Simak! Properti 2021 Bangkit, Ini Alasan & Syaratnya

Dipublikasikan oleh Didi Ariyanto pada

Rentfix.comSektor properti di Indonesia diproyeksikan akan bangkit setelah pandemi usai. CEO Rentfix.com Effendy Tanuwidjaja mengatakan hal ini dikarenakan Indonesia akan mengalami bonus demografi terutama untuk usia produktif sehingga menjadi peluang sektor properti bangkit.

“Untuk siap bangkit memang perlu dipersiapkan ekosistem digital yang kuat terutama untuk sektor properti antara pemilik, pengembang, dengan konsumen,” ujarnya dalam pembukaan acara pameran virtual yang digelar portal jual beli dan sewa properti itu pada Kamis (17/12/2020).

Menurutnya, saat ini ada mismatch yaitu properti hunian di pasaran tak terserap maksimal di masyarakat. Pasalnya, harga yang ditawarkan properti tersebut cukup tinggi dan jauh dari kemampuan masyarakat.

“Proyek perumahan semestinya memiliki harga maupun secara fasilitas yang tepat sasaran sesuai dengan kemampuan dan keinginan membeli,” ucapnya.

Oleh sebab itu, diperlukan peran penggabungan untuk sebuah ekosistem dengan menggunakan teknologi sebagai jembatan. “Ini akan membantu pemerintah, pengembang, bank, dan masyarakat. Untuk membeli rumah yang dihadapi ini harga dan fasilitas pasar,” ucap Effendy.

Rentfix sendiri melakukan terobosan untuk menawarkan konsumen dalam menyediakan kebutuhan properti baik apartemen, rumah, perkantoran maupun pergudangan secara digital atau menggunakan teknologi.

Menurutnya, sektor properti tergolong lambat dalam bertransformasi digital selama 10 tahun terakhir. Selama ini platform yang ada hanya bisa melihat iklan properti lalu transaksi dan viewing unit dilakukan secara offline.

“Ini fokusnya kebanyakan jual beli properti second. Kami hadir secara online dengan menawarkan properti jual beli, sewa menyewa properti yang bisa juga dicicil maupun dibayar sekaligus secara digital,” ucapnya seperti dilansir dari Bisnis.com.

Adapun properti yang disewakan Rentfix seperti gudang dan perkantoran, tak seluruhnya harus disewa. Konsumen pun bisa sharing economy dengan tak menyewa seluruhnya.

“Gudang-gudang bisa disewakan per 60 meter  per bulan. Ini sharing economy baru gudang-gudang kosong ini tanpa harus menyewakan full, tetapi secara parsial kepada tiga hingga enam penyewa yang dapat menggunakan tempat itu bersama. Ini dampak positif sektor properti,” tuturnya.

Pandemi, lanjutnya, sangat berdampak positif bagi penggunaan teknologi digital dimana saat ini apapun dilalukan menggunakan digital. Hal ini tentu berdampak pada sektor properti yang perlahan mulai berubah ke arah digital yakni dengan pameran virtual dan show unit secara virtual.

“Sebelum pandemi, minat pemilik properti untuk bekerja sama dengan kami sedikit, dari 10 presentasi hanya satu atau dua mitra yang berminat. Adanya pandemi membuat sekarang [dari 10 presentasi] empat sampai lima mitra minat untuk bergabung dengan kami,” lanjutnya.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *