Milenial Menyukai Rumah Berukuran Kecil

photo-1530099486328-e021101a494a (1).jpg

Rentfix.com - Para pengembang saat ini sedang berusaha keras menarik pasar milenial. Namun berbeda dengan generasi sebelumnya, milenial memiliki preferensi berbeda dalam memilih hunian.

Di lansir dari Kompas.com Wakil Ketua Umum 1 DPP Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Nurul Yaqin mengungkapkan, milenial lebih menyukai rumah dengan ukuran yang lebih kecil. "Mereka lebih ke micro housing, mereka tidak suka tanah yang luas, tetapi menyukai ruang yang luas. Pilih tanah misal 47 meter persegi dan bangunan 72 meter persegi. Bukan ukuran sebaliknya," ucap Nurul, di Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Sementara Direktur Realty PT PP Urban Budi Suanda menyebut, dari sisi harga, pengembang bisa kreatif menurunkannya dan memberikan penawaran berupa pembayaran yang lebih fleksibel. Budi menuturkan dalam memilih hunian, milenial cenderung menginginkan rumah dengan harga terjangkau dan memiliki nilai.

Hal inilah yang seharusnya ditangkap oleh para pengembang. "Compact, high valuable product, desain sesuai dengan preferensi. Dari sisi harga, pengembang bisa kreatif untuk bisa menurunkan harga. Kemudian pembayarannya bisa fleksibel," kata Budi. Dengan demikian developer perlu memformulasikan produk, desain, dan harganya agar sesuai dengan kantong milenial.

Sekretaris Jenderal DPP Real Estat Indonesia (REI) Arman Nukman pun memberikan contoh bagaimana pengembangan rumah yang sesuai untuk kalangan ini. Misalnya di area premium seperti wilayah Jakarta Barat, ada pengembang yang menjual properti di atas lahan yang telah dipetak-petak dengan ukuran tertentu atau kaveling.

Luasan setiap kaveling sepanjang 5 meter dengan lebar 8 meter. Adapun bangunan yang ditawarkan berupa rumah dua lantai. Lantai pertama digunakan untuk carport, ruang tamu sekaligus ruang keluarga. Kemudian lantai kedua, dimanfaatkan sebagai kamar tidur. Dengan cara ini, pengembang tersebut memasarkan huniannya dengan harga Rp 600 juta.

Menurut Amran, bila dibandingkan dengan apartemen seharga Rp 1 miliar, milenial akan lebih tertarik untuk memiliki dua unit hunian tersebut, meski secara ukuran lebih kecil. Apalagi saat ini, kondisi pasar properti residensial di atas Rp 1 miliar sedang mengalami pelambatan. "Sekarang yang jalan, rumah dengan harga di bawah Rp 500 juta," kata Amran. Amran juga menyebut, developer perlu memanfaatkan keberadaan transportasi publik yang semakin memudahkan mobilitas milenial. Cara ini sangat mendukung milenial dalam beraktivitas.