.HR Rasuna Sad : 50,000 m2, Pacific Century Place Tower – Jl.Jend Sudirman : 90,500 m2, serta Mangkuluhur Tower- Jln. Gatot Subroto : 53,000 m2.

Di tahun 2018, Jakarta khususnya CBD akan ketambahan lagi sekitar 10 gedung baru dengan jumlah ruang yang disediakan untuk disewa sebesar 630,000 m2. Dan untuk tahun 2017-2018 total ruang yang ditawarkan ke pasar untuk di sewa sebesar 560,000 m2 atau 49,6% dari total persediaan ruang perkantoran yang ada di periode tersebut.

Hampir sama dengan yang terjadi di Surabaya. Di luar area CBD pun lebih banyak tenant baru yang masuk ke gedung-gedung perkantoran terutama berasal dari kalangan pebisnis Teknologi Informasi, Asuransi and Perbankan. Mereka khususnya masuk untuk gedung-gedung baru yang ada di Jakarta Pusat dan Selatan. Sementara untuk tenant yang masuk di gedung yang ada di Jakarta Utara dan Barat adalah pebisnis dari sektor airport or seaport yaitu dari jenis usaha freight forwarding dan perusahaan logistik dan perairan.

Berikut adalah nama-nama gedung baru yang akan masuk di luar CBD periode 2018 – 2020 bersumber dari Colliers International Indonesia :

Tahun 2018 : Tamansari parama – KH Wahid Hasyim : 10,800 m2, One Belpark Office – Pondok Labu : 17,800 m2, St.Moritz Office Tower- Puri Indah : 19,500 m2, BKP Office Tower – Sunter : 16,000 m2, Hermina Office Bandung – Kemayoran : 20,000 m2, Soho Pancoran – Pancoran : 30,000 m2, One Tower- Kemayoran : 21,400 m2, Ciputra International Puri 1 phase 1- Puri : 15,000 m2, Ciputra International Puri 2 phase 1 : 20,000 m2, Arcade Business Centre – Pluit : 22,000 m2

Tahun 2019 : MNC Tower II – Kebon Sirih – 60,000 m2, Jakarta Box Tower – Kebon Sirih : 36,000 m2, The Unity@ Kota Kasablanca – Casablanca : 80,000 m2, Ciputra International Puri 3 phase 1- Puri : 30,000 m2, Ciputra International Puri phase 2 : 15,000 m2, Ciputra International Puri 1 phase 3- Puri : 15,000 m2, Ciputra International Puri 2 phase 31 :15,000 m2.

Tahun 2020 : Ciputra Twin Tower 1 – Kemayoran : 40,000 m2, Ciputra Twin Tower 2 – Kemayoran: 40,000 m2, Agung Sedayu Office Tower – Pantai Indah Kapuk : 50,000 m2 .