Cegah Virus dengan Mengkonsumsi Buah dan Sayur

Rentfix.com – Berdasarkan data Riskesdas 2013, sebanyak 93,5 persen masyarakat Indonesia tidak mengonsumsi sayur dan buah dengan jumlah yang dianjurkan. Padahal sayur dan buah merupakan jenis asupan yang wajib dikonsumsi untuk memenuhi pola makan gizi seimbang. Konsumsi buah dan sayur juga terbukti efektif untuk mencegah berbagai penyakit berbahaya, termasuk penyakit Covid-19 yang saat ini mewabah.

Sayur dan buah mengandung banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Kedua zat gizi ini memiliki peran, salah satunya sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Radikal bebas sendiri merupakan salah satu penyebab terjadinya berbagai penyakit dan infeksi. Tak hanya itu, vitamin dan mineral juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh yang kuat sangat diperlukan untuk mencegah infeksi akibat virus corona.

Selain mengandung vitamin dan mineral, sayur dan buah juga mengandung serat yang dapat menjaga kesehatan pencernaan, mencegah kegemukan, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Saluran pencernaan adalah organ yang menghasilkan kekebalan tubuh. Dengan mengonsumsi serat yang cukup, saluran pencernaan dapat merangsang pertumbuhan bakteri-bakteri baik yang dapat menstimulasi sistem kekebalan tubuh seperti dilansir dari Berita Satu.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) secara umum menganjurkan konsumsi sayur dan buah-buahan untuk hidup sehat sejumlah 400 gram per orang per hari, yang terdiri dari 250 gram sayur (setara dengan dua porsi atau dua gelas sayur setelah dimasak dan ditiriskan) dan 150 gram buah, (setara dengan tiga buah pisang ambon ukuran sedang atau satu potong pepaya ukuran sedang atau tiga buah jeruk ukuran sedang).

Bagi masyarakat Indonesia terutama balita dan anak usia sekolah dianjurkan untuk mengonsumsi sayur dan buah-buahan sebanyak 300-400 gram per orang per hari. Sementara bagi remaja dan orang dewasa konsumsi buah dan sayur dianjurkan sebanyak 400-600 gram per orang per hari. Sekitar dua-pertiga dari jumlah anjuran konsumsi tersebut adalah porsi sayur.

Cara lain yang lebih mudah untuk memenuhi kebutuhan buah dan sayur adalah dengan mengisi piring dengan makanan yang berwarna-warni. Dengan bantuan warna Anda dapat memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral dari buah dan sayur. Semakin berwarna piring Anda, maka semakin banyak vitamin dan mineral yang Anda konsumsi.

Ini Dia! 5 Kabar Baik tentang Covid-19

Rentfix.com – Di tengah ketidakpastian seputar pandemi virus corona, setiap orang menginginkan adanya kabar baik yang bersifat positif. Kabar baik seputar virus corona tentu akan membawa optimisme bagi kita semua. Agar rasa panik dan khawatir berkurang, berikut beberapa kabar baik seputar virus corona yang perlu Anda ketahui seperti dilansir dari Berita Satu:

1. Umumnya orang dengan Covid-19 akan pulih

Hingga saat ini, diperkirakan di atas 90% orang yang terinfeksi virus akan sembuh. Tak semua orang yang terinfeksi virus corona akan mengalami gejala yang berat. Beberapa di antaranya hanya mengalami gejala ringan hingga sedang. Bahkan ada pula beberapa orang yang tidak memiliki gejala sama sekali. Sementara itu, tingkat kematian akibat vorus corona ternyata masih lebih rendah daripada penyakit lain seperti MERS, SARS atau Ebola.

2. Anak-anak lebih jarang terinfeksi dan memiliki penyakit yang lebih ringan

Menurut CDC, sebagian besar infeksi virus corona sejauh ini lebih banyak menimpa orang dewasa. Ketika virus ini menginfeksi anak-anak, mereka cenderung memiliki penyakit yang lebih ringan. Namun, penting untuk dicatat bahwa anak-anak dapat mengembangkan infeksi. Sebuah penelitian yang baru-baru ini dilakukan di Tiongkok pada awal wabah menunjukkan bahwa sejumlah kecil anak-anak, terutama bayi dan balita, dapat mengembangkan infeksi serius. Seperti yang berlaku secara umum, kemungkinan anak-anak dapat menyebarkan infeksi tanpa gejala, meskipun seberapa sering hal ini terjadi, masih belum jelas.

3. Jumlah kasus baru turun di area wabah ini dimulai

Dalam beberapa minggu terakhir, Tingkok dan Republik Korea secara signifikan telah menurunkan epidemi. Bahkan, Kota Wuhan (lokasi kasus pertama) melaporkan tidak ada kasus lokal baru untuk pertama kalinya sejak wabah dimulai. Satu-satunya kasus baru berasal dari para pelancong yang tiba di sana. Hal ini menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan untuk menahan penyebaran infeksi bisa dikatakan berhasil.

4. Ada internet!

Berkat internet, social distancing yang kini dilakukan menjadi tidak terlalu membosankan. Selain itu, dengan adanya koneksi internet, permintaan bantuan dari orang yang terinfeksi dan harus mengisolasi dirinya secara mandiri dapat segera terpenuhi. Mereka juga masih dengan mudah melihat keluarga, teman maupun dokter untuk memberikan kondisi terbaru mereka.

5. Respons terhadap pandemi terus meningkat

Pandemi Covid-19 telah mengekspos kekurangan dalam sistem perawatan kesehatan di seluruh dunia yang memberikan peluang untuk memperbaikinya. Seperti, respons yang lebih cepat dalam persiapan, distribusi alat-alat yang diperlukan (misalnya alat pelindung diri) dan pesan kepada masyarakat yang lebih terkoordinasi.

Sembari terus berusaha menghindari terinfeksi virus corona dengan tetap berada di rumah dan terus meningkatkan daya tahan tubuh, kabar positif seputar virus corona baru ini bisa membuat Anda sedikit lebih tenang. Menerapkan physical distancing juga menjadi hal penting saat Anda harus berada di luar rumah untuk membantu memutus rantai penyebaran virus corona ini.