Saat Pandemi Dinilai Waktu yang Tepat Investasi Properti, Mengapa?

Rentfix.com – Pengamat Properti dari Epic Properti M Gali Ade Nofrans mengungkapkan, Pandemi Covid-19 merupakan waktu yang tepat untuk membeli properti. “Sekarang ini waktu sangat tepat untuk investasi atau membeli properti,” tutur Nofrans dalam webinar seperti dilansir dari Kompas.com, Rabu (26/8/2020).

Nofrans melanjutkan, hal tersebut dilatarbelakangi pemilik properti lama yang cenderung melakukan likuidasi atau melepas asetnya untuk memenuhi kebutuhan, baik secara bisnis maupun pribadi. Sehingga, kondisi saat ini membentuk  buyers market (pasar pembeli).

Selain itu, imbuh Nofrans, pengembang dan perbankan pun mengeluarkan banyak promo untuk menarik para konsumen dalam membeli properti. Bahkan, beberapa biaya yang seharusnya dibayar sebelum melakukan akad kredit telah dibebaskan dan dinilai menjadi momen yang baik bagi pembeli properti.

Kemudian, Pandemi Covid-19 juga memaksa para pelaku bisnis untuk ‘melek’ akan pemasaran secara digital. Menurut Nofrans, adanya sesuatu hal yang berbau digital akan memudahkan pembeli properti untuk memiliki hunian yang diinginkan.

“Karena, semua pengembang maupun juga bank sudah gencar di media digital. Jadi, pembeli lebih mudah untuk mencari informasi, membandingkan produk yang ingin mereka dapatkan,” kata Nofrans. Oleh karena itu, Nofrans berpesan kepada para pengembang untuk memperhatikan strategi pemasaran digital mereka.

Jadi, pengembang diminta untuk memberikan konten digital yang baik. Dengan demikian, mendapatkan atensi dari target pasar yang mereka diinginkan. Sementara untuk segmen end-user ( pengguna akhir) dinilai masih mendominasi pasar properti akan kebutuhan hunian.

Nofrans mengetahui, beberapa pengembang menahan peluncuran produk properti terbaru. Namun tak dapat dipungkiri, pengguna akhir bisa menjadi pasar tepat harus diincar oleh pengembang karena mereka tak dapat menunggu untuk memenuhi kebutuhan akan kepemilikan hunian.

Fenomena ‘Sepedaan’ Meningkat, Buku Panduan Diluncurkan

Rentfix.com – Pandemi Covid-19 menjadikan bersepeda sebagai aktivitas harian, termasuk saat berangkat hingga pulang bekerja. Oleh sebab itu, Bike2Work Indonesia, Road Safety Association, Forum Diskusi Transportasi Jakarta (FDTJ), Masyarakat Transportasi Indonesia wilayah DKI Jakarta, serta Dewan Transportasi Kota Jakarta (DKTJ) menerbitkan Buku Panduan Bersepeda secara gratis.

Menurut pegiat Bike2Work Indonesia Poetoet Soedarjanto, buku panduan ini merupakan salah satu upaya bersama guna mengajak dan mengingatkan para pengguna agar mampu mengendarai sepeda dengan baik.

“Pengguna sepeda dapat memberikan kontribusi terbaik untuk menuju jalan raya yang aman, nyaman dan berkeselamatan,” ujarnya dalam siaran pers seperti dilansir dari Kompas.com, Jumat (7/8/2020).

Bukan tanpa alasan, pemberian buku panduan bersepeda secara cuma-cuma ini karena fenomena peningkatan penjualan sepeda pada tahun 2020 hingga 250 persen.

Laporan dari Koordinator Wilayah (Koorwil) Bike2Work Seluruh Indonesia mencatat, fenomena tersebut menjadikan aktivitas bersepeda meningkat drastis.

Survey Bike2Work Indonesia menunjukkan, 42,7 persen responden menggunakan sepeda sebagai bagian dari aktivitas berolahraga dan moda transportasi pilihan untuk bekerja.

Lalu, 57,3 persen menganggap sepeda adalah alat mereka berolahraga. Survey ini melibatkan sebanyak 14.382 responden di seluruh Indonesia. Sementara, sebanyak 21,8 persen pesepeda baru memulai aktivitasnya tersebut kurang dari satu tahun.

Di balik fenomena yang baik ini, nyatanya masih ditemuka para pesepeda yang belum teredukasi mengenai tata tertib bersepeda di jalan raya.

Demikian halnya cara bersepeda yang aman untuk kesehatan, serta bagaimana menjadikan sepeda sebagai bagian dari aktivitas harian, dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, dengan adanya buku ini bisa memberikan suatu pembelajaran bagi para pesepeda untuk melakukan aktivitasnya tersebut dengan benar dan aman.

Buku tersebut rencananya akan diupayakan untuk disisipkan pada produk- produk sepeda atau aksesoris sepeda yang dijual, seperti helm atau jersey. Meski belum diluncurkan, satu pabrikan sepeda dan satu produsen jersey skala internasional telah berkomitmen untuk turut serta dalam program ini.

Sektor Perumahan Diyakini Mampu Pulihkan Ekonomi

Rentfix.com – Kolaborasi berbagai entitas keuangan dan perumahan diyakini dapat mengakselerasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang saat ini menjadi fokus pemerintah untuk menggerakkan ekonomi dalam negeri. Potensi dan daya ungkit dari dua sektor tersebut, dinilai sangat besar terhadap perekonomian nasional.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara, mengatakan, program PEN merupakan bagian dari kebijakan luar biasa yang ditempuh pemerintah untuk memitigasi dampak pandemi Covid-19.

Terutama, dampak terhadap ekonomi yang mengalami penurunan tajam akibat virus tersebut. Program PEN juga digelontorkan untuk industri perumahan mengingat dampak lanjutan yang besar dari akselerasi di sektor tersebut.

“Untuk itu, sektor perumahan perlu terus melakukan terobosan dan instrumen baru karena sektor ini punya multiplier effect terhadap 170 industri lainnya.

Kami harapkan dengan upaya tersebut dapat meningkatkan permintaan dari sektor lain sehingga mendorong pemulihan ekonomi,” jelas Suahasil dalam webinar bertajuk ‘Sinergi untuk Percepatan Pemulihan Sektor Perumahan‘ di Jakarta seperti dilansir dari Beritsatu, Rabu (29/7/2020).

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera), Eko D Heripoerwanto, menjelaskan, Kempupera telah menggelontorkan berbagai skema kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi, seperti subsidi selisih bunga (SSB), fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), dan bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT).

“Skema tersebut diberikan untuk mendongkrak industri perumahan subsidi di tanah air. Kami meyakini langkah strategis tersebut, akan mempercepat pemulihan sektor perumahan yang juga akan berpengaruh pada ekonomi nasional,” kata Eko.

Hingga kini, pemerintah memang telah memberikan berbagai stimulus untuk mendongkrak sektor perumahan. Stimulus tersebut diberikan untuk menggarap angka backlog perumahan di Indonesia sekaligus mengakselerasi program PEN.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Pahala Nugraha Mansury, menjelaskan, sebagai salah satu entitas perbankan dalam ekosistem perumahan ini, adanya keberpihakan pemerintah mulai dari aturan hingga penempatan dana negara menjadi angin yang segar.

“Kredit yang di alirkan Bank BTN, juga memiliki dampak ekonomi jangka panjang. Sebab, kredit tersebut akan menjadi tempat tinggal yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Tidak hanya itu, kredit yang disalurkan ke sektor perumahan pun akan memberikan multiplier effect terhadap sekitar 177 subsektor industri lainnya,” jelas Pahala.

Menurut Pahala, Bank BTN sendiri tercatat telah menerima dana negara sebesar Rp 5 triliun pada medio Juni 2020. Seluruh dana negara yang telah ditempatkan pemerintah tersebut, diprediksi akan terserap habis pada akhir Juli 2020. “Kami meyakini perseroan bisa menyalurkan total kredit sebesar Rp 15 triliun dari dana negara tersebut sebelum akhir September 2020,” tegasnya.

Pahala melanjutkan,hingga kini sektor perumahan di tanah air, baru memberikan kontribusi terhadap PDB Nasional sebesar 2,77 persen. Posisi tersebut jauh di bawah kontribusi properti di negara kawasan Asean lainnya yang berkisar 8 persen hingga 23 persen.

“Sehingga, kami berkomitmen akan terus mendukung pengembangan sektor perumahan. Apalagi di masa pandemi ini, rumah menjadi tempat berlindung paling aman bagi masyarakat Indonesia,” tandas Pahala.

Sukses Bisnis Sewa Properti, Rentfix Luncurkan Fitur Jual Beli

Rentfix.com – Setelah sukses pada bisnis sewa properti, Rentfix saat ini tengah mengembangkan usahanya dengan menggarap segmen jual beli properti. Situs sewa properti ini telah meluncurkan fitur Rentfix Jual-Beli yang bisa diakses melalui halaman webisite maupun aplikasi mobile Rentfix, Senin (20/07/2020).

CEO Rentfix.com Effendy Tanuwidjaja mengatakan fitur Rentfix Jual-Beli ini akan sangat mempermudah para pengembang properti dan masyarakat untuk membeli dan menjual properti primary dan secondary yang dipasarkan secara digital. “Di awal soft launching Rentfix Jual-Beli ini akan ada 100 listing properti primary yang availaible” ujar Effendy.

Effendy menerangkan cara kerja fitur Rentfix Jual-Beli ini memiliki proses yang sangat mudah sama seperti proses sewa properti Rentfix. Pengguna dan pengembang properti hanya perlu mendaftar pada halaman website Rentfix dengan mengisi indentitas properti yang ingin dibeli maupun jual.

Kemudian para calon pembeli properti akan dengan mudah untuk mencari dan membeli properti secara online dengan proses pembayaran yang cepat dan aman. Untuk itu, fitur Rentfix Jual-Beli sangat membantu, efektif dan efisien digunakan.

“Hadirnya fitur Rentfix Jual-Beli didasari oleh banyak demand dari para pengembang properti, mitra, dan end user terhadap meningkatnya pasar jual-beli properti. Maka, Rentfix menyambut baik permintaan tersebut dan merealisasikannya menjadi fitur Rentfix Jual-Beli”, tambah Effendy.

Adapun keunggulan fitur Rentfix Jual-Beli bagi masyarakat yaitu mudah mencari properti secara online tanpa harus keluar rumah, menjelajah properti lewat galeri 360 Rentfix, pilihan tipe properti dengan harga variatif, dan refund jika terjadi pembatalan.

Menariknya lagi, biaya pemesanan yang sangat terjangkau bagi kaum milenial, fasilitas escrow account untuk transaksi booking yang aman bagi pembeli serta kerjasama dengan bank untuk mempermudah proses pengajuan KPR, asuransi, dan desain interior.

Peluncuran fitur Rentfix Jual-Beli didukung oleh para pengembang properti yang sudah bekerjasama menjadi Mitra Rentfix diantaranya Ciputra (Citra Landmark), Tamansari Gangga, d’Orange Park, The Padmayana, The Conexio, OCBD, The Premiere MTH, Norrington Suites, dan Harvest City.

“Beberapa mitra kami tersebut akan kami prioritaskan untuk mensinergikan fitur Rentfix Jual-Beli ini. Ke depan, Rentfix juga terus menyambut baik ajakan kerjasama dengan para pengembang lainnya untuk menjadi mitra Rentfix agar sama-sama dapat memajukan sektor properti di Indonesia” pungkas Effendy.