Empat Pengembang Berpeluang Catat Pertumbuhan Sales Tahun Ini, Pakuwon Memimpin 35 Persen

Rentfix.com – PT Sinarmas Sekuritas memprediksi kinerja sektor properti berpeluang mengalami perbaikan signifikan pada tahun ini. Hal itu terjadi karena adanya sejumlah relaksasi yang diberikan oleh Bank Indonesia (BI) dan Pemerintah untuk mendorong tumbuhnya sektor tersebut.

Equity Analyst Sinarmas Sekuritas Andrianto Saputra mengatakan sejumlah kebijakan yang menjadi katalis bagus untuk mendorong pulihnya sektor properti meliputi suku bunga rendah, DP 0 persen, dan Omnibus Law yang memperbolehkan kepemilikan apartmen oleh orang asing.

“Termasuk juga adanya rencana pemberian insentif fiskal berupa pembebasan tarif PPh final atas sewa tanah dan bangunan,” kata Andrianto dalam keterangan yang dikutip Kompas.com, Minggu (28/02/2021).

Andrianto juga menyebutkan berdasarkan riset yang dilakukan PT Sinarmas Sekuritas, kebijakan yang ada saat ini akan mampu mengkerek penjualan saham emiten properti.

PT Bumi Serpong Damai Tbk ( BSDE), PT Ciputra Development Tbk ( CTRA), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), dan PT Summarecon Agung tbk (SMRA) berpeluang membukukan sales yang bagus tahun 2021 ini.

Untuk saham emiten BSDE dan CTRA pertumbuhan penjualannya didorong oleh katalis positif dari kebijakan DP 0 persen dan suku bunga rendah dengan penjualan rumah tapak atau landed house.

Sedangkan untuk PWON dan SMRA katalis positifnya adalah relaksasi dari UU Cipta Kerja yang mengizinkan Warga Negara Asing memiliki apartemen di Indonesia.

Andrianto memprediksi pertumbuhan prapenjualan emiten properti PWON 35 persen, CTRA 7 persen, BSDE 4,6 persen, dan SMRA sebesar 4,1 persen.

Sedangkan untuk target harganya BSDE Rp 1.500, CTRA Rp 1.150, SMRA Rp 1.100 dan PWON Rp 650. Sebelumnya diberitakan, di tengah lesunya daya beli konsumen akibat pandemi Covid-19, BI telah memangkas suku bunga acuan menjadi 3,5 persen pada pekan lalu.

Terhitung sejak Februari 2020 lalu, BI telah menurunkan bunga sebanyak enam kali dari semula 4,75 persen pada Februari 2020 menjadi 3,5 persen pada Februari 2021. 

Selanjutnya setelah penurunan bunga, pemerintah menetapkan uang muka atau down payment (DP) kendaraan dan rumah sebesar 0 persen pada Maret mendatang.

Serta relaksasi pajak PPnBM untuk kendaraan sebesar 0 persen. Relaksasi tersebut diberikan untuk memacu pertumbuhan, terdorong kenaikan penjualan kendaraan dan properti. Dilansir dari Kompas.com

Dua Pengembang Kompak Perkenalkan Hunian Sekaligus Tempat Kerja

Rentfix.com – Tren bekerja dari rumah atau work from home (WFH) menginspirasi PT Intiland Development Tbk dan PT Triniti Perintis Properti Tbk membesut hunian multifungsi. Tidak saja sebagai tempat tinggal, melainkan juga tempat bekerja dan berkarya serta aktivitas lainnya demi mendukung produktivitas penghuninya.

Intiland Development akan memperkenalkan hunian dengan konsep baru ini pada pertengahan Agustus 2020 mendatang dengan patokan harga termurah Rp 1,2 miliar. Hunian multifungsi ini merupakan klaster baru dari perumahan Graha Natura, di Surabaya, Jawa Timur.

Direktur Pemasaran Intiland Grande Harto Laksono menuturkan, pasar sasaran adalah para milenial dan pasangan muda yang merupakan pembeli rumah pertama atau first time home buyer.

“Preferensi mereka saat ini adalah rumah dengan ukuran tidak besar tapi mempunyai fungsi ruang yang lengkap,” kata Harto menjawab seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (21/7/2020). Dengan demikian, imbuh dia, penghuni tidak perlu lagi menambah atau mengubah bangunan rumah.

“Ruang kerja bisa menggunakan salah satu ruang tidur yang ada. Konsep ini belum ada di Surabaya,” cetus Harto. Konsep serupa juga diperkenalkan PT Perintis Triniti Properti Tbk melalui produk The Scott-Home Studio.

Dalam mengembangkan hunian ini, perusahaan melengkapinya dengan aneka furnitur serbaguna yang dapat dilipat, dan dialihgunakan seperti folding bed, windows bay dan lain-lain. Dengan demikian, hanya dalam lima menit, penghuni dapat mengubah fungsi, katakanlah tempat tidur menjadi ruang kerja.

Direktur dan Founder PT Perintis Triniti Properti Tbk Bong Chandra mengatakan, The Scott-Home Studio merupakan hasil inovasi perusahaan untuk tetap dapat produktif saat Pandemi Covid-19.

“Termotivasi hal itulah, kami memperkenalkan produk ini agar masyarakat juga dapat lebih produktif ketika bekerja dari rumah,” kata Bong dalam keterangan tertulis kepada seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (21/7/2020).

Hunian yang diperuntukkan bagi para kreator ini juga dilengkapi berbagai smart system untuk menunjang kerja mereka, seperti lifestyle marketplace, co-working space, dan creative lab.

The Scott-Shome Studio berada di menara kedua Collins Boulevard yang menempati lahan 2,4 hektar. Triniti membanderol unit produk baru ini seharga mulai dari Rp 612 juta-Rp 623 juta dengan unit tipe studio berdimensi 21,95 meter persegi. Untuk tahap I, terdapat total 198 unit yang mencakup 11 lantai. 

Strategi Baru AKR Land Jaring Konsumen di Tengah Pandemi

Rentfix.com – Beragam cara dilakukan oleh pengembang properti untuk meraup pendapatan di tengah Pandemi Covid-19, salah satunya yang makin masif adalah memanfaatkan teknik pemasaran digital.

CEO AKR Land Development Thomas Go mengatakan, perusahaan menggunakan platform website perusahaan untuk memasarkan produk yang dijual.

“Kalau sekarang ini (Pandemi Covid-19), kami harus punya website. Kalau tidak punya website bisa bahaya,” ungkap Thomas dalam konferensi virtual seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis (18/6/2020).

Thomas melanjutkan, website tersebut pun harus dirancang layaknya e-commerce (perdagangan elektronik) yang langsung terhubung dengan kontak marketing perusahaan.

Setelah marketing perusahaan terhubung dengan konsumen, mereka dapat menunjukkan produk yang dijual melalui presentasi daring. Selain itu, AKR Land Development juga harus memanfaatkan media sosial yang banyak digunakan masyarakat untuk pemasaran seperti Instagram maupun Facebook.

Perusahaan juga telah bekerja sama dengan marketplace penyedia jasa penjualan properti untuk meningkatkan produk yang dipasarkan.  Bahkan, dia mencontohkan, penjualan mobil mewah pun saat ini telah dilakukan melalui marketplace.

Menurut Thomas, keunggulan yang dihasilkan dari penjualan produk properti yang ditawarkan melalui teknik pemasaran digital ini lebih terarah untuk konsumen. “Enaknya digital marketing ini kami bisa lebih segmented (tersegmentasi). Kami bisa menawarkan kepada konsumen berdasarkan jenis usia maupun domisili mereka,” ucap Thomas.

Thomas melanjutkan, saat ini, AKR Land Development juga sedang mempelajari teknik Search Engine Optimization (SEO) untuk meningkatkan kunjungan website perusahaan. Adapun produk properti yang ditawarkan adalah Sky Home dan Garden Home di Gallery West, Jakarta Barat.

Sky Home merupakan rumah yang dibangun di atas ritel dan lot parkir. Sedangkan, Garden Home merupakan hunian berada di lantai bawah podium langsung menghadap taman.

Harga kedua produk tersebut dipatok mulai dari Rp 8 miliar hingga 10 miliar. Kemudian, AKR Land Development juga menawarkan produk hunian berkonsep milenial Grand Estate Marina City (GEM City) seharga Rp 399 juta di Gresik, Jawa Timur.

Sambut Normal Baru, Pengembang Siapkan Protokol Khusus

Rentfix.com – Sejak coronavirus disease 2019 atau Covid-19 mewabah di Indonesia, Pemerintah mengantisipasinya dengan menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Selain itu, Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk bekerja, belajar, dan beribadah di rumah dan meminimalisasi kegiatan di luar rumah.

Pembatasan ini berdampak pada sepinya aktivitas ekonomi yang pada gilirannya memaksa pelaku usaha menghentikan operasional mereka.

Setelah PSBB berlangsung dua bulan, pemerintah berinisiatif untuk kembali memulihkan roda ekonomi Indonesia agar bisa kembali berjalan normal.

Tahapan atau fase pembukaan kegiatan bisnis dan industri pun disusun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan penanggulangan Covid-19 yang ketat.

Terdapat lima tahapan timeline kenormalan baru yang dirilis oleh Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian untuk pemulihan ekonomi di Indonesia.

1. Fase pertama, yang dilakukan pada 1 Juni 2020 ialah membuka kembali operasional industri dan jasa bisnis ke bisnis ( B2B), dengan tetap menerapkan social distancing.

2. Fase kedua yakni pada 8 Juni 2020, toko, pasar, dan mal diperbolehkan beroperasi kembali.

3. Fase ketiga, 15 Juni 2020, tempat-tempat kebudayaan dan sekolah mulai dibuka kembali dengan tetap menerapkan social distancing dan beberapa penyesuaian.

4. Fase keempat, 6 Juli 2020, difokuskan kepada evaluasi terhadap pembukaan berbagai fasilitas seperti restoran hingga tempat ibadah.

5. Fase kelima, 20 Juli dan 27 Juli 2020, evaluasi fase keempat dan pada akhir Juli atau awal Agustus 2020 diharapkan seluruh kegiatan ekonomi sudah dapat beroperasi dengan normal.

Berdasarkan timeline dari Kemenko Perekonomian tersebut beberapa pengembang telah mempersiapkan diri untuk mulai aktif kembali pada 8 Juni mendatang.

Direktur PT Ciputra Development Tbk Harun Hajadi mengatakan, perusahaan akan mulai beroperasi kembali seminggu setelah pelonggaran PSBB diterapkan.

Hal ini dilakukan guna memastikan keadaan yang sudah lebih baik dan memberikan waktu bagi Ciputra untuk mengambil langkah strategis, meskipun lebih konservatif.

“Sebagian [kegiatan properti] masih akan masuk dengan lower density [atau penerapan kepadatan yang lebih rendah] yaitu 50 persen dari keadaan normal, pengaturan tempat kerja juga diterapkan berjarak 1.5 meter minimal, dan kemudian akan masuk 100 persen,” tutur Harus seperti dilansir dari Kompas.com, Rabu (27/5/2020).

Namun, untuk aktivitas di show unit, Ciputra hanya memperbolehkan ketentuan jumlah pengunjung dengan maksimal tiga hingga lima orang dalam satu kali kunjungan dengan memperhatikan ukuran unit.

“Kami mengharapkan kita semua dapat dan harus beradaptasi dengan situasi baru ini dengan tetap memperhatikan ketentuan-ketentuan kesehatan,” harap Harun.

Hingga saat ini, Ciputra masih belum merevisi target penjualan sembari menunggu situasi yang lebih jelas pada bulan Juni mendatang. Namun Harun memastikan, bulan pertama Tahun 2020 Ciputra mengalami perlambatan penjualan hingga 37 persen dibandingkan tahun 2019.

Meskipun demikian, pada April lalu, PT Ciputra Residence anak usaha Ciputra Group telah meraup Rp 55 miliar dalam waktu sehari dengan menerapkan metode pemasaran digital dan transaksi pilih unit secara daring.

Penerapan penjualan secara daring tersebut juga dilirik dan diterapkan oleh beberapa pengembang termasuk Metropolitan Land dan PT Summarecon Agung Tbk.

Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan PT Metropolitan Land Tbk (Metland) Olivia Surojo mengungkapkan, perusahaan telah menerapkan kebiasaan baru dengan melakukan penjualan unit secara daring.

“Calon pembeli saat ini lebih menyukai pola penjualan secara online, misalnya melakukan videocall untuk melihat show unit,” ucap Olivia.

Pada saat masa-masa seperti saat ini, Metland terus berusaha memanfaatkan teknologi mutakhir untuk tetap dapat melakukan penjualan daring.  Meskipun demikian, Olivia mengakui pola penjualan daring belum tentu dapat menarik perhatian para calon pembeli rumah.

Menurutnya, kunjungan lokasi masih menjadi kegiatan yang dianggap penting oleh konsumen sebelum memutuskan transaksi pembelian. Di sisi lain, terkait penerapan tahapan new normal, Olivia memastikan Metland akan mengikuti dan mematuhi penerapan pelonggaran PSBB sesuai aturan pemerintah.

Hingga saat ini, Metland masih menyiapkan protokol-protokol untuk lini-lini bisnisnya yang akan dibuka kembali mengikuti jadwal Pemerintah.

Terlepas dari itu, Olivia mengatakan perusahaan tetap membuka beberapa lini bisnis yang masuk dalam kategori bisnis yang dikecualikan, dengan penerapan operasional terbatas.

“Nantinya [setelah Pemerintah mencabut PSBB] kami mulai menerapkan new normal  dan mengikuti aturan sesuai per lini bisnis,” lanjutnya.

Sementara, Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P Adhi menegaskan, perusahaan tidak menggelar pameran atau membuka kegiatan kunjungan ke show unit secara fisik.

Summarecon akan segera membuka aktivitas show unit secara fisik setelah relaksasi PSBB diberlakukan Pemerintah. “Kalau show unit secara fisik belum bisa dilakukan. Kami sedang menyiapkan protokol kesehatannya,” tutur Adrianto.

Hingga saat ini, Summarecon masih menerapkan kegiatan kunjungan show unit virtual dan melakukan penjualan daring. “Sebetulnya kami sudah memiliki tools penjualan yaitu virtual show unit yang bisa dilihat dan interaktif. Ini sangat bermanfaat untuk konsumen.

Mereka bisa merasakan dan membayangkan rumah-rumah yang akan dibeli,” jelas Adrianto. Meskipun Summarecon belum merevisi target penjualan, namun Adrianto mengatakan perubahan sangat mungkin terjadi melihat keadaaan yang tidak dapat diprediksi seperti sekarang.

Keberlanjutan Bisnis Properti Perlu Dukungan Seluruh Pihak

Rentfix.com – Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengatakan, keberlangsungan bisnis properti perlu dukungan dari seluruh pihak.

Termasuk masalah penambahan kuota rumah subsidi. Hal ini penting, lantaran dana subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) habis sebelum waktunya.

Ketika permintaan penambahan kuota tersebut sudah disetujui, wabah Covid-19 muncul dan membuat pengembang kembali harus berjuang.

“Artinya tujuh bulan kita terdampak oleh kuota yang sedikit, selanjutnya terdampak lagi oleh Covid-19,” kata Junaidi dalam konferensi video seperti dilansir dari Kompas.com.

Oleh karena itu, para pengembang perumahan meminta adanya sinergi antara regulator dan eksekutor. Junaidi juga meminta para pengembang di daerah untuk memberikan kemudahan dan memberikan kebebasan dari sisi uang muka kepada konsumen.

Selain itu, relaksasi dari perbankan juga sangat diharapkan, termasuk PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk. atau BTN selaku bank penyalur kredit perumahan terbesar, untuk ikut meringankan beban pengembang.

Junaidi meminta fleksibilitas khususnya dari penerapan sistem Remote Procedural Call (RPC) yang dinilai sangat kaku dan menyulitkan komunikasi. Sebelum penerapan sistem RPC, pengembang menilai masih mudah untuk melakukan komunikasi dengan kantor cabang di daerah.

Senada dengan Junaidi, Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida meminta agar sistem tersebut ditinjau ulang. Proses Kredit Pemillikan Rumah (KPR) selama masa pandemi sebaiknya dikembalikan ke kantor cabang. “Kalau itu diterapkan pada kondisi saat ini, saat tidak normal, saya yakin banyak calon nasabah yang akan tertolak,” ucap Totok.

Totok juga meminta adanya kerja sama untuk memudahkan proses KPR selama pandemi, terutama dari pihak-pihak ketiga seperti kantor pertanahan, notaris, dan pihak perpajakan.

Pihak-pihak tersebut, sebut Junaidi, seharusnya bisa memproses seluruh persyaratan secara daring, sehingga masyarakat semakin dimudahkan. “Pada saat Covid-19 ini perlu semuanya berpartisipasi,” imbuh Totok.