Percepat Pemulihan Ekonomi, Basuki dan Khofifah Inisiasi Akses Tol Pasar Induk Puspo Agro

Rentfix.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa merencanakan pembangunan akses tol ( interchange) menuju Pasar Induk Puspo Agro, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur.

Rencana pembangunan akses yang merupakan jaringan Jalan Tol Trans Jawa tersebut dilakukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi yang terdampak Pandemi Covid-19.

Menurut Basuki, manfaat Tol Trans Jawa tidak hanya sebagai jalur penghubung transportasi antar kota, juga kawasan industri dan pariwisata.

“Tol Trans Jawa akan memangkas biaya angkutan logistik dan mengurangi waktu tempuh pengiriman barang (delivery time),” ujar Basuki dalam siaran pers seperti dilansir dari Kompas.com, Senin (10/8/2020).

Basuki melanjutkan, kepastian waktu tempuh tersebut membuat para investor memiliki perhitungan rencana bisnis yang matang.  Sehingga, lapangan pekerjaan di sekitar pusat perindustrian dapat terbuka lebar.

Rencana pembangunan akses tol menuju Pasar Induk Puspo Agro ini merupakan prakarsa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Akses tol ini dibangun untuk mengoptimalisasi distribusi barang dan jasa menuju kawasan ekonomi di Kabupaten Sidoarjo yang merupakan daerah penyangga Kota Surabaya sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di ruas Jalan Sawunggaling Sidoarjo.

Usulan ini tertuang dalam Surat Gubernur Jatim No 620/17709/103/2019 tentang Permohonan Jalan Keluar/Masuk Jalan Tol Sidoarjo-Waru Menuju Pasar Modern Puspa Agro tertanggal 24 September 2019.

Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga mendukung terlaksananya pembangunan akses Pasar Induk Puspo Agro dan akan melakukan evaluasi yang menjadi bagian dari perubahan ruang lingkup investasi jalan tol.

Terdapat empat alternatif rencana pembangunan akses tol menuju Pasar Induk Puspo Agro.

Pertama, dari Jalan Tol Surabaya-Gempol (Sugem) KM 747+280, tepanya di dekat Perumahan Taman Aloha, Sidoarjo. Jarak munuju Pasar Induk Puspo Agro sekitar 5,93 kilometer.

Kedua, akses Jalan Tol Sugem di KM 747+900 atau berjarak 5,96 kilometer. Alternatif ketiga di Jalan Tol Sugem atau pada KM 750+100, tepatnya berada di dekat Perumahan Masangan Wetan, Sidoarjo dengan jarak sekitar 7,69 kilometer.

Sementara alternatif keempat di Jalan Tol atau berada KM 754+100, tepatnya di wilayah Desa Wonokoyo, Kabupaten Sidoarjo dengan jarak 9,61 kilometer.

Adapun, Jalan Tol Sugem merupakan jalan bebas hambatan yang pertama kali dibangun di wilayah Jawa Timur dan telah beroperasi penuh pada tahun 1986.

Ruas tol ini membentang dari Surabaya hingga Gempol sepanjang 43 kilometer dan telah terhubung dengan ruas tol lainnya yang dibangun Kementerian PUPR pada periode 2015 hingga 2019 di wilayah Jawa Timur.

Antara lain Jalan Tol Gempol-Pasuruan sepanjang 35 kilometer, Tol Pandaan-Malang sepanjang 38,4 kilometer, serta Tol Pasuruan-Probolinggo sepanjang 31 kilometer.

Casita dan Risha, Pilihan Rumah Instan yang Bisa Dirakit Secepat Kilat

Rentfix.com – Setiap orang tentu ingin memiliki rumah dengan desain ciamik dan proses pembangunannya cepat. Kedua hal tersebut menjadi faktor penting agar pemilik bisa segera menempati rumah idaman mereka.

Namun, membangun rumah dengan dekorasi menarik sesuai keinginan tentu bukanlah hal mudah karena membutuhkan proses panjang. Oleh sebab itu, beberapa dari Anda sangat mendambakan rumah yang dibangun dengan cepat atau instan.

Jangan khawatir, teknologi rumah instan sudah tersedia untuk Anda manfaatkan. Kompas.com menemukan rumah instan yang dirancang oleh salah satu usaha rintisan (startup) manufaktur bangunan modular asal Las Vegas, Amerika Serikat.

Perusahaan Boxabl ini menawarkan produk andalan rumah instan yang disebut The Casita. The Casita merupakan rumah yang dirancang secara instan dan memungkinkan pemilik bisa memindahkannya dengan bantuan mobil derek khusus.

Rumah ini dilengkapi dengan berbagai macam perabotan rumah tangga seperti kulkas, kompor, mesin cuci, dan masih banyak lagi.

Boxabl menjamin The Casita sangat mudah dan cepat dibangun, serta butuh waktu perakitan hanya satu hari. Bagi Anda yang tertarik, tim Boxabl akan membawa rumah instan tersebut menggunakan mobil derek dan langsung diletakkan di tempat yang Anda mau.

Lantas bagaimana sistem perakitannya? Layaknya Anda membuka sebuah paket yang dikirim langsung oleh kurir, tim Boxabl akan membuka satu per satu bagian rumah instan tersebut, baik kamar tidur, dapur, kamar mandi, dan atap.

Rumah instan The Casita ini terbuat dari gabungan baja, beton, dan busa expandable polystyrene (EPS) yang diklaim tak cepat rusak. The Casita dirancang seluas 20×20 meter dengan harga yang dibanderol 50.000 dollar AS atau sekitar Rp 730 juta.

Jika ukuran rumah tersebut terlalu besar atau terlalu kecil, Anda bisa meminta ukuran rumah yang dirancang khusus dengan harga berbeda. Business Development Boxable Galiano Tiarmani mengatakan, pengembangan teknologi berkualitas tinggi The Casita sudah dilakukan selama bertahun-tahun.

“Kami telah menghabiskan beberapa tahun terakhir melakukan Research & Development (R&D) dan rekayasa solusi terobosan untuk membangun rumah harga terjangkau, berkualitas tinggi, dan pengerjannya cepat. Produk ini berpotensi meningkatkan kehidupan jutaan orang,” ujar Galiano seperti dikutip dari PR News Wire, Kamis (6/8/2020).

Indonesia

Sementara di Indonesia, Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menerapkan pembangunan rumah cepat atau Rumah Instan Sederhana Sehat ( Risha).

Risha merupakan rumah dengan konsep knock-down, di mana proses pembangunannya tidak membutuhkan semen dan bata, melainkan dengan menggabungkan panel-panel beton dengan baut.

Maka, pembangunan rumah ini dapat diselesaikan dengan waktu jauh lebih cepat. Pengembangan Risha telah dilakukan sejak tahun 2004 menyusul setelah terjadinya Tsunami Aceh.

Rumah ini telah diklaim memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) yang hingga kini telah didirikan di lebih dari 60 wilayah di Indonesia dengan jumlah mencapai ratusan ribu unit.

Risha lebih diperuntukkan bagi warga kelas menengah ke bawah karena cukup dengan harga Rp 50 juta, masyarakat sudah mendapatkan rumah dengan tipe 36.

Pada dasarnya, Risha dibuat dengan struktur bangunan yang terdiri dari tiga jenis panel yang dibuat dari bahan beton bertulang yang merupakan campuran semen, pasir, dan kerikil. Risha merupakan rumah yang simpel dan bisa dikerjakan oleh siapa pun.

Hal itu karena cara mendirikan rumahnya dengan menyambung dan menyusun panel-panel sesuai ketentuan sehingga membentuk struktur bangunan rumah.

Adapun daftar harga panel Risha sebagai berikut:

1. Komponen P1: Rp 110.000

2. Komponen P2: Rp 100.000

3. Komponen P3: Rp 90.000 

4. Panel dinding: Rp 160.000 

5. Panel kusen: Rp 50.000

Bangun Rumah Cuma 20 Hari, Ini Teknologi yang Digunakan

Rentfix.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendukung setiap inovasi di bidang teknologi yang digunakan untuk sektor perumahan dalam penyediaan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Salah satu inovasi teknologi tersebut adalah pembangunan rumah menggunakan Prima Wall System ( PWS).

Inovasi teknologi tersebut dikembangkan oleh PT Prima Graha Bangun Tunggal. “Prima Wall System (PWS) merupakan karya anak bangsa yang perlu diapresiasi dan dikembangkan,” ujar Ditjen Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Aabdul Hamid dalam siaran pers seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (28/7/2020).

Menurut Khalawi, sistem PWS merupakan inovasi dalam pembangunan perumahan yang sangat dibutuhkan untuk mendapatkan proses pengerjaan hunian yang efisien.

Ditambah dengan kebutuhan rumah masyarakat Indonesia masih cukup tinggi dan diperlukan inovasi untuk menyukseskan Program Sejuta Rumah.

Dalam hal ini, Kementerian PUPR juga berharap sistem ini dapat terus dikembangkan, digunakan, serta diekspor, karena menyangkut industri turunannya. Terutama, pada saat Pandemi Covid-19 karena akan menyerap banyak tenaga kerja dalam produksinya.

“Inovasi pembangunan perumahan tersebut juga dapat digunakan sebagai alternatif bagi para pengembang dalam membangun rumah bagi masyarakat,” ujar Khalawi.

Sementara itu, Direktur PT Prima Graha Bangun Tunggal Joseph Adian Chandra menjelaskan mekanisme pembangunan rumah menggunakan sistem tersebut yang telah diuji secara 2D dan hasilnya baik, tidak retak, goyang, maupun miring.

Bahkan, proses pembangunan hunian menggunakan sistem PWS ini hanya membutuhkan waktu 20 hari untuk membangun rumah tipe 35. 

“Sedangkan anggarannya membutuhkan biaya Rp 99 juta,” imbuhnya. Joseph optimistis, sistem PWS akan menjadi alternatif bagi para pengembang untuk membangun rumah MBR, meskipun sudah ada produk serupa dari luar negeri yang menggunakan sistem tersebut.

Menurut Joseph, alangkah baiknya kalau produk bangunan menggunakan sistem PWS ini dimanfaatkan pengembang properti karena buatan dalam negeri serta berdampak positif bagi sektor properti.

Pembangunan rumah dengan menggunakan sistem PWS ini tidak perlu menggunakan kolom, melainkan hanya menggunakan ‘sirip’ untuk memperkuat bentangan dinding setiap 2,5 meter.

Sirip ini juga dapat dimodifikasi untuk dijadikan lemari atau penyekat antar ruangan. Pada bagian atas hanya dibutuhkan balok untuk mengikat semua bentangan dari PWS ini.

“Saat ini, PWS diaplikasikan untuk rumah tapak satu lantai. Tapi, tidak menutup kemungkinan PT Prima Graha Bangun Tunggal akan melaksanakan pengembangan lebih lanjut untuk pembangunan rumah setinggi dua atau tiga lantai atau rumah deret,” kata Joseph.

Basuki Berharap Layanan Perumahan Bisa Dilaksanakan Secara Digital

Rentfix.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berharap, seluruh transaksi di bidang perumahan mulai dari permohonan, pencarian rumah, hingga akad kredit dapat dilakukan dalam bentuk digital. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo guna menyongsong fase kenormalan baru.

Menurutnya, Presiden telah menyiapkan program besar digitalisasi di bidang layanan pemerintahan Basuki menambahkan, fase ini membuat masyarakat mengurangi kontak fisik. Seluruh kegiatan, sebut Basuki, dilaksanakan dengan digitalisasi.

“Kita harus mulai instrumennya seperti penandatanganan virtual untuk transaksi akad perumahan,” kata Basuki seperti dilansir dari Kompas.com dari laman resmi Kementerian PUPR, Jumat (5/6/2020). Oleh karenanya, ntuk menyongsong era ini, para pengembang dan perbankan harus bisa memfasilitasi hal tersebut.

Direktur PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Hirwandi Gafar menyatakan, pihaknya sudah menyiapkan virtual account bagi para nasabah untuk dapat melakukan transaksi mulai dari akses cari properti hingga pengajuan kredit.

“Untuk wawancara nasabah kami juga sudah lakukan dengan virtual, namun yang masih menjadi hambatan adalah ketika transaksi akad kredit, pihak notaris masih ingin bertatap muka. Selanjutnya akan kami sampaikan untuk akad virtual saja,” ucap dia.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian PUPR elalui Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP), Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan meluncurkan Aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) pada Desember 2019.

Sistem ini disusun untuk mempermudah masyarakat terutama Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam mencari dan menentukan rumah subsidi yang diinginkan. Melalui sistem tersebut, pengguna dapat terhubung dengan pemerintah, bank pelaksana, dan pengembang dengan menggunakan sistem host to host secara daring.

Untuk proses verifikasi, sistem ini terhubung dengan Kementerian Dalam Negeri yang sekaligus telah terkoneksi dengan data FLPP. Bagi bank pelaksana, sistem yang disediakan disebut memudahkan identifikasi calon debitur.

Calon debitur yang mengajukan telah memenuhi kriteria sebagai penerima subsidi dengan unit rumah yang telah dipilihnya. Sementara bagi pengembang, perumahan yang telah teregistrasi dapat berkontribusi dalam sistem dengan mengumpulkan data perumahan secara lengkap.

Normal Baru Diprediksi Katrol Program Sejuta Rumah

Rentfix.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) optimistis kondisi tatanan baru atau new normal akan berdampak positif pada Program Sejuta Rumah.

Untuk itu, Kementerian PUPR akan mendorong sejumlah program padat karya di sektor perumahan melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan pembangunan Prasarana, Saran dan Utilitas (PSU).

Hal ini dilakukan untuk memacu pergerakan perekonomian dan menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat terdampak Covid-19. Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul hamid mengatakan, para ASN di Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR dan masyarakat akan beraktivitas seperti biasa dengan tatanan normal baru.

“Kami berharap dengan new normal ini pelaksanaan pembangunan perumahan dalam Program Sejuta Rumah dapat berjalan kembali,” ujarnya saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Penajaman Kegiatan Tahun Anggaran 2021 Ditjen Perumahan di Jakarta, Kamis, (28/5/2020).

Khalawi menambahkan, para pegawai Ditjen perumahan baik di pusat dan daerah akan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) dan protokol kesehatan dalam kegiatan new normal. Dengan demikian, segala kegiatan dan program Ditjen Perumahan dapat terus berjalan, sehingga target-target yang ditetapkan dapat tercapai.

“Kementerian PUPR telah mengeluarkan Instruksi Menteri PUPR dan Surat Edaran untuk pelaksanaan kegiatan perumahan di daerah,” terangnya. Untuk mendukung pelaksanaan new normal di sektor perumahan, imbuh Khalawi, Ditjen Perumahan akan mengoptimalkan Program Padat Karya.

Baik melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) maupun bantuan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) untuk perumahan bersubsidi. Program Padat Karya Bidang Perumahan berdasarkan arahan Presiden dalam masa pandemi ini merupakan salah satu hal yang dapat menjaga daya beli, dan perputaran uang di masyarakat.

Program bantuan PSU dipadatkaryakan mengacu protokol Covid-19 dengan maksimal satu kelompok kerja lima orang. Mitra kerja seperti pengembang siap untuk membantu pemerintah dengan memberikan lapangan kerja dan menampung masyarakat yang kena PHK agar bisa jadi tenaga padat karya.

Ditjen Perumahan juga berharap ke Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan di setiap provinsi juga dapat mengoptimalkan peran Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL).

Tak hanya itu, Khalawi juga berharap SNVT dapat berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 di daerah masing-masing sehingga pengawasan teknis dan kesehatan para petugas tetap terjaga dengan baik.

Untuk diketahui, BSPS dengan total bantuan Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya dikucurkan senilai Rp 17,5 juta dan Pembangunan Baru (PB) Rp 35 juta dengan pola padat karya. Pemilik rumah atau penerima bantuan bisa mendapatkan upah untuk menambah penghasilannya.

“Sedangkan dalam program pembangunan PSU pengembang dapat melibatkan masyarakat untuk bekerja dalam pelaksanaan pembangunan,” tuntas Khalawi.