Selain DP 0%, Beli Rumah Baru Juga Bebas PPN Hingga 100%

Rentfix.com – Selain kebijakan down payment (DP) 0% yang dikeluarkan Bank Indonesia untuk sektor properti, pemerintah juga baru saja mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 21 tahun 2021 terkait pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sektor perumahan.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, dukungan PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) ini diberikan atas penyerahan rumah tapak dan unit harian rumah susun dengan kriteria tertentu.

Beberapa kriteria rumah tapak dan/atau rumah susun yang diberikan fasilitas antara lain memiliki harga jual maksimal Rp 5 miliar, diserahkan secara fisik pada periode pemberian insentif, merupakan rumah baru yang diserahkan dalam kondisi siap huni, dan diberikan maksimal satu unit rumah tapak atau unit hunian rumah susun untuk satu orang, serta tidak boleh dijual kembali dalam jangka waktu satu tahun.

“Ini tujuannya memang pure demand side dan untuk mendukung sektor properti yang harganya di bawah Rp 5 miliar,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers secara virtual, Senin (1/3/2021) seperti di kutip dari Beritasatu.

Untuk besaran PPN DTP ini yaitu sebesar 100% untuk harga jual rumah tapak dan rumah susun paling tinggi Rp 5 miliar, dan 50% untuk harga jual rumah tapak dan rumah susun lebih dari Rp 2 miliar sampai dengan Rp 5 miliar. Besaran PPN DTP ini berlaku untuk masa pajak Maret 2021 sampai dengan Agustus 2021.

LMAN: Inovasi Percepatan Pendanaan Lahan PSN

Rentfix.com – Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) merupakan salah satu special mission vehicles (SMV) Kementerian Keuangan yang berbentuk BLU untuk mendukung optimalisasi manajemen aset negara  guna meningkatkan manfaat ekonomi dan sosial serta menggali potensi return on asset dan PNBP. 

Dalam menjalankan perannya LMAN melakukan aktivitas peningkatan status aset negara hingga pemasarannya, termasuk melakukan layanan konsultasi aset negara (advisory) kepada Kementerian/Lembaga/BLU dan instansi yang mengelola aset negara lainnya. “Selain itu, LMAN juga diberi mandat akselerator pembangunan infrastruktur melalui pendanaan pengadaan tanah Proyek Strategis Nasional (PSN),” ujar Deputy Director Utilization Property I Yanuar Utomo kepada Rentfix.com

Pendanaan tanah PSN yang telah dilakukan hingga 13 Desember 2019 lalu direalisasikan pembayaran pengadaan tanah sebesar Rp 45,094 triliun untuk mendukung 69 proyek strategis nasional yang meliputi 38 ruas jalan tol, 22 bendungan dan 3 irigasi, 5 proyek jalur kereta, dan 1 pelabuhan dengan total jumlah 68.251 bidang dan luas 104.026.306 meter persegi.

Adapun jalan tol sebanyak 1.606 SHP atas 4.904 bidang tanah dan non jalan tol sebanyak 142 SHP atas 658 bidang tanah. Inovasi Percepatan Pendanaan Lahan tersebut dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu dokumen pembayaran dalam format soft copy, skema gerai layanan, penelitian administrasi on the spot, rekonsiliasi data dengan stakeholder (berkala) dan melalui aplikasi booking jadwal pendanaan tanah (online).

Berangkat dari hal di atas, LMAN melaksanakan pembayaran pembebasan lahan secara serentak untuk tiga PSN Bendungan di tiga kota, yaitu Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Bendungan Way Sekampung di Kabupaten Pringsewu, Bandar Lampung, serta Bendungan Tiga DIhaji, Kabupaten Oku Selatan Propinsi Sumatera Selatan. 

Mantan Direktur Utama LMAN Rahayu Puspasari yang kini menjabat sebagai Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Kementerian Keuangan pernah mengatakan bahwa pelaksanaan pembayaran secara serentak adalah wujud dari upaya dan peran LMAN dalam percepatan pembangunan infrastruktur PSN.

Selanjutnya, Rahayu juga menambahkan, pembangunan infrastruktur PSN memerlukan tata kelola yang baik, oleh karena itu dalam proses pembayaran ini pula melibatkan beberapa lembaga dan verifikator untuk memastikan bahwa dana yang dibayarkan tepat sasaran dan sesuai dengan prinsip-prinsip good corporate governance.

LMAN dan Rentfix Tandatangani Perjanjian Kerjasama Pemanfaatan Aset Properti Negara

Rentfix.com – Kementerian Keuangan melalui Lembaga Manajemen Aset Negara resmi melaksanakan penandatanganan perjanjian kerjasama mengenai pemanfaatan aset negara dengan perusahaan sewa properti Rentfix.com.

Penandatanganan ini diselenggarakan di kantor LMAN, di Jalan Pangeran Diponogoro, Jakarta, Kamis (06/02/2020). Dihadiri oleh Yanuar Utomo selaku Deputy Director Utilization Property I mewakili LMAN dan Effendy Tanuwidjaja Direktur PT Real Estate Teknologi (Rentfix.com)

Deputy Director Utilization Property I Yanuar Utomo menyampaikan bahwa LMAN sudah resmi bekerjasama dengan Rentfix sebagai pengelola aset properti negara. Penandatanganan perjanjian ini merupakan upaya pemerintah untuk mencari solusi terbaik dalam mengoptimalkan aset properti guna menjadi sumber penerimaan dan menciptakan nilai tambah serta daya ungkit dari aset-aset tersebut terhadap perekonomian.

Perjanjian kerja sama ini ditandatangani oleh Yanuar Utomo selaku Deputy Director Utilization Property I yang mewakili LMAN dan Effendy Tanuwidjaja Direktur Rentfix.com. Penandatanganan perjanjian ini menandakan adanya sinergi dan semangat untuk melaksanakan optimalisasi aset negara sekaligus menjadi pola baru pengelolaan aset negara melalui digitalisasi ruang properti yang melibatkan pihak swasta seperti
perusahaan marketplace sewa menyewa properti Rentfix.com.

Platform Digital Properti

Sejak September 2017 Rentfix fokus membangun ekonomi baru di bidangproperti melalui platform digital untuksewa menyewa ruang. Rentfix menyediakan 3 unit layanan sewa properti. Pertama Rentfix Stay terdiri dari apartemen, rumah, dan villa. Kedua Rentfix Business meliputi kios, ruko, toko, kantor, coworking space, dan Rentfix Inventory (gudang) yang diperuntukkan bagi para pelaku usaha. Melalui 3 unit layanan
ini, Rentfix akan menjadi pusat sewa menyewa properti yang dapat menjawab kebutuhan properti bagi masyarakat Indonesia. “Kami memiliki misi membuat tingkat hunian penuh melalui teknologi dan digitalisasi ruang. Saat ini kami sedang membangun ekosistem sewa menyewa di Indonesia,” jelas Effendy.

Untuk itu, dengan ditandatanganinya perjanjian kerja sama antara LMAN dan Rentfix tersebut, ke depan pihaknya akan terus berkomitmen untuk melaksanakan optimalisasi aset Negara dengan mengedepankan inovasi, sinergi, dan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait. Effendy berharap kedepannya kelancaran pengelolaan aset negara ini dapat terus dioptimalkan dengan cara baru melalui digitalisasi ruang properti di Indonesia.

Paradigma Baru dalam Mengelola Aset

Sejak awal pembentukannya pada 16 Desember 2015 mandat utama yang diberikan adalah sebagai operator pengelola barang dalam mengoptimalkan aset negara yang masih belum optimal. Hal itu menjadi rintangan dalam upaya mengoptimalisasikan aset secara efektif karena manajemen properti memerlukan ruang gerak yang lebih luas untuk berbagai terobosan dan fleksibilitas. Terobosan baru mesti digaungkan agar dapat menciptakan mekanisme pemanfaatan aset bagi para mitra yang ingin bekerjasama. Sebut saja, [PT Real Estate Teknologi (Rentfix.com) asal Indonesia yang telah menjadi mitra LMAN.

Rentfix nantinya akan mengakomodir dan mengelola aset properti negara agar dapat disewakan secara
daring guna menjadi sumber penerimaan dan menciptakan nilai tambah serta daya ungkit dari aset-aset tersebut terhadap perekonomian. Melihat peluang tersebut dirasa perlu untuk menciptakan paradigma baru dalam mengelola aset negara,
salah satunya menggunakan teknologi.

Direktur PT Real Estate Teknologi (Rentfix.com) Effendy Tanuwidjaja mengatakan, kami secara bersama bersinergi mengoptimalkan aset milik negara melalui ruang digitalisasi properti yang tepat untuk mengelola aset negara layaknya sebuah entitas manajemen properti.

Aset Negara Potensial

Pengelolaan aset properti tersebut kini telah didimensikan dengan wajah baru melalui platform digital. Tengok saja, ada sebuah apartemen kelas premium Puri Casablanca yang bisa disewakan dalam platform marketplace Rentfix. Hal ini relevan dengan layanan LMAN yang meliputi manajemen properti untuk mengelola aset negara potensial agar menghasilkan manfaat finansial maupun non finansial meliputi sewa
dan kerjasama pemanfaatan baik oleh pemerintah maupun swasta.

Menariknya lagi terdapat pula aset negara potensial lain meliputi bidang tanah yang didayagunakan untuk kepentingan edukasional, aset ruko yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan perkantoran, dua kawasan aktiva Kilang Liquid Natural Gas (LNG) Badak Bontang, Kilang LNG Arun Lhokseumawe Aceh, gedung perkantoran Danadyaksa Cikini, Ruko di Pondok Indah dan di Kedoya untuk ruang usaha, serta gedung perkantoran Pondok Indah Plaza 2. Aset-aset ini mesti dikelola secara bersama agar terus meningkatkan perekonomian di Indonesia.

Selain mengoptimalkan aset negara, LMAN juga melaksanakan pengelolaan properti negara, penyediaan jasa konsultasi/advisori terkait pengelolaan properti negara, dan pelaksanaan pendanaan pengadaan tanah proyek-proyek yang tergabung dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).