Generasi Milenial Lebih Senang Menyewa Dibandingkan Membeli Properti

Rentfix.com – Platform penyedia layanan sewa properti pada tahun 2020 kian meningkat pesat. Berbagai aplikasi hadir guna memenuhi kebutuhan tempat tinggal. Menangkap peluang itu, para pelaku industri pun tak tinggal diam dalam melakukan inovasi agar memberi warna baru pada sektor properti di tanah air.

Direktur PT Real Estate Teknologi (Rentfix.com) Effendy Tanuwidjaja mengatakan, sektor properti pada tahun 2020 berpotensi lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Kreativitas para pelaku industri properti hadir untuk mengemas produk yang menarik dan menyediakan hunian sewa yang mudah diakses melalui sistem daring atau aplikasi.

Senada yang disampaikan oleh Department Head Research & Consultancy PT Savills Consultants Indonesia Anton Sitorus bahwa agar pertumbuhan sektor properti menjadi lebih maksimal harus didukung oleh kreativitas pengembang maupun perusahaan dalam mengemas produk unggul dan yang menarik.

“Permintaan besar, tetapi untuk bisa tumbuh pengembangnya harus kreatif dalam membuat produk, dan harga terjangkau. Jika itu terpenuhi, saya yakin market meningkat. salah satu konsep yang saat ini tengah digemari adalah co-living. Namun konsep ini ditawarkan dengan harga tinggi, pembelinya tentu juga akan terbatas. Market co-living seperti properti lain pasarnya ada, asalkan harga cocok,” ungkapnya.

Hal itu juga disampaikan oleh Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda bahwa saat ini harga properti sudah sangat tinggi sehingga kesulitan untuk dijual. Namun masih ada juga investor yang membeli, dengan harapan harganya akan terus naik. “Padahal pasar properti sama seperti ekonomi mempunyai siklus pasar, ini sering kali diabaikan oleh investor,” jelas Ali.

Itu sebabnya, tak heran jika saat ini banyak masyarakat yang lebih memilih untuk menyewa dibandingkan untuk membeli, terutama di kota-kota besar. Bahkan dalam survei yang dilakukan oleh IPW, generasi milenial di kota-kota besar, seperti di Jakarta, lebih senang menyewa dibandingkan membeli properti. “Hasil survei kami sekitar 47,4 persen pilih tinggal di kos-kosan, kemudian sebanyak 47,1 persen berkeinginan untuk tinggal di apartemen, sedangkan sisanya memilih tinggal di kediaman keluarga atau saudara,” tambah Ali.

Dengan penghasilan rata-rata kaum milenial berkisar Rp 6 juta – Rp7 juta per bulan artinya mereka hanya mampu membeli properti dengan cicilan Rp 2 juta – Rp 2,5 juta per bulan atau seharga Rp 200 juta- Rp300 jutaan. Dengan rentang harga tersebut sulit untuk mendapatkan properti di Jakarta. Itu sebabnya, milenial lebih memilih menyewa apartemen atau kosan.

Berdasarkan riset IPW, saat ini ada sebanyak 39,9 persen kaum milenial tinggal di kos atau apartemen dengan besaran sewa di bawah Rp 2 juta per bulan. Lalu sebanyak 38,5 persen menyewa dengan harga Rp 2 juta-Rp 3 juta per bulan, dan 21,6 persen menyewa dengan harga di atas Rp 3 juta per bulan.

Menyewa apartemen atau kos menjadi cara yang lebih mudah dan praktis. Sebab, jika membeli apartemen cukup membutuhkan anggaran lebih besar seperti halnya untuk furnitur baru, biaya bulanan seperti pajak properti dan asuransi pemilik apartemen, serta perbaikan apartemen yang membutuhkan pengeluaran tak terduga.

Buka IPEX, Wapres Minta Pengembang Perhatikan Air Bersih dan Sanitasi

Rentfix.com – Wakil Presiden Ma’aruf Amin membuka acara Indonesia Properti Expo (IPEX) 2020 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Sabtu (15/2/2020).

Pembukaan IPEX tersebut dihadiri Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, dan Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Pahala Nugraha Mansury.

Lewat pidatonya Wapres menyampaikan kepada para pengembang perumahan untuk memperhatikan ketersediaan sistem air bersih dan sanitasi yang dikelola ketika rumah atau properti lainnya yang ingin dijual.

Wapres menyampaikan kepada para pengembang perumahan baik masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR) ataupun tidak yang berpenghasilan rendah (Non MBR) harus disediakan air bersih dan sistem sanitasi yang baik.

Melalui ketersediaan air bersih dan sanitasi yang baik dapat mempengaruhi menurunnya risiko stunting dan kebaikan generasi selanjutnya. Saat ini stunting di Indonesia berada di angka 27 persen lebih dan pemerintah menargetkan angka stunting menurun menjadi 14 persen.

"Targetnya cukup ambisius, makanya saya minta ke BTN jangan mencairkan kredit sebelum air dan sanitasi berfungsi dengan baik," ujarnya.

Ma’aruf juga mengapresiasi seluruh pihak, baik para pengembang perumahan atau developer dan kepada BTN yang telah berkontribusi dalam penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) kepada masyarakat.

"Kita bersyukur capaian program satu juta rumah terakhir yaitu tahun 2018 dan tahun 2019 sudah mencapai angka diatas 1 juta unit, namun demikian kita tidak boleh cepat berpuas diri karena capaian tersebut masih perlu ditingkatkan," pungkasnya.

Indonesia Properti Expo (IPEX) ini digelar oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mulai 15 – 23 Februari 2020 di JCC, Jakarta Pusat.

Harvest City Beri Hadiah Istimewa Untuk Pemilik Rumah Pertama di IPEX 2020

Rentfix.comHarvest City mempersembahkan First Home First Love di Perhelatan Pameran Indonesia Properti Expo di Jakarta Convention Center pada tanggal 15 – 23 Februari 2020. Ada banyak promo menarik yang dihadirkan oleh Harvest City seperti diskon booking fee hingga 50%, cicilan hanya 2 jutaan, Free DP, Free biaya-biaya, dan Free AC. Lalu, khusus untuk pemilik rumah pertama Harvest City pun memberikan hadiah istimewa.

Harvest City merupakan kota mandiri seluas 1.350 hektar berlokasi di depan Taman Buah Mekarsari. Sebagai sebuah kota mandiri, Harvest City memberikan fasilitas lebih dibanding proyek perumahan lainnya. Saat ini Harvest City sudah dilengkapi dengan fasilitas Harvest Walk, Festival Oriental, Lamtoro Karting, Restaurant Saung Apung, dan Restaurant Hobbit Hills, dan yang terbaru Narma Toserba dan Gerai KFC.

Harvest City merupakan sebuah mahakarya dari konsorsium 3 pengembang besar yaitu Grup Suryamas Dutamakmakmur, Grup Duta Putra Mahkota, dan Kalindoland. Lokasi Harvest City berdekatan dengan rencana pembangunan tol Cimanggis – Cibitung dan LRT Cibubur. Untuk menambah kenyamanan, Harvest City memiliki angkutan umum khusus di dalam kawasan dan JR Connexion menuju Mangga Dua dan Blok M.

Cluster Sweet Hortensia merupakan cluster terbaru dari Harvest City berlokasi di Districk Sakura. Cluster ini memiliki gaya hunian Jepang modern berspesifikasi tinggi dan dekat dengan fasilitas Sakura Eat and Treat. Cluster Sweet Hortensia terdiri dari 2 tipe, Sanvitalia dan Solandra.

Tipe Sanvitalia memiliki luas tanah 66 meter persegi dan luas bangunan 30 meter persegi, untuk tipe Solandra memiliki luas tanah 72 meter persegi dan luas bangunan 36 meter persegi. Untuk mengetahui lebih banyak lagi mengenai kemudahan, kenyamanan, dan promo menarik, segera kunjungi booth Harvest City di Indonesia Properti Expo Hall A no 16.

Milenial Menyukai Rumah Berukuran Kecil

Rentfix.com – Para pengembang saat ini sedang berusaha keras menarik pasar milenial. Namun berbeda dengan generasi sebelumnya, milenial memiliki preferensi berbeda dalam memilih hunian.

Di lansir dari Kompas.com Wakil Ketua Umum 1 DPP Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Nurul Yaqin mengungkapkan, milenial lebih menyukai rumah dengan ukuran yang lebih kecil. “Mereka lebih ke micro housing, mereka tidak suka tanah yang luas, tetapi menyukai ruang yang luas. Pilih tanah misal 47 meter persegi dan bangunan 72 meter persegi. Bukan ukuran sebaliknya,” ucap Nurul, di Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Sementara Direktur Realty PT PP Urban Budi Suanda menyebut, dari sisi harga, pengembang bisa kreatif menurunkannya dan memberikan penawaran berupa pembayaran yang lebih fleksibel. Budi menuturkan dalam memilih hunian, milenial cenderung menginginkan rumah dengan harga terjangkau dan memiliki nilai.

Hal inilah yang seharusnya ditangkap oleh para pengembang. “Compact, high valuable product, desain sesuai dengan preferensi. Dari sisi harga, pengembang bisa kreatif untuk bisa menurunkan harga. Kemudian pembayarannya bisa fleksibel,” kata Budi. Dengan demikian developer perlu memformulasikan produk, desain, dan harganya agar sesuai dengan kantong milenial.

Sekretaris Jenderal DPP Real Estat Indonesia (REI) Arman Nukman pun memberikan contoh bagaimana pengembangan rumah yang sesuai untuk kalangan ini. Misalnya di area premium seperti wilayah Jakarta Barat, ada pengembang yang menjual properti di atas lahan yang telah dipetak-petak dengan ukuran tertentu atau kaveling.

Luasan setiap kaveling sepanjang 5 meter dengan lebar 8 meter. Adapun bangunan yang ditawarkan berupa rumah dua lantai. Lantai pertama digunakan untuk carport, ruang tamu sekaligus ruang keluarga. Kemudian lantai kedua, dimanfaatkan sebagai kamar tidur. Dengan cara ini, pengembang tersebut memasarkan huniannya dengan harga Rp 600 juta.

Menurut Amran, bila dibandingkan dengan apartemen seharga Rp 1 miliar, milenial akan lebih tertarik untuk memiliki dua unit hunian tersebut, meski secara ukuran lebih kecil. Apalagi saat ini, kondisi pasar properti residensial di atas Rp 1 miliar sedang mengalami pelambatan. “Sekarang yang jalan, rumah dengan harga di bawah Rp 500 juta,” kata Amran. Amran juga menyebut, developer perlu memanfaatkan keberadaan transportasi publik yang semakin memudahkan mobilitas milenial. Cara ini sangat mendukung milenial dalam beraktivitas.

Ini Dia! 5 Kawasan Top Jakarta Paling Mahal dan Prestisius

Rentfix.com – Jakarta merupakan sebuah kota dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat. Saat ini, lebih dari 70% uang negara beredar di Jakarta. Perekonomian Jakarta terutama ditunjang oleh sektor perdagangan, jasa, properti, industri kreatif, dan keuangan.

Tak ayal Jakarta memiliki beberapa tempat yang paling mahal dan prestisius yang terdapat di central business district (CBD) atau kawasan niaga terpadu. Sebagian besar masuk dalam koridor bisnis segitiga emas yang hingga kini belum tergoyahkan posisi dan pamornya sebagai kawasan pilihan.

Menurut CEO Leads Property Indonesia Hendra Hartono, secara umum, kelima kawasan top ini dipersepsikan prestisius. Bukan hanya dilihat dari aktivitas pembangunan komersial dan residensial mewah, melainkan juga terus diincar sebagai pilihan utama para pengembang dan investor.

“Ini karena para pengembang dan investor melihat lima kawasan top tersebut masih berpotensi untuk dikembangkan menjadi lebih baik lagi, serupa dengan koridor-koridor bisnis di kota besar dunia,” tutur Hendra seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (4/2/2020).

Berikut lima kawasan top Jakarta yang diincar pengembang dan investor:

1. CBD Sudirman dan sekitarnya

business-center-jakarta-1.jpg
Foto: Istimewa

Kawasan ini meliputi CBD Sudirman, Widya Chandra, Senopati, dan Kelurahan Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. CBD Sudirman merupakan rumah bagi perusahaan-perusahaan finansial top dan hunian para konglomerat. Menurut riset Leads Property Indonesia, harga pasar lahan aktual di jantung bisnis Jakarta ini sudah menyentuh angka Rp 80 juta hingga Rp 250 juta per meter persegi.

2.Koridor Sudirman

1-JPO-SUDIRMAN-810x470.jpg
Foto: Istimewa

Sepanjang Jalan Jenderal Sudirman diisi gedung-gedung perkantoran dan pencakar langit dengan desain modern berteknologi canggih. Di antaranya Menara Astra, Sudirman Sahid Center, dan Financial Tower. Harga pasar lahan aktual bertengger di angka Rp 150 juta hingga Rp 200 juta per meter persegi.

3.Koridor Thamrin dan Menteng

Jakarta_Car_Free_Day.jpg
Foto: Istimewa

Selain Jalan MH Thamrin yang sangat beken, kawasan ini juga dikelompokkan dengan Menteng dan sekitarnya, terutama Jalan Teuku Umar, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan HOS Cokroaminoto. Kawasan ini masuk peringkat atas karena menjadi alamat para pejabat dan perusahaan raksasa, macam PT Bank Central Asia Tbk dan perusahaan-perusahaan asing. Harga pasar lahannya sudah berada pada level Rp 80 juta hingga Rp 150 juta per meter persegi.

4.Senayan, Simprug, dan Permata Hijau

142604420140109SETG780x390.jpg
Foto: Istimewa

Kawasan ini beken sebagai tempat hotel, apartemen, pusat belanja, dan perkantoran mewah. Siapa yang tak tahu hotel bintang lima Mulia Senayan? Atau Mal Plaza Senayan yang hingga kini masih belum tergoyahkan sebagai salah satu pusat perbelanjaan termewah di Jakarta? Selain kedua nama ini, terdapat juga perkantoran Central Senayan dan Fairmont Hotel. Melipir sedikit ke selatan, terdapat Senayan City Residence yang dikembangkan Agung Sedayu Group. Nah, untuk dapat mengembangkan lahan di Senayan, Simprug, dan Permata Hijau, investor dan pengembang kudu merogoh kocek Rp 50 juta hingga Rp 90 juta per meter persegi.

5.Satrio, Mega Kuningan, dan Jalan Denpasar

SATRIO-TOWER-1.jpg
Foto: Istimewa

Tertarik membangun apartemen atau perkantoran di kawasan ini? Anda harus bersedia membeli lahan dengan harga pasar Rp 50 juta sampai Rp 80 juta per meter persegi. Di koridor pengembangan ini, telah berdiri Raffles Hotel and Residence dan Westin at Gama Tower yang merupakan pencakar langit tertinggi di Indonesia, serta pusat-pusat belanja menengah atas macam Kuningan City dan Lotte Shopping Avenue.

Desain Kantor Pemacu Kreativitas Kaum Milenial

Rentfix.com – Semakin berkembangnya industri kreatif di dunia tidak hanya menciptakan peluang kerja baru dari yang belum pernah ada sebelumnya. Konsep ruang kerja atau kantor pun telah mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Alih-alih jadi tempat yang menegangkan, kantor generasi milenial kini hadir dengan gaya up-to-date yang didesain lebih santai. Menyesuaikan konsep dunia kreatif yang bebas dan dinamis.

Interior kantor kekinian ini tidak hanya hadir dalam bentuk coworking space atau ruang kerja bersama. Tak sedikit perusahaan-perusahaan yang kemudian melakukan pendekatan serupa untuk menciptakan interior kantor kekinian yang memicu kreativitas pekerja di dalamnya.

Dilansir dari Kompas.com kantor kekinian yang dapat menjadi referensi Anda adalah sebuah perusahaan yang berbasis di Amsterdam, Ibu Kota Belanda. Firma lokal Barde + vanVoltt menonjolkan desain interior dengan warna bold yang pekat. Aksen ketebalan warna menjadikannya sebuah ruang kerja yang memicu ambisi, kreativitas, dan berpikir bebas bagi para pekerjanya. Pada saat yang sama, keserasian warna menciptakan suasana yang terasa santai seperti sebuah tempat hang-out.

Kantor Meningkatkan Kualitas Lingkungan Kerja

1ba691e1-2225-11ea-93a0-0a6e76f96826.jpeg
Coworking space Ruang & Tempo

Kantor yang baik bukan sekadar kantor yang memiliki banyak fasilitas mumpuni. Atmosfer yang mendukung tidak hanya terasa menyenangkan, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas lingkungan kerja bagi para karyawan di dalamnya. Menyadari betul pentingnya suasana kerja yang baik, perusahaan ini berusaha semaksimal mungkin menghadirkan kantor yang nyaman mengusung desain kekinian.

7b5e191b-221e-11ea-93a0-0a6e76f96826.jpeg
Coworking space Ruang & Tempo

Bangunan kantor yang berada di timur Amsterdam ini ternyata mengubah sebuah garasi lama yang kusam menjadi sebuah kantor kekinian. Tim desain menambahkan pintu teras besar di salah satu sisi ruang penyambutan. Dengan tujuan membuat bukaan yang mengembalikan cahaya asli alami dari luar menerangi ruangan. Sebuah lukisan mural yang cantik akan menyambut pengunjung yang datang. Di beberapa sudut, tampak display produk ditampilkan dengan apik.

ea4f1a90-2942-11ea-93a0-0a6e76f96826 (1).jpeg
Coworking space Mula Galeria Jakarta

Ruang Kerja Dibuat Transparan Semua Orang Bisa Saling Interaksi

Lupakan kekakuan kantor konvensional yang membuat karyawannya sulit untuk berbicara satu sama lain. Disediakan ruang kerja dalam satu tempat yang memungkinkan semua orang bisa berkumpul bersama. Ditambah, beberapa tempat yang lebih privat apabila karyawan ingin fokus menyelesaikan tugas.

2e773bbd-2224-11ea-93a0-0a6e76f96826.jpeg
Coworking Space Ruang & Tempo

Kelebihan lain yang diberikan oleh kantor ini untuk karyawannya adalah dengan menempatkan sebuah playroom di basemen. Di sana, mereka bisa menghabiskan waktu luang untuk bermain pingpong, yoga, atau sekadar menonton TV. Melalui penyediaan fasilitas relaksasi, karyawan diharapkan kembali bekerja dengan pikiran yang lebih segar.

Ruang Bersama yang Penuh Warna

Secara keseluruhan, sang desainer menampilkan desain interior industrial dengan sentuhan modern. Warna-warna utama dipilih dari palet minimalis seperti putih, krem, dan abu-abu. Unsur kayu di beberapa bagian membuat tekstur semakin kaya. Warna-warna bold sendiri bisa ditemukan di beberapa ruangan secara bersamaan. Seperti yang terlihat pada area in-house store yang tampil dengan warna biru cerah.

026148fe-0524-11ea-93a0-0a6e76f96826.jpeg
Coworking space Dreamhub

Di sisi lain, terdapat sebuah ruang duduk informal yang menghadirkan desain unik menggunakan warna-warna yang berani, yakni orange dan biru pekat. Jika Anda perhatikan, kedua warna ini masih bisa Anda temukan sebagai ciri khas di beberapa bagian ruangan lainnya, termasuk tempat duduk karyawan. Kantor memang bukan lagi tempat yang menegangkan bagi Anda bertemu dengan atasan. Di sinilah semua orang bisa saling berinteraksi dan berbagi ide bersama untuk memajukan perusahaan. Apakah kantor Anda sudah memiliki konsep serupa?

Rentfix Hadir Kembali di Indonesia Properti Expo 2020

Rentfix.com – Rentfix hadir kembali di acara Indonesia Properti Expo (IPEX) pada 15-23 Februari 2020 di Jakarta Convention Center Hall A & B, Senayan.

Sebagai perusahan teknologi digital sewa menyewa properti, Rentfix terus memenuhi kebutuhan sewa menyewa dengan mudah bagi masyarakat Indonesia, baik kebutuhan sewa tempat tinggal maupun komersial.

Rentfix fokus menyediakan 3 layanan sewa properti melalui digitalisasi ruang, diantaranya Rentfix Stay, Business, dan Inventory. Layanan ini akan sangat membantu Anda dalam mencari properti sewa dengan cara yang cepat dan harga sewa yang terjangkau.

Menariknya lagi, di IPEX kali ini, Rentfix memberikan banyak kejutan dan hadiah menarik untuk sahabat Rentfix yang berkunjung ke booth Rentfix.

logo_tagline_center.png

Melalui IPEX ini merupakan salah satu langkah yang baik bagi Rentfix untuk bersama-sama mendukung setiap perkembangan dan memajukan sektor properti serta membangun ekonomi di Indonesia.

Rentfix juga konsisten dalam menerapkan sarana wahana bagi para partnership properti untuk berkerjasama, berkolaborasi, dan berpromosi bagi seluruh produk properti di Indonesia.

Untuk itu, Rentfix mengundang Para Sahabat Rentfix, untuk hadir memeriahkan pameran properti terbesar di Indonesia (IPEX 2020).

Milenial Perlu Harga Rumah Terjangkau

“Permudah milenial miliki rumah dengan harga terjangkau lewat platform digital Rentfix”

Rentfix.com – Persoalan harga rumah bagi kalangan milenial menjadi salah satu pertimbangan mereka untuk memiliki rumah. Faktor harga yang terbilang mahal membuat generasi Y ini belum dapat menjangkau dan harus mempersiapkannya matang-matang.

Dilansir dari Media Indonesia, Wakil Sekretaris Jenderal DPP REI bidang Komunikasi, Promosi, dan Pameran Bambang Eka Jaya menyampaikan apabila melihat best practice di negara lain seperti Singapura yang mampu memberikan harga murah lantaran pemerintah menyubsidi langsung serta menjaga agar harga rumah terjangkau dengan ketentuan yang ketat.

“Berbeda dengan Indonesia, menjadi anomali karena rumah rakyat sebagai bisnis tersendiri yang mampu memberikan insentif serta kemudahan bagi pengusaha yang ingin mengembangkan perumahan rakyat,” terang Bambang kepada Media Indonesia, kemarin.

Namun, pengusaha menjadi sangat bergantung pada subsidi yang diberikan untuk dapat menekan harga rumah agar bisa terjangkau masyarakat kecil. Saat subsidi seperti fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang habis sebelum tahun berjalan prog­ram, program itu menjadi macet lantaran besaran dana tidak sebanding dengan jumlah masyarakat yang membutuhkan.

Di sisi lain, rumah tapak terjangkau juga tak dapat diadakan di Jakarta dan harus di pinggiran kota. Namun, agar rumah tersebut dapat memudahkan penghuninya, perlu didukung dengan akses dan infrastruktur yang mumpuni.

“Kuncinya aksesibilitas, khususnya jalur kereta api kalau bisa sehingga ada kepastian waktu perjalanan dari rumah ke tempat kerja. Begitu pula sebaliknya,” jelas Bambang.
Untuk itu, dia menyarankan, pemerintah harus memiliki land bank untuk pembuatan transportasi dan bekerja sama dengan pengembang rumah murah dengan harga yang sudah diatur dan zonasi yang sudah dikunci.

Bambang pun menyebutkan konsep apartemen sebetulnya cukup menarik bagi kalangan milenial. Terlebih untuk apartemen kelas menengah, khususnya yang berkonsep transit oriented development (TOD).

“Segmen itu masih banyak diminati end user ataupun pihak yang membeli untuk menggunakan unit mereka,” ujar Bambang.

Platform digital

03.jpg

Bambang menambahkan penggunaan platform digital juga dibutuhkan untuk mendekatkan milenial dengan sektor properti. Dengan kata lain, sektor properti harus bertransformasi di tengah era digital.

“Saat ini era milenial jadi market utama. Kaum milenial pendekatannya tentu lebih dengan marketing digital,” terang Bambang.

Seperti dikembangkan Rentfix sebagai perusahaan marketplace properti yang memfokuskan diri pada layanan penyewaan properti. Chief Executive Officer PT Real Estate Teknologi (Rentfix.com) Effendy Tanuwidjaja mengatakan Rentfix antara lain menyediakan layanan sewa properti bagi kalangan milenial, termasuk mereka yang baru menikah melalui platform digital.

“Harga sewa rumah yang ditawarkan pun terbilang terjangkau, mulai harga sewa rumah Rp600 ribu per minggu di Amirah House, Cibubur, dengan luas 150 meter persegi hingga sewa Rp2 juta per bulan di wilayah Cijantung, Jakarta Timur,” ujar dia.

Di sisi lain, BUMN properti seperti Perumnas pun berencana menyediakan rumah terjangkau bagi kalangan milenial yang dibanderol dengan harga Rp300 jutaan serta cicilan Rp2 jutaan. Salah satunya ada di Kemayoran, yakni Alonia Kemayoran, yang berada di lokasi strategis di tengah Kota Kemayoran, serta terintegrasi dengan Trans-Jakarta dan stasiun kereta api.

Ini Dia! Cara Menggaet Milenial Belanja Kado Natal di Toko Anda

Rentfix.com – Musim Natal merupakan momen paling membahagiakan untuk berkumpul bersama keluarga. Banyak sekali hal-hal yang dilakukan dalam menyambut musim Natal serta Tahun Baru. Salah satunya berbelanja kebutuhan untuk mengisi perayaan tersebut. Pada akhir November hingga awal Januari merupakan periode yang paling tepat bagi merek dagang kelas atas berkompetisi. Tingkat penjualan bisa mencapai 30 persen dari penjualan tahunan.

Dilansir dari Kompas.com, Jurnalis Katharine Whitehorn mengatakan, dari sudut pandang komersial, jika Natal tidak ada, maka perlu untuk menciptakannya (daya tarik pembeli untuk berbelanja). Seiring berjalannya waktu, cara konsumen menyikapi setiap perayaan kini telah berubah. Tahun lalu, British Retail Consortium melaporkan bahwa peritel tidak dapat menjual barang mereka ketika Natal dengan baik.

Bahkan, Kantor Statistik Nasional mengaitkan penurunan penjualan ini dengan Black Friday, karena konsumen memilih untuk membelanjakan lebih banyak uangnya pada merek terkenal selama periode November. Hal ini didukung oleh penelitian dari McKinsey yang menunjukkan bahwa hanya 19 persen konsumen Inggris berpartisipasi dalam Black Friday, yaitu pada 2015-2017. Tetapi, mengubah kebiasaan berbelanja tidak sama dengan mengurangi pengeluaran. Begini cara memengaruhi milenial berbelanja:

Daya beli meningkat

Mari kita mulai dengan menghilangkan beberapa mitos. Meskipun generasi milenial mengalami hal yang lebih buruk daripada generasi sebelumnya, itu tidak berarti mereka tidak punya uang. Faktanya, seiring dengan bertambahnya usia milenial, mereka mulai mengungguli orang tua mereka. Mereka juga mengalami pendewasaan dengan cara lain, sekitar 80 persen dari milenial adalah pekerja, 58 persen menikah, dan 44 persen sudah menjadi orang tua. Dan untuk merek dagang itu berarti para milenial menjadi pasar yang sangat menjanjikan.

Belanja online

Sebagai generasi pertama pengguna digital, tidaklah mengejutkan untuk menemukan bahwa generasi millenial adalah generasi yang paling melek dengan pembelanjaan online. Menurut penelitian Google, mereka menghabiskan 60 persen waktu belanja online, dan melampaui Generasi Z yang hanya sebanyak 56 persen dan Generasi X sebanyak 58 persen.

Lebih jauh, baik generasi milenial maupun pembeli Gen Z mengatakan bahwa mereka berbelanja online lebih banyak pada tahun 2018 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kecanggihan teknologi merupakan faktor utama pada hal ini. Milenial sangat menyukai informasi yang mudah tersedia dengan cepat. Penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan waktu informasi satu detik dapat memengaruhi tingkat konversi hingga 20 persen.

Apa artinya kasus ini terhadap merek dagang? Jika para merek dagang dapat memperluas toko mereka ke ranah online, dapat mempermudah para milenial untuk menemukan apa yang mereka inginkan dengan kemudahan akses pembelian serta dapat membantu merek dagang mendapatkan pembeli.

Menyediakan wifi gratis di dalam toko

Hampir tiga perempat generasi Milenial atau sekitar 72 persen, mengunjungi toko untuk berbelanja Natal selama dua hari, angka yang sebanding dengan generasi yang lebih tua dari sebelumnya. Bedanya, generasi Milenial jauh lebih mungkin untuk melakukan pencarian online sebanyak 86 persen.

Plus, 40 persen dari semua pembeli menggunakan telepon mereka di dalam toko untuk membantu mengambil barang apa saja yang ingin dibelanjakan. Karenanya, jika Anda membantu pelanggan dengan kemudahan akses dengan cepat seperti wifi gratis, dapat membuat Anda memiliki penawaran yang mudah ditemukan. Selain itu, Anda juga akan mendapat manfaat dari pembeli yang lebih baik seperti hal ini.

Berikan bonus

Berikan bonus Baik Milenial dan Gen Z menghabiskan sebagian besar waktu belanja mereka untuk membeli hadiah Natal untuk orang lain, termasuk orang tua mereka masing-masing 23 persen dan 32 persen, saudara kandung sebanyak 16 persen dan 23 persen dan teman-teman dari kedua generasi sebanyak 20 persen dan 24 persen. Namun, mereka juga memiliki keluarga yang lebih muda untuk menjadi salah satu pertimbangan.

Satu dari lima Milenial atau sekitar 21 persen juga membeli belanjaan untuk anak-anak mereka. Ini adalah salah satu tren yang berkembang, lebih dari seperempat Milenial dan pembeli Gen Z mengatakan bahwa mereka lebih banyak membeli hadiah untuk orang lainketimbang untuk dirinya, masing-masing 27 persen untuk keduanya. Tentu saja, sementara kebiasaan berubah para periode perayaan Natal, peluang bagi penjual tetap sama. Dengan memahami bagaimana generasi baru menjelajah dan membeli musim ini, penjual dapat medapatkan hasil yang diinginkan dengan mengetahui cara ini.

Memperingati Hari Pohon Sedunia, Berikut Daftar Hunian Astri Berkonsep Hijau

Rentfix.com – Hari ini, 28 November diperingati sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia. Tanggal tersebut ditetapkan sebagai awal dimulainya penanaman pohon serentak di seluruh Indonesia. Tanaman dan pepohonan memiliki peran penting khususnya dalam sebuah hunian guna membuat lingkungan rumah menjadi nyaman, sejuk, dan segar. Itulah mengapa banyak rumah dibuat senyaman mungkin bagi penghuni yang tinggal atau menyewa di rumah tersebut. Seperti beberapa daftar hunian asri berkonsep hijau berikut ini.

Rumah Di Jalan Ampera Raya

001.jpeg

Rumah di Jalan Ampera Raya, Kavling Polri D2 Nomor 1 Jakarta Selatan ini memiliki pencahayaan natural dan tanaman yang rimbun sehingga rumah terasa nyaman dan sejuk. Didukung fasilitas yang memadai diantaranya air panas di setiap kamar mandi, microwave, peralatan dapur, penyejuk udara di setiap kamar dan ruang tamu. Harga sewa rumah ini yakni Rp.204 juta dengan luas area 455 meter persegi. Memiliki lokasi strategis yang terintegrasi dengan mall dan pertokoan, pusat perbelanjaan dan kafe di sekitar Kemang dan Cilandak.

Rumah Di Jepun Pipil Tohpati

002.jpeg

Jika kamu berkunjung ataupun memilih bertempat tinggal di Denpasar, kamu harus coba tinggal di hunian asri dan sejuk di Jepun Pipil dengan harga sewa rumah hanya Rp. 62 juta per tahun. Rumah dengan luas area 120 meter persegi di provinsi Bali ini berdekatan dengan beberapa tempat wisata unik yang sangat layak untuk dikunjungi. Seperti halnya beberapa objek wisata budaya dan sejarah yakni monumen dan museum Bajra Sandi, museum Bali dan monumen puputan Badung. Selain itu, di dalam kota juga terdapat pasar traditional yang bernama pasar Badung yang di kunjungi masyarakat lokal maupun wisatawan asing.

Rumah Cantik Minimalis

003.jpeg

Sebuah rumah cantik ini terletak di bilangan Tangerang Selatan. Memiliki lingkungan cluster aman dan nyaman ditumbuhi pepohonan rindang di setiap cluster yang membuat suasana terlihat sejuk.

Berada tepat di Discovery Aluvia Sektor 9, sangat dekat dengan Sekolah Jepang, Global Jaya, RSPI Bintaro, Pizza Hut, Hero, Pasar Modern, Mc Donald, Diving Range, juga dekat ke Stasiun Sudimara maupun ke jalan Tol. Rumah dengan luas 100 meter persegi ini siap dihuni dengan harga sewa rumah Rp 65 juta per tahun sangat relatif terjangkau.

Cosmo Estate Lippo Cikarang

004.jpeg

Salah satu rumah baru yang satu ini sangat cocok bagi keluarga dan kaum milenial. Lingkungan hijau menjadi prioritas keunggulan konsep hunian di Kabupaten Bekasi ini. Fasilitas taman dengan ruang ramah anak agar para orang tua dapat berinteraksi dengan penghuni sekitar. Rumah 2 lantai dengan 3 kamar tidur, 3 Kamar mandi, waterheater serta dilengkapi kolam renang. Sewa rumah Cosmo Estate dengan luas area 119 meter persegi ini disewa hanya Rp 55 juta per tahun.