Mengusung Kota Bernuansa Alam, Jadikan Citra Indah City Sebagai Pilihan Hunian Idaman

Rentfix.com – Citra Indah City (CIC) merupakan salah satu pilihan hunian idaman yang tepat untuk kamu. Mengusung konsep Back To Nature yang didukung oleh panorama alam yang dikelilingi perbukitan menciptakan suasana yang nyaman bagi orang yang tinggal di dalamnya.

Tersedia berbagai tipe rumah dari tipe kecil hingga besar dengan harga terjangkau dilengkapi segudang fasilitas untuk memenuhi segala kebutuhan selama kamu tinggal. Hanya dengan harga mulai dari 168 jutaan kamu bisa langsung miliki hunian ciamik ini dengan reservasi langsung di Rentfix. 

CIC mulai dikembangkan pada areal seluas 600 hektar, kini 825 hektar sudah bebas, di kawasan perbukitan di Timur Cibubur atau Selatan Cikarang, tepatnya di wilayah Cileungsi Jonggol,  Bogor. Proyek besutuan developer terkemuka yakni Ciputra ini secara konsisten mengintegrasikan tahapan pembangunan.

Hingga saat ini telah menyerahterimakan 22.000 unit rumah kepada pelanggan dan akan terus bertambah hingga mencapai lebih dari 45.000 unit yang akan dibangun sesuai rencana.

Tersedia berbagai tipe rumah dari tipe kecil hingga besar

Tersedia berbagai tipe rumah dari tipe kecil hingga besar dengan harga terjangkau. CIC menawarkan lingkungan hidup yang nyaman. Hingga saat ini CIC telah membangun 45 cluster yang telah dihuni dengan jumlah sekitar 40.000 warga.

Sama seperti proyek-proyek Grup Ciputra lainnya, perumahan CIC dikembangkan dengan skala besar dengan fasilitas umum dan fasilitas sosial selengkap-lengkapnya untuk memenuhi segala kebutuhan penghuninya, yang dibangun seirama dengan perkembangan penghuninya.

CIC memiliki banyak keunggulan yakni lingkungan yang tertata rapi karena system cluster, infrastruktur dengan jalan hotmix di semua kawasan dan system drainase yang memadai.

Dengan lahan yang sangat luas dan harga yang sangat terjangkau, memungkinkan area hijau dibuat besar. Konsep CIC “Kota Nuansa Alam” ini juga didukung oleh panorama alam yang dikelilingi perbukitan menciptakan suasana yang nyaman bagi orang yang tinggal di dalamnya.

Survei: Minat Masyarakat Beli Properti Masih Tinggi

Rentfix.com – Pandemi Covid-19 memang belum mereda, namun minat masyarakat untuk membeli properti masih terbilang tinggi. Berdasarkan Market Behavior Survey September 2020 yang diterbitkan Indonesia Property Watch (IPW), sebanyak 68,09 persen dari total 285 responden berminat membeli properti pada kondisi ini. Hal itu menjadi berita terpopuler di kanal Properti Kompas.com, Selasa (22/9/2020).

Dari jumlah tersebut, sekitar 32,98 persen akan membeli properti dalam kurun waktu 1-3 tahun, sementara 11,7 persen responden akan membeli dalam waktu 6 bulan ke depan. Direktur Eksekutif IPW Ali Tranghanda mengatakan, ada tiga alasan yang membuat para responden masih memiliki minat tinggi dalam membeli properti di tengah Pandemi Covid-19 yang sedang melanda Indonesia.

Pengembang proyek apartemen Antasari 45, PT Prospek Duta Sukses (PDS), mencurigai ada oknum atau beberapa pihak yang memanipulasi Proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang ( PKPU) yang berpotensi mengorbankan para konsumen.

Direktur PDS Wahyu Hartanto menyampaikan hal tersebut seperti dilansir dari Kompas.com pada Senin (21/9/2020). Wahyu mengatakan, hanya 60 kreditur separatis dan 60 orang yang mendukung proposal perdamaian yang diajukan PDS di Pengadilan Niaga (PN) Jakarta Pusat.

Sementara, sebagian besar konsumen telah memberikan suara yang salah dikarenakan informasi yang tidak lengkap dan tidak tepat, serta masukan yang menyesatkan. Wahyu mencurigai masukan yang salah tersebut berasal dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan berlawanan dengan tujuan bersama agar hak-hak konsumen dan kreditur tetap terpenuhi.

Selanjutnya baca di sini Pengembang Antasari 45 Curiga Ada Oknum yang Menghasut Konsumen Pembangunan flyover Sudirman, Kota Serang, Provinsi Banten bakal dilakukan pada tahun 2022 mendatang. Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae mengatakan, pembangunan ini menjadi prioritas untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas kendaraan yang melintas di Jl Sudirman pada jam sibuk.

Pada tahun 2015, telah dilaksanakan studi kelayanan (feasibility study) pembangunan dan desain awal flyover. Namun, pembangunan flyover Sudirman masih terkendala pembebasan lahan dan rencana double track jalur kereta api Merak–Rangkasbitung sehingga perlu dilakukan review desain.