Aktivitas Ngabuburit Seru di Rumah Selama Pandemi

Rentfix.com – Bulan suci Ramadhan identik dengan ngabuburit. Adapun istilah ngabuburit berasal dari bahasa Sunda yang berarti menunggu azan magrib atau berbuka puasa. Biasanya, ngabuburit diisi dengan aktivitas di luar rumah seperti berkumpul dengan teman. Namun, pandemi membuat hal tersebut tak mungkin dilakukan. Masyarakat diimbau tetap di rumah saat menunggu waktu berbuka. Meski begitu, bukan berarti ngabuburit di rumah tidak mengasyikkan. Berikut aktivitas yang bisa dilakukan saat menunggu waktu berbuka puasa seperti di lansir dari Kompas.com.

Mendengarkan podcast

Podcast atau siniar menjadi salah satu konten audio yang cukup diminati akhir-akhir ini di samping musik. Pasalnya, selain menghibur dan informatif, mendengarkan siniar memberikan sejumlah manfaat bagi pendengarnya. Sebut saja sebagai brain gym, yaitu merangsang daya imajinasi dan kemampuan berpikir kritis. Selain itu, mendengarkan podcast juga dapat melatih seseorang untuk menjadi pendengar yang baik. Ada banyak tema pembahasan podcast yang bisa kamu dengar untuk mengisi waktu ngabuburit di rumah, antara lain komedi, olahraga, pengembangan diri, bisnis, kesehatan, edukasi, romansa, dan parenting.

Olahraga ringan

Berpuasa bukan menjadi halangan untuk berolahraga. Pakar kebugaran Ahmed Al Sayed mengatakan, bulan Ramadhan justru merupakan momen untuk melakukan aktivitas tersebut sehingga tubuh bisa lebih kuat dan segar pada bulan berikutnya. Untuk jenis olahraga, Ahmed menganjurkan aktivitas fisik berskala ringan dengan durasi sekitar 30 menit setiap hari. Pilih aktivitas yang sudah mencakup tiga aspek kebugaran dasar, yaitu kekuatan, kardio, dan fleksibilitas. Hal ini dilakukan mengingat tubuh rentan dehidrasi saat berpuasa. “Alasan saya mengutamakan kekuatan otot karena hilangnya massa otot akan memperlambat metabolisme,” kata Ahmed dikutip dari The National News, Selasa (13/4/2021).

Menonton film

Selain dua aktivitas di atas, menonton film juga bisa jadi pilihan untuk mengisi waktu menunggu berbuka. Terlebih, tak sedikit judul film maupun serial seru yang dirilis sejak awal 2021. Pun, aktivitas tersebut punya manfaat positif lain, seperti mengasah daya pikir, menciptakan kesadaran sosial, dan menjadi sarana pembelajaran. Bahkan, bermanfaat sebagai sarana terapi mental.

Berselancar di marketplace

Tak kalah seru dengan menonton, waktu ngabuburit juga bisa diisi dengan berselancar di berbagai marketplace.

Puasa Tiba, Begini Cara Menjaga Imunitas Tubuh di Tengah Pandemi

Rentfix.com – Pandemi Covid-19 yang belum juga usai, membuat kita harus meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga imunitas tubuh. Lalu, bagaimana menjaga imunitas tubuh, saat harus menjalani puasa di bulan Ramadhan selama sebulan penuh? Apakah puasa akan memengaruhi sistem kekebalan? Melansir Cleveland Clinic, selama pola makan dan pola tidur terjaga, puasa justru dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan.

Selain itu, puasa juga disebut dapat membantu meningkatkan mood. Meskipun terasa sulit pada awalnya, setelah beberapa hari ketika tubuh telah menyesuaikan dengan pola makan dan minum yang baru, tingkat endorfin yang lebih tinggi akan dilepaskan, sehingga memberikan dorongan pada kesehatan mental.

Berikut ini tiga cara menjaga imunitas tubuh saat berpuasa di tengah pandemi Covid-19 seperti dilansir dari Kompas.com:

1. Menjaga tubuh tetap terhidrasi

Jumlah cairan yang dibutuhkan seseorang bergantung pada usia, jenis kelamin, iklim dan tingkat aktivitas. Orang dewasa rata-rata membutuhkan 2-3 liter air setiap hari. Jadi pastikan untuk minum banyak cairan saat sahur dan buka puasa. Jus atau susu tanpa pemanis adalah bisa jadi alternatif rendah kalori.

Sementara soda dan minuman berkafein, seperti the dan kopi cenderung menyebabkan peningkatan buang air kecil, sehingga sebaiknya batasi mengonsumsi minuman ini. Anda juga bisa memenuhi kebutuhan cairan tubuh denganmengonsumsi kaldu, sup atau semur. Selain itu, buah dan sayuran seperti semangka, labu, atau bayam sebagian besar mengandung air, sehingga juga dapat membantu menggantikan cairan.

Mengapa ini penting?

Tubuh manusia terdiri dari sekitar 60% air. Ini penting untuk menjaga fungsi tubuh, termasuk metabolism, pengangkutan nutrisi ke seluruh tubuh, dan membuang limbah. Jumlah air dalam tubuh berfluktuasi – hilang melalui urin dan keringat dan diperoleh kembali dari makanan dan minuman.

Jika kebutuhan cairan tubuh tak terpenuhi, makan berisiko menyebabkan dehidrasi secara berkala saat berpuasa. Dehidrasi ini dapat menyebabkan penurunan berat badan yang cepat, tapi akan langsung kembali ketika kebiasaan makan dan minum normal kembali.

Ilustrasi makanan sehat pereda stres, cara mengatasi stres dengan makanan sehat.

2. Pilih makanan sehat

Menahan lapar dari fajar hingga petang, seringkali menggoda kita untuk memanjakan diri atau makan makanan cepat saji dan enak saat berbuka puasa. Tapi, perlu diingat, makanan dengan proses tinggi mengandung garam, gula, dan lemak tidak sehat yang tinggi, yang tidak akan membuat rasa kenyang bertahan lama dan justru dapat meningkatkan rasa haus.

Cobalah segenggam kacang panggang sebagai pengganti makanan siap saji atau gorengan. Pilih makanan yang dipanggang, dibakar atau dikukus daripada digoreng. Jika Anda memebutuhkan makanan penutup yang manis, buah adalah alternatif yang sehat dengan kandungan gula alami.

Mengapa ini penting?

Kemampuan tubuh untuk memproses karbohidrat dan lemak mencapai puncaknya pada waktu-waktu tertentu dalam sehari. Makanan yang dimakan di luar waktu makan, seperti makan menjelang tidur, maka makanan tidak diuraikan secara efisien, sehingga dapat menyebabkan penambahan berat badan.

3. Menjaga pola tidur dan berolahraga

Memilih makanan sehat untuk berbuka puasa akan membantu mengisi ‘bahan bakar’ Anda dan mempersiapkan Anda untuk hari puasa berikutnya. Selain menjaga pola makan, penting juga untuk memastikan tubuh beristirahat dengan menjaga pola tidur. Meski demikian, bukan berarti Anda harus menghabiskan sebagian besar waktu untuk tidur.

Pasalnya tidur terlalu lama justru membuat tubuh terasa lemas. Pastikan Anda tetap beraktivitas seperti biasa. Bahkan, Anda tetap bisa berolahraga. Jika biasanya Anda berolahraga di pagi hari, Anda bisa mengubah waktu berolahraga menjelang waktu berbuka puasa.

Mengapa ini penting?

Banyak orang saat berpuasa justru mengalami kenaikan berat badan. Umumnya, ini karena saat berpuka puasa, asupan kalori melebihi yang dibutuhkan tubuh. Padahal sebenarnya, dengan pola makan yang tepat, puasa bisa membantu menurunkan berat badan.

Penurunan berat badan bisa terjadi ketika seseorang menggunakan lebih banyak energi daripada yang mereka konsumsi. Sehingga bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan, cobalah untuk tetap aktif berolahraga, ketika frekuensi makan menurun.

Ini Cara agar Sistem Imun Tetap Terjaga Saat Puasa Ramadhan

Rentfix.com – Di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, tentunya umat Islam tetap melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadhan. Pada saat yang sama, umat Islam juga tengah melaksanakan imbauan pemerintah untuk tetap tinggal di rumah agar penyebaran Covid-19 terhenti.

Meski situasinya demikian, tak mengurangi esensi untuk memaknai khidmatnya ibadah puasa Ramadhan. Agar ibadah puasa tetap maksimal di masa pandemi, hal penting yang perlu dilakukan adalah menjaga imunitas tubuh tetap terjaga. Berikut ini ulasan terkait upaya menjaga sistem imunitas tetap stabil pada bulan Ramadhan.

Ibadah untuk sehat

Siapa bilang banyak melakukan ibadah dampak baiknya hanya berkaitan dengan urusan akhirat? Ternyata penelitian membuktikan bahwa memperbanyak kegiatan ibadah, tubuh juga semakin sehat. Berpuasa pada bulan Ramadhan jadi momentum tepat untuk perbanyak shalat, dzikir dan tadarus.

International Journal of Health Sciences & Research menyebutkan, gerakan shalat mampu memperlancar peredaran darah. Setiap gerakan shalat mampu memperlancar aliran darah dan juga getah bening, serta memperkuat otot lengan. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang dan membuat aliran darah kaya oksigen menjadi lancar dan otot jadi tidak kaku.

Konsumsi serat saat buka dan sahur

Saat berpuasa, Anda juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan yang divariasikan dengan jenis serat tinggi saat sahur maupun berbuka puasa. Apel, misalnya. Buah ini mengandung serat tinggi serta kaya vitamin dan mineral yang mengenyangkan, bahkan jika hanya makan satu buah. Pangan berserat yang juga tepat dikonsumsi saat sahur dan berbuka adalah brokoli. Selama puasa, makan sahur dengan brokoli akan membuat perut kenyang lebih lama sekaligus menyehatkan.

Konsumsi air mineral yang cukup

Meski tengah berpuasa pada bulan Ramadhan, minum air putih 8 gelas sehari tetap dianjurkan. Akan tetapi, cara memenuhinya berbeda dari hari biasanya. Mengutip Kompas.com, Sabtu (25/4/2020), ahli Gizi Dr Samuel Oetoro MS SpGK mengatakan pentingnya minum air putih 8 gelas sehari. Menurutnya, mengonsumsi air mineral bermanfaat untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh selama puasa. Jika kekurangan air, maka metabolisme tubuh bisa terganggu dan menyebabkan berbagai masalah.

Berolahraga

Ternyata saat sedang menjalani puasa, Anda tetap dapat melakukan olahraga ringan. Agar olahraga tersebut tidak menganggu jalannya puasa, lakukanlah dengan cara yag aman. Misalnya, lakukanlah olahraga ringan seperti jalan kaki atau bersepeda menjelang waktu berbuka puasa selama 30-60 menit. Melakukannya jelang buka puasa akan membuat tubuh memiliki beberapa simpanan glikogen untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar saat olahraga.

Tidur cukup dan tidak begadang

Tidur dalam durasi 6 hingga 8 jam per hari pada orang dewasa sangat penting untuk meregenerasi serta produksi protein untuk sel-sel imun. Sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Physiology-Regulatory, Integrative and Comparative Physiology menjelaskan bagaimana sistem kekebalan tubuh memperbaiki diri sendiri saat tidur.

Peneliti menemukan bahwa saat tidur, beberapa subset sel T berkurang dari aliran darah sehingga resiko infeksi rendah. Sel T adalah jenis sel darah putih dan merupakan dasar sistem kekebalan tubuh manusia.

Konsumsi suplemen multivitamin sebelum tidur

Saat puasa, pastikan juga tubuh menerima asupan vitamin C dan E. Simin Nikbin Meydani dalam bukunya berjudul Military Strategies for Sustainment of Nurition and Immune Function in the Field (1999) menyebutkan, vitamin C dapat mengaktifkan enzim kunci untuk membentuk hormon yang membantu melawan infeksi.

Sedangkan vitamin E diketahui sebagai antioksidan kuat untuk melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Nah, agar sistem imun jumlahnya tak merosot, diperlukan pula vitamin B untuk menyokong sel darah putih sebagai pelindungi tubuh.

Utamanya vitamin B12 dan B6 yang berperan dalam mempertahankan limfosit. Vitamin B membuat tubuh tangguh dan mencegah infeksi secara berulang. Untuk melengkapi kebutuhan vitamin-vitamin itu, Anda dapat mengonsumsi berbagai jenis makanan seperti buah dan sayur seperti kiwi, mangga, pepaya, nanas, serta sayuran seperti brokoli, paprika, dan tomat.

Selain itu, Anda juga dapat menunjang kesehatan dengan mengonsumsi suplemen, seperti Becefort. Agar mudah dikonsumsi, suplemen multivitamin itu dikemas dalam bentuk tablet, di mana per tabletnya mengandung vitamin C 500 mg, vitamin E 30 mg, dan vitamin B kompleks. Perlu diketahui pula, waktu terbaik bagi orang dewasa untuk mengonsumsi 1 tablet vitamin adalah pada malam hari sebelum tidur.

Sedangkan pada anak-anak direkomendasikan mengonsumsi Becefort dalam bentuk sirup yang mengandung 100 miligram vitamin C dan vitamin B kompleks. Becefort sirup dapat dikonsumsi anak-anak usia tujuh tahun ke atas satu kali per hari, satu sendok sebanyak 5 sampai 10 mililiter.

Namun perlu dicatat, ada baiknya Anda telah memahami manfaat suplemen tersebut bagi kesehatan Anda. Pastikan pula saat hendak mengonsumsinya, perut tidak dalam keadaan kosong. Dengan demikian, daya tahan tubuh Anda dan keluarga tetap terjaga dan terhindar dari berbagai penyakit.

Cara Sederhana Agar Tetap Sehat Saat Berpuasa

Rentfix.com – Menjalani ibadah puasa terkadang membuat sebagian kalangan yang menjalani merasa lemas dan cepat mengantuk. Meski demikian, ada berbagai trik yang bisa dilakukan agar bisa tetap segar dan sehat selama berpuasa. Seorang dokter yang juga kreator aktif di TikTok, Dion Haryadi, memberikan berbagai tips sehat selama puasa ramadan yang mungkin dapat diterapkan.

Ciptakan kebiasaan baik

Menurut dokter asal Batam ini, bulan puasa adalah waktu yang tepat membangun kebiasaan baik, dengan target yang jelas dan perencanaan yang matang. Contohnya, kurangi konsumsi minuman manis dimulai dengan menurunkan frekuensi minum dari kali perhari, jadi dua kali per minggu.

Jangan langsung berbuka dengan makanan berat

Dengan menjalankan puasa, frekuensi makan akan otomatis berkurang, begitu pun kalori yang masuk ke tubuh akan berkurang dan berat badan pun bisa turun. Adapun yang sering terjadi, saat berbuka banyak orang yang langsung makan berat dan banyak. Oleh karena itu, dr Dion menyarankan untuk cukup minum air putih dan buah yang tinggi serat dan gula seperti kurma untuk mengembalikan kadar gula darah.

Mengatur porsi gizi seimbang

Untuk mendapatkan tingkat gizi seimbang dan mengenyangkan, dr Dion menyarankan untuk membagi piring menjadi enam bagian. Dua bagian untuk karbohidrat, satu bagian untuk sumber protein seperti daging, ikan, ayam, dan lainnya. Selanjutnya, dua bagian untuk sayur-sayuran, dan satu bagian untuk buah-buahan.

Pilih menu sahur

Saat sahur, sebaiknya tidak makan menu dengan glycemic index atau kadar gula yang terlalu tinggi, sehingga saat berpuasa nanti penurunan kadar gulanya tidak menurun terlalu drastis. Caranya, dengan menggabungkan makanan dengan glycemic index yang tinggi seperti nasi putih, dengan glycemic index rendah seperti daging dan sayuran.

Jangan malas bergerak

Saat pandemi Covid-19 ini, merupakan momentum yang pas untuk lebih memperhatikan aktivitas fisik, meskipun hanya berjalan-jalan di dalam rumah ataupun membersihkan kamar. Oleh karenanya, dr Dion menyarankan waktu yang tepat untuk berolahraga adalah 30 menit sebelum buka puasa atau 2-3 jam setelah berbuka dengan makanan berat. Namun, tidak perlu olahraga yang berat, cukup yang berintensitas rendah dan sesuai dengan kemampuan masing-masing seperti dilansir dari BeritaSatu.com.

Hindari Lemas Ketika Berpuasa, Ini Tipsnya!

Rentfix.com Saat berpuasa, terjadinya perubahan pola makan serta berkurangnya aktivitas fisik merupakan hal yang wajar terjadi. Karena itu, kita perlu melakukan beberapa penyesuaian, agar kesehatan tubuh tetap terjaga selama bulan Ramadan. Meski puasa identik dengan rasa lemas dan kantuk, bukan berarti kita harus merasakan hal yang sama. Ada beberapa tips puasa sehat yang dapat dicoba agar tubuh senantiasa bugar.

Berikut ini tipsnya, mulai dari saat sahur hingga berbuka seperti dilansir dari Kompas.com

1. Jangan lewatkan sahur

Sama seperti halnya sarapan, sahur juga sangat penting untuk dilakukan. Saat berpuasa, sahur akan membantu kadar cairan tubuh tetap terjaga, serta memberikan energi dan nutrisi yang diperlukan tubuh untuk beraktivitas, hingga waktunya berbuka.

Makan sahur juga dapat mencegah kita makan berlebihan saat buka puasa akibat terlalu lapar. Sahur yang sehat harus memperhatikan asupan yang bergizi seimbang, dan mengandung karbohidrat kompleks, makanan tinggi serat, serta makanan tinggi protein.

  • Karbohidrat kompleks

Karbohidrat kompleks bisa kita dapatkan dari oats, kacang-kacangan, dan gandum. Karbohidrat kompleks memerlukan waktu yang lebih lama untuk dicerna tubuh, sehingga Anda bisa kenyang lebih lama.

  • Makanan tinggi serat

Makanan tinggi serat juga memerlukan waktu yang lebih lama untuk dicerna tubuh, sehingga dapat membuat kenyang lebih lama. Anda dapat mengonsumsi kurma, sayur dan buah, gandum utuh, kentang, hingga biji-bijian.

  • Makanan tinggi protein

Makanan tinggi protein seperti telur, keju, yogurt, atau daging, juga dipercaya dapat membantu menyediakan tenaga bagi tubuh untuk beraktivitas seharian, meski sedang berpuasa.

2. Minum cukup air

Kita dapat mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air serta mengonsumsi makanan yang mengandung banyak cairan seperti sup, buah, dan sayuran. Kebutuhan cairan tubuh dapat dipenuhi saat sahur maupun berbuka, untuk mengganti cairan yang hilang saat berpuasa.

3. Lakukan olahraga di waktu yang tepat

Untuk menghindari terjadinya dehidrasi, disarankan untuk menunda olahraga hingga tiba waktunya berbuka puasa. Dengan begitu, tubuh akan berada dalam keadaan terbaiknya dan Anda pun diperbolehkan untuk minum.

Tunggu 2-3 jam setelah makan, untuk mulai berolahraga. Hal ini juga untuk memberikan waktu agar tubuh dapat mencerna makanan tersebut dengan sempurna. Jangan lupa untuk banyak minum air saat sedang, maupun setelah berolahraga, untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.

4. Jangan makan terlalu banyak saat berbuka

Meski saat berbuka semua makanan terlihat menggiurkan, kita perlu ingat untuk tidak berlebihan makan maupun minum saat berbuka. Mulai kegiatan berbuka dengan mengonsumsi makanan ringan seperti kurma dan air putih, sebelum mengonsumsi makanan berat.

Kurma adalah sumber energi yang baik bagi tubuh. Buah yang satu ini juga membantu mengeluarkan enzim pencernaan, sebagai persiapan untuk masuknya makanan ke tubuh. Kita juga disarankan untuk tidak makan terlalu cepat dan memberikan waktu bagi tubuh, mencerna makanan yang masuk.

5. Konsumsi makanan sehat saat sahur dan buka puasa

Kita juga boleh menghadiahi diri sendiri dengan makanan manis dan berlemak. Hanya saja, jangan mengonsumsi makanan tersebut terlalu banyak. Perlu diingat, kita hanya memiliki sedikit waktu untuk makan dan minum saat bulan puasa.

Sehingga, kita juga memiliki waktu yang lebih sedikit untuk memberikan asupan yang sehat serta mengandung gizi seimbang, bagi tubuh. Hal ini membuat konsumsi makanan serta minuman sehat sangatlah penting, saat sedang berpuasa.

Menjaga pola makan yang dilakukan saat puasa tidak hanya dapat memberikan dampak jangka pendek untuk kesehatan. Kebiasaan ini juga mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang, karena dapat membantu tubuh terhindar dari berbagai macam penyakit seperti diabetes, jantung, dan obesitas.

Oleh karenanya, tips puasa sehat di atas dapat diaplikasikan sehari-hari, selain di bulan Ramadan. Selain itu, jangan lupa rutin berolahraga, untuk menjaga kebugaran tubuh.

Aman Berpuasa Di Tengah Pandemi Corona

Rentfix.com – Pemerintah menetapkan awal Ramadhan 1441 Hijriah jatuh pada Jumat (24/4/2020). Penetapan tersebut didasarkan dari sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama pada Kamis (23/4/2020) sore dengan pemantauan hilal di sejumlah daerah.

Dalam Al Quran, surat Al Baqarah ayah 185 disebutkan bulan Ramadhan merupakan bulan yang didalamnya diturunkan Al Quran sebagai petunjuk dan pembeda antara yang hak dan batil. Oleh karena itu siapa pun yang masih menjumpai Ramadhan maka hendaklah ia berpuasa. Berpuasa dapat diartikan sebagai menahan lapar dan dahaga sejak fajar hingga terbenamnya matahari.

Seperti kita tahu, puasa tahun ini dilewati di tengah perjuangan melawan pandemi corona. Menjaga imunitas tubuh sangat diperlukan di tengah wabah yang terjadi, agar badan senantiasa sehat dan terhindar dari paparan virus.

Melansir BBC, Jumat (24/4/2020), ahli imunologi University of Sussex Dr Jenna Macciochi mengatakan, memerangi infeksi membutuhkan banyak energi. Tidak makan atau minum dalam periode lama dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Sehingga, penting untuk memastikan tubuh mendapatkan kalori cukup selama jam makan yang diizinkan baik sahur atau berbuka agar mencapai keseimbangan energi. Adapun tubuh membutuhkan makronutrien berupa karbohidrat, protein, lemak dan zat gizi mikro seperti vitamin C dan zat besi.

Konsumsi sayur dan buah

Selain itu, disarankan untuk mengonsumsi banyak macam sayur, buah-buahan, dan kacang-kacangan. Terdapat pula risiko dehidrasi yang dapat mempengaruhi lendir yang melapisi saluran udara seseorang. Lendir tersebut bertindak sebagai pelindung.

Namun, menjaga aspek-aspek kesehatan lainnya dengan tidur cukup, berolahraga dan menghilangkan stres dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh berfungsi sebagaimana mestinya.

Sederhananya, cara terbaik melindungi kesehatan di tengah wabah Covid-19 adalah mencegah paparan virus. Sebagian besar risiko terinfeksi dapat dihindari dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan jika tidak ada kepentingan mendesak lebih baik tetap tinggal di rumah.

Bagaimana untuk orang dengan kondisi kesehatan tertentu?

Orang yang sakit, termasuk penderita Covid-19 dibebaskan dari puasa. Puasa juga tidak dianjurkan bagi orang dengan kondisi kesehatan jangka panjang tertentu seperti diabetes dengan komplikasi.

Meskipun begitu, Kepala bidang perawatan diabetes UK Daniel Howart mengatakan, ini benar-benar menjadi keputusan pribadi. Tapi, ada beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan oleh orang-orang dengan kondisi kesehatan tertentu yang ingin berpuasa.

“Termasuk makan karbohidrat yang melepaskan lebih lambat seperti roti gandum dan beras, serta pengujian gula darah lebih sering,” kata dia seperti dilansir dari Kompas.com

Bagaimana dengan petugas kesehatan?

Dewan Muslim Inggris telah menerbitkan panduan yang menyatakan bahwa petugas layanan kesehatan diharuskan memberikan perawatan kepada pasien Covid-19 dengan risiko nyata mengalami dehidrasi dan membuat kesalahan klinis karena memakai APD dan shift panjang dibebaskan dari puasa.

Bisakah puasa bermanfaat bagi kesehatan?

Meski tak mengonsumsi cukup kalori dalam sehari dapat menurunkan respons kekebalan tubuh, efek puasa pada sistem kekebalan tidak dirasakan secara langsung. Sistem kekebalan bukanlah satu hal dengan sakelar hidup atau mati. Ini merupakan serangkaian mekanisme rumit yang harus dijaga keseimbangannya.

Puasa melepaskan hormon stres kortisol yang dapat menekan beberapa respons imun. Namun, ada bukti yang bagus dari studi pada tikus bahwa puasa yang dilakukan selama Ramadhan dapat mempercepat proses regenerasi tubuh, menyebabkan sel-sel tua mati dan digantikan dengan yang baru.  

Sebaiknya Hindari Makanan dan Minuman Ini Selama Berpuasa

Rentfix.com – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada Jumat, 24 April 2020.  Meski menjalankan ibadah puasa di tengah pandemi corona, umat Islam perlu mempersiapkan makanan yang tepat saat berbuka dan sahur.

Hal itu diperlukan untuk memperlancar ibadah puasa yang tengah dijalankan.  Menurut Ahli Gizi Dr Samuel Oetoro MS SpGK, ada beberapa makanan yang harus dihindari saat puasa.

Makanan apa saja itu?

1. Makanan yang digoreng

Samuel mengatakan makanan-makanan yang digoreng menggunakan minyak yang banyak atau yang direndam dalam minyak tidak boleh dimakan saat puasa.

“Karena itu memberikan rasa haus yang berlebihan. Sebaiknya dihindari karena itu tidak sehat,” kata Samuel seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis (23/4/2020).

Makanan gorengan itu contohnya seperti tempe goreng, tahu goreng, ayam goreng, dan semacamnya. Sebaiknya tidak dimakan ketika sahur dan berbuka.

2. Makanan pedas

Samuel juga tidak menyarankan makan makanan pedas. Makanan pedas adalah salah satu makanan yang bisa merangsang lambung. “Itu merangsang lambung padahal waktu puasa perut kita kan kosong,” ujarnya.

3. Makanan yang bersifat asam

Segala makanan yang asam dapat merangsang lambung. Sehingga baiknya dihindari terutama pada saat sahur. “Kalau dia lambungnya sakit kan pada waktu puasa akan lebih kerasa lebih sakit lagi,” katanya. Makanan yang asam bisa apa saja, seperti makanan yang menggunakan cuka, pempek, dan lain sebagainya.

4. Minuman berkafein

Samuel menjelaskan minuman berkafein seperti kopi, teh yang terlalu kental, dan semacamnya sebaiknya dihindari. “Di sahur sebaiknya tidak ngopi. Kopi itu membuat rasa haus,” katanya lagi.

5. Minuman manis

Minuman manis seperti sirup atau yang mengandung gula sebaiknya dihindari. Saat sahur hindari minuman manis baik yang mengandung gula pasir, gula jawa, gula merah, maupun gula aren.

“Gula itu menaikkan kadar gula darah secara cepat. Kalau naik cepat dia turunnya akan cepat juga. Waktu kadar gula darah turun cepat itu terasa lapar,” jelasnya.

Soda juga harus dihindari karena itu dapat membuat rasa haus lebih cepat terasa.

Makan sahur

Saat sahur sebaiknya makan makanan yang lengkap. Jadi ada karbohidrat, protein (seperti ikan, ayam, putih telur), dan menghindari gula atau yang manis. Waktu sahur sebaiknya makan makanan yang tinggi serat, seperti nasi merah, roti gandum, dan lainnya.

Jika ingin makan ayam atau daging, hindari dimasak dengan digoreng. Bisa diganti dengan cara lain seperti dibakar, dipepes, dikukus, dan sebagainya. Selain itu sebaiknya minum hingga 5 gelas air putih saat sahur.

Berbuka

Sedangkan waktu berbuka dibuka dengan makanan atau minuman yang kadar gulanya tinggi tapi sehat. Seperti apa itu? Samuel menjelaskan makanan manis yang sehat bisa didapat salah satunya dari buah-buahan. Contohnya seperti melon, semangka, dan buah lain yang mengandung air.

Cara mengonsumsinya adalah dengan dibuat jus. Hal itu untuk mempermudah penyerapan ke tubuh. Selain itu bisa juga didapat dari kurma. “Buah kurma bagus karena gula darah naiknya akan perlahan-lahan,” kata Samuel.

Dia menambahkan, sebaiknya minum air putih saat berbuka, itu sudah yang paling baik. Saat berbuka sebaiknya minum hingga 3 gelas air putih. Mengenai makanan, sebaiknya lengkap seperti saat sahur.