Pemerintah Diskon PPN Rumah, Kadin: Bisa Jadi Motor Pemulihan Ekonomi

Rentfix.com – Pemerintah memberikan insentif di sektor properti berupa keringanan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas rumah tapak dan rumah susun (rusun). Dengan kebijakan itu, maka pemerintah menanggung PPN atas rumah tapak dan rusun selama enam bulan yaitu sejak Maret hingga Agustus 2021.

Properti yang seluruh PPN-nya Ditanggung Pemerintah (DTP) merupakan rumah tapak dan rumah susun dengan harga jual maksimal Rp 2 miliar. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan hal itu dalam keterangan pers secara virtual, Senin (1/3/2021).

“Untuk PPN atas penyerahan rumah tapak dan rumah susun ini ditanggung pemerintah selama enam bulan atau efektif berlaku sejak 1 Maret hingga 30 Agustus 2021,” tegas Airlangga.

Tak hanya menanggung PPN 100 persen yang terutang atas penyerahan rumah tapak dan rumah susun dengan harga jual paling tinggi Rp 2 miliar, Pemerintah juga memberikan insentif untuk rumah dengan harga di atas Rp 2 miliar hingga maksimal Rp 5 miliar. PPN DTP yang terutang atas penyerahan rumah tapak atau rumah susun dengan harga jual sebesar itu diberikan hanya 50 persen.

Alasan diberikannya insentif untuk sektor properti yang meliputi real estat dan konstruksi dikarenakan sektor ini memiliki kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Kebijakan ini pun direspon positif oleh Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Properti Hendro Gondokusumo. “Semoga insentif ini bisa cepat kita implementasikan sehingga memberikan hasil nyata dalam 6 bulan ke depan,” tutur Hendro kepada Kompas.com, Rabu (3/3/2021).

Hendro berharap, insentif ini dapat menggerakkan sektor properti agar bisa menjadi motor pemulihan ekonomi. Hal ini bermanfaat untuk menggerakkan 175 industri turunan properti, 350 jenis Usaha Mikro Kecil dan Menengah ( UMKM), serta 30 jutaan tenaga kerja.

“Mari kita semua berkolaborasi dan bergerak bersama untuk menyukseskan program pemerintah guna memperluas investasi, memudahkan usaha, serta menciptakan lapangan kerja,” tutup Hendro.

Percepat Pemulihan Ekonomi, Basuki dan Khofifah Inisiasi Akses Tol Pasar Induk Puspo Agro

Rentfix.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa merencanakan pembangunan akses tol ( interchange) menuju Pasar Induk Puspo Agro, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur.

Rencana pembangunan akses yang merupakan jaringan Jalan Tol Trans Jawa tersebut dilakukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi yang terdampak Pandemi Covid-19.

Menurut Basuki, manfaat Tol Trans Jawa tidak hanya sebagai jalur penghubung transportasi antar kota, juga kawasan industri dan pariwisata.

“Tol Trans Jawa akan memangkas biaya angkutan logistik dan mengurangi waktu tempuh pengiriman barang (delivery time),” ujar Basuki dalam siaran pers seperti dilansir dari Kompas.com, Senin (10/8/2020).

Basuki melanjutkan, kepastian waktu tempuh tersebut membuat para investor memiliki perhitungan rencana bisnis yang matang.  Sehingga, lapangan pekerjaan di sekitar pusat perindustrian dapat terbuka lebar.

Rencana pembangunan akses tol menuju Pasar Induk Puspo Agro ini merupakan prakarsa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Akses tol ini dibangun untuk mengoptimalisasi distribusi barang dan jasa menuju kawasan ekonomi di Kabupaten Sidoarjo yang merupakan daerah penyangga Kota Surabaya sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di ruas Jalan Sawunggaling Sidoarjo.

Usulan ini tertuang dalam Surat Gubernur Jatim No 620/17709/103/2019 tentang Permohonan Jalan Keluar/Masuk Jalan Tol Sidoarjo-Waru Menuju Pasar Modern Puspa Agro tertanggal 24 September 2019.

Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga mendukung terlaksananya pembangunan akses Pasar Induk Puspo Agro dan akan melakukan evaluasi yang menjadi bagian dari perubahan ruang lingkup investasi jalan tol.

Terdapat empat alternatif rencana pembangunan akses tol menuju Pasar Induk Puspo Agro.

Pertama, dari Jalan Tol Surabaya-Gempol (Sugem) KM 747+280, tepanya di dekat Perumahan Taman Aloha, Sidoarjo. Jarak munuju Pasar Induk Puspo Agro sekitar 5,93 kilometer.

Kedua, akses Jalan Tol Sugem di KM 747+900 atau berjarak 5,96 kilometer. Alternatif ketiga di Jalan Tol Sugem atau pada KM 750+100, tepatnya berada di dekat Perumahan Masangan Wetan, Sidoarjo dengan jarak sekitar 7,69 kilometer.

Sementara alternatif keempat di Jalan Tol atau berada KM 754+100, tepatnya di wilayah Desa Wonokoyo, Kabupaten Sidoarjo dengan jarak 9,61 kilometer.

Adapun, Jalan Tol Sugem merupakan jalan bebas hambatan yang pertama kali dibangun di wilayah Jawa Timur dan telah beroperasi penuh pada tahun 1986.

Ruas tol ini membentang dari Surabaya hingga Gempol sepanjang 43 kilometer dan telah terhubung dengan ruas tol lainnya yang dibangun Kementerian PUPR pada periode 2015 hingga 2019 di wilayah Jawa Timur.

Antara lain Jalan Tol Gempol-Pasuruan sepanjang 35 kilometer, Tol Pandaan-Malang sepanjang 38,4 kilometer, serta Tol Pasuruan-Probolinggo sepanjang 31 kilometer.