Asyik, Gaji Rp 4 Juta Bisa Punya Rumah, Begini Caranya

Rentfix.com – Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Adi Setianto memastikan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan penghasilan atau upah minimum (UM) di bawah Rp 4 juta dapat memiliki rumah.

“Melalui BP Tapera pekerja formal dan informal yang penghasilannya di bawah Rp 4 juta saat ini berkesempatan untuk memiliki rumah,” kata Adi dalam diskusi virtual, seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis (18/03/2021).

Menurutnya, menjadi peserta Tapera merupakan salah satu cara untuk dapat memiliki rumah meskipun dengan penghasilan minimum di bawah Rp 4 juta.

Berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 4 Tahun 2016 tentang Tabungan Perumahan Rakyat Pasal 7 tentang Kepesertaan Tapera disebutkan bahwa kepesertaan Tapera ini wajib diikuti oleh setiap pekerja bahkan yang berpenghasilan minimum sekalipun.

Setiap pekerja dan pekerja mandiri yang berpenghasilan paling sedikit sebesar upah minimum wajib menjadi peserta. Pekerja mandiri sebagaimana dimaksud ayat (1) yang berpenghasilan di bawah upah minimum dapat menjadi peserta,” bunyi Pasal 7 ayat 1 dan ayat 2 aturan tersebut.

Berikut skema dan rincian cara MBR berpenghasilan di bawah Rp 4 juta dapat memiliki rumah:

1. Sesuaikan dengan zonasi

Adi menjelaskan dalam menyediakan rumah untuk MBR di bawah Rp 4 juta, PP Tapera membagi kategori MBR ini menjadi lima zonasi wilayah yang berbeda. Pengelompokan lima zonasi ini berdasarkan Peraturan Menter (Permen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 242/KTSP/M/2020 tentang Batasan Kredit atau Pembiayaan Pemilikan Rumah Bersubsidi.

Adi menjelaskan, zonasi ini dilakukan untuk mengetahui rata-rata Upah Minimum (UM) di suatu wilayah sehingga nantinya akan disesuaikan dengan cicilan rumah per bulan yang wajib mereka bayar.

a. Zona 1 yaitu untuk kelompok pekerja dengan UM wilayah rata-rata mencapai Rp 1.765.000.

Kelompok UM ini berada di wilayah Daerah Istimewa Jogjakarta (DIY) dengan upah minimum provinsi (UMP) sebesar Rp 1.760.000, Jawa Tengah Rp 1.798.000, Jawa Barat Rp 1.860.000.

b. Zona 2 yaitu untuk kelompok pekerja dengan UM wilayah rata-rata mencapai Rp 2.390.000.

Kelompok UM ini di antaranya berada di wilayah Kalimantan Barat dengan UMP sebesar Rp 2.390.000.

c. Zona 3 yaitu untuk kelompok pekerja dengan UM wilayah rata-rata mencapai Rp 2.303.711.

Kelompok UM ini di antaranya berada di wilayah Sulawesi Tengah dengan UMP sebesar Rp 2.300.000.

d. Zona 4 yaitu untuk kelompok pekerja dengan UM wilayah rata-rata mencapai Rp 1.950.000.

Kelompok UM ini di antaranya berada di wilayah Nusa Tenggara Timur dengan UMP sebesar Rp 1.950.000.

e. Zona 5 yaitu untuk kelompok pekerja dengan UM wilayah rata-rata mencapai Rp 3.134.000.

Kelompok UM ini berada di wilayah Papua Barat dengan UMP sebesar Rp 3.130.000.

2. Limit kredit sesuai dengan Upah Minimum (UM)

Setelah mengategorikan UM pekerja sesuai dengan zonasinya masing-masing maka selanjutnya tetapkan jumlah limit kredit yang dapat diperoleh oleh peserta Tapera tersebut.

Untuk Zona 1 limit kredit yang akan diperoleh adalah sebesar Rp 88.255.919, Zona 2 limit kreditnya sebesar Rp 119.508.014, Zona 3 yaitu Rp 115.193.275, Zona 4 Rp 97.506.539, dan Zona 5 sebesar Rp 156.740.511.

Limit kredit yang diperoleh para peserta Tapera itu dikenakan bunga sebesar 5 persen.

3. Cicilan wajib per bulan berdasarkan repayment capacity (RPC) dari perbankan.

Penetapan cicilan per bulan disesuaikan dengan repayment capacity (RPC) yang merupakan penilaian atas kemampuan calon debitur dalam membayar kembali pinjaman pada saat harus dilunasi.

Misalnya, untuk Zona 1 cicilan yang wajib dibayarkan adalah sebesar Rp 582.450 per bulan, Zona 2 Rp 788.700, Zona 3 Rp 760.225, Zona 4 Rp 643.500, dan Zona 5 sebesar Rp 1.034.418. “Jadi kami bagi berdasarkan zona, kami lihat rata-rata penghasilan, kemudian RPC itu sampai 30 persen hingga 35 persen.

Jadi dari situ dibedakan untuk cicilan kemampuan pekerja peserta kita misal yang di Jogja dia mampu membayar Rp 582.450 ribu dari penghasilan,” jelas Adi.

Adi menyebut untuk tenor atau jangka waktu kredit yang diberikan kepada para peserta Tapera yang merupakan MBR di bawah Rp 4 juta ini adalah selama 20 tahun.

Selain itu, Adi juga menegaskan bahwa masyarakat atau peserta Tapera tidak perlu khawatir dengan kondisi rumah yang dibelinya melalui program Tapera tersebut. Dia menjamin bahwa rumah yang dibangun merupakan rumah layak huni dan terjangkau.

Adapun kriteria rumah layak huni yaitu:

1. Memenuhi persyaratan keselamatan bangunan mulai dari struktur bawah atau pondasi, struktur tengah atau kolom dan balak, hingga struktur atas

2. Menjamin kesehatan mulai dari pencahayaan, penghawaan, sanitasi

3. Memenuhi kecukupan luas minimum 7,2 meter persegi per orang sampai dengan 12 meter persegi per orang.

“Jadi untuk sepsifikasi rumahnya itu kami mengacu kepada peraturan Kementerian PUPR, jadi rumah sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian PUPR,” tambah dia.

Cek, Lima Pilihan Rumah Murah di Bawah Rp 200 Juta

Rentfix.com – Anda yang memiliki kemampuan finansial terbatas, mencari rumah dengan harga terjangkau, sangat sulit. Terlebih pada saat kondisi Pandemi Covid-19 sekarang ini.

Kendati ada banyak penawaran rumah dengan promosi dan diskon menarik, tetap saja harganya selangit. Namun, Anda tak perlu khawatir, masih ada sejumlah pengembang yang mena

Perumahan mana saja itu? Berikut ini Kompas.com rangkumkan lima pilihan rumah dengan rentang harga tersebut.

1. Citra Maja Raya

Anak usaha Ciputra Group, PT Ciputra Residence, menawarkan klaster Benoa di CitraMaja Raya. Klaster tersebut dirancang dalam 4 tipe yakni, Tipe Rusellia C (22/60), Tipe Nigella D (30/72), Tipe Magnolia D (36/72), serta Tipe Magnolia E (36/90).

Khusus tipe Rusellia C, harga yang dipatok oleh pengembang sekitar Rp 188 jutaan. Harga ini sudah termasuk PPN, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Akta Jual Beli (AJB).

Klaster ini terletak dekat Citra Maja Raya Business District (CBD Citra Maja Raya) yang diapit dua sekolah swasta yaitu, Sekolah Mutiara Bangsa dan Muslim Cendekia Islamic School.

Bahkan, klaster Benoa ini hanya berjarak 500 meter dari Stasiun Maja. Selain itu, Ciputra Residence juga akan meluncurkan dua klaster baru pada bulan ini yakni, klaster Champa dan Villa Nusa Dua seharga Rp 168 jutaan.

2. Permata Mutiara Maja

Selain Citra Maja Raya, perumahan lain di kawasan yang sama dengan patokan harga miring adalah Permata Mutiara Maja. Pengembangnya, PT Bukit Nusa Indah Perkasa, meluncurkan klaster terbaru yaitu, Ruby.

Klaster ini terdiri dari dua tipe yaitu Klaster Magnolia dan Lavender yang masing-masing berukuran 60/72 dengan harga Rp 190 juta. Jarak tempuh ke Stasiun Maja lebih kurang 800 meter. Dapat diakses juga dari Tol Jakarta-Tangerang, Exit Toll Balaraja Barat, dan kelak Tol Serpong-Balaraja.

3. Citra Indah Cibubur

Anak usaha Ciputra Group, PT Ciputra Indah, juga menawarkan hunian dengan harga di bawah Rp 200 juta melalui klaster Bukit Melia 1.

Klaster tersebut ditawarkan dalam tiga pilihan tipe yaitu Tipe Melia 1 B (22/90), Melia 2A (30/90), dan Melia 3 BLV (36/90). Khusus Melia 1B, harga yang dipatok pengembang senilai Rp 174 jutaan dan dilengkapi dengan akses transportasi Feeder Busway Citra Indah.

Selain itu, kawasan ini juga dapat dijangkau dengan akses Tol Jakarta Outer Ring Road 2 (Cimanggis-Cibitung) dan LRT di Cibubur.

4. Green Golf City Tangerang

PT Graha Berkat Unggul mengembangkan salah satu klaster di kawasan Green Golf City Tangerang dengan harga di bawah Rp 200 juta yakni, Tipe Akasia.

Tipe ini memiliki luas tanah 60 meter persegi dan luas bangunan 23 meter persegi yang dipatok harga sebesar Rp 175 juta. Kawasan Green Golf City Tangerang sendiri memiliki beragam macam fasilitas seperti kesehatan, taman pusat, golf private area, kolam renang, arena olahraga, dan 24 jam keamanan.

Kawasan tersebut dapat diakses dengan Jalan Tol Serpong-Balaraja-Bandara, Tol Tangerang-Merang (GT Cikupa), dan dekat Stasiun Daru. 5. D’Plam Residence Anak usaha Diamond Land, PT Diamondland Citra Propertindo Tbk, meluncurkan klaster baru di Perumahan D’Palm Residence.

Klaster tersebut diberi nama “Elis” dengan luas bangunan 26 meter persegi dan luas tanah bervariasi. Harga yang dipatok pengembang untuk tipe ini sebesar Rp 180 jutaan. Perumahan D’Palm Residence dekat dengan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) dan Stasiun Depok. Klaster ini dilengkapi sistem 1 gerbang (one gate system) dan CCTV 24 jam.

Di Jakarta, Rumah Mewah Dominasi Penjualan sedangkan Rumah Murah Nihil

Rentfix.com – CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan, rumah primer dengan harga Rp 2 miliar mendominasi penjualan hunian di Jakarta pada kuartal II-2020. Dia menyebutkan, persentase penjualan rumah dengan harga di atas Rp 2 miliar sebesar 57,69 persen.

Sementara segmen rumah dengan harga Rp 1 miliar-Rp 2 miliar sebesar 42,31 persen. Menurut dia, tidak ada penjualan rumah di bawah Rp 1 miliar di Jakarta. “Tidak ada penjualan rumah di bawah Rp 1 miliar di Jakarta,” kata Ali dalam keterangan tertulis seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis (16/7/2020).

Ali menambahkan, penjualan rumah primer di Ibu Kota pada triwulan ini mengalami peningkatan sebesar 21,9 persen dibanding triwulan sebelumnya.

Sementara pada kuartal pertama tahun 2020, penjualan hunian primer di Ibu Kota anjlok sebesar 33,3 persen. Anjloknya penjualan rumah di Jakarta pada kuartal lalu lebih disebabkan penerapan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) yang dilakukan guna mencegah menyebarnya virus Covid-19. Kemudian, setelah dilakukan pelonggaran PSBB, pasar perumahan kembali mengalami pertumbuhan.

Tren peningkatan penjualan ini terjadi sejak Mei, ketika banyak pengembang menawarkan berbagai promo menarik. Namun, menurut Ali, pasar tetap harus waspada dikarenakan kondisi saat ini masih belum stabil. “Hal ini juga memperlihatkan bahwa sebenarnya pasar perumahan primer Jakarta masih menyimpan daya beli,” ujar Ali.

Ali menuturkan, penjualan pada hunian di segmen harga Rp 1 miliar-Rp 2 miliar mengalami peningkatan yang signifikan, yakni mencapai 144,4 persen. Sementara tingkat penjualan rumah di atas Rp 2 miliar mengalami peningkatan sebesar 11,1 persen.

Ali juga mencatat, volume penjualan ini membuat rerata harga rumah yang terjual pada kuartal II-2020 mengalami pergeseran, yakni sebesar Rp 1,95 miliar.

Ke depan, dia memprediksi ada indikasi pergeseran pembelian rumah di segmen Rp 2 miliar ke luar Jakarta, baik ke timur maupun ke barat. Hal ini dikarenakan pengembangan kawasan yang lebih baik di luar Ibu Kota membuat pasar relatif mudah bergeser.