Pemerintah Targetkan 11 Juta Rumah Tangga Tempati Rumah Layak Huni hingga 2024

Rentfix.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan 11 juta rumah tangga menempati rumah layak huni hingga 2024. Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 terdapat peningkatan target rumah tangga yang menempati rumah layak huni dari semula 56,75 persen pada tahun 2019, menjadi 70 persen pada tahun 2024.

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur, Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Eko D Heripoerwanto mengatakan, 70 persen tersebut ekuivalen dengan 11 juta rumah tangga. Eko menjelaskan untuk mencapai target tersebut, pemerintah telah menetapkan dua skenario penanganan yaitu melakukan intervensi langsung dan tidak langsung.

“Kementerian PUPR memiliki tanggung jawab lebih besar dalam skenario penanganan melalui intervensi langsung melalui sejumlah program perumahan,” ujar Eko, dalam diskusi virtual seperti dilansir dari Kompas.com, Rabu (30/06/2021). Beberapa program yang dilakukan kementerian PUPR untuk memenuhi kebutuhan rumah layak huni adalah program pembangunan perumahan, memfasilitasi peningkatan kualitas, dan memfasilitasi pembiayaan perumahan.

Kemudian memberikan bantuan atau subsidi pembiayaan perumahan, penyediaan infrastruktur pemukiman, pembinaan dan penanganan pemukiman kumuh. “Dengan akumulasi target sasaran melalui skenario penanganan ini adalah sebesar lima juta unit rumah,” imbuh Eko.

Sebagai dukungan terhadap RPJMN, Kementerian PUPR akan menganggarkan dan memfasilitasi subsidi perumahan untuk satu juta rumah tangga yang terdiri dari FLPP sebesar 900.00 unit, dan fasilitasi pembiayaan perumahan melalui BP Tapera sebesar 500.000 unit. Selanjutnya melalui PT Sarana Multigriya Fiansial (SMF) sebesar 50.000 unit, dan sisanya melalui Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

“Ini akan ditargetkan terpenuhi sampai akhir program RPJMN yaitu akhir tahun 2024,” katanya.

Eko menambahkan, properti akan selalu menjadi leading sector baik pada saat ini maupun pada masa yang akan datang. Bisnis properti memiliki multiplier effect yang besar karena akan menggerakkan sekitar 170 industri, mulai dari sektor jasa, bahan bangunan, hingga memengaruhi perkembangan sektor keuangan serta berdampak pada pertumbuhan eknomi dan lapangan kerja. Eko menambahkan di tengah pandemi, salah satu sektor yang paling berpengaruh terhadap ketahanan perokonomian adalah sektor properti dalam hal ini termasuk perumahan.