LMAN: Inovasi Percepatan Pendanaan Lahan PSN

Rentfix.com – Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) merupakan salah satu special mission vehicles (SMV) Kementerian Keuangan yang berbentuk BLU untuk mendukung optimalisasi manajemen aset negara  guna meningkatkan manfaat ekonomi dan sosial serta menggali potensi return on asset dan PNBP. 

Dalam menjalankan perannya LMAN melakukan aktivitas peningkatan status aset negara hingga pemasarannya, termasuk melakukan layanan konsultasi aset negara (advisory) kepada Kementerian/Lembaga/BLU dan instansi yang mengelola aset negara lainnya. “Selain itu, LMAN juga diberi mandat akselerator pembangunan infrastruktur melalui pendanaan pengadaan tanah Proyek Strategis Nasional (PSN),” ujar Deputy Director Utilization Property I Yanuar Utomo kepada Rentfix.com

Pendanaan tanah PSN yang telah dilakukan hingga 13 Desember 2019 lalu direalisasikan pembayaran pengadaan tanah sebesar Rp 45,094 triliun untuk mendukung 69 proyek strategis nasional yang meliputi 38 ruas jalan tol, 22 bendungan dan 3 irigasi, 5 proyek jalur kereta, dan 1 pelabuhan dengan total jumlah 68.251 bidang dan luas 104.026.306 meter persegi.

Adapun jalan tol sebanyak 1.606 SHP atas 4.904 bidang tanah dan non jalan tol sebanyak 142 SHP atas 658 bidang tanah. Inovasi Percepatan Pendanaan Lahan tersebut dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu dokumen pembayaran dalam format soft copy, skema gerai layanan, penelitian administrasi on the spot, rekonsiliasi data dengan stakeholder (berkala) dan melalui aplikasi booking jadwal pendanaan tanah (online).

Berangkat dari hal di atas, LMAN melaksanakan pembayaran pembebasan lahan secara serentak untuk tiga PSN Bendungan di tiga kota, yaitu Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Bendungan Way Sekampung di Kabupaten Pringsewu, Bandar Lampung, serta Bendungan Tiga DIhaji, Kabupaten Oku Selatan Propinsi Sumatera Selatan. 

Mantan Direktur Utama LMAN Rahayu Puspasari yang kini menjabat sebagai Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Kementerian Keuangan pernah mengatakan bahwa pelaksanaan pembayaran secara serentak adalah wujud dari upaya dan peran LMAN dalam percepatan pembangunan infrastruktur PSN.

Selanjutnya, Rahayu juga menambahkan, pembangunan infrastruktur PSN memerlukan tata kelola yang baik, oleh karena itu dalam proses pembayaran ini pula melibatkan beberapa lembaga dan verifikator untuk memastikan bahwa dana yang dibayarkan tepat sasaran dan sesuai dengan prinsip-prinsip good corporate governance.

Cita-Cita LMAN 10 Tahun ke Depan, Ini Tanggapan Direktur Rentfix.com

Rentfix.comLembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) berkomitmen dalam mengoptimalkan aset negara yang telah tertuang dalam cita-cita LMAN dalam 10 tahun ke depan. Badan Layanan Umum (BLU) di bawah naungan Kementerian Keuangan ini akan lebih banyak menciptakan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang diwudujkan menjadi marketplace aset negara.

Mantan Direktur Utama (Dirut) Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Rahayu Puspasari yang kini telah menjadi juru bicara Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pernah mengatakan bahwa dalam 10 tahun ke depan, LMAN bercita-cita untuk bekerja lebih banyak dengan bantuan teknologi AI untuk asset surveillance (pengawasan aset) dan menjadi marketplace aset negara dengan seizin Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu.

Roadmap 10 tahun ke depan, LMAN ingin bekerja dengan teknologi artificial intelligent untuk asset surveillance. Kedua, LMAN ingin melakukan digital marketing. Kalau DJKN merestui, kita ingin bisa menjadi marketplace untuk mengoptimalkan lebih banyak lagi aset negara,” kata Rahayu Puspitsari pada acara Dialogue Kita, di kantor LMAN, Menteng Jakarta.

Rahayu Puspasari melanjutkan, ide untuk menjadi sebuah marketplace bisa dipenuhi dari sisi fungsi advisory atau konsultansi LMAN kepada klien pengguna aset negara seperti Kementerian/Lembaga (K/L), Badan Layanan Umum (BLU), dan Pemerintah Daerah (Pemda). LMAN berharap, aset-aset yang tidur bisa dioptimalkan dengan baik atas kajian yang diberikan LMAN pada klien-kliennya tersebut. Ia juga berharap, rencana ini bisa dilakukan kolaboratif dengan pihak swasta.

“Caranya dengan fungsi advisory kita sebagai konsultan. Kita sudah inisiasi secara manual terhadap klien kita seperti Kementerian Lembaga (K/L), Badan Layanan Umum (BLU), Pemda. Kita memberikan advice atau kajian atas aset.

Aset tersebut kita assess, konsepnya, penghitungan keuangannya seperti apa kita kaji. Kita berharap, pengguna aset negara bisa bergerak lebih pasti. Kalau kita mengembangkan fungsi advisory dan peran LMAN sebagai arranger, kita bisa make it happen. Jadi, aset-aset idle bisa optimal. Kami berharap upaya ini bisa kolaboratif terutama dengan swasta,” terang Rahayu Puspasari.

Menanggapi hal tersebut Direktur PT Real Estate Teknologi (Rentfix.com) mengatakan bahwa LMAN telah melakukan langkah yang sangat tepat yaitu dengan teknologi AI guna menjadikan aset negara menjadi sebuah marketplace properti.

“Melalui marketplace digital teknologi merupakan salah satu cara yang mutakhir dan tepat dalam mengoptimalkan aset negara. Seperti platform yang kini kami kembangkan yakni Rentfix.com. Saat ini kami bersinergi dengan LMAN guna mengoptimalkan aset potensial negara dalam sebuah marketplace properti digital” pungkas Effendy.

LMAN dan Rentfix Dukung Indonesia Sebagai Negara Higher Income

Rentfix.com – Tonggak sejarah LMAN dalam membangun aset potensial milik negara tak henti-hentinya melakukan upaya dalam mengoptimalisasikan aset negara. Hal tersebut dilakukan Badan Layanan Umum (BLU) di bawah naungan Kementerian Keuangan ini untuk terus melakukan pendayagunaan aset negara yang optimal untuk mendukung Indonesia sebagai negara Higher Income pada tahun 2030.

Menurut Deputy Director Utilization Property I LMAN Yanuar Utomo pihaknya telah merencanakan konsep langkah kesuksesan menuju tahun 2029 dengan akan adanya end state (keadaan akhir) yakni pendayagunaan aset negara yang optimal untuk mendukung Indonesia sebagai negara Higher Income pada tahun 2030″ ucapnya kepada Rentfix.com, (31/03/20).

Seperti tahun 2015-2019 lalu LMAN telah melakukan penguatan organisasi (strengthen Organization), pertumbuhan portopolio (growing portopolios), dan peningkatan daya ungkit (leveraging of the asset). Tahun 2019 sampai 2029 LMAN tengah membangun dan menjalankan 9 langkah strategis inisiatif (initiative strategies) yakni asset surveillence, asset intelligence, asset solution/advisory, land bank: asset leveraging dan value enhancement, aset securitization, IT capital, human capital, legal strengthening, dan strong Glassfibre Reinforced Cement (GRC).

Ia menerangkan sejak tahun 2014 pihaknya telah melakukan inception sebagai langkah-langkah membangun aset negara. Salah satu yang kini tengah dibangun melalui teknologi digital properti.

Pihaknya melihat dengan adanya perusahaan teknologi akan mempermudah dalam mengakomodir dan mengelola aset properti negara agar dapat disewakan secara daring guna menjadi sumber penerimaan dan menciptakan nilai tambah serta daya ungkit dari aset-aset tersebut terhadap perekonomian. Melihat peluang tersebut, maka dirasa perlu untuk menciptakan paradigma baru dalam mengelola aset negara, salah satunya menggunakan teknologi.

“Paradigma baru dalam mengelola properti salah satunya adalah menggunakan teknologi agar dapat memberi akses kemudahan dalam mencari properti. Maka, LMAN mengembangkan entintas teknologi properti dengan mengandeng perusahaan markertplace yakni Rentfix.com sebagai mitra yang mendukung aset-aset potensial melalui digital teknologi”, tambahnya.

Hal itu senada disampaikan oleh Direktur PT Real Estate Teknologi (Rentfix.com) Effendy Tanuwidjaja bahwa LMAN dan Rentfix tengah secara bersama bersinergi membangun dan mengoptimalisasi aset properti negara melalui digitalisasi properti. Salah satunya melalui apartemen milik negara yaitu Puri Casablanca. Untuk itu, LMAN dan Rentfix terus bekerjasama menjalankan manajemen properti untuk mengelola aset negara potensial agar menghasilkan manfaat finansial maupun non finansial bagi kemajuan ekonomi negara.

Optimis Bangun Langkah Kesuksesan di Tubuh LMAN

Rentfix.com – Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Kian Optimis dalam membangun langkah kesuksesan dalam mengotimalisasi aset negara. Langkah kesuksesan tersebut ditempuh dari sepak terjangnya pada tahun 2015-2017 dengan melalukan stage I start-up dan lunch dengan penguatan organisasi meliputi SDM kompeten berbasis spesialis, infrastruktur hukum fundamental, tata kelola organisasi, reorganisasi dan inisiasi Enterprise Risk Management (ERM).

Menurut Deputy Director Utilization Property I Yanuar Utomo sejak awal pembentukannya pada 16 Desember 2015 mandat utama yang diberikan adalah sebagai operator pengelola barang dalam mengoptimalkan aset negara yang masih belum optimal. Hal itu menjadi rintangan dalam upaya mengoptimalisasikan aset secara efektif karena manajemen properti memerlukan ruang gerak yang lebih luas untuk berbagai terobosan dan fleksibilitas.

LMAN menerapkan langkag-langkah pencapaian dengan perluasan portopolia dengan penyusunan integrated asset analysis, pengembangan skema-skema kerjasama aset dan optimalisasinya, show case asset solution atau advisori untuk kementerian/lembaga (K/L) dan Badan Layanan Umum (BLU) dan melakukan peningkatan asset leverage yakni kajian asset repurpose atau asset recycle.

Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kemenkeu ini, terus meningkatkan program kerjanya pada 2017-2018 dengan stage II strengthen meliputi penguatan organisasi, manajemen kinerja dan talenta, hybrid employment dan specialist group, digital office, inisiasi GRC, pemutakhiran perangkat hukum ataupun kebijakan.

Tahun 2017-2018 lalu LMAN kembali berhasil melakukan perluasan portopolio dengan sistem pengembangan portopolio berkelanjutan, meliputi portopolio review, asset solution, atau advisori untuk kementerian/lembaga (K/L) dan Badan Layanan Umum (BLU), dan melakukan peningkatan asset leverage dengan kajian skema land value enhancement tanah Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Tak sampai disitu, tahun 2018-2019 LMAN melakukan stage II dan accelerate dengan menjalankan penguatan organisasi, otomasi proses kerja, factory of property spesialist, inisiasi pengembangan artificial intellegence untuk menajemen properti,” terang Yanuar Kepada Rentfix.com, (31/03/20).

LMAN terus menjalankan perluasan portopolio dengan melakukan penguatan fungsi, portopolio asset solution pada kementerian/lembaga (K/L) dan BLU, dan asset intellgence, dan peningkatan asset leverage yang dilakukan denganpiloting asset repurpose untuk aset komersial, leveraging aset kelolaan atau K/L. Memasuki rencana konsep 2015-2029, LMAN terus bekerja untuk pendayagunaan aset negara yang optimal untuk mendukung Indonesia sebagai negara Higher Income pada tahun 2030,” pungkasnya.

Momen WFH, Rentfix Ajak Masyarakat Iklankan Properti Secara Gratis

Rentfix.com – Perusahaan platform digital yang tengah populer dengan layanan sewa menyewa properti Rentfix tengah mengajak masyarakat mengiklankan properti secara gratis dalam momen Work From Home (WFH). Hal tersebut dilakukan dalam upaya memanfaatkan momen WFH bagi para pelaku bisnis properti sebagai sesuatu yang lebih produktif dan memiliki revenue.

Direktur PT Real Estate Teknologi (Rentfix.com) Effendy Tanuwidjaja mengatakan kami terus mengajak masyarakat terutama para pemilik properti untuk dapat mengiklankan propertinya secara gratis. Layanan ini bisa digunakan oleh siapa saja dimana saja. Mereka dapat mengiklankan propertinya sebanyak mungkin, tanpa batas waktu alias gratis selamanya.

“Cara mengiklankan properti pun sangat mudah. Anda hanya perlu mendaftarkan nama dan email di website maupun aplikasi Rentfix. Dalam beberapa menit Anda langsung terdaftar sebagai user Rentfix dan dapat segera mengiklankan properti secara gratis”, tambah Effendy.

Nantinya, lanjut Effendy, properti yang tersewakan, pihaknya hanya mengenakan cost 1 persen dari proses transaksi yang berhasil melalui platform Rentfix. Sisanya 99 persen dikembalikan kepada pemilik properti. Sangat mudah, efesien dan efektif. Tak hanya pengguna yang dapat mengiklankan propertinya, para developer, agen maupun platform properti dapat bekerjasama sebagai partnership.

Mitra terbaru yang tengah menjalin kerjasama dengan Rentfix diantaranya Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) dan Citra Landmark (Ciputra Group). Selain terus membangun dan menjalani kerjasama dengan para mitra, pihaknya terus fokus memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia pada 3 layanan andalan sewa properti melalui Rentfix Stay, Business, dan Inventory, yang meliputi rumah, apartemen, vila, kios, toko, coworking space, hingga gudang.

LMAN dan Rentfix Tandatangani Perjanjian Kerjasama Pemanfaatan Aset Properti Negara

Rentfix.com – Kementerian Keuangan melalui Lembaga Manajemen Aset Negara resmi melaksanakan penandatanganan perjanjian kerjasama mengenai pemanfaatan aset negara dengan perusahaan sewa properti Rentfix.com.

Penandatanganan ini diselenggarakan di kantor LMAN, di Jalan Pangeran Diponogoro, Jakarta, Kamis (06/02/2020). Dihadiri oleh Yanuar Utomo selaku Deputy Director Utilization Property I mewakili LMAN dan Effendy Tanuwidjaja Direktur PT Real Estate Teknologi (Rentfix.com)

Deputy Director Utilization Property I Yanuar Utomo menyampaikan bahwa LMAN sudah resmi bekerjasama dengan Rentfix sebagai pengelola aset properti negara. Penandatanganan perjanjian ini merupakan upaya pemerintah untuk mencari solusi terbaik dalam mengoptimalkan aset properti guna menjadi sumber penerimaan dan menciptakan nilai tambah serta daya ungkit dari aset-aset tersebut terhadap perekonomian.

Perjanjian kerja sama ini ditandatangani oleh Yanuar Utomo selaku Deputy Director Utilization Property I yang mewakili LMAN dan Effendy Tanuwidjaja Direktur Rentfix.com. Penandatanganan perjanjian ini menandakan adanya sinergi dan semangat untuk melaksanakan optimalisasi aset negara sekaligus menjadi pola baru pengelolaan aset negara melalui digitalisasi ruang properti yang melibatkan pihak swasta seperti
perusahaan marketplace sewa menyewa properti Rentfix.com.

Platform Digital Properti

Sejak September 2017 Rentfix fokus membangun ekonomi baru di bidangproperti melalui platform digital untuksewa menyewa ruang. Rentfix menyediakan 3 unit layanan sewa properti. Pertama Rentfix Stay terdiri dari apartemen, rumah, dan villa. Kedua Rentfix Business meliputi kios, ruko, toko, kantor, coworking space, dan Rentfix Inventory (gudang) yang diperuntukkan bagi para pelaku usaha. Melalui 3 unit layanan
ini, Rentfix akan menjadi pusat sewa menyewa properti yang dapat menjawab kebutuhan properti bagi masyarakat Indonesia. “Kami memiliki misi membuat tingkat hunian penuh melalui teknologi dan digitalisasi ruang. Saat ini kami sedang membangun ekosistem sewa menyewa di Indonesia,” jelas Effendy.

Untuk itu, dengan ditandatanganinya perjanjian kerja sama antara LMAN dan Rentfix tersebut, ke depan pihaknya akan terus berkomitmen untuk melaksanakan optimalisasi aset Negara dengan mengedepankan inovasi, sinergi, dan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait. Effendy berharap kedepannya kelancaran pengelolaan aset negara ini dapat terus dioptimalkan dengan cara baru melalui digitalisasi ruang properti di Indonesia.

Paradigma Baru dalam Mengelola Aset

Sejak awal pembentukannya pada 16 Desember 2015 mandat utama yang diberikan adalah sebagai operator pengelola barang dalam mengoptimalkan aset negara yang masih belum optimal. Hal itu menjadi rintangan dalam upaya mengoptimalisasikan aset secara efektif karena manajemen properti memerlukan ruang gerak yang lebih luas untuk berbagai terobosan dan fleksibilitas. Terobosan baru mesti digaungkan agar dapat menciptakan mekanisme pemanfaatan aset bagi para mitra yang ingin bekerjasama. Sebut saja, [PT Real Estate Teknologi (Rentfix.com) asal Indonesia yang telah menjadi mitra LMAN.

Rentfix nantinya akan mengakomodir dan mengelola aset properti negara agar dapat disewakan secara
daring guna menjadi sumber penerimaan dan menciptakan nilai tambah serta daya ungkit dari aset-aset tersebut terhadap perekonomian. Melihat peluang tersebut dirasa perlu untuk menciptakan paradigma baru dalam mengelola aset negara,
salah satunya menggunakan teknologi.

Direktur PT Real Estate Teknologi (Rentfix.com) Effendy Tanuwidjaja mengatakan, kami secara bersama bersinergi mengoptimalkan aset milik negara melalui ruang digitalisasi properti yang tepat untuk mengelola aset negara layaknya sebuah entitas manajemen properti.

Aset Negara Potensial

Pengelolaan aset properti tersebut kini telah didimensikan dengan wajah baru melalui platform digital. Tengok saja, ada sebuah apartemen kelas premium Puri Casablanca yang bisa disewakan dalam platform marketplace Rentfix. Hal ini relevan dengan layanan LMAN yang meliputi manajemen properti untuk mengelola aset negara potensial agar menghasilkan manfaat finansial maupun non finansial meliputi sewa
dan kerjasama pemanfaatan baik oleh pemerintah maupun swasta.

Menariknya lagi terdapat pula aset negara potensial lain meliputi bidang tanah yang didayagunakan untuk kepentingan edukasional, aset ruko yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan perkantoran, dua kawasan aktiva Kilang Liquid Natural Gas (LNG) Badak Bontang, Kilang LNG Arun Lhokseumawe Aceh, gedung perkantoran Danadyaksa Cikini, Ruko di Pondok Indah dan di Kedoya untuk ruang usaha, serta gedung perkantoran Pondok Indah Plaza 2. Aset-aset ini mesti dikelola secara bersama agar terus meningkatkan perekonomian di Indonesia.

Selain mengoptimalkan aset negara, LMAN juga melaksanakan pengelolaan properti negara, penyediaan jasa konsultasi/advisori terkait pengelolaan properti negara, dan pelaksanaan pendanaan pengadaan tanah proyek-proyek yang tergabung dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).