Bagaimana Menciptakan Rumah yang Sehat dan Nyaman Saat Pandemi?

Rentfix.com – Pandemi Covid-19 memengaruhi seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam perencanaan dan desain ruang di rumah. Wabah ini membuat kesadaran masyarakat akan kebersihan dan kesehatan sebagai dasar desain suatu ruang semakin besar. Pola kebiasaan baru pun diterapkan. Mulai dari bekerja dari rumah, memakai masker, dan tidak boleh berkerumun di ruang publik.

Hingga saat ini, segala aktivitas banyak dilakukan di dalam rumah. Namun, setiap hari berada di rumah, tentunya akan menimbulkan rasa bosan. Lantas bagaimana menciptakan ruang yang sehat di dalam rumah agar terhindar dari kebosanan, sekaligus mampu beradaptasi dengan kebiasaan baru?

Principal Architect dan Founder PT Arya Cipta Graha Cosmas Gozali menjelaskan, elemen-elemen khusus perlu ditambahkan. Hal ini agar tercipta ruang sekaligus rumah yang sehat, dan juga nyaman, mengingat Indonesia beriklim tropis dengan tingkat kelembapan tinggi.

Rumah memerlukan banyak ventilasi udara. Salah satu caranya dengan menambahkan roster agar menciptakan sirkulasi udara yang baik. “Roster ini juga sangat bermanfaat terhadap rumah yang tidak memiliki ruang bukaan ke arah barat atau timur,” jelas Cosmas kepada Kompas.com, Rabu (25/8/2021).

Cosmas menambahkan, jika memiliki ruang kosong di dalam rumah yang tidak digunakan, bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan cahaya masuk dengan mengubah bagian atas melalui penerapan kaca skylight.

Pemilik atau penghuni rumah tidak perlu mengubah seluruh atap ruang kosong tersebut, cukup dengan mengganti 10 genteng kaca atau yang berbahan akrilik.

“Itu sudah bisa menciptakan ruang terbuka, sinar matahari pun juga akan masuk ke ruang di bawahnya dan jangan sampai membangunnya menghadap ke arah barat karena sinar matahari sore sangat panas,” imbuh Cosmas. Di ruang yang terkena sinar matahari itu bisa ditempatkan meja kerja dan beberapa tamanan pot hingga tercipta ruang kerja berkonsep green corner.

Selain roster, polikarbonat merupakan opsi lain untuk mendatangkan sinar matahari karena adanya rongga udara yang membuat panasnya tidak langsung tembus sehingga ruangan di bawahnya tidak menjadi over hitted. “Yang terpenting bagaimana mengatur adanya aliran udara dan sinar matahari yang mengalir,” kata Cosmas. Dia juga menjelaskan, jika sudah memiliki rumah transparan terhadap sinap matahari, tidak perlu menggantinya dengan memasang polikarbonat atau elemen lain.

“Cukup dengan menggantung tanaman memakai kawat di bagian atas akan mengurangi sinar yang masuk.” tuntas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *