Kelebihan dan Kekurangan Beli Rumah Secara Tunai

Rentfix.com – Bisa membeli rumah dengan uang tunai adalah impian banyak orang. Dengan membeli rumah secara tunai tentu akan menghemat banyak biaya. Pasalnya, jika Anda membeli rumah secara kredit, otomatis terdapat sejumlah biaya tambahan yang akan membebani. Salah satunya adalah bunga kredit. Namun demikian membeli rumah secara tunai juga tidak sepenuhnya menguntungkan. Berikut kelebihan membeli rumah secara tunai seperti dilansir dari Kompas.com.

1. Tanpa kewajiban dan bunga

Dengan membayar jumlah penuh di muka saat membeli rumah, tentu akan membuat Anda tenang karena tidak perlu lagi khawatir memikirkan cicilan per bulan berikut dengan bunganya.

Tidak memiliki kewajiban juga memudahkan Anda menjual rumah, jika memang diperlukan. Karena Anda tidak lagi harus memikirkan biaya di muka dengan pemberi pinjaman. Selain itu, menghindari kemungkinan rumah Anda disita karena tidak melakukan pembayaran hipotik tepat waktu.

2. Lebih cepat dan lebih murah

Membayar tunai saat membeli rumah dapat mempercepat proses pembelian secara signifikan. Karena Anda sudah memiliki uang, tidak perlu lagi khawatir tentang skor kredit atau pemeriksaan rasio hutang terhadap pendapatan. Anda juga dapat menghemat biaya penutupan karena tidak perlu lagi khawatir tentang asuransi kewajiban,dan lain sebagainya.

3. Kesempatan negosiasi untuk dapat harga lebih murah

Mampu membayar jumlah penuh di muka membuat Anda menjadi pembeli yang sangat menarik terutama bagi para penjual atau agen real estat. Ini jadi kesempatan Anda untuk bisa mendapatkan harga terbaik. Artinya Anda dapat melakukan negosiasi harga dengan penjual perumahan tersebut. Jika Anda beruntung, akan mendapatkan rumah tersebut di bawah harga pasaran.

4. Jadi jaminan pinjam modal

Karena membeli rumah secara tunai, Anda punya kepemilikan penuh atas rumah segera setelah transaksi ditutup dan penjualan dicatat. Artinya Anda dapat jadikan rumah tersebut sesuai keinginan, semisal merenovasi, membangun dan memperluas  atau bahkan menjadikannya jaminan dan menjual kembali rumah tersebut. Tetapi paling tidak, jika mengalami masa sulit finansial, maka rumah tersebut dapat Anda jadikan jaminan untuk mendapatkan pinjaman uang dengan limit bahkan mencapai 100 persen.

Kekurangannya sebagai berikut:

1. Dinilai rerisiko

Terlepas dari mana dana Anda untuk membeli rumah dengan uang tunai berasal, menginvestasikan sebagian besar keuangan dalam satu langkah bisa berisiko. Meskipun Anda tidak perlu lagi khawatir tentang pembayaran hipotik, membayar jumlah penuh di muka dapat menghilangkan biaya overhead yang mungkin berguna jika Anda mengalami kesulitan keuangan. Tidak seperti kebanyakan aset, real estat tidak likuid, yang berarti Anda tidak dapat dengan mudah memanfaatkannya. Jika terjadi keadaan darurat, dan Anda mempertimbangkan untuk menjual rumah, butuh waktu berbulan-bulan sebelum terjual.

2. Kehilangan poin pada skor kredit

Membeli rumah dengan uang tunai sangat menggiurkan karena tidak ada pemeriksaan skor kredit yang dilakukan sebelum pembelian. Namun, tidak memiliki kewajiban dapat memengaruhi skor kredit Anda dalam jangka panjang. Agen pemberi pinjaman lebih memilih peminjam dengan portofolio hutang yang beragam, dan memiliki perbaikan kewajiban dengan mudah.

3. Kehilangan leverage keuangan

Pasar real estat terus berfluktuasi, depresiasi harga seiring berjalannya waktu, dan sebagai akibatnya rumah Anda juga akan kehilangan nilainya. Ini akan menjadi masalah jika Anda mempertimbangkan untuk menjual rumah, karena akan dinilai dengan harga yang lebih rendah daripada yang Anda bayarkan pada awalnya.

Oleh karena itu, Anda tidak hanya akan kehilangan uang, tetapi juga terjebak dengan rumah yang mungkin sulit dijual. Di sisi lain, memiliki hipotik membantu Anda, karena dapat menegosiasikan penyelesaian program bantuan aset bermasalah dengan pemberi pinjaman terkait penurunan pasar perumahan. Membeli rumah dengan uang tunai sangat menarik, dan ini bisa menjadi cara terbaik untuk menginvestasikan tabungan Anda pada sesuatu yang aman dan tahan lama.

Mengapa Harga Jual Rumah Seken Bisa Turun? Cek Penyebabnya

Rentfix.com – Ketika Anda ingin menjual rumah, pasti telah menyiapkannya dalam kondisi terbaik. Bahkan, Anda melakukan sejumlah perbaikan agar rumah terlihat sempurna sehingga dapat menarik banyak konsumen dan memungkinkan Anda menghasilkan harga jual tinggi.

Namun, menjual rumah bukan hal yang mudah. Betapa pun bagus rumah Anda, karena tidak berada di lokasi yang tepat justru membuat harga cenerung turun. Berikut enam faktor yang dapat memengaruhi turunnya nilai jual rumah Anda seperti dilansir dari Kompas.com:

1. Perbukitan dan lereng

Rumah yang terletak di perbukitan atau lokasi dengan Terima kasih telah membaca Kompas.com. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Rumah yang terletak di perbukitan atau lokasi permukaan yang miring tidak menjadi daya tarik konsumen. permukaan yang miring tidak menjadi daya tarik konsumen. Karenanya, harga atau nilai jual rumah dengan kondisi seperti ini tentu saja lebih rendah. Sebaliknya, kebanyakan orang lebih memilih rumah dengan halaman belakan luas, dan permukaannya yang datar. Sementara halaman belakang dengan permukaan miring sulit untuk difungsikan sebagai ruang beraktivitas misalnya untuk bermain, dan sebagainya.

2. Berlokasi di jalan utama 

Rumah yang berada di pinggir jalan utama mungkin terlihat strategis, tetapi kebanyakan orang justru menghindarinya. Alasannya, memiliki hunian atau rumah yang berada tepat di samping jalan utama sangatlah bising dan berisik yang diakibatkan oleh lalu lintas kendaraan. Kebisingan tersebut tidak membuat Anda betah berada atau tinggal di dalam rumah. Sebaliknya, mereka lebih memilih rumah dengan tingkat kebisingan standar atau sunyi. Selain itu, rumah yang berada di samping jalan utama juga berbahaya, terlebih bagi keluarga memiliki anak kecil.

3. Tata letak ruang yang buruk

Rumah dengan tata letak yang aneh akan selalu sulit dijual. Ruangan yang tidak terencana dengan baik, pintu yang terbuka dengan kaku dan soket listrik yang ditempatkan tidak sebagaimana mestinya akan dijauhi pembeli. Secara umum, sebagian besar pembeli lebih memilih denah lantai terbuka daripada ruang  sempit, pengap, dan tidak efisien. Jika Anda memiliki atau ingin membangun rumah, tata letak merupakan hal terpenting yang mesti dipertimbangkan secara matang. Misalnya tata letak kamar, desain tangga, ruang tamu, dapur dan ruang-ruang lainnya.

4. Terlalu banyak tambahan

Saat Anda ingin menjual rumah mungkin wajar jika mempersiapkannya dengan kondisi baik dan layak untuk dijual. Tujuannya agar semakin banyak konsumen tertarik sehingga kemungkinan rumah Anda akan terjual dengan penawaran tertinggi. Salah satu yang biasa dilakukan adalah renovasi atau perbaikan kondisi rumah. Melakukan renovasi boleh saja asal tidak berlebihan. Karena jika Anda terlalu berlebihan justru malah membuat rumah turun harganya jualnya. Salah satu kesalahan dalam renovasi misalnya terlalu banyak melakukan penambahan ruang, seperti kamar, kamar mandi, dan ruang lainnya. Menambah terlalu banyak ruang dengan harapan dapat meningkatkan nilai jual merupakan langkah yang keliru. Terlebih cara itu terbilang sangat menguras biaya Anda.

5. Lokasi dan bangunan yang tidak sedap dipandang

Anda juga harus mempertimbangkan lokasinya, yang berarti tetangga atau bangunan di sekitar Anda dapat memberikan pengaruh besar pada nilai jual kembali rumah Anda. Misalnya, rumah yang berdekatan dengan properti komersial dan tidak sedap dipandang seperti restoran cepat saji atau blok perkantoran yang lusuh, kumuh dan kotor dapat mengalami penurunan nilai. Selain itu, kedekatan dengan fasilitas kota, jalur kereta api, jalan utama, dan kabel listrik juga dapat menurunkan daya tarik pembeli.

6. Furnitur dapur dan kamar mandi lusuh

Dapur dan kamar mandi adalah ruangan terpenting di rumah, jadi penting untuk mengaturnya dengan benar. Lemari berkualitas rendah di salah satu ruangan dapat menurunkan minat pembeli, terutama jika mereka menunjukkan tanda-tanda kerusakan, seperti melengkung atau mengelupas. Lemari yang ketinggalan zaman juga bisa menjadi penghalang, meskipun lapisan cat baru dan pegangan yang diperbarui biasanya dapat memperbaikinya.