Di Balik Sejarah Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei

Rentfix.com – Hari ini 112 tahun yang lalu, tepatnya pada 20 Mei 1908, organisasi Boedi Oetomo ( Budi Utomo) lahir. Budi Utomo disebut-sebut sebagai organisasi modern pertama di Indonesia.

Kelahirannya kemudian dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional yang setiap tahunnya diperingati Bangsa Indonesia. Lantas, bagaimana lahirnya Budi Utomo? Harian Kompas, Sabtu (19/5/1973) menuliskan sejarah salah satu organisasi pergerakan nasional itu.

Organisasi ini didirikan oleh dr. Wahidin Soedirohoesodo. Pada 1908 dia berkeliling Jawa mencari dana untuk membiayai pelajar-pelajar yang pandai tapi miskin. Dia sebenarnya adalah seorang dokter. Tapi sangat giat dalam usaha memajukan pendidikan.

Perluasan organisasi

Dokter yang akrab disapa dengan Mas Wahidin itu, saat ke Jakarta bertemu dengan 3 orang mahasiswa sekolah kedokteran Stovia. Mereka adalah Sutomo, Gunawan Mangunkusumo, dan Suraji. Ketiga mahasiswa itu sudah lama mengagumi Mas Wahidin lewat majalah Retno Dumilak. Dalam pertemuan itu, Sutomo mengusulkan kepada Mas Wahidin agar usaha-usahanya diperluas.

Tak hanya bidang pendidikan, tapi juga pertanian, peternakan, perniagaan, industri, dan kesenian. Nah, untuk mewujudkannya perlu didirikan organisasi atau perkumpulan. Usul itu kemudian diterima dr Wahidin. Sutomo dan teman-temannya lalu menyiapkan sebuah pertemuan besar. Mereka mendanai sendiri pertemuan itu.

Bahkan ada yang menjual sarung plekat yang kala itu sangat laris. Ada juga yang menjual sorban, menyumbang uang jajan, juga uang sakunya. Pertemuan tersebut terlaksana pada 20 Mei 1908. Di sana lahirlah organisasi yang lengkap dengan peraturan-peraturan dasarnya seperti tujuan, rancangan kegiatan, anggota, serta pengurus organisasi.

Arti Budi Utomo

Organisasi itu diberi nama Budi Utomo. Budi artinya kepribadian. Sedangkan Utomo artinya luhur. Bahasa yang dipakai adalah bahasa Melayu, bukan bahasa Jawa. Hal itu menunjukkan sifat nasionalisme dari perkumpulan tersebut.

Lahirnya perkumpulan Budi Utomo langsung disambut para pelajar dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam setahun saja anggotanya mencapai 10.000 orang. Pada masa itu, perkumpulan semacam ini baru pertama kalinya di Indonesia.

Di organisasi itu banyak pemuda Indonesia melatih dirinya dan menjadi pemimpin dari berbagai organisasi pergerakan kemerdekaan yang lahir kemudian. Karenanya, 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Bangsa Belanda waktu itu melihat lahirnya Budi Utomo sebagai bangkitnya Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *