Pandemi Mengubah Keinginan Konsumen tentang Rumah

Rentfix.com – Sejak munculnya pandemi Covid-19, terjadi pergeseran perilaku masyarakat. Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Sulihin Widjaja mengatakan, pandemi juga mampu menggeser keinginan konsumen akan rumah.

“Ada shifting perilaku konsumen yang pasti akan memegaruhi dan menentukan pilihan mereka untuk membeli suatu hunian,” kata Sulihin saat diskusi daring bertema A New Concept For A New Normal, seperti dilansir dari Kompas.com, Sabtu (11/7/2020). Sejak imbauan bekerja dan belajar dari rumah terbit, keinginan akan hunian yang mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh anggota keluarga pun mencuat.

Seperti diketahui, selama pandemi mayoritas masyarakat melakukan hampir seluruh aktivitasnya dari rumah. Hal ini tentu mengubah banyak fungsi hunian, dari yang awalnya tempat beristirahat dan berkumpul bersama keluarga menjadi tempat belajar dan bekerja.

“Pemerintah sendiri melakukan kampanya stay at home dan work from home Itu yang membuat tentang pentingnya rumah dengan kehidupan sehari-hari bagi orang,” tutur dia. Menurut Sulihin, masyarakat kini makin sadar bahwa mereka membutuhkan tempat khusus untuk bekerja.

Ruangan tersebut bukan sekadar tempat untuk melakukan aktivitas yang biasanya dikerjakan di kantor, tapi juga harus mendukung suasana bekerja. Banyak konsumen yang kini menginginkan adanya ruang khusus yang tak hanya tenang namun juga terkoneksi dengan jaringan internet.

Selain itu, konsumen juga semakin memberikan perhaatian khusus akan adanya ruang terbukan atau penghijauan pada hunian mereka. Tak dipungkiri, selama pandemi ruang terbuka menjadi salah satu kebutuhan penunjang untuk melarikan diri dari kesibukan selama di dalam rumah.

“Kita melihat masyarakat membutuhkan sesuatu yang baru. Dari segi kesehatan, ruang terbuka, penghijaun, sarana, mungkin teknologi yang tersedia misal wifinya harus kenceng,” ujar Sulihin.

Selain kebutuhan akan ruangan khusus dan sarana penunjan, konsumen juga semakin melihat pentingnya akses ke transportasi publlik. “Karena manusia dalam new normal tidak mau repot lagi, tidak mau jauh dengan tempat tinggal dan tempat kerja,” kata Sulihin.

Hal-hal demikian yang menjadi tantangan baru bagi para pengembang, desainer, serta arsitek. Sulihin mengatakan, para penggerak industri properti tentunya harus menyesuaikan desain hunian mereka dengan kebutuhan konsumen. “Nah itu yang jadi tantangan ke depan. Bagaimana mereka (arsitek dan pengembang) menyediakan fasilitas itu dan bagaimana perhitungannya,” ucap dia.

Tips Praktis bagi Arsitek Hadapi Era “New Normal”

Rentfix.com – Selama masa pandemi, seluruh sektor perekonomian terdampak. Bahkan dunia desain dan arsitektur pun tak luput terkena imbasnya. Setelah melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna mengatasi pandemi, pemerintah menggaungkan wacana normal baru atau new normal.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan pernyataan bahwa masyarakat Indonesia harus hidup dan berdamai dengan Covid-19. Terkait hal ini, arsitek serta Editor in Chief Arsitag Evan Kriswandi membagikan rekomendasi yang bisa diimplementasikan oleh para arsitek, desainer, maupun praktisi desain dalam menghadapi era kenormalan baru.

Meningkatkan profil digital Kondisi normal baru mempercepat digitalisasi dalam segala hal, tak terkecuali dunia arsitektur dan desain. Evan menyarankan, arsitek dan desainer perlu untuk lebih hadir secara digital.

Caranya adalah dengan memiliki profil digital untuk memajang portofolio dan profil. Fase new normal menuntut adanya peruubahan ini. Evan menambahkan, dunia digital nantinya akan menjadi tempat utama calon klien mencari atau berkenalan dengan arsitek atau desainer pilihannya.

Kembali belajar

Evan menuturkan, arsitektur dan desain adalah keahlian yang tidak pernh berhenti berevolusi. Oleh karenanya, arsitek dan desainer dituntut untuk selalu belajar. “Masalahnya, profesi ini telah terkenal menuntut terlalu banyak waktu sehingga tidak ada lagi waktu tersisa untuk menimba ilmu kembali,” ucap Evan seperti dilansir dari Kompas.com, Senin (8/6/2020).

Untuk itu dia menyarankan, apabila pandemi membuat proyek menjadi terhambat dan mulai memiliki waktu luang, maka arsitek dan desainer bisa menggunakannya untuk memperkaya ilmu.

Dia mengatakan, saat ini banyak sumber dari universitas terkemuka di dunia yang menawarkan kuliah daring gratis. Seperti The University of Sydney, Harvard Graduate School of Design, Massachusetts Institute of Technology (MIT), hingga Princeton University. Bahkan kanal Netflix juga menyediakan siaran edukasi khusus desain bertajuk Abstract The Art f Design.

Berorganisasi

Evan menyarankan agar arsitek dan desainer menyisihkan waktu untuk berorganisasi. Bagi profesi arsitek, organisasi memiliki peran besar untuk keberhasilan jangka panjang.

Selain itu, berorganisasi juga bisa memperkaya pengetahuan, menambah dukugan moral, serta memperluas pertemanan. Dengan beroganisasi, arsitek dan desainer bisa menjalin kerja sama dengan rekan seprofesi bahkan menciptakan peluang-peluang baru.

Untuk arsitek, mereka bisa bergabung dengan Ikatan Arsitek Indonesia serta Himpunan Desainer Interior bagi desainer. “Arsitek dan desainer bisa saling berbagi dalam event-event online, mengikuti perkembangan desain terkini, berkompetisi dalam sayembara, saling mendukung, dan tentu saja tidak menutup peluang untuk berkolaborasi,” tutur dia.

Jangan malu merambah bisnis lain

Arsitektur dan desain adalah sebuah teknik pemecahan masalah atau problem solving.  Oleh karenanya, apabila bisnis bila bisnis arsitektur dan desain tersendat, tidak ada salahnya arsitek dan desainer juga menjajaki bisnis lain untuk mendukung kondisi finansialnya.

“Temukan masalah yang ada dalam kondisi saat ini dan rancang solusi yang bisa dijual secara online,” tutur Evan. Dengan demikian, dibanding menunggu proyek datang, arsitek dan desainer bisa membuat proyek atau bisnis sendiri.

Bisnis ini bisa dirintis dengan skala kecil sembari memperhatikan perkembangannya. Evan berpesan, arsitek dan desainer tidak perlu gengsi untuk merambah ke bisnis lain.

“Ada banyak sekali kisah pebisnis yang sukses lantaran latar belakang keilmuan arsitektur dan desain yang membekali mereka dengan problem solving mindset, higher order thinking, dan atensi terhadap detail,” pungkas dia.

Selain Jamu, Madu dan Susu Juga Tingkatkan Imun Tubuh

Rentfix.com – Meningkatkan daya tahan tubuh menjadi hal yang penting pada masa pandemi Covid-19. Ini menjadi upaya untuk mencegah penularan Covid-19, mengingat vaksin maupun obat belum tersedia.

Berbagai makanan sehat pun dibutuhkan oleh tubuh untuk meningkatkan imunitas, termasuk madu dan susu. Keduanya ternyata mengandung banyak vitamin dan protein (mikronutrien) yang baik bagi tubuh.

Dokter Spesialis Gizi Klinik dr. Diana Felecia Suganda, M.Kes, Sp.GK menjelaskan, madu mengandung mikronutrien yang tinggi yakni kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, natrium, dan seng.

Selain itu, dalam madu terdapat kandungan vitamin C, B2, B3, B5, B6, dan B9. “Sehingga dalam satu sendok makan madu pun, kita sudah mendapatkan berbagai mikronutrien,” ujar Diana dalam webinar RSPI: Gizi Baik untuk Meningkatkan Imunitas seperti dilansir dari Kompas.com, Rabu (10/6/2020).

Madu juga mengandung enzim glucose oxidase yang berperan melakukan penghambatan pertumbuhan bakteri, jamur, dan virus. Tak cukup hanya itu, madu juga mengandung prebiotik fructo-oligosaccharide (FOS) yang menjadi makanan bagi para bakteri baik di saluran pencernaan.

Ini merupakan hal baik karena 70 persen sistem imun tubuh dipengaruhi kesehatan saluran pencernaan. Diana pun menyarankan untuk meminum satu hingga dua sendok madu per hari, di samping tetap menjaga pola makan gizi seimbang.

“Jadi silahkan Anda konsumsi untuk madu, tapi perhatikan bahwa madu tidak dikonsumsi untuk anak dibawah satu tahun,” katanya. Sementara susu menjadi sumber protein hewani yakni mengandung asam amino esensial. Protein ini baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Oleh sebab itu, disarankan untuk mengonsumsi susu sebanyak 200-250 miligram per hari bagi orang dewasa. Jika bermasalah dengan lemak tubuh, kata Diana, Anda dapat mengonsumsi varian susu rendah lemak yakni skim milk atau low fat milk. “Tapi kalau enggak masalah dengan lemak tubuh atau berat badan masih baik, boleh konsumsi yang full cream,” katanya.

Optimisme Bisnis Properti di Tengah Gempuran Wabah Covid-19

Rentfix.com – Pandemi corona (Covid-19) yang melanda Indonesia beberapa waktu terakhir cukup berdampak pada surutnya aktivitas ekonomi Indonesia. Seluruh sektor industri dan bisnis pun terkena dampak, termasuk sektor properti.

Padahal, mengutip Kompas.com, Rabu (25/3/2020), sejak Oktober 2019 lalu, sektor properti sedang mengalami peningkatan setelah terjadi perlambatan selama tiga tahun terakhir.

Pukulan telak pandemi corona terhadap bisnis properti tersebut pun diakui oleh Associate Executive Director Century 21 Indonesia, Daniel Handojo. “Saya rasa semua industri terkena dampaknya, bukan cuma properti. Tapi, properti termasuk yang cukup cepat terkena dampak dari masuknya pandemi corona di Indonesia,” kata Daniel melalui sambungan telepon, Selasa (2/6/2020).

Akibatnya, selama kurang lebih satu bulan hampir semua aktivitas sektor properti terganggu. Bahkan, broker dan agen- agen properti harus bekerja ekstra keras. Namun, perlahan sektor properti mulai kembali bergairah. Daniel mengungkapkan, saat ini sektor properti sudah mulai beradaptasi dengan keadaan pasar di masa pandemi corona.

Contohnya, di bisnis secondary property atau penjualan properti bekas. Banyak properti mulai terjual, meskipun dengan harga yang terkoreksi 20-30 persen di bawah harga normal.

Begitu juga dengan bisnis properti primer. Daniel melihat, selama satu bulan terakhir, para pengembang properti sudah mulai berbisnis dengan cukup agresif. “Mereka juga sudah mulai membuat produk-produk yang memang masih dibutuhkan oleh konsumen saat ini, seperti rumah siap huni,” paparnya. PT Ciputra Residence, misalnya.

Melansir Kompas.com, Minggu (10/5/2020), di tengah pandemi Covid-19, Ciputra mampu menjual produk baru dengan total nilai Rp 55 miliar dalam satu hari. Bahkan, salah satu broker properti di Indonesia, yakni Century 21, dinobatkan sebagai Best Real Estate Agency 2020 dari Intenational Property Awards di tengah masa pandemi Covid-19. Capaian-capaian tersebut menandakan masih ada optimisme serta peluang-peluang baru untuk sektor properti.

Kunci beradaptasi selama pandemi

Akan tetapi, selain mendatangkan peluang, kondisi pandemi saat ini juga memunculkan berbagai tantangan baru. Daniel menjelaskan, tantangan pertama di masa pandemi adalah soal produk.

Menurutnya, developer harus lebih matang saat merencanakan produknya. Target pasar harus jelas dan produknya bisa menjawab kebutuhan konsumen. Selama ini, papar Daniel, banyak developer yang menyasar investor besar sebagai konsumennya.

Dalam hal ini, investor tersebut merupakan konsumen dengan investasi jangka pendek. Artinya, setelah dibeli, properti akan dijual kembali untuk mendapatkan untung. “Sayangnya, properti itu sebenarnya bentuk investasi jangka panjang. Tidak bisa untuk jangka pendek saja. Akibatnya terjadi oversupply. Banyak properti kosong yang tidak bisa disewakan. Kalau sudah begitu, harga jual kembalinya juga pasti akan turun,” ucapnya.

Tantangan selanjutnya, yakni pemasaran. Sebab, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan berbagai daerah di Indonesia membuat kegiatan masyarakat di luar rumah menjadi terbatas. Hal itu pun memengaruhi cara kerja agen-agen properti. Jika biasanya aktivitas pemasaran dilakukan secara konvensional, seperti visit show unit rumah, selama PSBB kegiatan itu tidak bisa lagi dilakukan.

Menurut Daniel, kondisi tersebut kemudian menuntut para agen untuk berinovasi dan lebih kreatif dalam melakukan pemasaran. Agen-agen properti mau tidak mau harus mengubah sistem kerja mereka.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Century 21 bergerak cepat dengan mengedukasi agen-agennya terkait sistem kerja yang cocok selama masa PSBB. “Saat awal pandemi corona, di mana permintaan pasar mengalami penurunan, Century 21 justru memanfaatkannya untuk memberikan edukasi kepada agen,” terang Daniel.

Materi-materi yang diberikan, yakni pemasaran secara daring, mempromosikan diri di media sosial, hingga beriklan di portal properti. Jadi, kata Daniel, ketika ekonomi sudah mulai berjalan lagi, para agen bisa langsung memulai pekerjaan mereka.

Memanfaatkan teknologi

Tidak hanya pelatihan, Century 21 juga membekali agen-agennya dengan aplikasi One21. Aplikasi ini merupakan sistem operasi terintegrasi yang dikembangkan khusus untuk para agen properti Century 21.

Daniel mengungkapkan, aplikasi tersebut ibarat sebuah kantor dengan puluhan hingga ratusan agen yang bernanung di bawahnya. Melalui aplikasi tersebut, para agen bisa saling mengakses daftar properti (listing) dan berkolaborasi. “Setiap ada listing properti baru, otomatis akan diperbarui secara real time, sehingga teman-teman dalam satu kantor akan punya akses ke listing itu.

Istilahnya satu listing ‘dikeroyokin’ sama teman sekantor,” terangnya. Dengan begitu, peluang closing bisa meningkat hingga 5 kali lipat dibandingkan dengan menggunakan cara konvensional. Daniel menambahkan, di masa PSBB saat ini pun, aplikasi tersebut akan sangat membantu pekerjaan agen. Mereka tetap bisa melakukan pekerjaan, tanpa harus pergi ke kantor.

Di masa pandemi corona, Century 21 pun menyadari banyak masyarakat yang terpaksa harus kehilangan pekerjaannya. Oleh karena itu, Century 21 membuka kesempatan sebesar-besarnya bagi siapa saja untuk bergabung dan memulai usaha pemasaran properti. Nantinya, agen-agen yang baru bergabung akan diberikan pelatihan secara cuma-cuma dan dilengkapi pula dengan aplikasi One21.

Manfaat lain yang akan didapatkan, yaitu perlindungan berupa dana pensiun dan asuransi jiwa bagi setiap agen dengan nilai pertanggungan hingga Rp 1 miliar yang dapat diwariskan kepada keluarganya. “Kami menyadari, profesi agen properti merupakan pekerjaan profesional yang memiliki risiko. Selain itu, jika terjadi suatu hal pada agen, bisnisnya tidak bisa dengan mudah diwariskan ke keluarganya.

Risiko itulah yang ingin kami minimalisir,” papar Daniel. Terkait peluang kerja yang diberikan Century 21, Daniel mengungkapkan, program tersebut masih akan dibuka selama pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Sambut Normal Baru, Pengembang Siapkan Protokol Khusus

Rentfix.com – Sejak coronavirus disease 2019 atau Covid-19 mewabah di Indonesia, Pemerintah mengantisipasinya dengan menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Selain itu, Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk bekerja, belajar, dan beribadah di rumah dan meminimalisasi kegiatan di luar rumah.

Pembatasan ini berdampak pada sepinya aktivitas ekonomi yang pada gilirannya memaksa pelaku usaha menghentikan operasional mereka.

Setelah PSBB berlangsung dua bulan, pemerintah berinisiatif untuk kembali memulihkan roda ekonomi Indonesia agar bisa kembali berjalan normal.

Tahapan atau fase pembukaan kegiatan bisnis dan industri pun disusun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan penanggulangan Covid-19 yang ketat.

Terdapat lima tahapan timeline kenormalan baru yang dirilis oleh Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian untuk pemulihan ekonomi di Indonesia.

1. Fase pertama, yang dilakukan pada 1 Juni 2020 ialah membuka kembali operasional industri dan jasa bisnis ke bisnis ( B2B), dengan tetap menerapkan social distancing.

2. Fase kedua yakni pada 8 Juni 2020, toko, pasar, dan mal diperbolehkan beroperasi kembali.

3. Fase ketiga, 15 Juni 2020, tempat-tempat kebudayaan dan sekolah mulai dibuka kembali dengan tetap menerapkan social distancing dan beberapa penyesuaian.

4. Fase keempat, 6 Juli 2020, difokuskan kepada evaluasi terhadap pembukaan berbagai fasilitas seperti restoran hingga tempat ibadah.

5. Fase kelima, 20 Juli dan 27 Juli 2020, evaluasi fase keempat dan pada akhir Juli atau awal Agustus 2020 diharapkan seluruh kegiatan ekonomi sudah dapat beroperasi dengan normal.

Berdasarkan timeline dari Kemenko Perekonomian tersebut beberapa pengembang telah mempersiapkan diri untuk mulai aktif kembali pada 8 Juni mendatang.

Direktur PT Ciputra Development Tbk Harun Hajadi mengatakan, perusahaan akan mulai beroperasi kembali seminggu setelah pelonggaran PSBB diterapkan.

Hal ini dilakukan guna memastikan keadaan yang sudah lebih baik dan memberikan waktu bagi Ciputra untuk mengambil langkah strategis, meskipun lebih konservatif.

“Sebagian [kegiatan properti] masih akan masuk dengan lower density [atau penerapan kepadatan yang lebih rendah] yaitu 50 persen dari keadaan normal, pengaturan tempat kerja juga diterapkan berjarak 1.5 meter minimal, dan kemudian akan masuk 100 persen,” tutur Harus seperti dilansir dari Kompas.com, Rabu (27/5/2020).

Namun, untuk aktivitas di show unit, Ciputra hanya memperbolehkan ketentuan jumlah pengunjung dengan maksimal tiga hingga lima orang dalam satu kali kunjungan dengan memperhatikan ukuran unit.

“Kami mengharapkan kita semua dapat dan harus beradaptasi dengan situasi baru ini dengan tetap memperhatikan ketentuan-ketentuan kesehatan,” harap Harun.

Hingga saat ini, Ciputra masih belum merevisi target penjualan sembari menunggu situasi yang lebih jelas pada bulan Juni mendatang. Namun Harun memastikan, bulan pertama Tahun 2020 Ciputra mengalami perlambatan penjualan hingga 37 persen dibandingkan tahun 2019.

Meskipun demikian, pada April lalu, PT Ciputra Residence anak usaha Ciputra Group telah meraup Rp 55 miliar dalam waktu sehari dengan menerapkan metode pemasaran digital dan transaksi pilih unit secara daring.

Penerapan penjualan secara daring tersebut juga dilirik dan diterapkan oleh beberapa pengembang termasuk Metropolitan Land dan PT Summarecon Agung Tbk.

Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan PT Metropolitan Land Tbk (Metland) Olivia Surojo mengungkapkan, perusahaan telah menerapkan kebiasaan baru dengan melakukan penjualan unit secara daring.

“Calon pembeli saat ini lebih menyukai pola penjualan secara online, misalnya melakukan videocall untuk melihat show unit,” ucap Olivia.

Pada saat masa-masa seperti saat ini, Metland terus berusaha memanfaatkan teknologi mutakhir untuk tetap dapat melakukan penjualan daring.  Meskipun demikian, Olivia mengakui pola penjualan daring belum tentu dapat menarik perhatian para calon pembeli rumah.

Menurutnya, kunjungan lokasi masih menjadi kegiatan yang dianggap penting oleh konsumen sebelum memutuskan transaksi pembelian. Di sisi lain, terkait penerapan tahapan new normal, Olivia memastikan Metland akan mengikuti dan mematuhi penerapan pelonggaran PSBB sesuai aturan pemerintah.

Hingga saat ini, Metland masih menyiapkan protokol-protokol untuk lini-lini bisnisnya yang akan dibuka kembali mengikuti jadwal Pemerintah.

Terlepas dari itu, Olivia mengatakan perusahaan tetap membuka beberapa lini bisnis yang masuk dalam kategori bisnis yang dikecualikan, dengan penerapan operasional terbatas.

“Nantinya [setelah Pemerintah mencabut PSBB] kami mulai menerapkan new normal  dan mengikuti aturan sesuai per lini bisnis,” lanjutnya.

Sementara, Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P Adhi menegaskan, perusahaan tidak menggelar pameran atau membuka kegiatan kunjungan ke show unit secara fisik.

Summarecon akan segera membuka aktivitas show unit secara fisik setelah relaksasi PSBB diberlakukan Pemerintah. “Kalau show unit secara fisik belum bisa dilakukan. Kami sedang menyiapkan protokol kesehatannya,” tutur Adrianto.

Hingga saat ini, Summarecon masih menerapkan kegiatan kunjungan show unit virtual dan melakukan penjualan daring. “Sebetulnya kami sudah memiliki tools penjualan yaitu virtual show unit yang bisa dilihat dan interaktif. Ini sangat bermanfaat untuk konsumen.

Mereka bisa merasakan dan membayangkan rumah-rumah yang akan dibeli,” jelas Adrianto. Meskipun Summarecon belum merevisi target penjualan, namun Adrianto mengatakan perubahan sangat mungkin terjadi melihat keadaaan yang tidak dapat diprediksi seperti sekarang.

Mengenal Apa Itu New Normal di Tengah Pandemi Corona

Rentfix.com – Pandemi Covid-19 merubah tatanan masyarakat dunia. Guna mencegah penularan wabah virus corona yang meluas, masyarakat diimbau bahkan dipaksa untuk tinggal di rumah.

Sekolah, bekerja bahkan beribadah pun dianjurkan untuk dilakukan di rumah saja. Hampir semua negara mengimbau warganya untuk tidak beraktivitas di luar rumah jika tidak ada kepentingan yang mendesak. Terkecuali, memang bagi mereka yang harus keluar dan kegiatannya tidak bisa dilakukan dari rumah.

Perubahan tersebut tentu juga berdampak luas di banyak sektor. Pasalnya berubahnya aktivitas masyarakat tersebut membuat dunia usaha sepi, seperti bidang pariwisata, transportasi online, penjuaan retail dan masih banyak lagi.

Berjalannya waktu, tinggal di rumah dinilai tidak bisa selamanya diterapkan untuk menjaga keseimbangan perekonomian. Sejumlah negara pun mulai melonggarakan kebijakan terkait mobilitas warganya.

Di sisi lain, virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 masih terus mengancam. Korban jiwa akibat virus corona pun terus bertambah. Di sinilah, pola hidup baru atau new normal akan diimplementasikan.

Lantas, apa dan seperti apa new normal tersebut? Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmita mengatakan, new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Menurut Wiku, prinsip utama dari new normal itu sendiri adalah dapat menyesuaikan dengan pola hidup. “Secara sosial, kita pasti akan mengalami sesuatu bentuk new normal atau kita harus beradaptasi dengan beraktivitas, dan bekerja, dan tentunya harus mengurangi kontak fisik dengan orang lain, dan menghindari kerumunan, serta bekerja, bersekolah dari rumah,” kata Wiku seperti dilansir dari Kompas.com, baru-baru ini.

Protokol kesehatan  

Wiku menerangkan, secara sosial disadari bahwa hal ini akan berpengaruh. Pasalnya, ada aturan yang disebutkan dalam protokol kesehatan untuk menjaga jarak sosial dengan mengurangi kontak fisik dengan orang lain.

Masyarakat, kata Wiku, akan menjalani kehidupan secara new normal hingga ditemukannya vaksin dan dapat digunakan sebagai penangkal virus corona. “Transformasi ini adalah untuk menata kehidupan dan perilaku baru, ketika pandemi, yang kemudian akan dibawa terus ke depannya sampai tertemukannya vaksin untuk Covid-19,” katanya lagi. Beberapa ahli dan pakar kesehatan dunia telah memastikan bahwa kemungkinan paling cepat dapat ditemukannya vaksin adalah pada 2021.

Artinya, masyarakat harus menjalani kehidupan secara new normal hingga tahun depan, bahkan lebih. Oleh karenanya, perubahan perilaku akan menjadi kunci optimisme dalam menghadapi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah atau yang dikenal sebagai new normal. “Tapi kita harus berpikiran positif, karena Indonesia punya kapasitas yang besar dan gotong royong, marilah kita gotong royong agar terbebas dari Covid-19,” imbuhnya.

Dikutip dari pemberitaan Kompas.com, Selasa (19/5/2020), konsep pola hidup normal baru ini merupakan salah satu yang ditekankan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebutkan sejumlah hal yang harus diperhatikan pemerintah suatu wilayah atau negara untuk melonggarkan pembatasan terkait pandemi Covid-19.

Hal itu diunggahnya melalui Twitter-nya baru-baru ini. Salah satu yang diungkapkan oleh Tedros yakni mendidik, melibatkan dan memberdayakan masyarakatnya untuk hidup di bawah new normal.

Merry Riana: Pikiran, Hati, dan Kelakuan Jadi Kunci Motivasi Diri Selama Covid-19

Rentfix.com – Motivator Merry Riana menyampaikan, ada tiga kunci sukses untuk menjaga motivasi diri selama pandemi Covid-19. Ketiganya adalah pikiran, hati, dan kelakuan.

Kunci pertama ialah pikiran. Merry mendorong masyarakat untuk menjaga pikiran tetap positif karena apa yang dipikirkan akan menjadi kenyataan. “Kalau Anda berpikir Anda akan gagal ya Anda benar Anda akan gagal.

Kalau Anda berpikir Anda akan sukses dan bisa melewati semua ini, Anda juga benar Anda bisa sukses dan melewati semua ini,” kata Merry di Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin (18/5/2020).

Meskipun hidup kerap kali tak seindah yang dibayangkan, kata Merry, pikiran tetap harus optimistis. Menurut dia, hidup tidak hanya tentang berharap yang terbaik, tetapi juga bagaimana seseorang mampu melihat hal yang baik dalam situasi sulit.

Merry pun meminta masyarakat tidak berpikir pesmistis. Ia menyarankan supaya kata “jangan” untuk dihindari. “Jangan pikirkan ‘Saya enggak mau sakit’, tapi pikirkan saya sehat, keluarga saya sehat, rezeki dilancarkan, hal-hal yang baik,” ujar Merry. Kunci kedua adalah hati. Menurut Merry, hati yang baik, gembira, dan penuh suka cita adalah obat.

Menciptakan suasana hati yang gembira bisa dimulai dari memperbanyak rasa syukur. Hal ini sebenarnya sederhana, tapi kerap kali terlupakan. Bersykur bahwa masih bisa bernapas, bersyukur telah diberikan kesehatan, bersyukur tetap bisa makan walaupun sederhana, dan bersyukur tetap bisa bekerja meskipun lelah. “Uang yang hilang bisa digantikan, tetapi nyawa yang hilang tidak bisa kembali lagi,” ujar Merry.

Kunci ketiga ialah kelakuan. Merry mendorong masyarakat lebih berusaha mencari jalan untuk bertahan selama pandemi Covid-19. Menurut Merry, setiap orang dibekali dengan kemampuan diri. Oleh karenanya, alih-alih komplain pada situasi saat ini, ia memotivasi masyarakat lebih kreatif dengan menghasilkan suatu hal yang lebih berguna.

Ia mencontohkan, mereka yang punya kemampuan memasak dapat membuat produk makanan dan dipasarkan secara online.  Contoh lainnya, warga yang punya kemampuan menulis dapat mengirimkan tulisan secara online, yang mahir fotografi bisa membuka jasa virtual fotografi. Menurut Merry, menjadi apa seseorang selama pandemi Covid-19 adalah tergantung diri mereka sendiri.

“Seperti apa Anda, mau termotivasi, mau sukses, itu pilihannya ada di tangan Anda sendiri. Tergantung dari pikiran Anda seperti apa, hati Anda seperti apa, dan kelakuan Anda seperti apa,” kata Merry. “Kalau pikirannya baik, hatinya baik, kelakuannya baik, hidup Anda juga akan baik,” kata dia. 

Ini Cara agar Sistem Imun Tetap Terjaga Saat Puasa Ramadhan

Rentfix.com – Di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, tentunya umat Islam tetap melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadhan. Pada saat yang sama, umat Islam juga tengah melaksanakan imbauan pemerintah untuk tetap tinggal di rumah agar penyebaran Covid-19 terhenti.

Meski situasinya demikian, tak mengurangi esensi untuk memaknai khidmatnya ibadah puasa Ramadhan. Agar ibadah puasa tetap maksimal di masa pandemi, hal penting yang perlu dilakukan adalah menjaga imunitas tubuh tetap terjaga. Berikut ini ulasan terkait upaya menjaga sistem imunitas tetap stabil pada bulan Ramadhan.

Ibadah untuk sehat

Siapa bilang banyak melakukan ibadah dampak baiknya hanya berkaitan dengan urusan akhirat? Ternyata penelitian membuktikan bahwa memperbanyak kegiatan ibadah, tubuh juga semakin sehat. Berpuasa pada bulan Ramadhan jadi momentum tepat untuk perbanyak shalat, dzikir dan tadarus.

International Journal of Health Sciences & Research menyebutkan, gerakan shalat mampu memperlancar peredaran darah. Setiap gerakan shalat mampu memperlancar aliran darah dan juga getah bening, serta memperkuat otot lengan. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang dan membuat aliran darah kaya oksigen menjadi lancar dan otot jadi tidak kaku.

Konsumsi serat saat buka dan sahur

Saat berpuasa, Anda juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan yang divariasikan dengan jenis serat tinggi saat sahur maupun berbuka puasa. Apel, misalnya. Buah ini mengandung serat tinggi serta kaya vitamin dan mineral yang mengenyangkan, bahkan jika hanya makan satu buah. Pangan berserat yang juga tepat dikonsumsi saat sahur dan berbuka adalah brokoli. Selama puasa, makan sahur dengan brokoli akan membuat perut kenyang lebih lama sekaligus menyehatkan.

Konsumsi air mineral yang cukup

Meski tengah berpuasa pada bulan Ramadhan, minum air putih 8 gelas sehari tetap dianjurkan. Akan tetapi, cara memenuhinya berbeda dari hari biasanya. Mengutip Kompas.com, Sabtu (25/4/2020), ahli Gizi Dr Samuel Oetoro MS SpGK mengatakan pentingnya minum air putih 8 gelas sehari. Menurutnya, mengonsumsi air mineral bermanfaat untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh selama puasa. Jika kekurangan air, maka metabolisme tubuh bisa terganggu dan menyebabkan berbagai masalah.

Berolahraga

Ternyata saat sedang menjalani puasa, Anda tetap dapat melakukan olahraga ringan. Agar olahraga tersebut tidak menganggu jalannya puasa, lakukanlah dengan cara yag aman. Misalnya, lakukanlah olahraga ringan seperti jalan kaki atau bersepeda menjelang waktu berbuka puasa selama 30-60 menit. Melakukannya jelang buka puasa akan membuat tubuh memiliki beberapa simpanan glikogen untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar saat olahraga.

Tidur cukup dan tidak begadang

Tidur dalam durasi 6 hingga 8 jam per hari pada orang dewasa sangat penting untuk meregenerasi serta produksi protein untuk sel-sel imun. Sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Physiology-Regulatory, Integrative and Comparative Physiology menjelaskan bagaimana sistem kekebalan tubuh memperbaiki diri sendiri saat tidur.

Peneliti menemukan bahwa saat tidur, beberapa subset sel T berkurang dari aliran darah sehingga resiko infeksi rendah. Sel T adalah jenis sel darah putih dan merupakan dasar sistem kekebalan tubuh manusia.

Konsumsi suplemen multivitamin sebelum tidur

Saat puasa, pastikan juga tubuh menerima asupan vitamin C dan E. Simin Nikbin Meydani dalam bukunya berjudul Military Strategies for Sustainment of Nurition and Immune Function in the Field (1999) menyebutkan, vitamin C dapat mengaktifkan enzim kunci untuk membentuk hormon yang membantu melawan infeksi.

Sedangkan vitamin E diketahui sebagai antioksidan kuat untuk melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Nah, agar sistem imun jumlahnya tak merosot, diperlukan pula vitamin B untuk menyokong sel darah putih sebagai pelindungi tubuh.

Utamanya vitamin B12 dan B6 yang berperan dalam mempertahankan limfosit. Vitamin B membuat tubuh tangguh dan mencegah infeksi secara berulang. Untuk melengkapi kebutuhan vitamin-vitamin itu, Anda dapat mengonsumsi berbagai jenis makanan seperti buah dan sayur seperti kiwi, mangga, pepaya, nanas, serta sayuran seperti brokoli, paprika, dan tomat.

Selain itu, Anda juga dapat menunjang kesehatan dengan mengonsumsi suplemen, seperti Becefort. Agar mudah dikonsumsi, suplemen multivitamin itu dikemas dalam bentuk tablet, di mana per tabletnya mengandung vitamin C 500 mg, vitamin E 30 mg, dan vitamin B kompleks. Perlu diketahui pula, waktu terbaik bagi orang dewasa untuk mengonsumsi 1 tablet vitamin adalah pada malam hari sebelum tidur.

Sedangkan pada anak-anak direkomendasikan mengonsumsi Becefort dalam bentuk sirup yang mengandung 100 miligram vitamin C dan vitamin B kompleks. Becefort sirup dapat dikonsumsi anak-anak usia tujuh tahun ke atas satu kali per hari, satu sendok sebanyak 5 sampai 10 mililiter.

Namun perlu dicatat, ada baiknya Anda telah memahami manfaat suplemen tersebut bagi kesehatan Anda. Pastikan pula saat hendak mengonsumsinya, perut tidak dalam keadaan kosong. Dengan demikian, daya tahan tubuh Anda dan keluarga tetap terjaga dan terhindar dari berbagai penyakit.

Yuk Simak, Panduan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19 untuk Sambut New Normal

Rentfix.com – Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan yang memperbolehkan masyarakat usia di bawah 45 tahun untuk kembali menjalankan aktivitasnya. Hal itu salah satunya untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.  Sebelumnya, semua orang tanpa memandang kelas usia, diminta untuk tetap tinggal di rumah demi memotong rantai persebaran virus corona penyebab Covid-19.

Untuk itu, kini sebagian masyarakat yang dipandang lebih aman terhadap risiko infeksi virus ini, diperkenankan untuk kembali bekerja dan melakukan aktivitasnya sekaligus dalam rangka menyambut new normal. 

Menurut Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmita, new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19. 

Menurut Wiku, prinsip utama dari new normal itu sendiri adalah dapat menyesuaikan dengan pola hidup. “Secara sosial, kita pasti akan mengalami sesuatu bentuk new normal atau kita harus beradaptasi dengan beraktifitas, dan bekerja, dan tentunya harus mengurangi kontak fisik dengan orang lain, dan menghindari kerumunan, serta bekerja, bersekolah dari rumah,” kata Wiku seperti dilansir dari Kompas.com, baru-baru ini.

Apa saja protokol kesehatan Covid-19 yang harus ditaati masyarakat? Berikut ini rinciannya, berdasarkan informasi yang dimiliki oleh Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19:

1. Jaga kebersihan tangan

Bersihkan tangan dengan cairan pencuci tangan atau hand sanitizer, apabila permukaan tangan tidak terlihat kotor. Namun, apabila tangan kotor maka bersihkan menggunakan sabun dan air mengalir.

Cara mencucinya pun harus sesuai dengan standar yang ada, yakni meliputi bagian dalam, punggung, sela-sela, dan ujung-ujung jari. 2. Jangan menyentuh wajah Dalam kondisi tangan yang belum bersih, sebisa mungkin hindari menyentuh area wajah, khususnya mata, hidung, dan mulut.

Mengapa? Tangan kita bisa jadi terdapat virus yang didapatkan dari aktivitas yang kita lakukan, jika tangan kotor ini digunakan untuk menyentuh wajah, khususnya di bagian yang sudah disebutkan sebelumnya, maka virus dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh.

3. Terapkan etika batuk dan bersin

Ketika kita batuk atau bersin, tubuh akan mengeluarkan virus dari dalam tubuh. Jika virus itu mengenai dan terpapar ke orang lain, maka orang lain bisa terinfeksi virus yang berasal dari tubuh kita. Terlepas apakah kita memiliki virus corona atau tidak, etika batuk dan bersin harus tetap diterapkan.

Caranya, tutup mulut dan hidung menggunakan lengan atas bagian dalam. Bagian ini dinilai aman menutup mulut dan hidung dengan optimal, selain itu bagian lengan atas dalam ini tidak digunakan untuk beraktivitas menyentuh wajah. Sehingga relatif aman. Selain dengan lengan, bisa juga menutup mulut dan hidung menggunakan kain tisu yang setelahnya harus langsung dibuang ke tempat sampah.

4. Pakai masker

Bagi Anda yang memiliki gejala gangguan pernapasan, kenakanlah masker medis ke mana pun saat Anda keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain. Setelah digunakan (masker medis hanya bisa digunakan 1 kali dan harus segera diganti), jangan lupa buang masker di tempat sampah yang tertutup dan cuci tangan setelah itu.

Namun, bagi Anda yang tidak memiliki gejala apapun, cukup gunakan masker non-medis, karena masker medis jumlahnya lebih terbatas dan diprioritaskan untuk mereka yang membutuhkan.

5. Jaga jarak

Untuk menghindari terjadinya paparan virus dari orang ke orang lain, kita harus senantiasa menjaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter. Terlebih, jika orang tersebut menunjukkan gejala gangguan pernapasan.

Jaga jarak juga dikenal dengan istilah physical distancing. Kita dilarang untuk mendatangi kerumunan, meminimalisir kontak fisik dengan orang lain, dan tidak mengadakan acara yang mengundang banyak orang.

6. Isolasi mandiri

Bagi Anda yang merasa tidak sehat, seperti mengalami demam, batuk/pilek/nyeri tenggorokan/sesak napas, diminta untuk secara sadar dan sukarela melakukan isolasi mandiri di dalam rumah. Tetap berada di dalam rumah dan tidak mendatangi tempat kerja, sekolah, atau tempat umum lainnya karena memiliki risiko infeksi Covid-19 dan menularkannya ke orang lain.

7. Jaga kesehatan

Selama berada di dalam rumah atau berkegiatan di luar rumah, pastikan kesehatan fisik tetap terjaga dengan berjemur sinar matahari pagi selama beberapa menit, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan melakukan olahraga ringan. Istirahat yang cukup juga sangat dibutuhkan dalam upaya menjaga kesehatan selama masa pandemi ini.

Covid-19, New Normal, dan Krisis Properti

Rentfix.com – Pandemi Covid-19 yang disebabkan SARS-CoV-2 tengah menghantam dunia sehingga menyebabkan terjadinya krisis. Selain merenggut puluhan ribu korban jiwa, wabah ini juga mengganggu kegiatan ekonomi di banyak sektor.

Pemberlakuan lock down serta kebijakan-kebijakan lainnya untuk menghambat penyebaran Covid-19 menyebabkan perputaran roda ekonomi seolah terhenti, hingga pada akhirnya terjadi krisis ekonomi. Sejatinya, setiap krisis bersifat multidimensi.

Dampak dari Pandemi Covid-19 mulai dirasakan sejalan dengan turunnya perputaran ekonomi secara drastis. Seluruh lapisan dan aspek dalam mata rantai ekosistem sektor usaha, baik karyawan, pemilik dan pelaku usaha, bank dan perusahaan pembiayaan, pemerintah serta masyarakat terkena dampaknya.

Pertumbuhan ekonomi dunia pun diperkirakan akan terkoreksi menjadi negatif pada tahun 2020 ini. Tentu kita semuanya tidak bisa berdiam diri, semua pihak harus bergotong royong berupaya untuk menyelesaikan semua krisis tersebut. Tahapan upaya yg dilakukan biasanya meliputi tanggap darurat, pemulihan, dan normalisasi. 

Seperti juga saat kita ingin membantu orang yang sedang sakit ataupun kesulitan, hal yang harus menjadi catatan penting adalah memahami secara persis penyebabnya, serta dampaknya agar bisa dicarikan obat mujarab. Begitu pula dengan krisis ekonomi. Karena setiap krisis mempunyai karakter khusus : penyebab dan dampaknya.

Berdampak luas Dalam hampir satu abad terakhir, kita telah melewati tiga krisis besar ekonomi seperti krisis global yang popular dinamakan Great Depression 1929, krisis moneter 1998 dan krisis ekonomi global 2008 yang dipicu subprime mortgage di Amerika. Namun, berbeda dengan ketiga krisis tersebut, wabah Covid-19 menyebabkan krisis ekonomi dalam skala global yang jauh lebih luas dan berdampak terhadap multi-sektor, termasuk sektor properti.

Pertanyaan besar yang mengemuka adalah kapan Pandemi Covid-19 akan berakhir dan seberapa parah dampaknya terhadap perekonomian khususnya sektor properti. Pertanyaan tersebut menjadi penting sebagai dasar untuk kita menentukan sikap dalam membuat rencana aksi. Tentu akan ada banyak versi jawaban atas pertanyaan tersebut. 

Sebelum pertanyaan tersebut terjawab kita sudah harus membuat program kerja dan melakukan tindakan nyata untuk menyelesaikan masalah kesehatan dan juga ekonomi secara simultan. Khusus untuk sektor properti, menjadi pertanyaan besar para pelaku usaha perihal apa yang saat ini harus dilakukan. Apakah just wait and see atau tetap berupaya menjalankan usaha.

Mengantisipasi krisis ekonomi dan ancaman resesi dunia, banyak negara yang sudah mengeluarkan berbagai macam kebijakan stimulus ekonomi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri sudah menyampaikan tiga kebijakan menyangkut realokasi dan refocussing anggaran.

Kebijakan ini dilakukan untuk bidang kesehatan, jaring pengaman sosial bagi warga miskin serta stimulus ekonomi agar pelaku usaha bisa bertahan dan tidak terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara besar-besaran. Melihat skala krisis ekonomi yang cukup besar, program penanganan krisis dampak Covid-19 harus dilakukan secara masif, terintegrasi dan terstruktur dengan spirit percepatan berlomba dengan waktu di hampir semua sektor bidang usaha.

Dari berbagai pengalaman yang telah kita lewati, ekonomi akan kembali berputar setelah krisis usai. Untuk itu, menjadi sangat penting bagi kita semua sanggup melewati masa krisis ini dan siap menyambut kembali normalnya perekonomian, dengan bekal pengalaman kita dalam mengatasi berbagai krisis terdahulu seperti dilansir dari Kompas.com.

Situasi pasca Pandemi Covid-19 tentu akan sangat berbeda dengan kondisi sebelumnya. Ini sering disebut sebagai The New Normal. Harus disadari betul akan terjadi percepatan berlakunya mazhab abad digital Revolusi Industri 4.0 serta kesadaran akan protokol kesehatan yang sangat ketat. Tentu saja ini berdampak pada perubahan perilaku manusia atau new behavior, yang ujungnya kegiatan perekonomian, termasuk sektor properti.