Aktivitas Ngabuburit Seru di Rumah Selama Pandemi

Rentfix.com – Bulan suci Ramadhan identik dengan ngabuburit. Adapun istilah ngabuburit berasal dari bahasa Sunda yang berarti menunggu azan magrib atau berbuka puasa. Biasanya, ngabuburit diisi dengan aktivitas di luar rumah seperti berkumpul dengan teman. Namun, pandemi membuat hal tersebut tak mungkin dilakukan. Masyarakat diimbau tetap di rumah saat menunggu waktu berbuka. Meski begitu, bukan berarti ngabuburit di rumah tidak mengasyikkan. Berikut aktivitas yang bisa dilakukan saat menunggu waktu berbuka puasa seperti di lansir dari Kompas.com.

Mendengarkan podcast

Podcast atau siniar menjadi salah satu konten audio yang cukup diminati akhir-akhir ini di samping musik. Pasalnya, selain menghibur dan informatif, mendengarkan siniar memberikan sejumlah manfaat bagi pendengarnya. Sebut saja sebagai brain gym, yaitu merangsang daya imajinasi dan kemampuan berpikir kritis. Selain itu, mendengarkan podcast juga dapat melatih seseorang untuk menjadi pendengar yang baik. Ada banyak tema pembahasan podcast yang bisa kamu dengar untuk mengisi waktu ngabuburit di rumah, antara lain komedi, olahraga, pengembangan diri, bisnis, kesehatan, edukasi, romansa, dan parenting.

Olahraga ringan

Berpuasa bukan menjadi halangan untuk berolahraga. Pakar kebugaran Ahmed Al Sayed mengatakan, bulan Ramadhan justru merupakan momen untuk melakukan aktivitas tersebut sehingga tubuh bisa lebih kuat dan segar pada bulan berikutnya. Untuk jenis olahraga, Ahmed menganjurkan aktivitas fisik berskala ringan dengan durasi sekitar 30 menit setiap hari. Pilih aktivitas yang sudah mencakup tiga aspek kebugaran dasar, yaitu kekuatan, kardio, dan fleksibilitas. Hal ini dilakukan mengingat tubuh rentan dehidrasi saat berpuasa. “Alasan saya mengutamakan kekuatan otot karena hilangnya massa otot akan memperlambat metabolisme,” kata Ahmed dikutip dari The National News, Selasa (13/4/2021).

Menonton film

Selain dua aktivitas di atas, menonton film juga bisa jadi pilihan untuk mengisi waktu menunggu berbuka. Terlebih, tak sedikit judul film maupun serial seru yang dirilis sejak awal 2021. Pun, aktivitas tersebut punya manfaat positif lain, seperti mengasah daya pikir, menciptakan kesadaran sosial, dan menjadi sarana pembelajaran. Bahkan, bermanfaat sebagai sarana terapi mental.

Berselancar di marketplace

Tak kalah seru dengan menonton, waktu ngabuburit juga bisa diisi dengan berselancar di berbagai marketplace.

Aman Berpuasa Di Tengah Pandemi Corona

Rentfix.com – Pemerintah menetapkan awal Ramadhan 1441 Hijriah jatuh pada Jumat (24/4/2020). Penetapan tersebut didasarkan dari sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama pada Kamis (23/4/2020) sore dengan pemantauan hilal di sejumlah daerah.

Dalam Al Quran, surat Al Baqarah ayah 185 disebutkan bulan Ramadhan merupakan bulan yang didalamnya diturunkan Al Quran sebagai petunjuk dan pembeda antara yang hak dan batil. Oleh karena itu siapa pun yang masih menjumpai Ramadhan maka hendaklah ia berpuasa. Berpuasa dapat diartikan sebagai menahan lapar dan dahaga sejak fajar hingga terbenamnya matahari.

Seperti kita tahu, puasa tahun ini dilewati di tengah perjuangan melawan pandemi corona. Menjaga imunitas tubuh sangat diperlukan di tengah wabah yang terjadi, agar badan senantiasa sehat dan terhindar dari paparan virus.

Melansir BBC, Jumat (24/4/2020), ahli imunologi University of Sussex Dr Jenna Macciochi mengatakan, memerangi infeksi membutuhkan banyak energi. Tidak makan atau minum dalam periode lama dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Sehingga, penting untuk memastikan tubuh mendapatkan kalori cukup selama jam makan yang diizinkan baik sahur atau berbuka agar mencapai keseimbangan energi. Adapun tubuh membutuhkan makronutrien berupa karbohidrat, protein, lemak dan zat gizi mikro seperti vitamin C dan zat besi.

Konsumsi sayur dan buah

Selain itu, disarankan untuk mengonsumsi banyak macam sayur, buah-buahan, dan kacang-kacangan. Terdapat pula risiko dehidrasi yang dapat mempengaruhi lendir yang melapisi saluran udara seseorang. Lendir tersebut bertindak sebagai pelindung.

Namun, menjaga aspek-aspek kesehatan lainnya dengan tidur cukup, berolahraga dan menghilangkan stres dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh berfungsi sebagaimana mestinya.

Sederhananya, cara terbaik melindungi kesehatan di tengah wabah Covid-19 adalah mencegah paparan virus. Sebagian besar risiko terinfeksi dapat dihindari dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan jika tidak ada kepentingan mendesak lebih baik tetap tinggal di rumah.

Bagaimana untuk orang dengan kondisi kesehatan tertentu?

Orang yang sakit, termasuk penderita Covid-19 dibebaskan dari puasa. Puasa juga tidak dianjurkan bagi orang dengan kondisi kesehatan jangka panjang tertentu seperti diabetes dengan komplikasi.

Meskipun begitu, Kepala bidang perawatan diabetes UK Daniel Howart mengatakan, ini benar-benar menjadi keputusan pribadi. Tapi, ada beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan oleh orang-orang dengan kondisi kesehatan tertentu yang ingin berpuasa.

“Termasuk makan karbohidrat yang melepaskan lebih lambat seperti roti gandum dan beras, serta pengujian gula darah lebih sering,” kata dia seperti dilansir dari Kompas.com

Bagaimana dengan petugas kesehatan?

Dewan Muslim Inggris telah menerbitkan panduan yang menyatakan bahwa petugas layanan kesehatan diharuskan memberikan perawatan kepada pasien Covid-19 dengan risiko nyata mengalami dehidrasi dan membuat kesalahan klinis karena memakai APD dan shift panjang dibebaskan dari puasa.

Bisakah puasa bermanfaat bagi kesehatan?

Meski tak mengonsumsi cukup kalori dalam sehari dapat menurunkan respons kekebalan tubuh, efek puasa pada sistem kekebalan tidak dirasakan secara langsung. Sistem kekebalan bukanlah satu hal dengan sakelar hidup atau mati. Ini merupakan serangkaian mekanisme rumit yang harus dijaga keseimbangannya.

Puasa melepaskan hormon stres kortisol yang dapat menekan beberapa respons imun. Namun, ada bukti yang bagus dari studi pada tikus bahwa puasa yang dilakukan selama Ramadhan dapat mempercepat proses regenerasi tubuh, menyebabkan sel-sel tua mati dan digantikan dengan yang baru.  

Sebaiknya Hindari Makanan dan Minuman Ini Selama Berpuasa

Rentfix.com – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada Jumat, 24 April 2020.  Meski menjalankan ibadah puasa di tengah pandemi corona, umat Islam perlu mempersiapkan makanan yang tepat saat berbuka dan sahur.

Hal itu diperlukan untuk memperlancar ibadah puasa yang tengah dijalankan.  Menurut Ahli Gizi Dr Samuel Oetoro MS SpGK, ada beberapa makanan yang harus dihindari saat puasa.

Makanan apa saja itu?

1. Makanan yang digoreng

Samuel mengatakan makanan-makanan yang digoreng menggunakan minyak yang banyak atau yang direndam dalam minyak tidak boleh dimakan saat puasa.

“Karena itu memberikan rasa haus yang berlebihan. Sebaiknya dihindari karena itu tidak sehat,” kata Samuel seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis (23/4/2020).

Makanan gorengan itu contohnya seperti tempe goreng, tahu goreng, ayam goreng, dan semacamnya. Sebaiknya tidak dimakan ketika sahur dan berbuka.

2. Makanan pedas

Samuel juga tidak menyarankan makan makanan pedas. Makanan pedas adalah salah satu makanan yang bisa merangsang lambung. “Itu merangsang lambung padahal waktu puasa perut kita kan kosong,” ujarnya.

3. Makanan yang bersifat asam

Segala makanan yang asam dapat merangsang lambung. Sehingga baiknya dihindari terutama pada saat sahur. “Kalau dia lambungnya sakit kan pada waktu puasa akan lebih kerasa lebih sakit lagi,” katanya. Makanan yang asam bisa apa saja, seperti makanan yang menggunakan cuka, pempek, dan lain sebagainya.

4. Minuman berkafein

Samuel menjelaskan minuman berkafein seperti kopi, teh yang terlalu kental, dan semacamnya sebaiknya dihindari. “Di sahur sebaiknya tidak ngopi. Kopi itu membuat rasa haus,” katanya lagi.

5. Minuman manis

Minuman manis seperti sirup atau yang mengandung gula sebaiknya dihindari. Saat sahur hindari minuman manis baik yang mengandung gula pasir, gula jawa, gula merah, maupun gula aren.

“Gula itu menaikkan kadar gula darah secara cepat. Kalau naik cepat dia turunnya akan cepat juga. Waktu kadar gula darah turun cepat itu terasa lapar,” jelasnya.

Soda juga harus dihindari karena itu dapat membuat rasa haus lebih cepat terasa.

Makan sahur

Saat sahur sebaiknya makan makanan yang lengkap. Jadi ada karbohidrat, protein (seperti ikan, ayam, putih telur), dan menghindari gula atau yang manis. Waktu sahur sebaiknya makan makanan yang tinggi serat, seperti nasi merah, roti gandum, dan lainnya.

Jika ingin makan ayam atau daging, hindari dimasak dengan digoreng. Bisa diganti dengan cara lain seperti dibakar, dipepes, dikukus, dan sebagainya. Selain itu sebaiknya minum hingga 5 gelas air putih saat sahur.

Berbuka

Sedangkan waktu berbuka dibuka dengan makanan atau minuman yang kadar gulanya tinggi tapi sehat. Seperti apa itu? Samuel menjelaskan makanan manis yang sehat bisa didapat salah satunya dari buah-buahan. Contohnya seperti melon, semangka, dan buah lain yang mengandung air.

Cara mengonsumsinya adalah dengan dibuat jus. Hal itu untuk mempermudah penyerapan ke tubuh. Selain itu bisa juga didapat dari kurma. “Buah kurma bagus karena gula darah naiknya akan perlahan-lahan,” kata Samuel.

Dia menambahkan, sebaiknya minum air putih saat berbuka, itu sudah yang paling baik. Saat berbuka sebaiknya minum hingga 3 gelas air putih. Mengenai makanan, sebaiknya lengkap seperti saat sahur.