Bisakah Seluruh Ruangan di Rumah Digunakan sebagai Tempat Belajar?

Rentfix.com – Pandemi Covid-19 menyebabkan banyak orang harus beradaptasi dengan keadaan baru, seperti bekerja atau belajar di rumah. Bahkan pada tahun ajaran baru kali ini, pembelajaran dilakukan di rumah. Ruang kelas pada tahun ajaran baru bisa berada di mana saja, di dapur, garasi, maupun di kamar tidur.

Pandemi juga menghadirkan tantangan baru yakni menciptakan tantangan yang kondusif untuk pembelajaran penuh di rumah. Bila sebelumnya ruang-ruang pembelajaran di rumah dibuat dengan tujuan sementara, kini banyak orangtua atau keluarga yang mulai berencana mengubah bagian hunian mereka menjadi ruang pembelajaran permanen.

Melansir laman¬†Forbes, Senin (31/8/2020), Kepala Slocum Design Group David Boronkay mengatakan, ruang kelas di rumah kini bukan lagi barang mewah. Hampir setiap keluarga kini membutuhkannya. “Ruang belajar tidak lagi hanya tempat mengerjakan pekerjaan rumah, Anda akan membutuhkan ruang di mana memungkinkan Anda untuk fokus belajar,” kata dia.

Meski demikian, masih banyak keluarga yang tidak memilliki ruang belajar khusus atau permanen di rumah mereka. Untuk itu dia menyarankan, setiap keluarga dapat memanfaatkan ruang yang jarang dipakai di rumah.

Hal ini dilakukan guna memisahkan ruang belajar dengan fungsi ruangan lainnya. Namun bisakah seluruh ruangan berfungsi sebagai ruang kelas di rumah? David menjawab, tidak semuanya. Beberapa ruang seperti kamar tidur dan ruang makan bisa diubah menjadi ruang kelas di rumah.

Ini karena kedua ruang tersebut biasanya jarang digunakan sebagai tempat aktivitas utama bagi anggota keluarga. Contohnya ruang makan. Selama pandemi ruangan ini jarang digunakan. Meja ruang makan bisa digunakan sebagai meja kelas.

Idealnya, anak-anak membutuhkan elemen unik yang tidak dibutuhkan orang dewasa untuk ruang kelas mereka. Berapa pun usia anak-anak, membutuhkan ruang yang berbeda dengan orang dewasa. Untuk itu, ruang kelas di rumah sebaiknya disesuaikan dengan usia.

Anak-anak yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak misalnya. Mereka membutuhkan ruang yang lebih luas untuk melakukan kegiatan atau berekspresi. Semakin dewasa usia anak-anak, mereka lebih membutuhkan ruang dengan gangguan minimal.

David merekomendasikan agar ruangan kelas anak-anak di rumah tidak dilengkapi dengan mainan atau barang yang dapat mengganggu konsentrasi.

“Penting untuk menciptakan ruang yang dapat ditutup untuk mengurangi gangguan, sebaiknya tanpa televisi atau konsol game. Hal ini terbukti bisa menjadi godaan untuk anak jika mereka dibiarkan sendiri,” kata David.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *