Tips Segarkan Ruang Kerja Selama WFH dengan Tanaman

Rentfix.com – Tanaman memberi kehidupan di manapun ditempatkan, termasuk di dalam rumah. Saat ruang-ruang terasa suram, hadirnya tanaman bisa memberi kesegaran. Begitu pula halnya di ruang kerja. Seringkali bekerja terlalu lama membuat jenuh dan menurunkan kreativitas. Untuk menyegarkan ruangan, ubah dekorasinya dengan menempatkan tanaman sebagai unsur penyeimbang. Berikut pertimbangan mengapa tanaman bisa kita pilih untuk menyegarkan suasana, dan bagaimana tipsnya sepeti dilansir dari Kompas.com:

1. Manfaat tanaman di ruang kerja

Tak terbantahkan, tanaman membawa banyak manfaat. Ditempatkan di meja kerja di kantor atau di dalam ruang kerja di rumah, tanaman dapat mengurangi kondisi tekanan. Selain itu, hadirnya tanaman dapat membantu menjernihkan udara kotor dalam ruangan, sekaligus membuat tampilan ruang lebih menarik.

2. Memilih tanaman dalam pot

Tanaman dalam pot menjadi solusi efisien dan praktis bagi Anda yang ingin mulai merawat tanaman, tapi tidak punya terlalu banyak waktu. Selain mudah dipindahkan sesuai arah cahaya, menyiram dan memupuk tanaman dalam pot lebih ringkas tanpa memakan banyak waktu. Pertimbangkan pencahayaan dari sinar matahari ke dalam rumah, dengan begitu Anda bisa memilih tipe tanaman yang tepat. Umumnya, tipe tanaman yang dapat menerima sinar matahari dibagi menjadi tiga: bright-direct light, medium-indirect light dan low light.

3. Hadirkan elemen natural

Mencocokkan tanaman dengan elemen natural yang sudah ada di ruangan kerja adalah cara paling mudah. Misalnya memadukan tanaman dengan pot rotan dan menempatkannya dekat rak buku berbahan kayu solid. Untuk penataan ini, Anda dapat memilih tanaman berukuran sedang dengan daun berwarna, contohnya calathea triostar dan ketapang laut. Sedangkan bagian atas rak adalah tempat yang tepat untuk menjajarkan pot berukuran kecil.

4. Tempatkan tanaman di atas meja kerja

Tanaman di atas meja kerja dapat memberikan kesegaran saat berkarya. Pilihlah tanaman kecil dalam pot yang mudah dirawat seperti sansevieria atau yang juga dikenal dengan nama lidah mertua. Tata tanaman sejajar dengan alat tulis kerja dan juga lampu meja.

5. Isi sudut ruangan dengan tanaman berbagai ukuran

Pasangkan lampu lantai di sudut ruangan bersama variasi tanaman berbagai ukuran. Variasikan pot untuk setiap ukuran tanaman agar keseluruhan ruang kerja terlihat unik dan menarik. Tanaman yang bisa Anda pilih di antaranya adalah daun bahagia, pakis boston, pakis paku, dan walisongo variegata. Saat menatanya, perhatikan jarak antar pot agar setiap tanaman mempunyai ruang yang cukup untuk bergerak menuju arah cahaya. Pastikan setiap pot tanaman memiliki mendapat sinar matahari yang cukup untuk tumbuh dengan baik. Selamat mencoba!

PSBB Berlaku Lagi, Simak Tips Desain Ruang Kerja di Rumah

Rentfix.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) mulai 14 September 2020. Hal ini dilakukan karena mempertimbangkan kasus positif Covid-19 di Jakarta terus mengalami peningkatan. 

Dengan demikian, seluruh kegiatan perkantoran non-esensial harus dilakukan dari rumah atau Work from Home ( WFH). Apakah Anda salah satu karyawan yang harus melakukan pekerjaan dari rumah? Coba terapkan tips ini ketika membuat ruang kerja di rumah.

Berikut ini empat tips tersebut:

1. Ketahui ruang yang tepat

Sebelum mendesain ruang kantor, Anda perlu menentukan tempat mana paling cocok untuk bekerja. Desainer Interior Next Wave Noz Nozawa mengatakan, membangun ruang kerja sangat penting dilakukan bersamaan dengan aktivitas di luar pekerjaan. 

Hal itu membuat Nozawa merasa nyaman karena bisa melakukan hal-hal secara bersamaan. Dalam hal ini, ia menentukan ruang bekerjanya di dalam kamar.  “Saya tidak memiliki kamar terpisah, sehingga meja (kerja) saya berada di tempat yang sama,” tuturnya seperti dilansir dari Kompas.com.

Oleh karena itu, ia menambahkan beberapa perabotan pendukung untuk bekerja seperti meja, kursi ergonomis, cangkir, bahkan peralatan tulis.

Menurut Nozawa, hal ini membuatnya tak terganggu dengan suara bising yang berasal dari dapur hingga membuat pekerjaannya selesai.

2. Jangan meletakkan kertas tak penting di meja kerja

Menurut Desainer Jenny Brown, penting agar Anda tak mencampur-adukkan masalah pekerjaan dengan pribadi. Hal ini tentu akan membuat Anda kehilangan konsentrasi. Oleh karena itu, hindari meletakkan barang-barang yang tak berhubungan dengan peralatan kerja kecuali yang membuat Anda nyaman. Sebagai contoh, jangan pernah meletakkan catatan tagihan telepon, listrik, atau biaya lainnya di meja kerja karena hal itu berpotensi membuat Anda stres dan tak nyaman.

3. Manfaatkan penyimpanan

Apakah pekerjaan Anda membutuhkan banyak peralatan kantor, seperti kertas, pensil, pulpen dan lain sebagainya? Cara terbaik untuk memastikan peralatan kantor menjadi terorganisasi adalah dengan menyiapkan banyak penyimpanan.

Tak perlu mahal, Anda bisa memanfaatkan keranjang atau tempat sampah yang harus ada di dekat meja kerja jika sudah tak digunakan kembali.

“Miliki keranjang atau tempat sampah atau tempat file di dekat meja Anda atau di permukaan keras di dekatnya untuk membantu menjaga dokumen tetap bagus dan rapi,” saran Lauren Clement dari Lauren Nicole Designs.

Dengan demikian, kata Clement, permukaan meja kerja yang bersih dan rapih tanpa sadar membuat Anda fokus pada pekerjaan yang dilakukan.

4. Hindari aksesori meja yang tak penting

Menurut Clement, ada beberapa hal tak penting berada di meja kerja yang membuat Anda tak fokus seperti aksesoris. Akesoris tak penting di meja kerja sebaiknya dihindari agar Anda bisa fokus dalam melakukan pekerjaan, terutama yang berpotensi membuat stres. Sebaiknya, tempatkan aksesoris yang perlu ada di meja kerja di rumah yang bisa membuat semangat yakni, foto atau vas bunga.

Lagi Ngetren Bawa Ruang Kerja ke Dalam Rumah, Harus Mulai dari Mana?

Rentfix.com – Sejak imbauan untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH) mulai diterapkan, banyak pemilik rumah mulai mengatur ulang tata letak hunian untuk membuat sudut tempat kerja yang lebih nyaman.

Karena tak ada tempat kerja khusus, ruang kerja dadakan itu biasanya hanya dibuat bersisian di dalam kamar tidur ataupun ruang tengah. Awalnya, orang melihat kebutuhan ruang kerja di rumah seperti itu hanya bersifat sementara.

Namun, seiring berjalannya waktu, banyak orang mulai menyesuaikan dan menyiapkan diri untuk bekerja dari rumah secara permanen. “(Ini bisa jadi tren) karena orang-orang akhirnya merasa nyaman dengan gaya hidup baru ini dan ingin melanjutkan aktivitas bekerja atau bersekolah dari rumah seperti ini,” ujar broker asal Los Angeles Orit Gadish, seperti dikutip dari Fox Business dan Kompas.com, Senin (8/6/2020).

Hal itu membuat pola orang berubah saat melihat fungsi hunian. Saat ini, orang jadi lebih senang mengubah lahan kosong atau sisa ruangan menjadi ruang kerja pribadi dibandingkan menjadi kamar tambahan seperti biasanya.

Data dari Rakuten Intelligence menyebut bahwa orang Amerika mulai berinvestasi untuk ruangan kerja di rumahnya demi memenuhi kebutuhan itu. Mereka mulai fokus untuk menciptakan ruang kerja khusus untuk memisahkan kehidupan pribadi dan pekerjaan.

Pembelian barang-barang untuk perbaikan rumah pun terus meningkat hingga 71 persen dihitung sejak Mei 2020. Tak terkecuali di Indonesia, hal tersebut diamini oleh Principle Designer dari Fabelio Projects, Miftahuddin Nurdayat. “Betul, kebutuhan desain ruang kerja di era pandemi mengalami peningkatan, terutama dari sektor swasta,” ujarnya.

Miftah menambahkan, kebutuhan akan ruang kerja di rumah atau home office menjadi salah satu hal krusial dan baru muncul ke permukaan. Saat ini, kebutuhan itu bahkan sudah menjadi tren.

“(Ini terjadi) karena saat mengerjakan pekerjaan (kantor) di rumah, kita membutuhkan fokus dan konsentrasi yang tinggi agar dapat memberikan hasil kerja yang maksimal. Untuk dapat mewujudkan itu, dibutuhkan kenyamanan dalam tata ruang kerja,” tambahnya.

Mengakali desain rumah menjadi zoomable workspace

Meskipun keinginan membuat ruang kerja khusus ada, tak semua pemilik hunian punya ruang yang cukup.

Jika hal ini terjadi, Anda bisa mengakalinya dengan memanfaatkan lorong dengan lebar 1-2 meter. Pemilik bisa membuat ruang dengan lebar 50 sentimeter pada lorong untuk diubah menjadi kantor pribadi.

Opsi lain ialah membuat sudut khusus pada ruangan-ruangan tertentu mirip seperti ruang kerja dadakan yang sebelumnya disebut. Hanya saja, sudut khusus itu kini mulai diberi standar.

Selain menyediakan alat kebutuhan bekerja yang lengkap, berikan juga sentuhan desain yang menciptakan suasana kondusif untuk bekerja. Serangkaian standar disebut pula oleh Miftah.

Dari mulai pencahayaan sampai peranti yang dibutuhkan jadi syarat untuk melengkapi ruang kerja yang proper. “Pencahayaan adalah hal yang penting. Carilah tempat kerja yang dekat dengan spot cahaya atau matahari untuk menjaga mood dalam bekerja,” saran Miftah seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (18/8/2020).

Untuk kebutuhan interior, ia juga menyarankan beberapa hal yang tak kalah penting. “Perhatikan penggunaan lampu kerja, pernak-pernik, dan perubahan set meja agar terlihat bagaikan ruang kerja kantor,” ucapnya.

Sebetulnya, tren bekerja dari rumah melahirkan istilah khusus yakni zoomable working space. Sebutan ini mengacu pada desain interior ruang kerja di rumah yang terlihat oleh rekan pada layar saat konferensi atau pertemuan virtual.

“(Karenanya) mendekorasi ruang kerja menjadi salah satu elemen penting. Apalagi di era digital sekarang ini, orang memiliki kecenderungan berbagi di dunia maya lebih tinggi dari sebelumnya,” sambung Miftah.

Mulai mendesain ruang kerja Tak sulit sebenarnya membuat ruang kerja khusus. Tak perlu bingung harus memulai dari mana. Jika spot-nya sudah ada dan syarat standar yang disebut Miftah sudah mampu dipenuhi, inilah saatnya mendesain ruang kerja.

Untuk mendekorasi ruang kerja, Anda bisa melakukannya sendiri dengan membuat perencanaan tema terlebih dahulu. Ingat, jangan dulu kalap membeli perlengkapan dan barang. Apalagi, kalau luas ruangan kerja yang direncanakan serba-terbatas.

Lebih baik, pertimbangkan dulu segala aspek agar ruangan kerja yang didesain dapat sesuai dengan keinginan. Kalau tak ingin repot, meminta bantuan profesional seperti Fabelio Projects bisa jadi pilihan.

Fabelio Projects adalah jasa layanan untuk kebutuhan desain interior. Anda akan dilayani dengan desainer berpengalaman untuk mewujudkan konsep desain yang diinginkan.

Tak hanya memenuhi kebutuhan akan desain, Anda pun tidak perlu repot memikirkan mengenai proses pembangunan. Fabelio Projects sudah menyediakan layanan menyeluruh, mulai dari pembuatan desain awal hingga pembangunan ruangan (design and build) yang Anda inginkan.

Untuk kebutuhan home office, Anda dapat berkonsultasi dulu secara gratis mengenai konsep dan anggaran. Jadi, hasil yang direalisasikan tak akan jauh-jauh dari bayangan.

Setelah Pandemi, Desain Hunian Sekaligus Ruang Kerja Bakal Ngetren

Rentfix.com – Pandemi Covid-19 membuat pemilik rumah mengubah tata letak hunian mereka. Beberapa memanfaatkan sisa ruangan di dalam rumah menjadi ruang kerja pribadi. Bahkan ada yang membuat ruang kerjanya sendiri di ruangan khusus.

Pada awalnya orang-orang melihat kebutuhan akan ruang kerja di rumah hanya bersifat sementara sampai pandemi usai. Namun akhir-akhir ini, banyak orang yang mulai menyesuaikan dan menyiapkan diri untuk bekerja dari rumah secara permanen.

Meski begitu, satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah menjadikan ruangan tersebut bukan hanya sekadar ruangan kerja sementara selama pandemi, namun menjadi kantor permanen.

Rumah ke depannya diperkirakan harus berfungsi penuh untuk mendukung suasana kerja. Ruangan kerja sebaiknya didukung dengan perabot yang mendukung, seperti kursi, meja kerja, hingga pencahayaan yang sesuai.

“Mereka menginginkan ruangan khusus yang dipersonalisasi untuk kantor mereka,” kata CEO KB Home Jeff Mezger seperti dilansir dari Kompas.com dari laman Forbes, Sabtu (8/8/2020).

Mezger mengatakan, sebanyak 40 persen dari penduduk Amerika Serikat (AS) saat ini menerapkan imbauan untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Bahkan baru-baru ini perusahaan raksasa teknologi Google mengizinkan karyawannya untuk bekerja dari rumah setidaknya hingga Bulan Juli 2021.

Selain itu, selama pandemi banyak orang yang mulai mencari cara untuk mendapatkan penghasilan secara mandiri tanpa harus menggantungkan diri pada perusahaan.

Untuk memenuhi permintaan ini, Mezger mengatakan pihaknya menyediakan paket home office yang mencakup area kerja dengan lemari built-in.

Kemudian paket kelistrikan yang ditingkatkan, outlet USB, outlet pengisian daya, koneksi data, pencahayaan khusus, jendela tambahan, area kedap suuara, dan lainnya.

Fitur-fitur ini, menurut Mezger berguna bagi para profeesional yang sering mengadakan rapat secara daring maupun bagi pelajar. Konsep hunian kantor ini diharapkan mulai diterapkan oleh para pengembang perumahan lainnya sebagai salah satu perubahan budaya.

180 Operator Berebut Ruang Co-working Space di Jakarta

Rentfix.com – Selama dekade ini, industri ruang kerja bersama telah berkembang pesat, khususnya di Jakarta. Beberapa pemain besar terus mendominasi pasar, seperti CoHive, WeWork, GoWork, Kolega dan UnionSpace.

Biasanya, operator co-working space di Jakarta menawarkan berbagai layout ruangan, termasuk area terbuka, kantor pribadi, ruang rapat, hingga ruang acara.

Selain itu, para operator menawarkan keanggotaan dengan fasilitas khusus. Operator co-working space yang secara aktif memenuhi kebutuhan pekerja dan memiliki rencana ekspansi guna menangkap permintaan yang turut meningkat, tak kalah banyak.

Director Research Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus mencatat, di Indonesia terdapat 200 operator co-working space. Sebanyak 90 persen atau 180 di antaranya berada di Jakarta. Berdasarkan lokasi, sebagian besar atau 64 persen ruang kerja bersama berada di area Central Business District (CBD).

Sementara di area non-CBD, Jakarta Selatan memiliki pasokan ruang kerja dengan porsi terbesar yakni 18 persen dan diikuti oleh Jakarta Pusat sebanyak 7 persen. Kemudian Jakarta Utara dengan persentase sebanyak 6 persen serta Jakarta Barat sebanyak 5 persen. “Pasokan di Jakarta Timur paling sedikit dibandingkan dengan lokasi lain,” ucap Anton seperti dilansir dari Kompas.com, Senin (29/6/2020).

Dia menambahkan, selama semester I-2020, pasar co-working space Jakarta hanya mengalami sedikit penambahan ruang baru, yakni sebanyak 15.000 meter persegi. Beberapa operator yang melakukan ekspansi pada tahun ini adalah CoHive, Connext, GoWork, Kedasi, Ko+labora, UnionSpace, dan Wellspaces.com.

Capaian tersebut, menurut Anton, lebih sedikit dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada saat itu, penambahan ruang kerja bersama tercatat seluas 40.000 meter persegi. “Dengan ekspansi baru, total pasokan ruang kerja bersama saat ini sekitar 200.000 meter persegi,” tutur Anton. Dengan kata lain, ruang seluas 200.000 meter persegi di Jakarta itu diperebutkah oleh 180 operator.