Live Instagram: Peran Orang Tua dalam Mendidik dan Mengasuh Anak Di Kala Pandemi

Rentfix.com – Imbauan karantina mandiri dan physical distancing penting untuk mereduksi penyebaran virus Corona. Namun, disisi lain physical distancing dan karantina mandiri cenderung memiliki dampak negatif terhadap keadaan mental seseorang. Tak terkecuali anak-anak yang dalam masa perkembangan secara emosional turut andil merasakan hal tersebut. 

Hal di atas menjadikan hubungan sosial anak-anak menjadi berkurang akibat karantina dalam masa physical distancing. Mereka tidak dapat bertemu teman-teman sekolahnya, teman di sekitar rumah, hingga tidak lagi bisa bermain lama-lama di luar rumah. Akibatnya, anak-anak bisa jadi mudah merajuk, suka mencari perhatian, mudah marah, hingga kian manja.

Bagaimanakah sebaiknya cara orang tua mengasuh, mendidik, dan menjaga kesehatan mental anak saat pandemi virus corona? Oleh karena itu, Rentfix.com berkolaborasi dengan Offie Dwi Natalia M.Psi., CGA, perempuan lulusan Program Magister Psikologi Pendidikan di Universitas Tarumanagara, untuk membahas mengenai peran orang tua dalam mendidik dan mengasuh anak di kala pandemi.

Offie merupakan Puteri Indonesia Jambi 2019 yang memiliki spesialisasi Psikologi Pendidikan. Dia juga Duta Ayam & Telur tahu 2018-2021 serta
Professional MC & TV Presenter. Dalam bincang-bincang yang akan ditayangkan secara live, Offie dan Rentfix.com akan menjelaskan mengenai peran orang tua dalam mendidik dan mengasuh anak di kala pandemi.

Kamu juga bisa bertanya dengan menuliskan pertanyaan di bagian kolom komentar selama acara live berlangsung untuk dijawab langsung oleh Offie. Jadi, jangan lewatkan acara Live Instagram Rentfix @rentfixcom yang bertajuk Peran Orang Tua dalam Mendidik dan Mengasuh Anak di Kala Pandemi besok pada pukul 16.-17.00 WIB di akun Instagram resmi @rentfixcom.

Beri Edukasi Pada Anak, Mengapa Harus Terus Berada di Rumah

Rentfix.com – Harus terus berada di dalam rumah tentu membuat banyak anak bertanya tanya. Mengapa mereka tak boleh pergi ke sekolah, mengapa mereka tidak boleh mengunjungi rumah teman, atau mengapa mereka tidak boleh pergi ke taman bermain. Untuk menghadapi pertanyaan semacam ini, orangtua perlu memberikan edukasi yang tepat kepada anak mengenai virus corona.

Dr Renvil Reynaldi SpKJ (K) Psikiater Anak dan Remaja menyarankan orangtua untuk memberikan pengertian pada anak sesuai usianya. “Beri edukasi sesuai dengan tingkat pemahaman mereka. Kalau anaknya sudah remaja mungkin sudah tidak menjadi tantangan buat orangtua, mereka lebih paham. ”Begitu kata Renvil dalam Obrolan Kesehatan Jiwa acara Live Instagram dengan tema “Tips Atasi Masalah Kesehatan Jiwa Anak di Masa Home Learning” di akun @pdskji_indonesia, Senin (13/4/2020).

Dia menyebutkan, tantangan berbeda tentu dihadapi oleh orangtua yang memiliki anak di usia 3-6 tahun. Di mana, pada rentang usia tersebut anak sangat haus akan eksplorasi. Pada bagian ini, orangtua harus bisa memilih kata yang tepat, yang tentunya mudah dipahami oleh anak. “Kita bisa kasih tahu bagaimana sifat dari Covid-19 ini. Bagaimana sifat dari virus, bagaimana caranya menular, menular lewat droplet, yaitu percikan air liur,” ujar Renvil.

Orangtua juga harus membekali anak tentang perlindungan diri yakni dengan menjaga kebersihan diri. “Supaya mereka enggak tertular. Sekarang tentu kalau habis melakukan kegiatan yang menyentuh benda, mainan ajarkan mereka cuci tangan,” ujar dia. “Nah, ini cuci tangan juga agak susah, Karena anak-anak biasanya maunya cepat kalau cuci tangan,” imbuh Renvil.

Selain itu, orangtua juga harus memberikan pengertian pada anak untuk terus memakai masker saat harus keluar rumah. “Ajarkan juga kalau terpaksa keluar rumah, harus bertemu dengan orang, harus menggunakan masker.” “Sediakan masker khusus anak, orangtua bisa bekali anak dengan masker khusus,” ungkap Renvil seperti dilansir dari Kompas.com.