Jika Sektor Properti Pulih, Perekonomian Nasional Bangkit

Rentfix.com – Sektor properti disebut bisa menggerakkan perekonomian di Indonesia. Ini karena, sektor properti memilik dampak langsung ke 177 industri turunan lainnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN Pahala N Mansury dalam seminar daring yang diselenggarakan pada Rabu (29/7/2020).

“Sektor properti, terutama perumahan dapat menjadi salah satu andalan untuk bisa menggerakkan perekonomian Indonesia ke depannya,” ujar Pahala.

Pahala melanjutkan, pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia selama beberapa bulan terakhir turut memengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Salah satu indikatornya terlihat dari penurunan kegiatan ekonomi di sektor real estat. Ini terlihat dari pertumbuhan sektor perumahan pada kuartal I-2020 mengalami pelambatan bila dibandingkan dengan kuartal I-2019.

“Yaitu sebesar 3,8 persen dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan I-2019 yang tumbuh mencapai 5,4 persen,” kata Pahala. Besarnya pengaruh industri ini juga disampaikan oleh Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida.

Dia mengungkapkan, selama pandemi, sebanyak 4,1 juta karyawan dari total 30 juta orang dirumahkan. “Kalau sekarang kita tidak mendapatkan stimulus di sini, properti juga enggak jalan, industri lain kayak semen juga enggak jalan,” tutur Totok.

Oleh karenanya, Pemerintah menggelontorkan berbagai stimulus selama pandemi. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, selama pandemi, Pemerintah telah memberikan berbagai stimulus.

“Pemerintah mendesain apa yang disebut dengan program pemulihan ekonomi nasional,” kata Suahasil. Salah satu manfaat yang bisa dirasakan di sektor perumahan adalah subsidi bunga kepada debitur KPR sampai dengan tipe 70.

“Artinya teman-teman yang memiliki KPR 70 seyogyanya nama dan nasabahnya tercatat di OJK. Lalu OJK akan menginformasikan ke Kemenkeu dan akan bekerja sama dengan bank penyalur untuk menghitung besarnya subsidi bunga yang bisa diberikan kepada nasabah,” ucap Suahasil.

Sementara khusus di sektor perumahan, Pemerintah juga memberikan tambahan stimulus pembiayaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Stimulus tersebut berupa berupa pengalokasian dana untuk Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan tetap melaksanakaan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Selain itu, ada pula Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Berbagai upaya ini diharapkan dapat mendongkrak ekonomi nasional serta mengakselerasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional. “Saya berharap dengan sektor perumahan meningkat, properti meningkat, konstruksi membaik lalu 170 industri turunan dari properti kemudian bisa menggeliat,” kata dia.

Indonesia Menyongsong Fase New Normal

Rentfix.com – Pemerintah meminta masyarakat “berdamai” dengan Covid-19 dengan menggaungkan apa yang disebut sebagai new normal atau pola hidup baru. New normal adalah pola hidup baru yang ditandai dengan penyesuaian perilaku di tengah pandemi Covid-19 dengan cara menjalankan protokol kesehatan dalam aktivitas keseharian.

Protokol kesehatan tersebut antara lain selalu menjaga kebersihan tangan dengan cara mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, menggunakan masker saat keluar rumah, physical distancing atau menjaga jarak dengan orang lain minimal satu meter, serta menjaga kesehatan dengan asupan gizi seimbang dan berolahraga.

Pemerintah kini bahkan tengah menyiapkan protokol untuk mengatur new normal. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, usai rapat kabinet, seperti dilansir dari Kompas.com Senin (18/5/2020), mengatakan, protokol new normal tersebut akan mengatur mulai dari tata cara berkumpul di luar rumah, beribadah bersama-sama, hingga makan di restoran.

Konsep new normal sendiri sejatinya adalah fase berikutnya yang harus dijalani oleh masyarakat ketika pembatasan mulai dikendurkan. New normal menjadi keniscayaan manakala pembatasan mulai ditinggalkan.

Dengan dilonggarkannya pembatasan, masyarakat akan mulai keluar rumah untuk menjalankan aktivitas. Dalam konteks ini, pola hidup baru harus dijalani hingga ditemukannya vaksin atau obat yang efektif.

Dalam unggahan Twitter-nya, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebutkan, salah satu yang harus diperhatikan pemerintah suatu negara atau wilayah untuk melonggarkan pembatasan terkait Covid-19 adalah mendidik, melibatkan, dan memberdayakan masyarakat untuk hidup di bawah new normal.

Hal lainnya yang harus diperhatikan tentunya landasan bagi keputusan pelonggaran itu sendiri. Meski memaklumi alasan ekonomi, WHO menyatakan keputusan pelonggaran seharusnya berlandaskan data valid (data driven) yang menunjukkan terjadinya penurunan laju penyebaran penyakit.

Keduanya memiliki hubungan kausalitas. Sebelum berbicara new normal, pemerintah seharusnya fokus untuk mampu mengendalikan penyebaran Covid-19.

Terlepas dari polemik apakah sudah saatnya pemerintah melonggarkan pembatasan atau PSBB, skenario new normal muncul sebagai perdebatan baru.

Rendahnya kesadaran masyarakat

Adalah rendahnya kesadaran masyarakat kita sendiri yang menjadi penyebab munculnya kekhawatiran new normal tak akan menjadi norma baru di tengah masyarakat, setidaknya tidak dalam waktu dekat. Masyarakat kita masih tak acuh dengan protokol kesehatan.

Hal ini jelas tampak dari berbagai kondisi terkini yang terjadi di berbagai daerah. Pasar, pertokoan, bandara, pelabuhan, hingga jalanan kembali disesaki warga tanpa mengindahkan protokol kesehatan. Situasi ini berlangsung bahkan di saat PSBB masih diberlakukan.

Tenaga medis termasuk pihak yang gamang dengan skenario new normal. Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Harif Fadilah, khawatir skenario new normal berpotensi menciptakan peningkatan kasus Covid-19 yang akan berimbas pada tenaga medis.

Pasalnya, tidak ada garansi new normal akan diimbangi dengan protokol kesehatan yang ketat sehingga berjalan optimal. Sebelumnya, kekecewaan tenaga medis terhadap rendahnya kesadaran masyarakat telah digaungkan melalui tagar “Indonesia Terserah” yang viral di media sosial.

Namun demikian, new normal tak semata soal kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dan pola hidup bersih dan sehat. Badan Kesehatan Dunia (WHO) merilis enam panduan bagi negara-negara yang ingin beralih ke fase new normal yang semuanya menitikberatkan pada tanggung jawab penuh pemerintah.

Selain harus memiliki bukti bahwa penularan Covid-19 dapat dikendalikan, negara yang ingin menjalankan skenario new normal harus dipastikan sanggup melakukan tindakan seperti mendeteksi, mengisolasi, memeriksa, melacak orang-orang yang kemungkinan berhubungan dengan pasien; menekan penyebaran di lingkungan berisiko tinggi seperti rumah-rumah lansia hingga tempat-tempat berkerumun; mengukur sistem pencegahan di tempat-tempat kerja; menangani penularan kasus impor; hingga melibatkan aspirasi komunitas dan warga dalam transisi menuju new normal.

Hari Pendidikan Nasional dan Momen Mengenang Ki Hadjar Dewantara

Rentfix.com – Setiap 2 Mei, seperti hari ini, Sabtu (2/5/2020), masyarakat Indonesia memperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei diambil dari tanggal lahir sosok yang dianggap berjasa dalam bidang pendidikan di Tanah Air, yaitu Ki Hadjar Dewantara.

Hari Pendidikan Nasional diperingati untuk mengenang dan menghormati jasa Ki Hadjar Dewantara. Pria kelahiran Pakualaman, Yogyakarta, 2 Mei 1889, ini dikenal sebagai pencetus Taman Siswa dan jargon terkenal Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani. Sistem pendidikan yang diajarkannya bahwa segala ilmu pengetahuan harus didasarkan pada jati diri bangsa. Ajaran ini masih terus diimplementasikan hingga hari ini.

Dikutip dari pemberitaan harian Kompas edisi 16 Agustus 1985, pandangan ini banyak dikenal sebagai “Teori Nasi Goreng”. Maksudnya, bahan dasar tetaplah nasi yang merupakan bahan makanan pokok asli masyarakat Indonesia, tetapi dalam pembuatannya bisa menggunakan mentega, sosis, dan bahan lain yang asalnya dari negara lain. Rasanya tetap enak, tetapi nasi goreng berbahan tambahan apa pun tetaplah makanan berbahan dasar nasi.

Berdasarkan pemberitaan harian Kompas, 2 Mei 1968, karena jasa-jasanya, Ki Hadjar Dewantara mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Ia dianggap telah memelopori sistem pendidikan nasional berbasis kepribadian dan kebudayaan nasional. Ki Hadjar ditetapkan sebagai Bapak Pendidikan Nasional melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 305 Tahun 1959 pada Tanggal 28 November 1959.

Kisah Ki Hadjar Dewantara

Banyak kisah tentang Ki Hadjar Dewantara, yang bernama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Ia tidak menginginkan namanya diabadikan sebagai nama jalan atau taman-taman. Hal itu ternyata merupakan wasiat Ki Hadjar Dewantara kepada keluarganya, sebelum mengembuskan napas terakhir pada 26 April 1959.

Melansir artikel lain dari harian Kompas edisi 23 April 1985, pihak keluarga dan Majelis Luhur Taman Siswa telah menyampaikan hal ini kepada semua wali kota dan bupati se-Indonesia. Surat berisi informasi yang sama juga pernah dikirimkan kepada semua menteri di Kabinet Pembangunan III. Dalam surat itu, dilampirkan kesaksian dari pihak Taman Siswa dan keluarga yang benar-benar mendengar dan mengetahui wasiat itu.

Beberapa di antaranya yang menjadi saksi adalah ketiga putra dan putri Ki Hadjar Dewantara, yaitu Ki Subroto Arya Mataram, Nyi Ratih Saleh Lahade, dan Ki Sudiro Alimurtolo. Meski penamaan ini menunjukkan penghormatan dan upaya bangsa untuk tetap mengingat sosoknya, Ki Hadjar Dewantara merasa keberatan dan tak berkenan.

Ketika itu, kepada harian Kompas, Panitera Umum Majelis Luhur Farnan Siswa H Moesman W berharap pemerintah dan masyarakat memberi perhatian terhadap wasiat tersebut dan menghargainya dengan tidak menamai jalan atau taman dengan nama “Ki Hadjar Dewantara”.

“Pengabadian nama Ki Hadjar Dewantara sebetulnya membesarkan hati Majelis Luhur Taman Siswa, namun bagaimana lagi kalau beliau keberatan,” ujar Moesman. Namun, menurut dia, saat itu sudah ada kota-kota di Indonesia yang menggunakan nama Ki Hadjar Dewantara sebagai nama jalan atau taman, misalnya di Cilacap, Bukittinggi, Pekanbaru, dan Tanjungkarang.

“Kami mengharap segera diganti dengan nama lain,” ujar Moesman. Menurut dia, penggunaan nama itu tidak ada konsultasi atau izin dengan pihak keluarga atau Taman Siswa.

Hingga saat ini, nama Ki Hadjar Dewantara juga masih digunakan untuk penamaan ruas jalan di sejumlah kota. Dengan mengetikkan nama tersebut di pencarian Google Maps, terlihat beberapa daerah masih menggunakan namanya sebagai nama jalan.

Beberapa wilayah itu di antaranya Sidoarjo, Surakarta, Jombang, Pasuruan, dan Probolinggo. Jika melihat Yogyakarta sebagai tempatnya, tidak ada penggunaan nama Ki Hadjar Dewantara untuk menamai fasilitas umum, seperti jalan dan taman kota.

Di Yogyakarta, hanya ada sebuah jalan di Kecamatan Mergangsan yang bisa mengingatkan masyarakat pada sosok Ki Hadjar Dewantara. Jalan itu bernama Jalan Taman Siswa, sesuai dengan organisasi cikal-bakal pendidikan nasional bentukan Ki Hadjar Dewantara.

Bersatu Lawan Corona, Rentfix Adakan Crowdfunding Untuk Bantu Sesama

Rentfix.com – PT Real Estate Teknologi (Rentfix.com) melakukan urun dana (crowdfunding) dalam rangka menghentikan penyebaran virus corona guna membantu dan melindungi banyak orang yang terdampak Covid-19 di Tanah Air, (Kamis, 23/04/2020).

Donasi yang terkumpul ditujukan untuk bermacam pertolongan terkait wabah Covid-19. Mulai dari penyediaan alat pelindung diri (APD) bagi para tenaga medis, membantu kebutuhan ekonomi warga yang rentan corona, sterilisasi tempat-tempat publik, penyediaan masker, dan berbagi makanan untuk para tenaga medis.

Jenis Bantuan

Donasi tersebut disalurkan melalui RSUP Cengkareng, RSUP Persahabatan, RSUP Fatmawati, RSUP Pasar Minggu, RSPI Sulianti Saroso, RSUP Sanglah Bali, RSUD Tarakan, RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, RSUP Kariadi, RS dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar serta titik krusial lainnya di Indonesia.

Direktur PT Real Estate Teknologi Effendy Tanuwidjaja mengatakan tujuan urun dana yang kami lakukan saat ini merupakan inisiatif untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat ikut terlibat menekan penyebaran virus Corona. Melalui galang dana semua orang bisa berdonasi yang hasilnya akan digunakan untuk membantu dan melindungi banyak orang yang terdampak corona.

Masyarakat memiliki peran penting untuk bisa saling melindungi sesama umat manusia agar selamat dari wabah Covid-19. “Kita harus optimis bahwa bangsa Indonesia bisa atasi wabah lebih cepat dengan aksi yang tepat. Dan saat ini, kami bekerjasama dengan platform Kitabisa.com untuk mengalang dana dan berdonasi secara online,” ujar Effendy.

Untuk itu, Kitabisa dan Rentfix secara bersama mengajak para #OrangBaik untuk gotong royong saling memberi informasi dan membantu berbagai kebutuhan yang diperlukan. Detail dan jenis bantuan dari hasil donasi dapat dilihat dalam infografis di bawah ini:

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama filenya adalah 3fc0f1f0-0a84-4fa4-bb42-337f2ee639d1.jpg
Penerima Manfaat

Anda dapat menyalurkan bantuan demi kesehatan sesama dengan cara memberikan donasi dan mengisi nominal yang diberikan. Anda juga dapat memilih metode pembayaran. Mari saling membantu dengan apa yang kita bisa dan menyebarluaskan informasi ini agar lebih banyak orang yang membantu.

Lebih Dekat Mengenal Sejarah dan Makna Hari Bumi

Rentfix.com – Tepat hari ini, 22 April, diperingati sebagai Hari Bumi. Hari Bumi adalah acara tahunan yang dibuat untuk mengapresiasi lingkungan di planet ini dan meningkatkan kesadaran publik tentang polusi.

Dimulai sebagai gerakan akar rumput, Hari Bumi mendapat dukungan dari beberapa pihak untuk pembentukan Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) dan berkontribusi pada pengesahan UU Udara Bersih, UU Peningkatan Kualitas Air, UU Spesies Terancam Punah, dan beberapa undang-undang lingkungan lainnya.

Sejarah dan makna hari bumi

Sejarah Dilansir Live Science, Rabu (18/4/2017), adapun gagasan munculnya Hari Bumi pertama kali digalakkan oleh pengajar lingkungan Amerika Serikat Gaylord Nelson pada 1970. Tepatnya pada 1969, Nelson mulai tergerak setelah melihat kerusakan lingkungan akibat tumpahan minyak besar-besaran di Santa Barbara, California.

Baca Juga: Mengenang Sosok RA Kartini dan Perjuangannya

Ia kemudian terinspirasi untuk mengorganisir melakukan pengajaran secara nasional yang berfokus pada mendidik masyarakat tentang lingkungan. Nelson merekrut Denis Hayes, lulusan baru Stanford University yang aktif secara politis, sebagai koordinator nasional, dan membujuk Pete McCloskey dari California untuk menjadi wakil ketua. Dengan staf 85 orang, mereka dapat mengerahkan 20 juta orang di seluruh Amerika Serikat pada 20 April 1970 guna melangsungkan protes.

Selain itu, orang-orang tersebut juga mengadakan diskusi di area publik untuk berbicara tentang lingkungan dan menemukan cara untuk mempertahankan planet ini.

Baca Juga: Bosan di Rumah? Yuk, Coba Virtual Ruang Digital Properti Rentfix

“Kelompok-kelompok yang telah berjuang melawan tumpahan minyak, pabrik-pabrik pencemar dan pembangkit listrik, pembuangan limbah mentah, pembuangan racun, pestisida, jalan raya, hilangnya hutan belantara, dan kepunahan satwa liar tiba-tiba menyadari bahwa mereka memiliki nilai-nilai yang sama,”Menurut catatan History of Earth Day oleh Earth Day Network.

Pada peringatan ke-10 Hari Bumi, Nelson menuliskan artikel untuk EPA Journal. “Pada hari itulah orang Amerika memperjelas bahwa mereka memahami dan sangat prihatin atas kerusakan lingkungan kita dan pembuangan sumber daya kita secara sembarangan,” kata Nelson.

Baca Juga: Kak Seto, Rumah Itu Ibarat Harta Karun, Keluarga Sumber Kekuatan dan Rasa Syukur

Pada 1995, Presiden Bill Clinton memberikan Nelson Medali Kebebasan Presiden untuk menjadi pendiri Hari Bumi. Ini adalah kehormatan tertinggi yang diberikan kepada warga sipil di Amerika Serikat.

Maknanya Makna dari Hari Bumi masih penting karena mengingatkan orang untuk berpikir tentang nilai-nilai kemanusiaan, ancaman yang dihadapi planet ini dan cara-cara untuk membantu melindungi lingkungan. Hal itu diungkapkan oleh seorang profesor studi psikologi dan lingkungan di The College of Wooster di Ohio, Susan Clayton.

“Berpikir tentang sejarah aktivisme lingkungan dan cara individu bekerja sama untuk mengubah kebijakan dapat membuat kita lebih optimis tentang kemampuan untuk membuat perubahan positif di masa depan,” kata Clayton. Mia Yamaguchi, koordinator penjangkauan di CoolClimate Network di University of California juga setuju dengan pendapat tersebut.

“Ada banyak, banyak hal yang dapat dilakukan oleh satu orang untuk mengelola dampak lingkungan mereka sendiri, yang menurut saya membuatnya sangat berbeda dari kekhawatiran seperti utang nasional atau kebijakan luar negeri AS,” kata Yamaguchi seperti dilansir dari Kompas.com

Bersama Para Mitra Tunjukkan Komitmen dalam Pelayanan Sewa Properti

Rentfix.com – Pemerintah Indonesia telah mengambil keputusan agar masyarakat berkegiatan di dalam rumah, mulai dari belajar, bekerja, hingga beribadah dalam pandemi virus corona yang tengah melanda dunia membuat banyak aktivitas terganggu.

Masyarakat diminta untuk menjaga jarak supaya terhindar dari virus berbahaya ini. Namun, bagi platform sewa menyewa properti Rentfix tetap melayani dalam bidang layanan sewa menyewa properti dan pasang properti gratis untuk kebutuhan masyarakat Indonesia selama #dirumahaja secara daring.

Bersama dengan mitra propertinya yaitu Ciputra Citra Landmark, LMAN, Eraprima Daan Mogot, Seven Star, Puri Orchard, Padina, Cengkareng Business City, Boutique Office, AKR Tower. Coworking space Ruang dan Tempo, Mula Indonesia (Galeria Jakarta), Greenhub, Urbanspace, dan Dreamhub hingga kantor agent properti Prop2Go, More Property, Lexus, dan Seven Star Property bersama menunjukkan komitmen agar user terus dapat bertransaksi dan pasang properti #dirumahaja dengan aman dan nyaman.

“Seluruh jajaran mitra kami berharap agar situasi pandemi ini dapat segera dilewati oleh Indonesia. Kami berharap untuk bisa memberikan yang terbaik, dengan segala kemampuan kita, untuk orang-orang di sekitar kita dalam memenuhi kebutuhan sewa menyewa properti” ujar Direktur Rentfix Effendy Tanuwidjaja.

Pihaknya berusaha untuk mengoptimalkan layanan bisnis walaupun dalam situasi seperti ini. “Kami terus menjaga sanitasi fasilitas operasional, memastikan kesehatan karyawan. Terima kasih untuk Anda yang beraktivitas #dirumahaja untuk menjaga kesehatan bersama. Terima kasih juga untuk Anda yang tetap bekerja dari rumah dan mengiklankan properti di Rentfix.com.”, pungkas Effendy.

Ini Dia! 5 Kabar Baik tentang Covid-19

Rentfix.com – Di tengah ketidakpastian seputar pandemi virus corona, setiap orang menginginkan adanya kabar baik yang bersifat positif. Kabar baik seputar virus corona tentu akan membawa optimisme bagi kita semua. Agar rasa panik dan khawatir berkurang, berikut beberapa kabar baik seputar virus corona yang perlu Anda ketahui seperti dilansir dari Berita Satu:

1. Umumnya orang dengan Covid-19 akan pulih

Hingga saat ini, diperkirakan di atas 90% orang yang terinfeksi virus akan sembuh. Tak semua orang yang terinfeksi virus corona akan mengalami gejala yang berat. Beberapa di antaranya hanya mengalami gejala ringan hingga sedang. Bahkan ada pula beberapa orang yang tidak memiliki gejala sama sekali. Sementara itu, tingkat kematian akibat vorus corona ternyata masih lebih rendah daripada penyakit lain seperti MERS, SARS atau Ebola.

2. Anak-anak lebih jarang terinfeksi dan memiliki penyakit yang lebih ringan

Menurut CDC, sebagian besar infeksi virus corona sejauh ini lebih banyak menimpa orang dewasa. Ketika virus ini menginfeksi anak-anak, mereka cenderung memiliki penyakit yang lebih ringan. Namun, penting untuk dicatat bahwa anak-anak dapat mengembangkan infeksi. Sebuah penelitian yang baru-baru ini dilakukan di Tiongkok pada awal wabah menunjukkan bahwa sejumlah kecil anak-anak, terutama bayi dan balita, dapat mengembangkan infeksi serius. Seperti yang berlaku secara umum, kemungkinan anak-anak dapat menyebarkan infeksi tanpa gejala, meskipun seberapa sering hal ini terjadi, masih belum jelas.

3. Jumlah kasus baru turun di area wabah ini dimulai

Dalam beberapa minggu terakhir, Tingkok dan Republik Korea secara signifikan telah menurunkan epidemi. Bahkan, Kota Wuhan (lokasi kasus pertama) melaporkan tidak ada kasus lokal baru untuk pertama kalinya sejak wabah dimulai. Satu-satunya kasus baru berasal dari para pelancong yang tiba di sana. Hal ini menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan untuk menahan penyebaran infeksi bisa dikatakan berhasil.

4. Ada internet!

Berkat internet, social distancing yang kini dilakukan menjadi tidak terlalu membosankan. Selain itu, dengan adanya koneksi internet, permintaan bantuan dari orang yang terinfeksi dan harus mengisolasi dirinya secara mandiri dapat segera terpenuhi. Mereka juga masih dengan mudah melihat keluarga, teman maupun dokter untuk memberikan kondisi terbaru mereka.

5. Respons terhadap pandemi terus meningkat

Pandemi Covid-19 telah mengekspos kekurangan dalam sistem perawatan kesehatan di seluruh dunia yang memberikan peluang untuk memperbaikinya. Seperti, respons yang lebih cepat dalam persiapan, distribusi alat-alat yang diperlukan (misalnya alat pelindung diri) dan pesan kepada masyarakat yang lebih terkoordinasi.

Sembari terus berusaha menghindari terinfeksi virus corona dengan tetap berada di rumah dan terus meningkatkan daya tahan tubuh, kabar positif seputar virus corona baru ini bisa membuat Anda sedikit lebih tenang. Menerapkan physical distancing juga menjadi hal penting saat Anda harus berada di luar rumah untuk membantu memutus rantai penyebaran virus corona ini.

Simak 39 Tanya Jawab Penting Seputar Covid-19

1. Ada anggota keluarga yang menunjukkan gejala virus corona yang ringan, bagaimana caranya saya merawatnya di rumah?

Bila ada anggota keluarga yang mengalami demam, rasa lelah atau batuk kering, cari pertolongan pada sarana kesehatan dan ikuti perintah tenaga kesehatan. Bila diminta rawat di rumah dan Anda mampu, tempatkan anggota keluarga itu di ruang terpisah yang memiliki akses ke kamar mandi. Anggota keluarga itu harus memakai masker dan menghindari kontak dengan anggota keluarga lainnya dan tidak boleh meninggalkan rumah kecuali berobat.

Meski terisolasi, Anda masih dapat menunjukkan kasih sayang dan perhatian dengan tetap berkomunikasi via telepon atau WA, bantu mengerjakan tugas-tugasnya yang terbengkalai dan menyediakan makanan untuknya. Secara teratur bersihkan permukaan benda-benda atau bagian-bagian di rumah yang sering disentuh tangan dengan disinfektan termasuk kamar mandi yang digunakan anggota keluarga yang tengah diisolasi setiap selesai digunakan.

2. Adakah obat khusus untuk mencegah atau mengobati virus corona baru?

Sampai saat ini, belum ada obat khusus yang disarankan untuk mencegah atau mengobati penyakit yang disebabkan virus corona baru (COVID-19). Mereka yang terinfeksi virus harus menerima perawatan yang tepat untuk meredakan dan mengobati gejala, dan mereka yang sakit serius harus dibawa ke rumah sakit. Sebagian besar pasien sembuh karena perawatan untuk gejala yang dialami.

Beberapa perawatan spesifik saat ini tengah diteliti, dan akan melalui uji klinis. WHO membantu mempercepat upaya penelitian dan pengembangan dengan sejumlah mitra.

3. Apa itu virus corona baru dan COVID-19?

Virus corona baru atau novel coronavirus (nCoV) adalah jenis virus corona baru yang menimbulkan penyakit yang bernama COVID-19. Sebelum dikenal sebagai COVID-19, penyakitnya dikenal sebagai virus corona baru 2019 atau 2019-nCoV.

Virus corona baru adalah virus baru, tapi mirip dengan keluarga virus yang menyebabkan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan sejumlah influensa biasa.

4. Apa saja pengobatan infeksi virus corona (COVID-19) yang tersedia?

Saat ini belum ada pengobatan khusus yang efektif untuk infeksi virus corona baru. Vaksin mungkin baru bisa tersedia 18 bulan ke depan (2021). Sementara ini, cara terbaik adalah melakukan tindakan pencegahan, yaitu:

Sering suci tangan pakai sabun dan air mengalir
Hindari menyentuh muka
Jauhi orang yang menunjukkan gejala (demam, batuk kering, kelelahan)
Bila Anda mengalami demam, rasa lelah dan batuk kering, segera cari pengobatan
Anda dapat menguatkan sistem kekebalan diri dengan melakukan perilaku sehat, seperti olah raga teratur, makan makanan bergizi seimbang, tidak merokok dan memastikan Anda dan anak Anda mendapat imunisasi lengkap.

5. Apa saja tanda atau gejala infeksi virus corona?

Bila seseorang terinfeksi virus, dia akan menunjukkan gejala dalam 1-14 hari sejak terpapar virus. Gejala umumnya adalah

  • demam
  • rasa lelah
  • batuk kering

Sebagian besar orang hanya akan mengalami gejala ringan, namun di kasus-kasus yang tertentu, infeksi dapat menyebabkan pnemonia dan kesulitan bernapas. Pada sebagian kecil kasus, infeksi virus corona bisa berakibat fatal. Orang lanjut usia (lansia) dan orang-orang dengan masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung atau diabetes kemungkinan mengalami sakit lebih serius.

Karena gejala-gejalanya mirip flu biasa, maka perlu dilakukan tes untuk memastikan apakah seseorang terinfeksi virus corona. Tes tersedia di rumah sakit-rumah sakit rujukan bagi orang yang mengalami gejala-gejala atas dasar perintah dokter.

Kunci pencegahan virus corona (COVID-19): Sering suci tangan pakai sabun dan air mengalir, hindari menyentuh muka, jauhi orang yang menunjukkan gejala (demam, batuk kering, kelelahan), bila batuk atau bersin: tutup mulut dan hidung dengan siku terlipat atau tisu yang dibuang langsung ke tempat sampah tertutup setelah dipakai.

6. Apa yang dimaksud dengan pandemi?

WHO (World Health Organization atau Badan Kesehatan Dunia) secara resmi mendeklarasikan virus corona (COVID-19) sebagai pandemi pada tanggal 9 Maret 2020. Artinya, virus corona telah menyebar secara luas di dunia. Istilah pandemi terkesan menakutkan tapi sebenarnya itu tidak ada kaitannya dengan keganasan penyakit tapi lebih pada penyebarannya yang meluas.

Ingat, pada umumnya virus corona menyebabkan gejala yang ringan atau sedang, seperti demam dan batuk, dan kebanyakan bisa sembuh dalam beberapa minggu. Tapi bagi sebagian orang yang berisiko tinggi (kelompok lanjut usia dan orang dengan masalah kesehatan menahun, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau diabetes), virus corona dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Kebanyakan korban berasal dari kelompok berisiko itu. Karena itulah penting bagi kita semua untuk memahami cara mengurangi risiko, mengikuti perkembangan informasi dan tahu apa yang dilakukan bila mengalami gejala. Dengan demikian kita bisa melindungi diri dan orang lain.

7. Apa yang harus saya lakukan bila anak menunjukkan gejala virus corona?

Segera cari petolongan medis namun ingat bahwa gejala-gejala infeksi virus corona yang baru ini (batuk atau demam) sebetulnya tidak berbeda dengan gejala-gejala flu biasa.

Terus lakukan perilaku bersih cuci tangan pakai sabun dan pastikan anak telah diimunisasi sehingga anak Anda terlindungi dari virus dan penyakit lain.

Hindari tempat umum (tempat kerja, sekolah, transportasi umum) untuk mencegah penyebaran.

8. Apa yang harus saya lakukan bila anggota keluarga menunjukkan gejala?

Segera cari pertolongan kesehatan bila Anda atau anak mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas. Telepon sarana kesehatan terlebih dahulu untuk memberi tahu jika Anda telah melakukan perjalanan ke wilayah di mana dilaporkan ada kasus virus corona (COVID-19) atau bila Anda pernah bertemu dengan seseorang yang telah melakukan perjalanan ke wilayah itu dan menunjukkan gejala-gejalanya.

Apakah ada hal yang tidak boleh saya lakukan?
Tindakan-tindakan berikut TIDAK efektif melawan COVID-19 dan bahkan bisa berbahaya:

  • Merokok
  • Mengenakan lebih dari satu masker
  • Meminum antibiotik

Apa pun keadaannya, jika Anda mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas, segeralah mencari pertolongan medis untuk mengurangi risiko terkena infeksi yang lebih parah dan sampaikan riwayat perjalanan Anda baru-baru ini kepada tenaga kesehatan.

9. Apakah aman memberi ASI pada bayi bila ibu terinfeksi atau suspek virus corona?

Semua ibu yang tinggal di wilayah terpengaruh atau memiliki risiko, khususnya yang menunjukkan gejala demam, batuk dan sesak napas harus mencari pengobatan secepat mungkin dan mengikuti perintah tenaga kesehatan.

Karena pentingnya pemberian ASI, ibu yang sedang menyusui dapat melanjutkan ASI sambil terus melakukan tindakan-tindakan pencegahan. Sebagaimana virus-virus pernapasan yang lain, virus corona baru tidak menular melalui cairan ASI.

Bagi ibu atau siapapun yang mengalami gejala demam, rasa lelah dan batuk kering, yang perlu berinteraksi dengan anak, perhatikan hal-hal berikut.

Gunakan masker saat berada dekat anak (termasuk saat memberi ASI)
Cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah kontak dengan anak (termasuk memberi ASI)
Bersihkan permukaan benda-benda yang tersentuh tangan dengan lap, tisu atau cairan disinfektan.
Bila ibu terlalu lemah, sebaiknya perah ASI dan berikan pada bayi dengan cangkir atau sendok bersih, sambil tetap mengikuti tindakan-tindakan pencegahan di atas.

Apakah antibiotik efektif mencegah dan mengobati virus corona baru?
Tidak, antibiotik tidak bekerja melawan virus, hanya bakteri. Virus corona baru adalah virus dan oleh karena itu, antibiotik tidak boleh digunakan untuk pencegahan ataupun pengobatan. Antibiotik hanya digunakan sesuai arahan dokter untuk mengobati infeksi bakteri.

10. Apakah COVID-19 sama dengan SARS?

Tidak. Virus penyebab COVID-19 dan virus penyebab wabah SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang muncul di tahun 2003 memang memiliki hubungan genetik, tetapi penyakit yang ditimbulkannya berbeda. SARS lebih mematikan, tetapi penularannya lebih rendah dibandingkan COVID-19. Tidak ada wabah SARS di mana pun sejak tahun 2003.

11. Apakah cuaca dingin dan salju bisa membunuh virus corona baru?

Tidak ada bukti yang menunjukkan cuaca dingin dapat membunuh virus corona baru atau penyakit lainnya. Terlepas dari suhu eksternal atau cuaca suhu tubuh manusia normal tetap sekitar 36,5° C hingga 37° C.

Cara paling efektif untuk melindungi diri Anda dari virus corona (COVID-19) adalah dengan sering mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia, cairan pembersih berbahan alkohol (minimal 60%).

12. Apakah ibu hamil dapat menularkan virus corona (COVID-19) ke janinnya?

Sampai saat ini tidak ada bukti kuat yang menunjukkan virus menular dari ibu ke janinnya atau mempengaruhi bayinya nanti. Masalah ini masih dalam tahap penelitian. Yang penting, ibu hamil harus melakukan tindakan pencegahan untuk melindungi diri dari paparan virus dan mencari pengobatan secepatnya bila mengalami gejala-gejala seperti demam, batuk atau sesak napas.

13. Apakah makan bawang putih bisa membantu mencegah infeksi virus corona baru?

Bawang putih adalah makanan sehat yang mungkin memiliki beberapa sifat antimikroba. Namun, tidak ada bukti bahwa makan bawang putih telah melindungi orang dari virus corona (COVID-19).

14. Apakah mandi air panas bisa mencegah virus corona (COVID-19)?

Mandi air panas tidak dapat mencegah Anda dari COVID-19. Suhu tubuh normal Anda tetap di sekitar 36,5° C hingga 37° C terlepas dari suhu air. Sebenarnya, mandi dengan air yang sangat panas bisa berbahaya, karena bisa membakar kulit.

Cara terbaik untuk melindungi diri dari COVID-19 adalah dengan sering mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia, cairan permbersih berbahan alkohol (60%). Dengan melakukan ini, Anda menghilangkan virus yang mungkin ada di tangan dan menghindari infeksi yang dapat terjadi karena menyentuh mata, mulut, dan hidung.

15. Apakah manusia dapat terinfeksi COVID-19 dari hewan?

Coronavirus adalah kelompok virus yang biasanya terdapat pada binatang. Terkadang, orang terinfeksi virus-virus ini, yang kemudian menyebar ke orang lain, seperti SARS-CoV dan MERS-CoV. SARS-CoV dikaitkan dengan musang, sedangkan MERS-CoV ditularkan oleh unta. Hewan penular COVID-19 belum bisa dipastikan sampai saat ini.

Untuk melindungi diri, misalnya saat mengunjungi pasar hewan hidup, hindari kontak langsung dengan hewan hidup dan permukaan yang bersentuhan dengan hewan. Pastikan kebersihan makanan selalu dijaga. Berhati-hatilah ketika memegang daging, susu atau organ hewan mentah untuk menghindari kontaminasi dengan makanan mentah dan hindari konsumsi produk-produk hewan yang mentah atau tidak matang sempurna.

16. Apakah membilas hidung dengan garam secara rutin mencegah infeksi virus corona baru?

Tidak. Tidak ada bukti bahwa mencuci hidung dengan garam secara teratur dapat melindungi orang dari infeksi virus corona baru. Ada beberapa bukti terbatas bahwa mencuci hidung dengan garam secara teratur dapat membantu orang pulih lebih cepat dari flu biasa tapi belum terbukti mencegah infeksi pernapasan.

17. Apakah menyemprotkan alkohol atau klorin ke seluruh tubuh dapat membunuh virus corona baru?

Tidak. Menyemprotkan alkohol atau klorin ke seluruh tubuh tidak akan membunuh virus yang telah memasuki tubuh. Menyemprotkan zat-zat semacam itu justru bisa merusak pakaian dan selaput lendir (yaitu mata, mulut). Ketahuilah bahwa alkohol dan klorin dapat berguna untuk mendisinfeksi permukaan, tetapi perlu digunakan di bawah rekomendasi yang tepat.

Apakah paket kiriman dari wilayah yang ada kasus COVID-19 aman untuk diterima?
Ya. Kecil kemungkinan barang komersial terkontaminasi dari orang yang terinfeksi dan kecil juga risiko tertular virus corona baru dari paket yang sudah berpindah, berada dalam perjalanan, dan terpapar kondisi serta suhu yang berbeda-beda.

18. Apakah pengering tangan efektif membunuh virus corona baru?

Tidak. Pengering tangan tidak efektif membunuh virus corona baru. Untuk melindungi diri, Anda harus sering membersihkan tangan dengan sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia, gunakan cairan pembersih berbasis alkohol (minimal 60%). Setelah tangan dibersihkan, Anda harus mengeringkannya dengan menggunakan kertas tisu atau pengering udara hangat.

Apakah penyemprotan cairan disinfektan dapat melindungi saya dari virus corona?
Cairan disinfektan bisa membersihkan virus pada permukaan benda-benda dan BUKAN pada tubuh atau baju dan TIDAK AKAN melindungi Anda dari virus jika berkontak erat dengan orang sakit.

Virus berpindah melalui percikan batuk/bersin orang sakit yang kemudian terhirup orang lain atau menempel di permukaan benda yang kemudian disentuh lalu masuk melalui mata, hidung atau mulut orang lain. Cairan disinfektan dapat membersihkan virus yang menempel di permukaan benda seperti meja, gagang pintu atau saklar lampu yang kerap disentuh orang.

Membersihkan permukaan benda-benda itu sangat penting bila Anda melakukan isolasi diri di rumah dan untuk menggunakan cairan disinfektan, pastikan Anda sudah membaca petunjuk di label produk. Pemakaian cairan disinfektan secara langsung ke tubuh dapat membahayakan diri Anda.

19. Apakah saya harus khawatir pada virus corona (COVID-19)?

Penyakit COVID-19 pada umumnya bersifat ringan, terutama pada anak-anak dan orang dewasa muda. Namun, infeksi juga dapat menyebabkan penyakit serius: sekitar 1 dari 5 orang yang terinfeksi membutuhkan perawatan di rumah sakit. Karenanya, wajar jika orang khawatir akan dampak wabah COVID-19 pada diri mereka dan orang-orang yang mereka sayangi.

Kita dapat menyalurkan kekhawatiran dengan cara melindungi diri kita, orang-orang yang kita sayangi dan masyarakat. Tindakan yang terpenting adalah rajin mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia, cairan pembersih tangan berbahan alkohol (minimal 60%) dan menutup hidung dan mulut saat batuk dan bersin dengan siku terlipat. Selain itu, tetap ikuti perkembangan informasi dan patuhi nasihat dinas kesehatan setempat termasuk untuk pembatasan perjalanan, pergerakan dan pertemuan.

20. Apakah saya sebaiknya menggunakan masker medis?

Gunakan masker hanya ketika Anda batuk atau bersin demi melindungi orang lain. Bila Anda tidak memiliki gejala-gejala itu, tidak perlu gunakan masker. Menggunakan masker tidak cukup melindungi diri dari infeksi virus corona. Sering mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir lebih efektif melindungi diri Anda dari infeksi.

Jumlah masker di pasaran sangat terbatas dan tenaga kesehatan harus mendapatkan masker agar dapat menjalankan tugas-tugas mereka. Kita dapat membantu kerja petugas kesehatan dengan tidak membeli atau menggunakan masker khususnya saat tidak batuk atau bersin.

21. Apakah sebaiknya anak saya jangan bersekolah dulu?

Bila anak Anda menunjukkan gejala demam, rasa lelah dan batuk kering, sebaiknya mencari pengobatan dan ikuti perintah dari tenaga kesehatan. Istirahatkan anak di rumah dan hindari tempat keramaian untuk mencegah penyebaran penyakit.

Bila anak Anda tidak menunjukkan gejala sebaiknya anak Anda tetap bersekolah, kecuali ada pemberitahuan dari pihak berwenang yang menyatakan sebaliknya.

Ajarkan anak perilaku bersih, termasuk perilaku sbb.,

Sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau cairan pembersih berbahan alkohol (60%)
Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin dengan siku terlipat atau tisu, yang langsung dibuang ke tempat sampah tertutup setelah digunakan
Hindari menyentuh mata, mulut dan hidung saat tangan anak belum dicuci pakai sabun.

22. Apakah vaksin pneumonia melindungi Anda dari virus corona baru?

Tidak. Vaksin pneumonia, seperti vaksin pneumokokus dan vaksin Haemophilus influenza tipe B (Hib), tidak memberi perlindungan terhadap virus corona baru. Virus ini sangat baru dan berbeda sehingga membutuhkan vaksin sendiri.

Para peneliti sedang mencoba mengembangkan vaksin melawan COVID-19 dan WHO mendukung upaya mereka. Meskipun vaksin pneumonia tidak efektif terhadap COVID-19, vaksinasi terhadap penyakit pernapasan sangat dianjurkan untuk melindungi kesehatan Anda.

23. Apakah virus corona baru bisa ditularkan melalui gigitan nyamuk?

Sampai saat ini belum ada bukti yang menunjukkan virus corona baru dapat ditularkan nyamuk. Virus corona baru adalah virus pernapasan yang menyebar terutama melalui percikan batuk atau napas orang yang sudah terinfeksi.

Untuk melindungi diri Anda, sering-seringlah mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia, dengan cairan pembersih berbahan alkohol (minimal 60%). Selain itu, hindari kontak dekat dengan siapa pun yang batuk dan bersin.

24. Apakah virus corona baru mempengaruhi anak-anak atau ibu hamil?

Ini adalah virus baru dan kita belum memperoleh pengetahuan yang cukup tentang bagaimana virus mempengaruhi anak-anak atau ibu hamil. Yang telah diketahui: siapapun dari semua kelompok usia dapat terinfeksi virus. Yang kita tahu, sejauh ini jumlah kasus anak-anak terbilang sedikit.

Pada sedikit kasus, infeksi virus corona baru dapat berakibat fatal dan kebanyakan itu terjadi di kelompok lansia (lanjut usia) dan mereka yang masalah kesehatan menahun (kronis), seperti tekanan darah tinggi, diabetes atau penyakit jantung.

25. Apakah virus corona baru mempengaruhi orang yang lebih tua, atau apakah orang muda juga rentan?

Orang-orang dari segala lapisan usia dapat terinfeksi virus corona baru. Orang yang lebih tua, dan orang-orang dengan masalah kesehatan (seperti tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung) akan lebih rentan untuk mengalami sakit parah.

WHO menyarankan semua orang mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri dari virus, misalnya dengan mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia, gunakan cairan pembersih berbahan alkohol (minimal 60%).

26. Apakah virus COVID-19 dapat menular di daerah iklim panas dan lembab?

Dari bukti-bukti yang ada , virus corona baru dapat ditularkan di SEMUA AREA, termasuk daerah dengan cuaca panas dan lembab. Apa pun iklimnya, lakukan tindakan perlindungan jika Anda tinggal di, atau bepergian ke area yang ada kasus COVID-19.

Cara terbaik untuk melindungi diri dari COVID-19 adalah dengan sering mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia, cairan pembersih berbahan alkohol (minimal 60%). Dengan melakukan ini, Anda menghilangkan virus yang mungkin ada di tangan Anda dan menghindari infeksi yang dapat terjadi karena menyentuh mata, mulut, dan hidung Anda.

27. Bagaimana cara menjaga keluarga tetap sehat di perjalanan?

Seseorang yang merencanakan perjalanan ke luar negeri harus selalu memeriksa nasihat perjalanan (travel advisory) untuk negara tujuan termasuk pembatasan-pembatasan memasuki wilayah, syarat karantina saat masuk atau nasihat perjalan lainnya.

Saat perjalanan, semua orang tua harus mengikuti standar perilaku bersih untuk mereka sendiri dan anak-anak. Perhatikan hal-hal berikut:

Sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia, gunakan cairan pembersih tangan berbahan alkohol (minimal 60%)
Saat batuk atau bersin, tutupi mulut dan hidung dengan siku terlipat atau tisu, yang langsung dibuang ke tempat sampah tertutp setelah digunakan
Jaga jarak minimal 1 dengan orang lain. Hindari orang yang batuk atau bersin
Karena itu, orang tua harus menyiapkan perlengkapan cairan pembersih tangan, tisu pembersih/ pengering dan tisu atau lap disinfektan.

Saran tambahan: di pesawat atau kendaraan lain, bersihkan kursi, sandaran tangan, layar LCD dan sebagainya dengan tisu disinfektan. Di hotel atau tempat akomodasi lain, gunakan tisu atau lap disinfektan untuk membersihkan permukaan bidang benda-benda yang tersentuh tangan, pegangan pintu, remote control dan lainnya.

28. Bagaimana cara terbaik mencuci tangan secara benar?

Langkah 1: basahkan tangan dengan air mengalir

Langkah 2: sabuni tangan

Langkah 3: gosok semua permukaan tangan, termasuk telapak dan punggung tangan, sela-sela jari dan kuku, selama minimal 20 detik

Langkah 4: bilas sampai bersih dengan air mengalir

Langkah 5: keringkan tangan dengan kain bersih atau tisu pengering tangan yang harus dibuang ke tempat sampah segera setelah digunakan

Seringlah cuci tangan pakai pakai sabun, seperti sebelum makan, setelah batuk atau bersin, sebelum menyiapkan makanan, saat ke kamar mandi. Jadikan kebiasaan untuk mencuci tangan pakai sabun setelah dari luar rumah atau sebelum memasuki sekolah atau tempat lain dengan anak.

Bila sabun dan air mengalir tidak tersedia, gunakan cairan pembersih tangan yang berbahan alkohol (minimal 60%).

29. Bagaimana caranya agar rumah saya aman dari penularan virus corona?

Pastikan keluarga menerapkan perilaku bersih, yaitu sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, di antaranya saat mereka tiba di rumah, sebelum makan dan setelah menggunakan kamar mandi.

Secara teratur bersihkan permukaan benda-benda yang sering tersentuh tangan, seperti saklar lampu atau gagang pintu dengan lap, tisu atau carian disinfektan. Cuci baju yang telah terpakai dengan deterjen dengan takaran sesuai label.

30. Bagaimana caranya supaya saya tetap aman saat berada di luar rumah?

Ingat bahwa Anda tidak disarankan menggunakan masker kecuali memiliki gejala seperti demam, rasa lelah dan batuk kering. Agar tetap aman, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia, cairan pembersih tangan berbahan alkohol (min 60%), jauhi orang yang menunjukkan gejala sakit dan bila Anda batuk atau bersin, tutup dengan siku terlipat atau tisu yang segera dibuang ke tempat sampah tertutup selesai digunakan.

Sementara ini, jangan bersalaman dengan orang lain atau saling menyentuh muka tapi gunakan cara bersalaman lain yang aman atau tidak saling menyentuh. Dalam keramaian, semisal di pasar atau di dalam bis, jaga jarak dengan orang lain, minimal sejauh jangkauan lengan (1 meter).

Selalu cuci tangan pakai sabun atau dengan cairan pembersih saat sampai di tempat kerja atau tujuan dan saat sampai kembali di rumah. Bila tersedia cairan pembersih gratis di tempat umum, gunakan untuk membersihkan tangan.

31. Bagaimana saya bisa menghindari risiko tertular?

Berikut ini 4 cara pencegahan yang dapat Anda dan keluarga Anda lakukan:

Sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia, cairan pembersih tangan berbahan alkohol (60%)
Tutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk dengan siku terlipat atau tisu yang langsung dibuang ke tempat sampah tertutup setelah dipakai
Jaga jarak bicara minimal 1 meter. Jauhi orang yang terlihat memiliki gejala-gejala flu. Bila Anda atau keluarga Anda mengalami demam, batuk atau sesak napas, segera cari pengobatan medis.

32. Bagaimana saya melindungi orang lansia (lanjut usia) di keluarga atau lingkungan?

Orang lansia paling rentan terhadap infeksi virus corona, khususnya mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah atau memiliki masalah pernapasan. Anda dapat melindungi mereka dengan memotivasi mereka untuk sering mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir. Saat mengunjungi mereka, Anda pun harus cuci tangan pakai sabun. Bila Anda demam, batuk atau sesak napas, jangan kunjungi lansia atau orang-orang yang fisiknya lemah. Sebagai pengganti, Anda dapat berkomunikasi via telepon atau cara lain.

Orang lansia atau mereka yang memiliki masalah kesehatan sebaiknya menghindari keramaian seperti festival, pasar atau kegiatan lain yang mendatangkan keramaian. Anda dapat membantu mereka dengan mengerjakan tugas mereka sambil berhubungan via telepone. Bagi lansia, berada di rumah terus bisa membuat kesepian, namun Anda bisa menggembirakan mereka dengan membantu mereka tetap berhubungan dengan dunia luar dengan beragam teknologi komunikasi.

33. Bagaimana saya mempersiapkan diri menghadapi gangguan virus corona (COVID-19) pada pekerjaan atau sekolah?

Pertama, Anda membutuhkan informasi yang akurat untuk melindungi Anda dan keluarga dari infeksi. Dengarkan panduan dari pihak berwenang dan ikut sampaikan informasi akurat tentang bagaimana mencegah penularan antar individu maupun di dalam komunitas. Yang perlu Anda perhatikan sebetulnya sama dengan persiapan untuk keadaan darurat pada umumnya, yaitu:

Pastikan anggota rumah tangga yang dalam pengobatan memiliki persediaan yang cukup untuk 30 hari. Siapkan persediaan makanan setidaknya untuk 3 hari. Siapkan persediaan sabun dan air untuk mencuci tangan pakai sabun. Cari tahu rencana tanggap darurat sekolah atau tempat kerja dan usahakan mendapat informasi terkini.
Bagi nomor kontak Anda pada keluarga, kawan dan tetangga untuk berjaga-jaga bila dibutuhkan.

34. Bagaimana virus corona baru menyebar?

Virus dapat berpindah secara langsung melalui percikan batuk dan napas orang terinfeksi yang kemudian terhirup orang sehat. Virus juga dapat menyebar secara tidak langsung melalui benda-benda yang tercemar virus akibat percikan atau sentuhan tangan yang tercemar virus. Virus bisa tertinggal di permukaan benda-benda dan hidup selama beberapa jam hingga beberapa hari, namun cairan disinfektan dapat membunuhnya.

Jika tangan tercemar percikan, virus dapat menyebar melalui sentuhan antar-orang, karena itu penting untuk sering mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir serta sementara waktu, menghindari bersalaman atau saling mencium pipi.

35. Berapa lama masa inkubasi COVID-19?

Masa inkubasi adalah jangka waktu antara terjangkit virus dan munculnya gejala penyakit. Pada umumnya masa inkubasi COVID-19 diperkirakan berkisar dari 1 hingga 14 hari, umumnya sekitar lima hari. Perkiraan ini akan diperbarui seiring dengan tersedianya lebih banyak data.

36. Berapa lama virus ini bertahan di atas permukaan benda?

Belum dipastikan berapa lama virus penyebab COVID-19 bertahan di atas permukaan benda, tetapi perilaku virus ini menyerupai jenis-jenis coronavirus lainnya. Penelitian coronavirus, dan juga informasi awal tentang virus penyebab penyakit COVID-19, mengindikasikan virus dapat bertahan di permukaan benda antara beberapa jam hingga beberapa hari. Lamanya virus bertahan mungkin dipengaruhi kondisi-kondisi yang berbeda (seperti jenis permukaan, suhu atau kelembaban lingkungan).

Jika Anda merasa suatu permukaan mungkin terinfeksi, bersihkanlah dengan disinfektan sederhana untuk membunuh virus dan melindungi diri Anda dan orang lain. Cuci tangan Anda dengan sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia, cairan pembersih berbahan alkohol (minimal 60%). Hindari menyentuh mata, mulut, atau hidung Anda.

Cara mengenakan, menggunakan, melepas dan membuang masker. Ingat, masker sebaiknya hanya digunakan tenaga kesehatan, orang yang merawat orang sakit, dan orang-orang yang memiliki gejala-gejala pernapasan, seperti demam dan batuk.

Sebelum menyentuh masker, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau cairan pembersih berbahan alkohol (minimal 60%)
Ambil masker dan periksa apakah ada sobekan atau lubang
Pastikan arah masker sudah benar (pita logam terletak di sisi atas)
Pastikan sisi depan masker (sisi yang berwarna) menghadap depan
Letakkan masker di wajah Anda. Tekan pita logam atau sisi masker yang kaku sampai menempel sempurna ke hidung
Tarik sisi bawah masker sampai menutupi mulut dan dagu
Setelah digunakan, lepas masker, lepas tali elastis dari daun telinga sambil tetap menjauhkan masker dari wajah dan pakaian, untuk menghindari permukaan masker yang mungkin terkontaminasi.
Segera buang masker di tempat sampah tertutup setelah digunakan
Bersihkan tangan setelah menyentuh atau membuang masker/ Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia, cairan pembersih berbahan alkohol (minimal 60%).

37. Dapatkah lampu ultraviolet membunuh virus corona baru?

Lampu UV sebaiknya tidak digunakan untuk mensterilkan tangan atau area kulit lainnya karena radiasi UV dapat menyebabkan iritasi kulit.

38. Mengapa orang yang dicurigai (suspek) tertular virus corona harus diisolasi setidaknya 14 hari?

Virus corona biasanya menunjukkan gejala-gejala dalam 1 – 14 hari. Karena itu, orang yang dicurigai harus diisolasi selama 14 hari, baik di rumah sakit, rumah atau lokasi lain dan dipantau gejala-gejala yang muncul seperti demam, batuk atau sesak napas. Untuk memastikan infeksi virus corona, suspek dapat mengikuti tes beberapa kali.

Selama isolasi, suspek harus mengikuti semua perintah petugas kesehatan untuk mencegah penyebaran virus. Di lain pihak, petugas kesehatan dan kita bersama harus selalu menunjukkan empati dan kasih sayang. Mereka yang diisilolasi biasanya mengalami kesepian, kekhawatiran dan yang jelas, sakit yang mereka alami bukanlah kemauan mereka sendiri. Anda dapat mendukung mereka dengan mencari tahu kebutuhan-kebutahan mereka dan membantu sejauh yang Anda bisa.

39. Seberapa efektif pemindai termal mendeteksi orang yang terinfeksi virus corona baru?

Pemindai termal efektif mendeteksi orang yang mengalami demam (yaitu memiliki suhu tubuh lebih tinggi dari normal), yang bisa terjadi karena infeksi.

Namun, pemindai termal tidak dapat mendeteksi orang yang terinfeksi tetapi belum menunjukkan demam. Ini karena dibutuhkan antara 1 dan 14 hari sebelum orang yang terinfeksi menjadi sakit dan mengalami demam.

Siapa yang berisiko mengalami sakit serius akibat virus corona (COVID-19)?
Para ahli masih mempelajari dampak COVID-19 terhadap manusia, tetapi sejauh ini lansia dan orang-orang yang sudah memiliki masalah kesehatan (seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyakit paru-paru, kanker atau diabetes) terindikasi mengalami sakit yang lebih parah.

Sumber: WHO

Jaga Kebersihan Rumah Saat Social Distancing

Rentfix.com – Sejak awal tahun 2020, dunia dibuat cemas oleh wabah Corona Virus Disease-19 ( Covid-19). Bermula dari Wuhan, China, virus ini kemudian menyebar dengan cepat ke berbagai negara. Hingga Jumat (27/3/2020), virus yang menyerang sistem pernapasan itu telah menginfeksi 532.692 orang di seluruh dunia.

Sementara itu, di Indonesia kasus positif telah mencapai angka 893 per 27 Maret 2020. Sebagai upaya mencegah penularan Covid-19, World Health Organization (WHO) mengeluarkan beberapa anjuran, seperti rajin mencuci tangan, menggunakan masker bila sakit, hingga social distancing atau mengurangi kontak dengan orang lain dan menghindari berkegiatan di keramaian.

Social distancing

Demikian pula dengan Indonesia. Presiden Joko Widodo melalui keterangan resminya, Minggu (15/3/2020), mengimbau masyarakat untuk menerapkan social distancing. Tujuannya, meningkatkan kewaspadaan serta mencegah penyebaran virus corona. “Menurut saya yang paling penting adalah social distancing.

Bagaimana kita menjaga jarak. Dengan kondisi itu kita sekarang kerja dari rumah, sekolah dari rumah, dan ibadah di rumah,” ujar Jokowi, seperti dikutip dari akun Youtube Kompas.com Reporter on Location, Minggu (15/3/2020).

Menanggapi imbauan tersebut, banyak perusahaan serta sekolah yang berada di daerah terdampak mulai menerapkan sistem kerja dan belajar dari rumah. Meski tidak lagi beraktivitas di luar rumah, bukan berarti anjuran untuk menjaga kesehatan dan kebersihan dapat diabaikan.

Rekomendasi WHO untuk rutin mencuci tangan, menerapkan etika bersin dan batuk, hingga mengisolasi diri jika sakit tetap harus dilakukan.

Jaga kebersihan rumah

Selain menjaga kesehatan dan kebersihan diri, menjaga kebersihan rumah juga sangat penting. Apalagi, ketika social distancing hampir seluruh kegiatan dilakukan di dalam rumah. Pasalnya, penelitian terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit ( CDC) Amerika Serikat yang terbit pada Selasa (17/3/2020) mengatakan, virus corona bisa bertahan berhari-hari di permukaan benda. Jika menempel di permukaan tembaga, virus dapat bertahan sampai 4 jam.

Saat menempel pada plastik, virus dapat bertahan hingga 3 hari. Kemudian, jika menempel pada kardus bisa bertahan selama 24 jam. Karena itulah, rutin membersihkan rumah berserta perabotannya menjadi langkah penting untuk mencegah penularan virus corona. Informasi dari laman CDC mengungkapkan, langkah itu pun dapat membantu melindungi seluruh keluarga atau penghuni rumah selama wabah Covid-19. Adapun CDC menganjurkan untuk membersihkan dan mendisinfeksi permukaan dan benda yang sering disentuh penghuni rumah (high touch surface).

Menurut CDC, penggunaan air bersih dan sabun biasa sudah cukup untuk membersihkan perabotan rumah, seperti gagang pintu, meja, sakelar lampu, gagang lemari, keran, hingga dudukan toilet. Jangan lupa juga untuk rutin membersihkan lantai rumah dengan air bersih serta sabun. Bisa juga menggunakan cairan pembersih khusus lantai, seperti SoKlin Lantai.

Cairan pembersih lantai itu mampu membersihkan lantai dan menjaganya bebas dari bakteri serta virus penyebab penyakit. Pasalnya, Soklin Lantai mengandung antibacterial agent yang dapat membunuh kuman tanpa perlu dicampur dengan cairan pembersih lain. Selain itu, teknologi fast dry-nya membuat lantai cepat kering setelah dipel. Ada juga shine lock formula yang mampu membuat lantai bersih dan kilap.

Terkait penyemprotan disinfektan di rumah, CDC menyarankan, penyemprotan dilakukan setelah permukaan benda dibersihkan dengan sabun dan air. Sebabnya, penyemprotan dengan disinfektan hanya membunuh kuman di permukaan benda. Tidak bisa membersihkan permukaan benda yang kotor. Dengan disiplin menjaga kesehatan dan kebersihan diri, menjaga jarak aman dengan orang lain, serta rutin membersihkan rumah, diharapkan risiko penyebaran dan penularan Covid-19 dapat diminimalisir.

Pasca Corona Reda, Pasar Properti Diyakini Bangkit

Pelaku usaha di sektor properti optimistis pasar properti di Indonesia masih memiliki masa depan yang cerah setelah wabah virus corona atau Covid-19 berhasil tertangani sepenuhnya.

Rentfix.com – Pasar properti di Indonesia diyakini bisa kembali bangkit selepas badai virus corona jenis baru atau Covid-19 telah reda.

Direktur PT Real Estate Teknologi (Rentfix.com) Effendy Tanuwidjaja mengatakan bahwa prospek bisnis properti Tanah Air diyakini masih memiliki masa depan yang cerah.

“Prospek ke depan akan lebih terang untuk perusahaan e-commerce properti yang mengandalkan digital ekonomi dalam situasi pandemi. Masyarakat akan tetap mengandalkan dan membutuhkan perusahaan teknologi properti untuk berbagai keperluan tempat tinggal,” kata Effendy, seperti dilansir dari Bisnis.com, Senin (30/3/2020).

Selain itu, adanya berbagai kerja sama dengan para pengembang lokal, dukungan asosiasi properti hingga investor global dinilai menjadi dorongan yang besar agar sektor ini kembali bergairah di masa mendatang.

Effendy mengatakan bahwa pihaknya juga optimistis terhadap pasar properti sewa pada kondisi seperti saat ini. Pada tahun ini pihaknya fokus mengembangkan kerja sama bisnis melalui kemitraan. Terlebih, segmen pengguna di Rentfix mendominasi dengan persentase hingga 85 persen.

“Hal itulah yang membuat kami akan selalu memiliki prospek yang optimis. Kami percaya bahwa pasar properti akan bisa bangkit kembali,” ujarnya.

Kepercayaan ini juga sejalan dengan riset konsultan properti Cushman and Wakefield Indonesia yang menyatakan bahwa properti sewa akan tetap menarik di tengah kondisi ketidakpastian yang melanda.

Menurut Effendy, berdasarkan riset itu salah satu subsektor yang masih prospektif adalah properti perkantoran. Dia menilai pasar sewa untuk perkantoran dinilai akan tetap menarik meskipun tingkat permintaan sewa mengalami penurunan yang signifikan.

Sejalan dengan itu, imbuhnya, pangsa pasar di Rentfix juga lebih menyasar pada properti komersial yang mencapai 70 persen dan residensial 30 persen. Adapun Rentfix Inventory alias pergudangan juga dinilai paling banyak peminat dari segi sewa dalam jangka waktu dua tahun terakhir ini.

“Jenis properti komersial ini mengalami perkembangan yang sangat besar dan pesat dengan adanya bisnis online yang membutuhkan tempat penyimpanan dan distribusi,” ucapnya.

Menurut Effendy, Rentfix melihat adanya peluang tersebut lantaran segi permintaan untuk gudang dinilai sangat tinggi, akan tetapi tidak sebanding dengan segi pasokan.

Selain itu, konsep logistik yang diterapkan saat ini dinilai sudah tidak seperti zaman sebelumnya di mana gudang disewakan sudah ditentukan, misalnya, selama 1 tahun atau 2 tahun. Sementara untuk saat ini lebih berdasarkan permintaan.

“Di mana untuk bisnis online itu pada saat permintaan sedang tinggi akan membutuhkan tempat penyimpanan yang sementara untuk dalam keadaan yang memuncak,” ungkapnya.